NovelToon NovelToon
Kultivator Tanpa Bakat

Kultivator Tanpa Bakat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Tamat
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Apa jadinya jika kau lahir tanpa bakat dan harus kehilangan satu-satunya orang yang kau cintai? itulah hal yang di alami oleh Xiao Chen.

Tapi suatu hari dia menemukan Kristal yang dapat memutar balikan waktu dan ini tidak gratis.

Apakah ini keberuntungan atau justru kutukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Rencana menguasai pasar

​Setelah seharian berlatih keras sampai sore, Xiao Chen dan kedua adiknya mulai membereskan Pil Naga Hitam Perkasa ke dalam wadah-wadah kayu kecil yang lebih rapi.

​Di tengah-tengah kesibukan itu, Jun Fei bertanya dengan wajah penasaran. "Kak, kenapa kita tidak menjualnya di pasar biasa atau langsung ke sekte-sekte? Kenapa harus repot-repot ke Pasar Gelap yang berbahaya?"

​Xiao Chen menutup wadah terakhir dan menatap adiknya serius. "Alasannya sederhana. Jika kita menjualnya ke tempat biasa, kita akan memancing bahaya. Sekte-sekte besar akan mempertanyakan dari mana bocah seperti kita mendapatkan resep ini, dan mereka bisa saja menculik kita untuk memeras resepnya."

​Ia menyeringai tipis. "Tapi di Pasar Gelap, tidak ada yang peduli siapa kau. Mereka hanya peduli pada barangmu. Kita harus secepatnya menguasai pasar ini sebelum identitas asli kita tercium."

​Ye Han hanya mendengarkan tanpa menimpali, namun matanya menunjukkan persetujuan. Malam harinya, mereka mulai bergegas pergi dengan mengenakan jubah dan topeng sederhana masing-masing.

​Sesampainya di sudut kota yang gelap, mereka mengetuk pintu kayu tebal yang tersembunyi.

​Tok! Tok! Tok!

​Dari balik pintu, keluarlah pria besar yang sama yang pernah menahan Xiao Chen dan Jun Fei saat pertama kali datang. Melihat topeng khas mereka, penjaga itu langsung mengenali.

​"Oh, Tuan-Tuan Kecil 'Perwakilan'. Silakan masuk." Dia membukakan pintu lebar-lebar dengan hormat.

​Mereka pun masuk. Di dalam, suasana Pasar Gelap begitu hidup. Kultivator berjubah hitam, pedagang licik, dan bayaran berkumpul di bawah cahaya obor yang temaram. Aroma rempah dan besi memenuhi udara.

​Xiao Chen berjalan dengan percaya diri menuju area yang cukup ramai. Ia menggelar kain di atas sebuah meja kosong dan meletakkan beberapa botol sampel pil di sana.

​"Bukannya kalian yang menjual Ginseng Seratus Tahun beberapa waktu lalu? Sekarang apa yang kalian jual?"

​Seorang pedagang berjubah mewah mendekat. Itu adalah pria paruh baya yang sama, yang sebelumnya membeli ginseng mereka dengan harga tinggi. Matanya yang jeli selalu mencari peluang.

​Xiao Chen tersenyum di balik topengnya. Ia memperlihatkan butiran pil hitam yang berkilau itu. "Aku menjual barang yang sangat menarik, Tuan. Sesuatu yang akan mengubah malam-malam para kultivator."

​Pedagang itu mengambil satu butir, mengendusnya. Bau herbal yang kuat dan sedikit aroma tanah menyengat hidungnya.

​"Pil Pemurnian Qi Tingkat Rendah?" Pedagang itu mengerutkan kening, sedikit kecewa. "Pasar sudah banjir dengan pil semacam ini. Apa bagusnya barangmu? Warnanya bahkan hitam pekat seperti arang."

​Xiao Chen tidak gentar. Inilah saatnya ia menunjukkan taringnya sebagai pedagang.

​"Jangan menilai buku dari sampulnya, dan jangan menilai pil dari warnanya." ucap Xiao Chen tenang, suaranya dikeraskan sedikit agar orang-orang di sekitar ikut mendengar.

​"Pil ini aku beri nama Pil Naga Hitam Perkasa. Memang benar ini Pil Pemurnian Qi Tingkat Rendah, tapi efisiensinya lima kali lipat lebih cepat daripada pil biasa di pasaran."

​Pedagang itu terkejut. "Lima kali lipat? Itu klaim yang berani."

​"Bukan hanya itu," potong Xiao Chen, mencondongkan tubuhnya sedikit, memberikan kesan rahasia namun suaranya cukup jelas. "Bahan-bahan di dalamnya mengandung konsentrasi Yang murni yang unik. Efek sampingnya adalah... memperkuat Ginjal dan Meridian Vital pria."

​Xiao Chen memberi jeda dramatis, lalu berbisik keras, "Singkatnya, pil ini akan membuat seorang pria mampu 'bertarung' di ranjang semalaman tanpa lelah, sekeras baja, layaknya seekor Naga yang bangkit!"

​Mendengar kata-kata itu, mata pedagang itu—dan beberapa pria lain yang sedang lewat—langsung melebar. Kultivator sering kali mengabaikan kebutuhan biologis demi latihan, yang terkadang membuat 'fungsi' mereka melemah. Produk yang bisa memurnikan Qi sekaligus menjadi obat kuat adalah Harta Karun.

​"K-kau serius?" tanya pedagang itu, suaranya sedikit bergetar karena antusias. "Berapa harganya?"

​"Sangat terjangkau," jawab Xiao Chen santai. "Dua puluh koin perak per butir."

​"Dua puluh perak?!" seru pedagang itu. "Pil pemurnian biasa hanya lima perak!"

​"Tapi pil biasa tidak membuat 'pedang' Tuan tegak semalaman, bukan?" balas Xiao Chen tajam. "Ini adalah produk hanya aku yang jual. Suplemen kultivasi dan kebahagiaan duniawi."

​Pedagang itu terdiam sejenak, menghitung untung rugi. Lalu, ia tertawa terbahak-bahak.

​"Hahaha! Kau pandai sekali bicara, Nak! Aku suka gayamu!" Pria itu menepuk meja. "Baiklah, aku akan mencoba membeli sepuluh butir untuk 'tes pasar'."

​Ia mengeluarkan dua koin emas (setara 200 perak) dan meletakkannya di meja.

​"Namaku Wang Ba. Aku pemilik Toko Obat 'Sembilan Awan' di distrik timur," ucap pedagang itu memperkenalkan diri, memberikan kartu nama giok kepada Xiao Chen. "Jika pil ini sebagus ucapanmu, datanglah padaku. Aku ingin menjalin koneksi jangka panjang dengan Tuan di balik layar kalian."

​Xiao Chen menerima kartu itu dan menyimpannya. "Senang berbisnis denganmu, Tuan Wang. Panggil saja aku Mr. X."

​Transaksi itu menarik perhatian. Kata kunci "Obat Kuat" dan "Naga Bangkit" menyebar cepat seperti api di antara kerumunan Pasar Gelap.

​"Hei! Apa benar itu obat kuat?"

​"Aku mau coba dua butir!"

​"Minggir! Aku butuh lima butir untuk istri mudaku!"

​Dalam sekejap, lapak kecil Xiao Chen mulai dikerumuni oleh para pria-pria hidung belang dan kultivator yang penasaran. Xiao Chen tersenyum lebar di balik topengnya, sementara Jun Fei dan Ye Han sibuk melayani pembeli yang berebut menyodorkan uang perak mereka.

​Rencana menguasai pasar baru saja dimulai.

Bersambung...

1
Galih Agung
ceritanya bagus.. MC nggak naif
Galih Agung
lanjutannya nggak adakah
Galih Agung
selesai ini??
A 170 RI
ok thor
A 170 RI
lanjut thor
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
lanjut
Agen One: siapppp
total 1 replies
Aman Wijaya
arti sebuah kebersamaan walaupun bukan saudara kandung
Aman Wijaya
rasa tanggung jawab dan kepercayaan harus dijunjung tinggi dalam sebuah ikatan persahabatan dan persaudaraan.mantab Thor lanjut terus semangat semangat semangat
Aman Wijaya
gaaas terus Thor
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
Mereka bertiga siap beraksi di pasar gelap untuk meraup emas dan perak.semoga sukses
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll mantab Thor
Aman Wijaya
jiwa pedagang kalian bertiga
Aman Wijaya
gaaas terus Thor lanjut
Aman Wijaya
gaaas terus Thor
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
markotop top top top
Aman Wijaya
semangat kalian bertiga pasti bisa bertahan hidup dan melindungi ibu kalian
Aman Wijaya
bertambah lagi saudara semoga kedepannya mereka tetap bersaudara tidak berkhianat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!