Sekolah internasional terkenal dijakarta yang bernama Grand Imperial Academy, sedang disibukan dengan kedatangan siswa-siswi baru, yang sedang melakukan masa orientasi.
Anaya menjadi salah satu siswi baru di Grand Imperial Academy, ia bersekolah disana karena ada kedua abang kandungnya dan juga abang sepupunya yang bersekolah disana dan sudah menjadi siswa kelas 12 yang merupakan panitia orientasi juga.
Helga si Ketua OSIS yang tak pernah terlihat senyumannya sedikitpun menjadi icaran banyak siswi di Grand Imperial Academy.
Namun senyum Helga mulai muncul saat ia mulai tertarik dengan Anaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NLiRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUKUNGAN WILLIAM
Proses pembelajaran berjalan seperti biasanya, sama halnya di kelas Anaya. Saat jam istirahat tiba, Mahesa langsung nyelonong keluar kelas untuk menuju ke kantin, karena ia tau Floella akan menjemput Anaya ke kelas.
Farraz juga keluar tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Kalian duluan aja, nanti gue sama Helga nyusul" ucap William.
"Sayang aku ngobrol sama Helga bentar" ucap William pada Floella.
"Oke, aku jemput Ana dulu, nanti langsung ke kantin. Ngomong baik-baik ya, jangan pakai emosi" ucap Floella yang memegang pundak William.
"Iya sayang" jawab William yang tersenyum.
"Eh Flo, gue ikut jemput Ana ya"ucap Lusia dengan exited.
"Kita juga" sahut Retta, Naina dan Joana.
"Oke, ayo" sahut Floella yang keluar dari kelas.
"Kita nyusul Mahesa dan Farraz duluan ke kantin" ucap Nevan yang menepuk pundak Helga dan pergi.
"Wil, Hel, kita duluan" ucap Jefran dan ikut pergi.
"Taman belakang aja" ucap William yang menepuk baju Helga dan kemudian langsung pergi.
Cheeky Girls sedang menuju ke kelas 10 A, mereka akan menjemput Ana, Havinka dan Citra. Hal itu tak lupa dari perhatian semua murid di sana.
"Kak Flo" teriak Anaya yang sudah berdiri di depan kelas dengan Havinka.
"Ana, ayo ke kantin" ucap Floella yang sudah barada di depan Ana.
"Hai my sunshine Ana and Vinka" ucap Lusia yang memegang dagu Anaya dan Vinka.
"Hai, kak Lusia" sapa Anaya dan Havinka barengan.
"Kak Flo, Ana dan Vinka tunggu teman dulu ya" ucap Anaya.
"Citra ya?, mana dia? "tanya Floella sambil celingak-celinguk melihat ke dalam kelas.
"Dia ke toilet dulu kak" sahut Havinka.
"Mau tunggu di sini aja atau langsung ke kantin?" tanya Retta
"Kantin aja yuk, perut aku udah laper banget Ana" ucap ucap Havinka sambil memegang perutnya.
"Yaudah bentar aku kirim pesan duku ke Citra" ucap Anaya yang mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada Citra.
Isi pesan: Citra, kami tungguin di kantin ya, setelah selesai di toilet kamu langsung nyusul ke kantin.
"sudah, ayok" ajak Anaya yang merangkul tangan Floella.
Mereka pun langsung menuju ke kantin.
Ditaman belakang William dan Helga berbicara santai.
"Lo serius dengan apa yang lo bilang tadi pagi? " tanya William.
"Gue selalu serius dengan apa yang gue bilang Wil" ucap Helga.
"Tapi kenapa bisa Ana? " tanya William.
"Gue udah jelasin tadi di kelas" jawab Helga dengan tenang.
"Wil, lo udah kenal gue lama. Kita sudah berteman dari kecil, sampai masuk SMP lo kenalin gue sama kedua sepupu lo, Farraz dan Mahesa, tapi gue sama sekali gak tau kalau mereka punya adik perempuan yaitu Ana" ucap Helga.
"Kita kenal udah lama, lo mau pun Farraz dan Mahesa tau gue dengan baik, gue yang gak pernah merespon perempuan manapun karena gue risih, gue gak suka, tapi saat lihat Ana, semua beda. Gue suka dia yang membantu orang, gue suka dia yang tersenyum ceria, bahkan gue suka dia saat ngunyah makanan yang penuh di mulut dia"jelas Helga panjang lebar sambil tersenyum karena membayangkan wajah lucu Anaya.
"Itu namanya lu udah ditahap kecintaan sama adik sepupu gue njirrr" ucap William yang gak menyangka seorang Helga bisa segitunya menyukai adik sepupunya.
"Bahkan lebih dari kata kecintaan Wil, gue benar-benar di buat jauh sedalam-dalamnya sama anak kecil itu" ucap Helga tersenyum.
"Gimana kalau Ana gak suka sama lo? " tanya William.
"Perasaan gue milik gue dan perasaan Ana milik Ana. Kalau emang Ana gak suka sama gue, gue bakal tetap berusaha, namun kalaupun gue udah berusaha dan Ana tetap tidak memiliki perasaan apapun sama gue, gue bakal mundur" ucap Helga.
"Tapi dengan cara Mahesa yang akan membuat Ana takut sama gue dan Ana akan menjauhi gue, gue gak bisa terima itu Wil" ucap Helga dengan serius.
"Gue gak akan biarin itu, gue gak masalah kalau emang dari Ana sendiri yang menjauhi gue, gak suka sama gue, tapi kalau itu pengaruh dari Mahesa, gak gak terima, gue bakal lawan Mahesa walaupun dia abangnya Anaya" ucap Helga panjang lebar.
William terdiam sesaat, ia sangat terkejut melihat Helga yang bicara panjang lebar, padahal selama ini dia gak pernah mendengar Helga yang ngomong banyak seperti ini.
"Bantu gue Wil, bantu gue untuk meyakinkan Farraz dan Mahes kalau gue bakal bisa jagain Ana juga, sama seperti yang kalian lakukan" ucap Helga.
"Gue benar-benar jatuh cinta sama Ana" ucao Helga penuh harapan.
William mengusap wajannya kasar.
"Gue masih speechless dengan pengakuan lo hari ini, tapi, ya oke gue bakal bantuin lo" ucap William yang dia sendiri tau kalau Helga serius dengan ucapannya.
"Serius Wil? " tanya Helga yang tersenyum lebar.
"Iya, gue bakal ngebantu lo buat yakini Farraz dan Mahesa. Untuk Farraz masih okelah, tapi mungkin rintangan besar lo sama Mahesa" ucap William lagi.
"Gue bakal ngelakuin apapun untuk meyakinkan mereka" ucap Helga dengan semangat.
"Tapi lo harus janji satu hal sama gue, jangan pernah lo buat Ana menangis, kecewa, apalagi sampai patah hati" ucap William.
"Gue janji wil, gue janji sama lo. Gue bakal jaga Ana lebih dari apapun" jawab Helga.
"Gue pegang janji lo" ucap William dan mendapatkan anggukan dari Helga.
"Yaudah yok ke kantin. Nanti di rumah gue bakal ngobrol sama Farraz dan Mahesa. Kalau mereka kasih lo lampu hijau minimal dari Farraz lah, gue bakal ajak lo ngobrol sama Farraz besok di sini lagi. Kita akan kasih tau sesuatu tentang Ana sama lo. Gue gak mau saat hubungan lo dan Ana sudah jauh lo baru mengetahui fakta dan lo memilih untuk mundur di kemudian hari"ucap William yang berdiri dari duduknya.
"Fakta apa? " tanya Helga yang penasaran.
"Besok, mending lo berdoa aja deh supaya dapat lampu hijau" ucap William yang pergi meninggalkan Helga.
Helga tersenyum sesaat dan akhirnya ikut menyusul William.
Dikantin Anaya melihat kedua abangnya yang hanya terduduk dan diam.
"Kalian kenapa? " tanya Anaya yang datang ke meja biasa anak-anak The Ravens dan Cheeky Girls.
Semua orang dikantin kembali melihat Anaya yang dekat dengan Cheeky Girls dan The Ravens.
"Hey Ana, sini duduk" ucap Farraz yang langsung tersenyum melihat adiknya datang.
"Gak, Ana duduk di sini aja" sahut Mahesa yang menarik Anaya untuk duduk di sampingnya.
"Abang kenapa? " tanya Anaya.
"Gak apa-apa. Ana mau makan apa? " tanya Mahesa cepat yang mengalihkan pertanyaan dari Anaya.
"Gak tau abang, tapi Ana minumnya mau coklat dingin" ucap Anaya.
"Gak boleh coklat terus dong" tegur Mahesa.
"Abang Faz"ucap Anaya yang mencoba merayu farraz.
"No Ana, kamu sudah sering minum dan makan coklat dari kemarin" ucap Farraz.
"Kak Flo" ucap Anaya cemberut yang masih berusia merayu untuk mendapatkan coklat dingin.
"No no Ana, dengerin kata abang-abang kamu. Nanti gigi kamu bisa sakit" jawab Flo dengan lembut.
Anaya mulai celingak-celinguk mencari keberadaan William, yang ia yakini dapat memenuhi keinginannya.
"Abang wil mana? " tanya Anaya.
"William juga gak bisa nolongin kamu kali ini, jadi hari abang yang pesan makanan dan minuman untuk kamu" ucap Mahesa sambil mencolek hidup adiknya.
...****************...
...****************...
Hai udah lama author gak up cerita, so kali ini author up cerita baru yang bertemakan anak sekolah lagi. mohon dukungannya, maaf kalau banyak kata yang typo. Jangan lupa Like, Comment dan Sarannya. Jujur saran dari kalian bisa menjadi motivasi bagi author untuk buat jalan cerita. Makasih semuanya, selamat menikmati...
...****************...
...****************...