NovelToon NovelToon
THE BEST COUPLE

THE BEST COUPLE

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:242k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Ini lanjutan dari novel PESONA SI GADIS CULUN dan SECOND LOVE.

Arka Krismawan seorang CEO muda yang kalem, ramah, baik hati harus dipertemukan dengan Gilsya seorang Mahasiswi yang mempunyai sifat petakilan, bar-bar, dan suka sekali mengganggu Arka.

Bagaimana kisah lucu Arka dan Gilsya dalam menjalani kisah cinta mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masuk Pabrik Part I

Keesokan harinya....

Siang ini Gilsya janjian bersama Hawa bertemu di sebuah caffe, Hawa sudah bekerja menjadi seorang pengacara jadi Hawa sedikit sibuk dengan pekerjaannya.

“Sya, kok aku lihat kamu galau ya?”

“Iya Wa, Mas tampanku salah paham dan sepertinya doi marah sama aku.”

“Maksud kamu Mas Arka? Memangnya dia salah paham apa?”

“Aku selalu saja bertemu dengannya disaat aku lagi jalan sama Bang Albi, Bang Adam, dan Bang Sean, pasti dia berpikiran kalau aku itu wanita murahan yang gonta-ganti cowok.”

“Memangnya kamu beneran suka sama Mas Arka? Aku pikir kamu hanya main-main saja dan bercanda,” seru Hawa.

“Serius Wa, aku suka sama Mas tampanku.”

“Ya sudah, tinggal kamu jelasin aja sama Mas Arka gitu aja repot.”

Tiba-tiba tiga pria tampan pun menghampiri meja Hawa dan Gilsya.

“Siang adik-adik Abang yang cantik,” seru Albi.

Hawa dan Gilsya saling pandang. “Kok kalian ada disini?” tanya Gilsya.

“Kami habis meeting bersama, dan kebetulan kami lihat ada mobil kamu disini. Kenapa? Kami ga boleh ya datang kesini?” seru Sean sembari mencubit pipi Gilsya dengan gemasnya.

“Ih Abang, sakit tahu,” kesal Gilsya.

“Oh iya, Hawa selamat ya sekarang kamu sudah menjadi seorang pengacara,” seru Albi.

“Adik Abang yang satu ini memang hebat,” sambung Sean.

“Saudara siapa dulu dong,” seru Adam sembari merangkul pundak Hawa.

“Terima kasih Abang-abangku yang tampannya ga ada obat,” sahut Hawa.

“Tinggal satu lagi nih yang masih pengangguran,” ledek Albi.

Gilsya yang sedang minum melirik ke arah Albi. “Siapa bilang pengangguran, sebentar lagi Gilsya juga mau kerja,” sahut Gilsya.

“Jadi kamu sudah siap masuk perusahaan Om Gibran?” seru Adam.

“Idih, siapa bilang aku mau masuk perusahaan Papi.”

“Terus kamu mau bekerja dimana?” tanya Albi.

“Aku mau melamar ke pabrik PT.KRIS SENTOSA,” sahut Gilsya dengan santainya.

“Apa?” seru Albi, Adam, dan Sean bersamaan.

“Allohuakbar, kalian kenapa sih seperti kaget gitu?” seru Gilsya.

“Itu pabrik kecil bontot, jangan ngarang deh, sudah masuk perusahaan Abang aja,” seru Albi.

“Benar yang dikatakan Albi, hotel Abang juga masih mampu buat nampung kamu, mau gaji berapa? Abang kasih,” sambung Sean.

“Perusahaan Abang juga membutuhkan karyawan, kamu mau ditempatkan jadi apa? Manager bagian apa pun Abang bakalan kabulin, kamu tinggal pilih saja,” seru Adam.

“Nah, ini yang Gilsya ga mau kalau Gilsya bekerja di perusahaan kalian, sudah pasti Gilsya bakalan diperioritaskan jadi yang utama. Gilsya ga mau seperti itu, Gilsya ingin mandiri dan ga mau bergantung sama kalian,” sahut Gilsya.

“Iya mandiri sih mandiri, tapi itu pabrik kecil bontot kalau mau Abang bisa rekomendasikan perusahaan teman Abang,” seru Albi.

“No..no..no..pokoknya keputusan Gilsya sudah bulat, Gilsya akan masuk ke pabrik itu.”

“Pikirkan lagi baik-baik, jangan sampai kamu menyesal. Memangnya kamu yakin mau bekerja capek-capekan? Banyak debu dan pasti keamanannya tidak akan terjamin,” seru Sean.

“Iya, mendingan bekerja di perusahaan sudah jelas bersih, ruangannya ber-AC, enak pula ga capek,” sambung Adam.

“Pokoknya Gilsya tetap pada pendirian Gilsya titik ga pakai koma.”

“Sudahlah, Gilsya itu keras kepala dia ga bakalan bisa dikasih saran. Sudah, biarkan saja dia merasakan dulu bagaimana capeknya bekerja di pabrik nanti juga kalau sudah capek dia berhenti sendiri," seru Hawa dengan santainya.

"Awas saja, kalau sampai Abang dengar kamu sakit karena kecapean jangan salahkan Abang kalau nanti Abang cabut kamu dari pabrik itu," ancam Albi.

"Siap Abangku sayang."

***

Keesokan harinya....

Gilsya sudah rapi dengan pakaian hitam putihnya, kemeja ketat dan rok hitam ketat membuat lekuk tubuh Gilsya tercetak jelas.

"Pagi Papi, Mami, dan Adikku tersayang!" sapa Gilsya.

"Pagi."

"Kakak mau melamar pekerjaan atau mau menggoda Bosnya, pakaiannya kok kaya gitu?" seru Libra.

Pletaakkk...

Gilsya memukul kepala Libra dengan tas selempangnya. "Sembarangan saja kalau ngomong, lagipula Bosnya sudah bau tanah ngapain goda-goda yang sudah bau tanah kalau yang tampan saja masih banyak," sahut Gilsya.

"Pokoknya kalau kamu tidak betah dan merasa capek, berhenti saja jangan diteruskan. Kalau Bosnya nyuruh kamu ini itu jangan mau, tolak saja," seru Gibran.

"Astaga Papi, kalau Gilsya menolak perintah Bos, Gilsya dipecat dong."

"Sudah sayang jangan dengarkan ucapan Papi kamu, yang penting sekarang kamu harus semangat bekerja, oke."

"Siap Mami."

"Kak, sekarang Libra lagi belajar pakai mobil."

"Bagus, jadi laki-laki harus pemberani jangan jadi penakut."

Gilsya melihat jam mahal yang melingkar indah dipergelangan tangannya, Gilsya pun segera menyelesaikan sarapannya.

"Gilsya berangkat dulu."

"Hati-hati sayang."

"Oke...."

Gilsya pun mencium pipi Gibran dan Livia bergantian kemudian mencium punggung kedua orang tuanya itu.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Gilsya segera masuk ke dalam taksi online yang sudah sebelumnya dia pesan, Gilsya sengaja tidak memakai mobilnya karena dia tidak mau semua orang menilainya sebagai anak orang kaya.

Bisa heran mereka kalau Gilsya memakai mobil, mana ada karyawan pabrik memakai mobil.

Sementara itu....

Saat ini Arka dan Fatur sedang berada di rumah Jonathan dan Kanaya, Jonathan menyuruh Arka untuk mampir dulu sebelum berangkat ke pabrik.

"Arka, Ayah akan membangun perusahaan kembali. Perusahaan warisan Opa kamu," seru Jonathan.

"Bukannya perusahaan Opa saat ini sedang terlilit hutang?" sahut Arka.

"Iya, tapi Ayah sudah membayarnya sedikit demi sedikit dan sekarang Ayah ingin memajukan lagi perusahaan itu, mudah-mudahan saja bisa maju lagi. Lagipula ada kabar gembira, beberapa perusahaan besar juga bersedia menanam saham di perusahaan Ayah, mereka percaya kalau Ayah bisa memajukan kembali perusahaan Ayah dan perusahaan itu kebanyakan rekan bisnis Ayah dulu."

"Baguslah Yah, tapi maaf Arka tidak bisa membantu Ayah soalnya Arka juga sedang sibuk di pabrik banyak kerjaan dan Alhamdulillah saat ini pabrik maju pesat, pagi ini juga kami sedang membuka lowongan pekerjaan."

"Alhamdulillah Arka, itu adalah pabrik peninggalan almarhum Ayahmu jadi kamu harus jaga baik-baik pabrik itu," seru Kanaya.

"Iya Bunda."

"Oh iya, sebenarnya Ayah ingin mengajukan proposal ke empat perusahaan. Lebih tepatnya tiga perusahaan karena yang satu adalah perusahaan milik Tuan Gibran orang tuanya Gilsya sudah jelas beliau tidak akan mau menerima proposal dari Ayah, jadi tinggal tiga perusahaan lagi dan ketiganya merupakan perusahaan raksasa sama seperti perusahaan Tuan Gibran. Pemiliknya pun masih muda mungkin seumuran kamu, tapi mereka sangat hebat-hebat."

"Iyakah?"

"Iya Arka, nah ini profilnya."

Jonathan menyerahkan sebuah majalah bisnis kepada Arka, Arka pun segera membukanya dan betapa terkejutnya Arka saat melihat ketiga pengusaha muda yang Ayahnya maksudkan itu.

"Bukannya ini pria-pria yang bersama Gilsya?" batin Arka.

"Albi Bastian Bakrie, Adam Atmanegara, Sean Megantara, gila hebat banget perempuan itu bisa menggaet tiga pria kaya raya, cih dasar perempuan matre," batin Arka.

Fatur hanya diam saja, dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Arka.

NOTE :

Disini karakter Gilsya memang manja kepada Abang-abangnya ya guys, manja dalam artian bukan manja yang cengeng dan menye-menye, memang karakternya dibuat seperti itu dan Abang-abangnya juga sangat memanjakan Gilsya.

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1
Ririn Nursisminingsih
jadi rindu masa kuliah kkn semua asik2 aja
Lila Susanti
arka kalem kaya ky ayh rama
Patrick Khan
.amplop apa td wahhhh..😌
Patrick Khan
.cie ciee
Patrick Khan
.bunda kanaya sabar bgt😔
Patrick Khan
.suka sm pertemanan demir gilsya😊
Patrick Khan
.arka km pasti kuat pasti bisa sukses lg..pengen peluk km q arka..😫😫
Patrick Khan
.mewek q kak..fatur q padamu
Patrick Khan
.joya buang aja ke hutan..duh gedeg q liat nya😡😡
.kasiam arka😫😫
Patrick Khan
wowwwww
Patrick Khan
.joya masih aja sok2 an..hadehhhh
Nur Kotimah
kasian amat Fatur cuma jadi sopir , jadiin sekpri kek .
Nur Kotimah
gila , aku nggak nyangka kalo ceritanya bakal seseru ini .
Nur Kotimah
masih aja di piara itu goblok nya si arka 😡😡😡
Nur Kotimah
cie cie ... auto gak cuci muka tuuhh.
. 🤭🤭
Nur Kotimah
si Lisa ,joya berikutnya .
Nur Kotimah
semoga setelah ini kabar baik menanti GILAR , gilsya arka ya ... bukan LESLAR 🤣🤣
Nur Kotimah
woii , aku gak isoh mandek Moco .. Sampek kancilen moto ku .
Nur Kotimah
joya bener bener cari mati dah. ... hadeeeeh.
Nur Kotimah
kasian juga Sama arka .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!