NovelToon NovelToon
Penghubung Tiga Dunia (The Envoy Of Three Realms)

Penghubung Tiga Dunia (The Envoy Of Three Realms)

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di alam semesta, eksistensi terbagi menjadi tiga: Alam Langit (Tempat para Dewa), Alam Manusia, dan Alam Bawah (Tempat Iblis dan Roh). Selama jutaan tahun, ketiga alam ini dipisahkan oleh segel kuno yang kini mulai retak.

Jiangzhu, seorang yatim piatu di desa kecil Alam Manusia, lahir dengan "Nadi Spiritual yang Lumpuh". Namun, ia tidak tahu bahwa di dalam jiwanya tersimpan Segel Tiga Dunia, artefak yang mampu menyerap energi dari ketiga alam sekaligus. Ketika desanya dihancurkan oleh sekte jahat yang mencari artefak tersebut, Jiangzhu bangkit dari kematian dan memulai perjalanan untuk menaklukkan langit, menguasai bumi, dan memimpin neraka. Ia bukan sekadar penguasa; ia adalah jembatan—atau penghancur—tiga dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Pesta Darah di Lembah Jiwa

Pesta Darah di Lembah Jiwa

Suasana di Lembah Kabut Jiwa mendadak berubah menjadi neraka yang membeku. Udara yang tadinya tenang kini berputar kencang, membawa serpihan tulang kering dan debu ungu yang menyesakkan napas. Jiangzhu berdiri di antara dua kutub kekuatan: di satu sisi ada kemurnian cahaya yang sombong dari Lu Chen, dan di sisi lain ada kegelapan purba yang haus darah dari Li’er.

"Beraninya kau menghancurkan teknikku, makhluk rendahan!" Lu Chen berteriak, wajah tampannya kini merah padam karena malu. Sebagai jenius dari Sekte Cahaya Suci, ia belum pernah melihat serangannya dipatahkan dengan satu remasan tangan saja oleh sesuatu yang ia anggap "sampah".

"Membunuh... mengganggu... mati..." suara Li’er semakin dalam, seolah-olah ribuan jiwa di dalam lembah ini berteriak bersamaan melalui kerongkongannya.

Jiangzhu merasakannya—getaran hebat di tanah. Ia tidak menunggu perintah Penatua Mo kali ini. Insting bertahannya yang telah diasah selama bertahun-tahun sebagai yatim piatu yang dipukuli memberi tahu satu hal: Jika kau tidak bergerak sekarang, kau akan terkubur dalam debu.

"Bocah! Ke kiri! Tiga langkah!" perintah Penatua Mo tiba-tiba.

Jiangzhu meledakkan energinya ke kaki, melakukan salto ke belakang tepat saat seberkas cahaya emas dari pedang Lu Chen membelah tempat ia berdiri tadi. Tanah meledak, meninggalkan parit panjang yang membara.

"Kau pikir aku lupa padamu, sampah?" Lu Chen mendesis, matanya kini tertuju pada Jiangzhu. "Kau telah menodai nama baik sekte dengan membawa monster ini. Aku akan memurnikanmu terlebih dahulu!"

Lu Chen melompat, pedangnya bersinar seperti matahari kecil. Namun, sebelum ia sempat mendekat, Li’er bergerak. Gerakannya tidak bisa disebut berlari—dia seolah menghilang dan muncul kembali tepat di depan Lu Chen. Tangan kecilnya yang pucat meluncur seperti kilat, mengincar jantung pemuda sekte itu.

Klang!

Lu Chen berhasil menangkis dengan bilah pedangnya, namun momentumnya begitu besar hingga ia tersungkur ke belakang, kakinya menggores tanah dalam-dalam.

"Sekarang!" teriak Penatua Mo. "Gunakan Seni Pemakan Jiwa yang ada di bagian belakang gulungan! Serap sisa-sisa energi cahaya yang hancur di udara! Jangan biarkan terbuang!"

Jiangzhu tidak ragu. Ia duduk bersila di tengah kekacauan itu. Ini adalah tindakan gila. Di tengah pertempuran dua monster, ia justru melakukan meditasi. Namun, inilah satu-satunya cara. Ia mulai memutar pusaran di Dantian-nya secara terbalik.

Sret... sret...sret...sret...

Serpihan energi cahaya emas yang tadi dihancurkan oleh Li’er mulai tertarik ke arah Jiangzhu. Saat energi itu masuk ke pori-porinya, Jiangzhu merasa seolah-olah ia sedang menelan cairan logam mendidih. Energi Cahaya Suci adalah musuh alami dari Energi Iblis yang baru saja ia pelajari. Keduanya bertarung di dalam nadinya, membuat pembuluh darahnya menonjol keluar, tampak seperti cacing-cacing hijau yang merayap di bawah kulit.

"Ugh... hrrrgh..." Jiangzhu menahan erangan. Darah yang mulai mengalir dari telinga dan hidungnya.

"Tahan, Bocah! Jika kau bisa menjinakkan cahaya ini dengan esensi manusiamu, kau akan memiliki fondasi Trinitas yang sebenarnya!" suara Penatua Mo terdengar cemas.

Sementara itu, Lu Chen semakin terdesak. Sepuluh murid Sekte Cahaya Suci lainnya mencoba membantu dengan membentuk formasi lingkaran, melemparkan rantai cahaya untuk mengikat Li’er.

"Formasi Penjara Langit! Tarik!" teriak salah satu murid.

Rantai-rantai bersinar itu melilit tubuh mungil Li’er. Suara kulit yang terbakar terdengar mendesis saat rantai suci itu bersentuhan dengan aura kematiannya. Li’er menjerit—suara yang begitu melengking hingga membuat beberapa murid tingkat rendah langsung muntah darah dan pingsan.

"Bakar dia! Bakar monster itu!" perintah Lu Chen dengan mata gila.

Melihat Li’er terdesak, sesuatu di dalam hati Jiangzhu berdenyut. Ia melihat sosok gadis kecil yang kesepian, yang hanya ingin makan dengan tenang di rumah tulangnya. Rasa marah yang asing membuncah.

Kenapa... kenapa mereka selalu datang dan menghancurkan segalanya?

Jiangzhu membuka matanya. Warna matanya kini bukan lagi hitam atau putih, melainkan perpaduan emas dan ungu yang mengerikan. Ia berdiri, pedang besi hitam di tangannya kini dilapisi oleh api hitam yang berpijar emas.

"Kalian... terlalu berisik," suara Jiangzhu terdengar berat, bergetar dengan kekuatan yang melampaui tingkat Pemurnian Tubuh.

Ia melesat. Bukan ke arah Li’er, tapi ke arah murid yang memegang ujung rantai formasi. Dengan satu tebasan horizontal, pedang besi itu membelah perisai cahaya murid tersebut seperti memotong kertas.

SLASH!

Kepala murid itu terbang ke udara sebelum ia sempat menyadari apa yang terjadi.

"Apa?! Jiangzhu, kau berani membunuh murid Sekte Cahaya Suci?!" Lu Chen berteriak horor.

Jiangzhu tidak menjawab. Ia bergerak seperti bayangan yang haus darah. Setiap ayunan pedangnya membawa beban dendam dari dua dunia. Dalam sekejap, dua murid lagi tumbang dengan dada berlubang.

Dengan hancurnya formasi, Li’er terlepas. Ia menatap Jiangzhu sejenak dengan mata hitam pekatnya. Ada kilatan aneh di sana mungkin rasa terima kasih, atau mungkin hanya rasa lapar yang berpindah target.

Li’er berbalik ke arah Lu Chen dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Tanpa rantai yang menahannya, ia adalah bencana alam. Ia mencengkeram wajah Lu Chen, kukunya yang panjang menembus pipi pemuda sombong itu.

"Tunggu... jangan... kumohon..." Lu Chen merintih, kehormatannya sebagai jenius sekte hancur berkeping-keping.

Li’er tidak peduli. Dengan satu sentakan, ia melempar Lu Chen ke arah Jiangzhu. "Makan... milikmu..."

Jiangzhu menangkap Lu Chen yang sekarat dengan satu tangan. Ia menatap mata Lu Chen yang penuh ketakutan. Di saat itu, Jiangzhu merasakan tarikan kuat dari Segel Tiga Dunia.

"Terima kasih atas 'hadiah' energinya, Tuan Muda Lu," bisik Jiangzhu dingin.

Ia menancapkan tangannya ke dada Lu Chen, bukan untuk membunuh secara fisik, tapi untuk menghisap seluruh kultivasi Inti Bumi yang dimiliki Lu Chen. Ini adalah teknik terlarang yang paling dibenci di seluruh Benua Longyuan: Penghisapan Roh.

Tubuh Lu Chen mengkerut seperti buah kering dalam hitungan detik. Seluruh energi cahayanya kini berpindah ke dalam tubuh Jiangzhu, meledakkan hambatan di nadinya.

BUM! BUM! BUM!

Tiga suara ledakan terdengar dari dalam tubuh Jiangzhu.

Selamat. Anda telah menembus Tahap Inti Bumi Tingkat 1.

Fondasi Trinitas Terbentuk: Cahaya, Kegelapan, dan Kemanusiaan.

Jiangzhu menjatuhkan mayat Lu Chen yang sudah tak bernyawa. Ia berdiri di tengah mayat-mayat murid sekte, di bawah tatapan mayat hidup bernama Li’er. Hujan ungu mulai turun di lembah, membasuh darah yang menempel di wajahnya.

Ia bukan lagi pemuda desa yang lemah. Hari ini, di Lembah Kabut Jiwa, seorang monster baru telah lahir.

1
Nanik S
Monsternya sekarang Jiangzhu sendiri
christian Defit Karamoy: ikutin terus ya bang🙏
total 1 replies
Nanik S
Jangan sampai tersesat karena hasutan Iblis
christian Defit Karamoy: ikutin terus alur ceritanya bang ,trimakasih
total 2 replies
Nanik S
B urunan langit dan Bumi
christian Defit Karamoy: ikutin terus ya bang🙏
total 1 replies
Nanik S
Awal yang sangat bagus 👍
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!