NovelToon NovelToon
CINTA KEDUA DI RUMAH MEWAH

CINTA KEDUA DI RUMAH MEWAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / CEO / Romantis / Cinta setelah menikah / Pengasuh
Popularitas:28.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Di balik dinding rumah mewah yang megah dan sunyi, seorang pelayan perempuan menjalani hari-harinya dengan setia dan penuh kesederhanaan. Ia tak pernah menyangka, kehadirannya yang hangat justru menjadi pelipur lara bagi sang majikan. seorang pria mapan yang terjebak dalam kesepian pernikahan.

Sang majikan memiliki istri cantik dan sukses, seorang model terkenal yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar negeri demi karier gemilangnya. Rumah megah itu pun berubah menjadi tempat yang dingin, tanpa cinta dan kehangatan.

Dari percakapan singkat hingga perhatian kecil yang tulus, benih-benih perasaan terlarang tumbuh tanpa disadari. Di antara kesepian, status, dan batasan moral, cinta kedua itu hadir menguji kesetiaan, nurani, dan pilihan hidup yang tak lagi sederhana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1. RUMAH BESAR YANG SEPI.

Mobil hitam berkilau itu berhenti tepat di depan gerbang besi setinggi dua meter. Sari Ayunda menelan ludah, jemarinya mencengkeram tas kain lusuh yang ia bawa dari desa. Matanya membelalak menatap rumah megah di hadapannya bangunan bergaya klasik modern dengan pilar-pilar tinggi, taman hijau terawat, dan air mancur kecil yang memantulkan cahaya matahari pagi.

“Inikah… rumah tempat aku bekerja?” gumam Sari lirih.

Usianya baru dua puluh tahun. Gadis desa dengan wajah polos, kulit kuning langsat dan mata teduh yang masih menyimpan ketakutan sekaligus harapan.

Keputusan meninggalkan desa bukan perkara mudah. Ia meninggalkan ibunya yang sakit-sakitan demi satu tujuan. bekerja dan mengubah nasib.

Pintu mobil terbuka dari depan. Seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun turun dengan gerakan sigap. Wajahnya tegas, sorot matanya tajam namun tak kejam.

“Kamu Sari Ayunda?” tanyanya datar.

“I-iya, Pak,” jawab Sari gugup sambil menunduk sopan.

“Saya Betran. Orang kepercayaan Tuan Ammar. Ikuti saya.”

Tanpa banyak bicara, Betrand berjalan mendahului. Sari mengangguk cepat dan mengikutinya, jantungnya berdetak semakin kencang setiap langkah mendekati pintu utama rumah itu.

Begitu memasuki rumah, Sari tertegun. Interiornya luas dan mewah, lantai marmer mengilap, lampu gantung kristal menjuntai anggun di langit-langit tinggi. Namun, di balik kemewahan itu, ia merasakan suasana dingin dan sunyi seperti rumah yang jarang dihuni tawa.

“Tugasmu jelas,” kata Betrand ketika mereka berhenti di ruang tengah. “Kamu dipekerjakan khusus untuk menjaga Nona kecil Briana Queen. Panggilannya Queen. Dia berusia tiga tahun.”

Sari mengangguk. “Iya, Pak. Saya akan berusaha sebaik mungkin.”

Betrand menatapnya sekilas, seolah menilai ketulusan dari wajah sederhana itu. “Satu hal lagi. Nona Queen bukan anak yang mudah didekati. Jangan kaget kalau dia menolakmu.”

Ucapan itu membuat napas Sari tercekat. Ia mengangguk pelan, mencoba menenangkan diri.

Langkah kaki terdengar dari arah tangga. Sari refleks menunduk saat seorang pria turun dengan setelan jas rapi. Wajahnya tampan namun keras, rahangnya tegas, sorot matanya dingin dan penuh wibawa.

“Tuan Ammar,” sapa Betrand hormat.

Ammar Abraham berhenti di anak tangga terakhir.

Usianya tiga puluh lima tahun, tubuhnya tinggi dan tegap. Aura kepemimpinan terpancar jelas, membuat siapa pun enggan bersuara sembarangan di hadapannya.

“Dia?” tanya Ammar singkat, matanya melirik Sari sekilas.

“Iya, Tuan. Pelayan baru dari desa. Namanya Sari Ayunda. Dia akan menjaga Nona Queen.”

Ammar menatap Sari lebih lama kali ini. Tatapannya tajam, membuat Sari semakin menunduk.

“Pastikan kamu menjalankan tugasmu dengan baik,” ucap Ammar dingin. “Queen adalah segalanya bagi saya.”

“I-iya, Tuan,” jawab Sari terbata.

Tanpa berkata lagi, Ammar berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan kesan tegas dan tak tersentuh. Sari baru berani menghela napas setelah pria itu menghilang di balik pintu ruang kerja.

“Jangan tersinggung,” ujar Betrand pelan. “Tuan Ammar memang seperti itu. Dingin, tapi bertanggung jawab.”

Sari mengangguk, meski dadanya masih terasa sesak.

Tak lama kemudian, suara langkah cepat dan tawa kecil terdengar dari arah lorong. Seorang wanita cantik muncul dengan pakaian kasual namun tetap tampak glamor. Rambut panjangnya tergerai indah, wajahnya sempurna seperti model majalah.

“Mama!” teriak seorang anak kecil sambil berlari menghampir wanita itu.

“Queen, sayang,” balas wanita itu sambil menggendong anak kecil tersebut.

Itulah pertama kalinya Sari melihat Nona kecil Briana Queen. Anak perempuan berambut ikal sebahu, pipinya chubby, matanya besar dan tajam namun tatapannya waspada. Queen memeluk leher ibunya erat, menatap Sari dengan curiga.

“Nyonya Sabrina,” sapa Betran. “Ini pelayan baru yang akan menjaga Queen.”

Sabrina melirik Sari sekilas. Senyumnya tipis, profesional. “Oh. Semoga cocok.”

Sari tersenyum kikuk. “Senang bertemu, Nyonya.”

Namun Queen justru semakin memeluk ibunya. “Aku nggak mau,” katanya dengan suara kecil namun tegas.

Sari terdiam. Hatinya sedikit perih, tapi ia menahan diri.

“Queen,” tegur Sabrina lembut. “Dia akan menemanimu saat Mama pergi kerja.”

Queen menggeleng kuat. “Nggak mau siapa pun.”

Sabrina menghela napas. “Queen memang seperti itu. Dia sulit percaya pada orang baru.” Katanya " Kamu harus nurut sama mbak, jangan buat mamah repot queen " Tatapan sabrina tidak selembut tadi.

" Iya Mamah " Nona queen langsung menundukkan kepala kecilnya.

" Nah gitu dong. jadi anak yang penurut " Ucap sabrina " Mamah tidak suka dengan anak yang membangkang " Ucapnya lagi.

Sari menunduk lagi. “Tidak apa-apa, Nyonya. Saya akan pelan-pelan.”

" Dan kamu " Tunjuk sabrina " Jaga anak saya baik-baik jangan sampai lecet sedikitpun. jika kamu lalai maka siap-siap angkat kaki dari sini "

" Baik nyonya "

" Saya akan pergi beberapa minggu.. kirim semua kegiatan Queen kepada Asisten suami saya "

Sari mengangguk patuh. sari melihat nyonya besarnya itu pergi dengan anggun, menggunakan kaca mata hitam.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hari itu berlalu dengan canggung. Sari ditempatkan di kamar kecil dekat kamar Queen. Ia membersihkan mainan, merapikan baju-baju kecil, dan menyiapkan makanan ringan. semua dengan penuh kehati-hatian.

Namun Queen sama sekali tak mau mendekat. Anak kecil itu memilih duduk di sudut kamar, memeluk boneka kelinci kesayangannya, menatap Sari seolah Sari adalah ancaman.

“Mau susu, Nona?” tanya Sari lembut.

Queen menggeleng.

“Mau main?” Sari mencoba lagi.

Tak ada jawaban.

Sari tersenyum kecil, lalu duduk di lantai, menjaga jarak. Ia mengeluarkan boneka kain kecil dari tasnya boneka buatan tangannya sendiri di desa.

“Kalau nggak mau main sama aku, nggak apa-apa,” ucap Sari pelan. “Aku main sendiri ya.”

Queen melirik sekilas, matanya sedikit berbinar, tapi ia tetap diam.

Malam menjelang. Ammar pulang lebih awal dari biasanya. Dari ambang pintu kamar Queen, ia melihat pemandangan yang tak biasa Sari tertidur bersandar di dinding, boneka kain masih di tangannya, sementara Queen yang terkenal sulit didekati tertidur di sampingnya, memeluk boneka kelinci dan kain selimut yang sama.

Ammar terdiam. Ada sesuatu yang hangat mengusik dadanya. Sesuatu yang asing. “Dia tertidur di sini?” tanya Ammar pelan pada pengasuh lama yang mengintip dari balik pintu.

“Iya, Tuan,” jawab wanita itu. “Nona Queen sendiri yang mendekat. Saya juga heran.”

Ammar menatap wajah Sari yang polos dalam tidur. Untuk pertama kalinya, dingin di matanya sedikit mencair.

Di luar negeri, Sabrina melangkah di runway dengan senyum sempurna. Di rumah mewah ini, kesunyian masih bersemayam.

Dan tanpa disadari siapa pun, kedatangan seorang gadis desa bernama Sari Ayunda telah mulai mengubah keseimbangan yang rapuh itu.

1
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjut ka 🥰
💗 AR Althafunisa 💗
Bagus ceritanya 👍♥️
Iloong
/Rose/
💗 AR Althafunisa 💗
Kaya-kaya koq bisa dimanfaatkan begitu, kagak ada ketenangan, kagak ada kehangatan. Sepi seakan tak punya istri kalau begitu, kenapa ga cerai aja sih 😬
Lintang Edgar: Dilingkup kehidupan orang-orang kaya yang diutamain adalah karier serta kejayaan. Makanya mereka menikah cuma formalitas saja. Sing penting setara duit, urusan hangat, matang, panas dan dingin itu belakangan. 🤣
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
saranku sih pangggil mama aja, soalnya kalau anak sari lahir, trus panggil ammar papa dan sari bunda jatohnya kek.. anaknya sari juga anak tiri/anak angkat karna mengikuti panggilan queen.
Yatiek Widhodho
lanjut thorr
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
selamat ya Sari..
Felycia R. Fernandez
jadi ingat nge liwet dengan teman2 kerja🤍
Felycia R. Fernandez
aku laper jadinya 🤤😆😆😆
Felycia R. Fernandez
mas Ammar donk,masa panggil nama aja
Felycia R. Fernandez
Tetiba membuat nya berdua,eeeh yang salah cuma Ammar sendiri 🤣🤣🤣🤣
gak adil ya Mar...
semangat Mar...
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤦‍♀️😭😭😭😭
Reni Anjarwani
makin seru thor
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Queen kamu akan punya bunda🥰🥰
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
yeaaayyy queen punya bunda🥰🥰
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Felycia R. Fernandez
biang kerok,gak bisa nahan nafsu🤬
Felycia R. Fernandez
ikutan 😭😭😭😭😭😭😭
Felycia R. Fernandez
ini datang karena Queen rindu atau sekaligus melamar Sari
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
😥😥😥😥😥😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!