NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Raja Mafia

Obsesi Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Obsesi / Penyelamat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Anya, seorang gadis miskin yang bekerja sebagai pelayan, tak sengaja menyelamatkan Marco Valerius, bos mafia kejam yang sedang sekarat akibat pengkhianatan.

Terpikat oleh kemurnian Anya yang tulus, Marco yang posesif memutuskan untuk "membeli" hidup gadis itu.

Ia menghancurkan dunia lama Anya dan mengurungnya dalam kemewahan sebagai bentuk perlindungan sekaligus kepemilikan.

Di tengah ancaman maut dari musuh-musuh Marco, Anya terjebak dalam sangkar emas, berjuang antara rasa takut dan ketertarikan pada pria yang terobsesi menjadikannya milik selamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya???

Yukkkk kepoin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OSRM BAB 32_Serigala Yang Buta

Tiba-tiba, ponsel satelit yang disembunyikan Anya di lemari bergetar.

Bunyinya sangat pelan, namun di ruangan yang sunyi itu, terdengar seperti ledakan.

Marco melepaskan pelukannya, matanya langsung tertuju ke arah lemari.

"Suara apa itu?" serunya.

Jantung Anya seolah berhenti, ia mencoba tetap tenang, namun otot wajahnya mengkhianatinya.

"Mungkin... mungkin hanya tikus atau kayu yang memuai."

Marco tidak sebodoh itu, ia berjalan menuju lemari dengan langkah waspada.

Ia merogoh ke dalam tumpukan kain dan mengeluarkan ponsel satelit tersebut, matanya membelalak saat melihat layar yang menyala, menampilkan sebuah pesan balasan dari nomor yang sangat ia kenali.

"Liora akan berada di titik koordinat 04.22. Sediakan jalur aman jika kau ingin Vittorio jatuh."

Marco berbalik menatap Anya dengan tatapan yang sulit diartikan, campuran antara keterkejutan, kemarahan dan rasa dikhianati yang sangat dalam.

"kamu... kamu menghubungi Liora?" tanya Marco, suaranya bergetar karena emosi yang tertahan.

"Marco, dengarkan aku...."

"Kamu tahu siapa dia?! Dia adalah orang yang bisa menghancurkan keluarga Valerius dengan satu jentikan jari! Bagaimana kamu bisa mendapatkan nomornya?!" Marco mendekati Anya, memojokkannya ke arah dinding.

"Kamu melakukan ini di belakangku, Anya? Setelah semua yang kulakukan untuk menjagamu?"

"Aku melakukannya untuk membantumu, Marco!" teriak Anya, air mata mulai mengalir.

"Aku melihatmu hancur! aku melihatmu menjadi monster yang terus membunuh hanya untuk mempertahankanku! Liora punya informasi tentang Vittorio yang bisa mengakhiri perang ini tanpa ada lagi darah yang tumpah! aku tidak ingin melihatmu mati!"

Marco memukul dinding di samping kepala Anya dengan tinjunya, suara dentuman itu membuat Anya terlonjak.

"Aku yang memegang kendali di sini, Anya! Bukan kamu!" bentak Marco.

"Dunia ini berbahaya, dan tindakan naifmu ini bisa membuat kita berdua terbunuh!"

Namun, kemarahan Marco terputus oleh suara ledakan keras dari arah gerbang depan estate.

Kaca jendela kamar mereka bergetar hebat, suara tembakan otomatis mulai menyalak di kejauhan, memecah keheningan malam pegunungan.

Serangan dari faksi Moretti telah dimulai.

Marco menatap ponsel di tangannya lalu menatap Anya, ia menyadari bahwa perdebatan mereka kini tidak lagi relevan, musuh sudah berada di depan pintu.

"Bram! Protokol Delta! Sekarang!" teriak Marco melalui radio di kerahnya.

Ia menarik tangan Anya, membawanya lari menuju pusat komando di ruang bawah tanah.

"Simpan penjelasanmu untuk nanti, Anya. Sekarang, kamu harus tetap hidup agar aku punya alasan untuk tetap menjadi manusia."

Di tengah kekacauan dan suara peluru yang mulai menghantam dinding luar vila, Anya menyadari bahwa ia baru saja membuka kotak pandora.

Liora mungkin adalah penyelamat mereka, atau mungkin dia adalah pengkhianat yang lebih besar.

Namun satu hal yang pasti yaitu malam ini kediaman Valerius akan menjadi saksi bisu apakah obsesi dan cinta bisa bertahan melawan pengkhianatan yang datang dari segala arah.

Anya menggenggam tangan Marco seerat mungkin saat mereka menuruni tangga gelap.

Di luar sana lampu-lampu sorot mulai menari di antara pepohonan, mencari mangsa.

Perang sesungguhnya baru saja dimulai, dan kali ini, tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi.

Suara ledakan tadi bukan hanya sekadar gertakan, getarannya merambat melalui pondasi beton estate tua itu, menjatuhkan lukisan-lukisan klasik dari dinding dan mengguncang kristal lampu gantung hingga berdenting seperti lonceng kematian.

Asap tebal mulai merayap masuk melalui celah-celah jendela yang pecah, membawa bau menyengat dari bahan peledak plastik.

Marco mencengkeram lengan Anya, tarikannya kuat namun tidak lagi kasar itu adalah tarikan keputusasaan.

"Ikuti aku dan jangan lepaskan peganganmu!" perintahnya di tengah kebisingan tembakan senapan mesin yang kini mulai menyalak di halaman depan.

Mereka berlari menyusuri koridor lantai dua, cahaya lampu darurat berwarna merah mulai berkedip, memberikan nuansa neraka pada interior vila yang sebelumnya tampak tenang.

Bram dan beberapa tim elit terlihat bergerak dalam formasi taktis di ujung koridor, membalas tembakan ke arah taman.

"Tuan! Sektor Timur sudah ditembus! Mereka menggunakan thermal imaging, kita tidak bisa bersembunyi di balik dinding biasa!" teriak Bram melalui kebisingan.

Marco berhenti sejenak, matanya menyisir sekeliling. "Aktifkan sistem pengacau sinyal! Bawa mereka ke zona jebakan di ruang bawah tanah."

Marco menoleh ke arah Anya, kemarahan di matanya karena pengkhianatan Anya tadi masih ada, tersimpan di balik lapisan dingin profesionalismenya.

Namun saat ia melihat wajah Anya yang pucat namun matanya menunjukkan tekad yang belum pernah ia lihat, kemarahan itu sedikit memudar.

"Ponsel itu," desis Marco, menunjuk ponsel satelit yang masih digenggam Anya.

"Apa lagi yang Liora katakan?" tanyanya.

Anya mengatur napasnya yang memburu. "Dia bilang koordinat itu bukan tempat pertemuan Marco dan itu adalah kode untuk sistem pengairan kuno di bawah vila ini. Ada pintu masuk yang tidak ada dalam peta modernmu. Jalur itu langsung menuju ke hutan di balik bukit, melewati perimeter yang mereka kepung."

Marco terdiam, sebagai seorang penguasa yang terobsesi dengan kontrol ia mengakui bahwa ada jalur di rumahnya sendiri yang tidak ia ketahui adalah pil pahit yang harus ditelan.

Namun ia tahu Liora bukan orang sembarangan, jika wanita itu mengatakan ada jalan, maka jalan itu nyata.

"Tunjukkan jalannya," ucap Marco rendah.

Mereka turun ke lantai dasar, menuju dapur besar yang berbau rempah dan logam.

Anya memandu mereka ke sebuah ruang penyimpanan bahan makanan yang tersembunyi di balik lemari pendingin besar.

Di sana, di balik rak-rak anggur yang terbuat dari batu bata merah, Anya meraba dinding yang terasa lebih dingin dari bagian lainnya.

"Di sini... Liora bilang, 'Cari serigala yang buta'," bisik Anya.

Marco mengarahkan lampu senter taktisnya ke deretan ukiran di dinding batu.

Di sudut bawah, ada sebuah pahatan kecil berbentuk kepala serigala dengan lubang di bagian matanya yang tertutup semen.

Dengan gagang pistolnya, Marco menghantam bagian itu hingga hancur.

Di dalamnya, terdapat sebuah tuas besi tua yang sudah berkarat.

Dengan satu tarikan kuat, dinding batu itu bergeser dengan suara gesekan yang memilukan yaitu mengungkapkan sebuah lorong sempit yang lembap dan gelap, bau tanah dan udara mati langsung menyergap mereka.

"Bram bawa sisa unitmu masuk, tutup pintunya dari dalam, kita akan menggunakan jalur ini," perintah Marco.

Satu per satu tim elit masuk ke dalam lubang itu, begitu mereka berada di dalam, dinding batu itu kembali tertutup, mengunci mereka dalam kegelapan yang nyaris total.

Suara pertempuran di atas sana kini hanya terdengar seperti gema yang jauh.

Mereka berjalan merayap di dalam labirin bawah tanah, langit-langitnya sangat rendah memaksa Marco yang bertubuh tegap untuk membungkuk.

Anya berjalan di depan, dipandu oleh instruksi yang sempat ia hafal dari pesan Liora.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

1
💝F&N💝
bagus👍😅😅❤️❤️❤️
Salsa Selvi
semoga pasukan Marco berhasil melumpuhkan Antonio bersama yg lain nya ya tor
Salsa Selvi
tor selamat kan Marco ya tor sama Anya
Salsa Selvi
tor kata nya Marco si raja mafia kok selalu kalah cepat sama Antonio sih tor disini aku kasihan sama Marco tor ditambah lagi Anya ngk pernah mau nurut sama perkataan Marco
Salsa Selvi
semangat kk nulis nya
tapi di sini yg bikin aku kesel Anya ngk mau dengerin omongan Marco
Salsa Selvi
menarik cerita nya kk
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
Atik Marwati
Marco benar benar mengorbankan nyawanya untuk anya🥰🥰
Atik Marwati
semangat Anya...jangan mau kalah oleh kejahatan 🥰🥰
Wiemiey Erwina Ddc
alur cerita menarik..aku harap Marco dan Anya bersatu menjadi pasangan suami-isteri..saling melindungi..vest ,🫶
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
💝F&N💝
👍👍👍👍👍
💝F&N💝
bagus😅👍
ceritanyabagus
💝F&N💝
bagus
imel
ntar ketahuan lagi sama Antonio 🤭
dyah EkaPratiwi
alhamdulilah selamat
dyah EkaPratiwi
semoga tidak tertangkap
Atik Marwati
semoga aman
imel
astagaaa jantungku jedag jedug 🤣
Wulan Sari
cerita yg ini bikin deg2 an semoga ga ketahuan 🤲
Wulan Sari
ceritanya semakin menarik ke sini semakin menarik bikin penasaran saja lho tp yg penting nt di akhir cerita happy end semangat 💪 salam sukses selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
Wulan Sari: cip 👍 semangat 💪 karya lainnya 😘🙏
total 2 replies
Wulan Sari
yaaaaa semoga Marco tidak di temukan Thor cerita selanjutnya ya Thor ibu mohon 😀🤭.....
ibu kasih bunga wes Thor 🌹lanjut lg seru nih salam👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!