NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Perjaka

Dinikahi Duda Perjaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / CEO / Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lidya Amalia

Hari yang seharusnya menjadi hari yang paling bahagia, tapi nyatanya tidak.
Hari yang seharusnya berganti status menjadi seorang istri dari lelaki bernama Danish, kini malah berganti menjadi istri dari lelaki bernama Reynan, tetangga barunya. Yang katanya Duda.
Dia adalah Qistina Zara, bagaimana kisahnya? kemana Danish? kenapa malah menjadi istri dari lelaki yang baru dikenalnya?
yuk, ikuti kisah Zara di sini😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan

Zara melonjak kaget saat membuka mata, melihat wajah Reynan tepat berada di depannya.

“Ngapain disini?” tanya Zara.

Namun ia baru ngeh, jika tangannya memeluk tubuh Reynan. “Astagfirullah … duda satu ini,” lanjutnya seraya menjauhkan tubuh beserta tangannya dari Reynan.

“Duda, duda. Udah tau bukan duda dan jika duda pun, saat ini bukan duda lagi. ‘Kan udah nikah sama kamu,” kata Reynan.

“Eh, udah bangun.” Zara beringsut dan langsung terduduk.

“Saya jamin. Sebelum kamu bangun, saya udah bangun duluan,” kata Reynan.

“Kalo gitu, kenapa gak bangun?” tanya Zara. Lalu setelahnya ia memicingkan matanya. “Oh … saya tau. Ini akal-akalan kamu ‘kan? Kamu ... kamu apakan aku?” tanyanya lagi, dengan kedua tangannya menyilang di depan dadanya.

Reynan bangun, ia pun mengubah posisinya menjadi duduk.

“Istriku, apa kamu lupa bagaimana kita semalam?” tanya Reynan dengan suara lembutnya.

Lantas Zara membulatkan matanya. “M-maksud kamu apa? Saya gak ingat apa-apa,” jawab Zara dengan wajah yang bingung, ia seperti sedang mengingat-ngingat apa yang terjadi semalam.

“Yakin? Padahal kamu semalam sampai menangis loh dan meminta saya untuk—”

“Stop!” Zara memotong ucapan Reynan dan langsung membuka selimutnya sedikit, ia melihat ke arah tubuh bagian bawahnya, dan— tidak ada yang aneh sedikit pun, ia masih berpakaian utuh.

Zara kembali menatap Reynan dengan tajam. Seketika Reynan tertawa.

“Kamu—” Ucapan Zara tertahan, dengan tangan mengepal di udara.

Sedangkan Reynan, ia langsung beranjak dan pergi ke kamar mandi diiringi dengan tawanya.

“Dasar,” gugam Zara.

Zara pun beranjak dari tempat tidur, lekas membereskannya.

Seraya menunggu Reynan keluar dari kamar mandi, Zara pun mengambil ponselnya.

Zara mengerutkan dahinya, kala ada pesan masuk dari orang yang sangat-sangat ia kenal.

Danish.

(Za, sebelumnya aku ucapkan belasungkawa atas meninggalnya Nenek Sofa dan aku pun minta maaf sebesar-besarnya sama kamu. Aku udah buat kamu dan keluargamu malu. Di sini aku mau jujur sama kamu, Za. Mungkin kamu udah dengar atau udah tau dari Lea tentang pernikahan kami besok.)

(Ya, aku besok mau nikah sama Lea. Maafkan aku ya, Za. Selagi kita berhubungan, aku pun berhubungan juga dengan Lea dan naas, kami berhubungan sampai sejauh itu. Sampai aku menanam benih dan benih itu tumbuh.)

(Waktu itu aku tidak tau, harus apa. Satu sisi aku cinta dan sayang sama kamu, Za. Tapi disisi lain, aku pun harus bertanggung jawab pada Lea dan benih yang sudah ditanam.)

(Sampai akhirnya, aku memilih untuk kabur dan tidak datang ke acara kita. Tapi aku mohon, jangan benci keluargaku, ya. Mereka tidak tau apa-apa. Di sini, aku lah yang sepenuhnya salah.)

(Za, sekali lagi. Tolong maafin aku, ya. Kita berdamai dengan masa lalu. Kamu pun sudah menikah dengan pria bernama Reynan bukan? Aku doakan, semoga pernikahanmu dengannya langgeng.)

(Jika pria itu menyakitimu, beri tau aku. Aku akan memberinya pelajaran).

(Za, doakan aku supaya acara besok lancar, ya. Jangan lupa untuk datang).

Zara lihat pesan itu dikirim pukul tiga pagi.

Zara tersenyum sinis. “Memaafkan? Gampang saja untuk memaafkan. Tapi tidak dengan melupakan,” ujar Zara.

“Bilang padanya jika Reynan menyakitiku? Apa gak salah, dia berucap seperti itu?” lanjut Zara lagi dengan senyum sinisnya.

“Bahkan, dia sendiri pun menyakiti hati ini dan tentu orang tuaku juga. Tapi apa? Hanya kata maaf yang terucap, itu pun lewat pesan. Seolah-olah jika itu adalah hal kecil,” sambungnya, disertai senyum getir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!