Karena permintaan kakek nya Wilona yang masih 19 tahun itu terpaksa menikah di usia muda nya dengan pria pilihan kakek nya.
Sedangkan Bryan dia terpaksa menyetujui menikahi gadis pilihan Oma nya karena tidak mau melihat Oma nya meninggal dengan cara bunuh diri dengan minum racun tikus.
Kedua manusia yang tidak saling mengenal di paksa untuk bersama karena sebuah keadaan.
Penasaran kelanjutan nya? yuk langsung baca dan juga tinggalkan komentar nya🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggilan kakak.
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Tuan"
"Ya, masuk"
Nobles melangkahkan kaki nya masuk ke ruangan Bryan.
"Langsung pada intinya" kata Bryan.
"Orang suruhan yang mengikuti nona sudah mengirimkan kegiatan nona di sekolah" jelas Nobles.
"Kirimkan ke ponsel ku" sahut Bryan.
"Baik, apa anda perlu sesuatu?" tanya Nobles dan langsung di balas dengan gelengan kepala.
Nobles kembali keluar, dan kini tinggal Bryan yang sedang beranjak dari tempat duduk nya, karena penasaran dengan aktivitas Wilo Bryan memilih melihat Vidio itu.
Lima menit pertama dia merasa bosan karena melihat Vidio Wilo yang terlihat fokus pada pelajaran nya.
"Ternyata dia bersikap baik di sekolah, tapi kenapa sampai tidak naik dua kali? " gumam Bryan aneh.
Sampai di menit terakhir dia melihat sesuatu yang membuat nya kaget dimana Wilo bergosip tentang hal-hal aneh dengan teman-teman nya.
"Dasar gadis nakal, sekolah bukan nya fokus belajar malah membicarakan pria" gerutu Bryan sambil mematikan ponselnya.
Meski yang Wilo bicarakan adalah dirinya tapi tetap saja Bryan merasa kesal karena Wilo tidak serius belajar.
Jam dua Wilo menunggu jemputan nya, sudah lebih 15 menit dia menunggu supir tapi supir bahkan tak kunjung datang membuat Wilo kesal.
"Wil main yuk ke rumah aku" ajak Mela.
"Iya, kita mau nonton film bareng" balas Dewi.
Wilo terdiam sebentar, nampak menimbang karena sekarang dirinya tidak sendiri lagi dan tentunya hidup nya tidak lah bebas seperti dulu lagi.
"Sorry guys aku harus pulang soalnya di rumah ada yang nungguin" Kata Wilo menolak secara halus.
"Siapa yang nungggu?" tanya Dewi.
"Siapa lagi dong Dew kalau bukan suami ganteng nya" celetuk Mela sambil tertawa.
"Bukan suami, tapi Oma mertua" balas Wilo sambil tersenyum.
"Iya iya paham, udah nikah mah beda nggak bebas lagi" sahut Mela lagi.
"Padahal nanti malam kita mau ke club' malam lagi loh Wil, anak-anak ngajak joget" timpal Dewi.
Wilo kembali terdiam, club'? dia ingin sekali ke club' berjoget ria dan bersenang-senang bersama teman-teman nya, tapi..
"Ada Kak Adit juga loh Wil" lanjut Mela.
Keduanya tau kalau Wilo sempat menaruh perhatian nya pada Adit.
"Tapi berhubung kamu udah nikah jadi Adit buat kita ya Wil" sahut Dewi ikut menimpali.
Wilo tidak menyahut lagi, dia ingin ikut bersenang-senang tapi bukan untuk bertemu dengan Adit, dia butuh hiburan sesaat yang akan membuat nya melupakan kesedihannya.
"Oke guys aku akan ikut" kata Wilo akhirnya.
"Bye Wil" Dewi dan Mela pulang dengan motor pespa nya.
Kini tinggal Wilo sendirian, dia kembali menunggu jemputan sampai akhirnya sebuah mobil berhenti tepat di depan nya.
"Lama banget sih pak, aku nunggu 23 menit loh" Wilo masuk dengan suara cerewet nya.
Ekhem!
Suara deheuman itu membuat Wilo langsung kaget dan melihat ke depan, dan dia kaget karena yang menjemputnya bukanlah supir melainkan Bryan.
"Kamu!" Wilo menutup bibirnya melihat Bryan.
"Kamu kamu, pindah ke depan!" ketus Bryan dingin.
Hufh..
Wilo pindah ke jok depan, dan memasang sabuk pengaman nya.
mobil melaju pelan, Wilo heran kenapa pria itu mau menjemput nya.
"Tadi ninggalin kok sekarang jemput sih?" tanya Wilo aneh.
"Kebetulan tadi lewat sini" balas Bryan singkat.
Gengsi jika dia mengaku yang sebenernya kalau ini adalah keinginan nya sendiri untuk menjemput Wilo.
Kejadian di mana Wilo pulang sore membuat dia kepikiran, maka dari itu Bryan berinsiatif untuk menjemput Wilo agar gadis itu tidak kabur-kaburan lagi.
"Masa sih, di luar gerbang nya tinggi loh nggak akan kelihatan kalau aku lagi nunggu jemputan" Wilo melirik Bryan dengan wajah curiga nya.
"Iya memang, tapi tadi Oma bilang kamu belum pulang maka dari itu aku sekalian jemput" bohong Bryan dengan wajah aneh nya.
Dan Wilo melihat wajah gelegapan Bryan, dia tersenyum kecil.
"Aku manggil nya kakak ya" kata Wilo.
"Terserah" balas Bryan ketus.
"Senyum dikit dong kakak biar ada manis-manis nya" goda Wilo sambil tertawa.
Tapi tidak di hiraukan Bryan, pria itu fokus menyetir dan tidak memperdulikan wajah kesal Wilo.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏