NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Malam

Pesona Gadis Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: novia_dwi

Alitza Zeefanya Bella, atau sering disapa Zee adalah seorang gadis cantik yang ceria. Seperti nama yang diberikan oleh orang tuanya yang berarti gadis cantik yang ceria yang selalu ada dalam lindungan Tuhan.


Hidupnya baik-baik saja, terlahir cantik serta besar di lingkungan keluarga kaya yang harmonis membuat dirinya tumbuh menjadi gadis ceria dan penuh kepedulian.


Semua baik-baik saja sampai dirinya harus kehilangan seluruh alasan kebahagiaan nya. Membuat dirinya harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan seorang wanita tua yang menjadi pengasuhnya sejak bayi.

Bekerja didunia malam membuat dirinya dipandang miring oleh semua orang. Namun dirinya tak peduli, hanya dirinya yang tahu seperti apa sesungguhnya yang ia jalani.

Akankah nasib baik kembali berpihak padanya? atau justru kehidupannya semakin sulit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia_dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PGM 03

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Zee sudah bersiap untuk pergi bekerja seperti biasa. Ia menatap penampilannya, kemeja putih dipadu dengan celana panjang hitam.. Dan di luar kemeja nya ia memakai rompi warna maroon. Memang itulah seragam club malam tempatnya bekerja.

Tak Ada kamus libur dalam hidupnya. Bahkan ia tak pernah mengambil liburnya. Hanya jika emak sakit dan butuh berobat Zee baru akan libur. Padahal di club tempatnya bekerja, sang bos memberi jatah libur 1x dalam seminggu.

"Neng.. " Panggilan emak terdengar dari luar kamarnya.

"Iya mak. Sebentar.. " Sahutnya cepat. Sekali lagi memeriksa penampilannya.

"Perfect.. " Gumamnya sambil tersenyum di depan cermin. Ia bergegas keluar menemui emak.

"Ayo makan dulu... " Zee menatap meja makan. Sayur lodeh dengan tahu tempe bacem sebagai menu makan malamnya kali ini.

Jauh dari kata mewah seperti yang sering ia makan dulu saat kedua orang tuanya masih hidup. Namun sudah cukup membuatnya bersyukur karena masih ada yang bisa ia dan emak makan.

"Waaah.. enak nih" Dengan semangat ia duduk, kemudian emak segera mengisi piringnya dengan nasi juga sayur dan tahu serta tempe.

"Maaf ya.. emak cuma sempat masak ini saja". Zee menatap emak dengan senyuman.

" Ini udah cukup mak. Lebih dari cukup.. yang penting kita bisa makan". Emak membalas senyum Zee.

"Emak masih kerja ditempat bu haji? ". Tanya Zee dijawab anggukan kepala oleh emak.

" Emak berhenti aja ya.. Zee rasa gaji Zee sudah cukup. Emak harus banyak istirahat ". Zee menatap serius pada emak yang justru semakin melebarkan senyumnya.

" Nanti malah emak gampang sakit kalau cuma diem aja di rumah, neng". Zee menghela nafas panjang, seperti nya emak masih enggan melepas pekerjaannya sebagai tukang cuci dan setrika disalah satu rumah tetangga nya.

"Tapi kapan aja emak rasa capek, emak berhenti ya.. " Akhirnya memilih mengalah saja. Toh dipaksa juga emak tidak akan menurut.

"Emak masih kuat neng.. " Zee mengangguk dan memilih fokus pada makannya.

Emak menatap Zee dengan tatapan penuh kasih. Betapa kuat gadis didepannya ini, tak pernah sekalipun emak mendengar gadis itu mengeluh tentang takdir yang menimpa nya.

Bahkan saat mereka terusir keluar rumah mewah gadis itu pun, ia tetap terlihat tenang. Pindah ke rumah sederhana yang kini mereka tempati, gadis itu tetap bersyukur.

"Zee udah selesai makannya mak.. "

"Sudah biarkan disitu saja piringnya. Nanti biar emak yang cuci". Emak menahan tangan Zee saat melihat gadis itu hendak menuju wastafel di dapur untuk mencuci piring bekas makannya.

" Nggak apa-apa. Emak lanjut makan aja ya.. " Emak mengangguk, namun matanya tak lepas menatap gadis cantik itu.

"Aku berangkat kerja dulu ya mak. Emak istirahat.. Zee bawa kunci kaya biasanya kok". Zee menepuk tas selempang yang ia pakai.

" Hati-hati kerja nya ya.. jaga diri baik-baik ". Emak tak pernah bosan mengingatkan Zee, pun dengan Zee yang tak bosan mendengar peringatan emak.

Ia tahu emak khawatir pada dirinya. Apalagi tempatnya bekerja adalah tempat orang-orang yang mayoritas mencari kesenangan dunia saja yang sangat dekat dengan maksiat dan hal-hal dosa lainnya.

" Zee bisa jaga diri mak. Emak jangan terlalu mikirin Zee.. " Zee memeluk satu-satunya keluarga yang ia miliki. Keluarga yang sesungguhnya. Karena pada kenyataannya hanya emak lah yang sampai saat ini setia mendampingi dirinya.

tok.. tok.. tok..

Emak dan Zee menoleh mendengar suara pintu diketuk dari luar. Mereka sudah tahu siapa yang datang.

"Itu, sepertinya mas Ilham sudah jemput". Zee terkikik membayangkan wajah kesal Maya jika dipanggil mas oleh Emak.

" Maya mak.. Maya. Nanti ngambek dia dipanggil mas sama emak". Zee bahkan kini sudah tertawa.

"Wong aneh memang. Wong ganteng-ganteng begitu kok malah belok". Emak mengekor di belakang Zee yang berjalan mendekati pintu.

" Haii cantik.. cus yuk ah kita berangkut". Emak menggeleng melihat gaya kemayu Maya yang merangkul mesra lengan Zee.

"Emak.. Maya pergi dulu ya". Emak mengangguk menjawab Maya.

" Jaga neng Zee ya, mas Ilham.. " Maya melotot membuat Zee akhirnya terbahak.

"Sudah-sudah sana berangkat". Emak mendorong punggung Keduanya sebelum Maya protes dengan panggilan yang ia sematkan pada lelaki itu.

Emak. melambaikan tangan nya membalas lambaian tangan Zee. Kemudian emak menutup pintu dan mengunci nya.

" Wis Jan.. dunia sudah tua. Laki-laki gagah ganteng begitu kok seneng dipanggil Maya". Emak berjalan sambil mengomel. Namun ia bisa tenang menitipkan Zee pada lelaki kemayu itu, karena Zee pasti aman dan Maya tak akan macam-macam.

Begitu keluar dari pagar, Zee dan Maya sudah disuguhi tatapan penuh kebencian dari beberapa wanita yang seperti nya baru pulang dari masjid untuk melaksanakan shalat isya berjamaah.

"Lihat tuh anak perempuan jaman sekarang. Siang ngumpet didalam rumah, begitu malam langsung keluar".

" Amit-amit semoga anak saya dijauhin deh dari perempuan seperti itu".

"Iya ibu-ibu, dijaga yang punya anak laki-laki sama suami kita juga. Yang modelan begitu itu biasanya suka ganggu keluarga orang"

"Untung anak perempuan saya penurut. Nggak pernah tuh keluyuran malam-malam begini. Nggak jelas".

Maya melirik Zee yang masih terlihat tenang meski beberapa wanita yang lewat di depan mereka secara terang-terangan mengolok dan menghina dirinya.

" Heh bu ibu.. jaga ya mulutnya!! ". Maya berbalik dan langsung menyemprot beberapa ibu yang terlihat sedikit kaget saat melihat logat dan gaya Maya berbicara.

" Shalatnya rajin tapi fitnah orangnya juga rajin. Gimana sih!! Tau apa ibu-ibu semua ini sama kerjaan Zee. Sok menghakimi dan paling benar saja!! ". Imbuh Maya penuh amarah.

Zee yang tak menyangka Maya akan membalas semua omongan ibu-ibu tetangga nya itu hanya bisa menghela nafas panjang.

" Udah deh May. Nggak usah diladenin.. " Bisik Zee menarik lengan Maya.

Namun sepertinya Maya belum puas memaki para wanita yang seenaknya saja menilai seseorang hanya dari pekerjaannya saja. Ia sangat mengenal Zeefanya, dia gadis paling baik yang pernah Maya kenal.

"Anak ibu semua ini belum tentu lebih baik kelakuannya daripada kami-kami ini yang kerja di club. Memang kalau kerja di club malam sudah pasti lonte??"

"Helloooo... makanya searching dong, jangan cuma kebanyakan nonton sinetron aja. Dasar norak! ". Semprot Maya tanpa takut

" Maaf ya ibu-ibu semua.. kami permisi dulu. Mari.. " Zee segera menarik Maya menjauh, bukan ia takut pada tetangga nya. Namun ia tak mau emak semakin kepikiran jika sampai salah seorang tetangga nya itu tadi mengadu dan membicarakan yang tidak-tidak tentangnya.

"Dasar orang-orang nggak bener. Begitu itu tuh kalau perempuan nggak bener, jadinya bergaul sama orang nggak bener juga". Zee dan Maya masih mendengar suara itu namun Zee tetap berjalan menjauh dengan menarik tangan Maya yang hendak membalas ucapan itu lagi.

" Heh dasar ya punya mulut nggak ada filter nya. Ngomongin orang seenaknya aja!! ". Maya setengah berteriak sambil berjalan mengikuti Zee yang menariknya.

" Udah May.. udah jauh juga orangnya. "

"Ish.. kamu kenapa sih Zee diem aja digituin. Semua yang mereka omongin kan nggak bener". Omel Maya pada Zee yang berjalan disamping nya.

" Mereka itu emang nggak suka sama aku May. Mau Aku jelasin kaya apa juga mereka nggak akan percaya. Karena yang mereka denger ya cuma yang mereka mau denger aja. Terlepas itu hal benar atau salah.. " Jelas Zee panjang lebar.

"Ya tapi kan.. "

"Udah lah May. Mending simpen tenaga buat kerja aja loh.. kamu ini, gampang banget kepancing emosi". Zee menggeleng pelan.

Keduanya melanjutkan langkah, club tempat mereka bekerja memang tidak jauh. Hanya perlu 10menit dengan berjalan kaki. Karena letak rumah Zee ada dibelakang bangunan club.

Jangan tanyakan hati Zee sebenarnya, karena sesungguhnya semua hujatan yang dilontarkan para tetangga nya itu menggores hatinya cukup dalam. Namun lagi, gadis itu memang terlampau pandai menutupi semua kesedihannya.

Ia tak pernah menunjukkan kesedihannya pada orang-orang terdekatnya. Ia lebih memilih memendam kesedihan dengan menangis diam-diam kala seorang diri.

...¥¥¥°°°¥¥¥...

...Yang sabar ya Zee.. nanti mak othor kasih temen hidup yang baik dan pengertian deh ya🫰 peluk sayang buat Zee🥰❤🫰😍...

...Happy reading semuanya, semoga suka ya readers🫰❤...

...Sarangheyo sekebon nangka readers❤❤💋💋💋🫰🫰🫰🥰🥰🥰😍🥰😘😘...

1
Astrid Fera
seru kok kak cuma Zee dbuat yg lbih tangguh lgi kak,,kyg pinter bela diri gtu kn tmbh seru nnti,,itu saran aku j SC kak😄😄tetap smngt kak💪💪
amma_iKiss: hihi.. tenang kak, pemeran perempuan di novel aku semua strong kok🤭 Btw makasih dukungannya ka😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!