NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Kakak Angkat

Menikah Dengan Kakak Angkat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:575.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Arry Hastanti

Kisah seorang gadis yang baru saja lulus SMA, namanya Dinda Kirana. Dari kecil ia di besarkan oleh sang nenek, karena orangtuanya meninggal yang disebabkan oleh kecelakaan. Selain nenek, ia juga memiliki kakak angkat yang bernama Anton.

Mereka tinggal bertiga, karena orangtuanya Anton juga meninggal karena kecelakaan bersama orangtuanya Dinda. Karena sudah 10 tahun lebih mereka tinggal bersama, Anton dan Dinda sudah seperti saudara kandung.

Tetapi, tiba-tiba sang nenek menjodohkan mereka. Awalnya mereka menentang perjodohan itu, tetapi karena sang nenek jatuh sakit. Akhirnya pernikahan mereka pun terlaksana.

Seperti apa kelanjutan ceritanya? Ikuti terus update setiap dan dukung Author dengan menekan hati yang berwarna biru. Biar gak ketinggalan keseruan mereka!

Terima Kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arry Hastanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Siapa?

Tiga Minggu setelah kemarahan Anton,

Mereka tidak lagi pulang bareng, Anton lebih memilih pulang bareng Loren, sedangkan Dinda di antar oleh Rizal. Jika Dinda pulang telat, Anton tak lagi menegurnya. Ia terkesan cuek dan tidak perduli dengan apa yang di lakukan Dinda. Ketika mereka berdua sedang di depan sang nenek, mereka bersikap seperti sepasang suami pada umumnya.

Hubungan Dinda dengan Rizal semakin dekat, begitupun dengan Anton yang sekarang sangat perhatian dengan Loren. Hal itu membuat Loren senang, yang tadinya Anton cuek, tapi sekarang perhatian dengannya. Bahkan tak malu-malu, mereka berdua bermesraan di depan umum.

Setiap malam Dinda dan Anton tidur di kamar mereka masing-masing. Dinda sangat kesal dengan sikap sang kakak yang tiba-tiba berubah. Beberapa kali Dinda mencoba untuk berbaikan sama Anton, tetapi sang kakak tidak memperdulikannya.

"Huek....huek...huek......." Keluar semua makanan yang baru saja ia makan.

Pagi itu Dinda baru saja selesai memakan sarapannya, tetapi tiba-tiba perutnya terasa mual dan ia pun pergi ke kamar mandi dan mengeluarkan semua isi dalam perutnya.

Anton yang melihatnya pun tidak perduli, ia malah pergi ke kantor meninggalkan Dinda yang masih di dalam kamar mandi. Sebenarnya ia merasa kasihan, tetapi kalau dia mengingat tanda merah di lehernya Rizal waktu itu, membuat Anton kesal. Untung saja aja mbak Inah yang membantunya memijit lehernya.

"Den Anton apa marah sama Non Dinda? Kok, aku lihat belakangan ini, Den Anton cuek sama kamu Non?" Tanya Inah.

"Aku gak tahu Mbak! Tiba-tiba saja dia kaya gitu. Di tanya gak di jawab, aku minta maaf juga gak di perduli." Jawab Dinda sambil mencuci wajahnya.

Karena wajah Dinda terlihat pucat, Inah pun melarangnya untuk pergi kerja. Tetapi Dinda tidak mendengarkannya, dia memaksa untuk tetap pergi kerja.

Sang nenek yang selalu menghabiskan waktunya di kamar, tidak tahu apa yang terjadi dengan Dinda dan Anton. Simbok maupun Inah tidak memberitahunya jika, hubungan mereka berdua sedang tidak baik-baik saja. Bukan karena apa-apa, hanya karena mereka tidak ingin sang nenek kambuh lagi.

*****

Sesampainya Dinda di kantor, wajahnya semakin pucat, badannya lemas tak bertenaga. Ia memasuki ruangan kerjanya dan di lihatnya sang kakak sedang bermesraan dengan Loren. Hati sedikit kesal, karena sang kakak sudah tidak perduli dengannya. Tetapi Dinda selalu tersenyum, walau kenyataannya tak semanis senyumannya.

Seperti biasanya, Dinda tak memperdulikan sang kakak yang sedang bermesraan dengan Loren. i dengan Anton yang juga terlihat tidak suka atas kij Dinda. Seakan-akan, Dinda hanyalah pengganggu bagi mereka.

Bruk!

Suara Dinda terjatuh dari kursinya.

"Din, kamu kenapa?" Tanya Anton menghampirinya sambil menepuk pipi Dinda.

Anton yang terkejut pun langsung menghampiri Dinda dan membopongnya keluar ruangan. Ia membawa Dinda ke rumah sakit terdekat, karena Dinda tidak sadarkan diri. Sedangkan Loren mengikuti Anton dari belakang.

Saat itu Rizal ikut panik melihat Dinda yang sedang di gendong Anton. Tetapi karena jam kerja sudah mulai, jadi ia hanya bisa mengawatirkannya dan berdoa, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Dinda.

"Din, kamu kenapa? Jangan bikin aku khawatir gini!" Batin Rizal yang nampak gelisah.

Tak lama kemudian, mereka sampai di rumah sakit. Anton dan Loren menunggu di ruang tunggu, sementara Dinda sedang di periksa oleh Dokter.

Terlihat dari wajah Anton yang sangat khawatir dengan kondisi Dinda. Apalagi akhir-akhir ini dia tidak memperdulikannya, ia pun mulai bersalah atas sikapnya yang keterlaluan. Tetapi, ketika ia mengingat tanda merah di leher Rizal, seketika ia sangat marah dengan Dinda.

Pikirannya, Dinda dan Rizal melakukan hubungan terlarang. Apalagi mereka berdua saling mencintai dan Dinda juga suka menggoda, jadi Anton semakin menyakini kalau sudah terjadi sesuatu di malam itu.

"Maaf, apakah Anda suaminya Dinda Kirana?" Tanya seorang suster yang baru keluar dari ruangan.

"Iya Sus, saya suaminya!" Jawab Anton sambil berdiri.

Setelah satu jam lebih menunggu, akhirnya Dokter yang memeriksa Dinda memanggilnya. Anton berjalan mengikuti suster, sedangkan Loren tidak di ijinkan masuk. Lalu, suster tersebut menunjukkan ruangan kepada Anton. Ruang di mana Dinda di periksa.

Anton masuk ke dalam ruangan, di lihatnya Dinda yang masih terbaring di ranjang pasien. Sedangkan Pak Dokter sudah menunggunya untuk memberitahunya hasil pemeriksaan Dinda. Dokter tersebut mempersilahkan Anton untuk duduk.

"Selamat! Istri Anda sedang hamil!" Kata Dokter sambil berjabat tangan dengan Anton.

Deg!

Entah senang atau sedih, Anton tidak bisa mengekspresikan apa yang ia rasakan. Pikirannya penuh kebimbangan, apakah anak yang di kandung Dinda adalah anaknya atau Rizal.

"Maaf Dok, usia kehamilan istri saya berapa Dok?" Tanya Anton tanpa ekspresi.

"Usianya sekitar 2 mingguan. Untuk lebih tepatnya, Anda bisa melakukan USG." Jawab Dokter tersebut.

Dinda tampak senang ketika mendengar dirinya hamil. Senang karena dia bisa segera menunjukkan ke sang nenek bahwa dirinya hamil. Tetapi tidak dengan Anton yang tampak bingung. Dia meragukan dengan anak siapa Dinda hamil.

Ketika semua sudah beres dan dapat nasihat dari Dokter, Anton segera menarik tangan Dinda. Ia membawanya ke belakang rumah sakit, agar tidak terlihat oleh Loren. Tapi nyatanya, Loren melihat mereka keluar dari ruangan dan mengikuti mereka, karena penasaran dengan sikap mereka berdua.

"Aku gak yakin itu anak kita!" Kata Anton dengan tegas.

"Maksud kakak apa? Jelas-jelas ini anak kita dan hanya sama kakak aku ngelakuin hal itu!" Sahut Dinda yang masih tak percaya dengan ucapan sang kakak.

"Apa yang kamu lakukan di rumah Rizal malam itu? Bukankah kalian juga melakukan hal itu dan setelah itu kita tidak pernah tidur bersama lagi! Berarti itu anak Rizal dan bukan anakku!" Kata Anton dengan nada menekan.

Dinda tak habis pikir dengan apa yang di katakan sang kakak. Ia sungguh kecewa dengan ucapannya, air mata pun tak bisa ia bendung. Rasa sakit pun menusuk hatinya hingga terasa ngilu. Ia seperti tidak mengenal sosok Anton yang selalu baik dan sayang kepadanya.

Kakak yang selama ini ia banggakan, dengan rela ia memberikan keperawanannya, tetapi ini semua balasan untuknya. Air matanya mengalir deras, Anton yang masih berdiri di depannya, tampak tidak perduli dengan air mata itu. Diri Anton sudah di kuasai oleh pikiran-pikiran negatif.

Loren yang mengintip mereka dari arah berlawanan mendengar bahwa Dinda hamil pun terkejut. Dia yakin, bahwa anak yang di kandung Dinda itu adalah anaknya Anton. Tak habis pikir, mereka berdua melakukan hubungan suami istri. Rasa bencinya, membuat Loren ingin membalas penghianatan dengan memanfaatkan situasi itu.

Kring Kring Kring

Ponsel Dinda berdering dan ia membersihkan air matanya, lalu mengangkat panggilan itu.

"Non, nenek Non! Cepetan pulang." Suara Inah.

"Kenapa Mbak?" Sahut Dinda khawatir.

"Pokoknya Non Dinda dan Den Anton cepetan pulang!" Inah dengan nada seperti orang menangis.

Dinda pun dengan segera mengajak Anton untuk pulang, karena ia baru saja menerima panggilan dari Inah. Anton pun tiba-tiba khawatir, dia pikir sakitnya sang nenek kambuh lagi.

Mereka lupa dengan Loren, sehingga meninggalkan Loren di rumah sakit. Anton melajukan mobilnya dengan kecepatan 80 km/jam, agar cepat sampai di rumah.

"Mbak Inah bilang apa?" Tanya Anton cemas.

"Gak bilang apa-apa! Tadi dia cuma menyuruh kita pulang dan nyebut nama nenek!" Jawab Dinda yang tak tenang.

Mereka berdua terkejut ketika sampai di depan rumah. Ada banyak orang di rumah mereka, banyak tetangga-tetangga datang dan juga mobil-mobil saudara dari nenek terparkir di depan rumah.

Di saat mereka turun dari mobil, terdengar suara Simbok dan Inah menangis. Hal itu semakin membuat mereka berdua bingung. Dengan segera, mereka berdua masuk ke dalam rumah.

Bersambung....

1
Irawati Soetojo
Lha kan abis antar Loren pulang dr RS, terus balik ke RS n ngikutin Rizal dan Dinda, kok Loren seminggu gak masuk?
dina
cerita yang menarik
dina
ini sebenarnya antara Dinda dan Anton belum siap.berumahtangga. makanya anaknya diambil Allah kembali
andi nita
2 suami istri yg labil
nurul nazmi
bagus
Atma Inatun Nikhma
Biasa
Vipna
ini bolak balik gk pada punya pendirian tokoh y sih
Vipna
gak jelas si dinda mau y anton apa rizal sih menye2 banget
my_name_is_Fayla
amnesianya nya lama amat dah
mama ELA
seruuuu
mama ELA
bagus cerita nya buat penasaran...gak bisa berhenti baca nya
liana
ah dasar Dinda sama Anton aja yg labil. mau sama pacar tp msih mau berhubungan badan 🙄
mama ELA
Sumpah cerita novel ini dari bab awal sampai seterusnya Bagus banget, buat yang baca ketagihan... Dan pengen tau kelanjutan nya... Gak bisa berhenti baca nya... Mantap thor
Alby Mukfu
Rizal sama Yuki ,semoga ada pengganti Anton untuk Loren yg baik😁
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
Joveni
hbs minum obat masa makan eskrim sih...
Joveni
eh masa sih baru 3 jam selesai wik" dah amnesia...??????
Raindra Guswandri
lanjutkan
siti rohmah
anton ...anton g ada d carii. udh ad d cuekin ..hadeuuh
Fiah Fazah Melinda
loren n rizal mana tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!