NovelToon NovelToon
PENGGANTI 100 HARI

PENGGANTI 100 HARI

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pengantin Pengganti / Obsesi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:885
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Kalista putri

Amara yang tidak percaya pernikahan lagi, kini tiba-tiba ada seorang yang menawarkan pernikahan sebagai pengganti 100 hari tanpa iya duga ternyata dia adalah pria yang pernah menolong nya pria yang selalu dia anggap lemah dan bodoh.

Dalam pernikahan itu kedua nya saling membantu dalam karir dan kekeluargaan walaupun di penuhi dengan saling mengejek dan perdebatan, hingga tepat di hari ke 100, Amara yang di jebak oleh musuhnya meminum obat terlarang dan membuat mereka melakukan hubungan suami istri yang tidak ada dalam pikiran nya, rasa cinta yang baru mulai di sadari justru malah berakhir dengan rasa kecewa karena adiknya sadar dari koma nya.

konflik semakin banyak rahasia masa lalu mulai terungkap saat mantan suaminya mengejarnya, di tambah masalah tentang identitas Amara yang menjadi ancaman bagi nya, siapa kah sebenarnya Amara dan Rahasia Apa yang di sembunyikan mantan suaminya?

Apakah Amara akan memilih kembali dengan sang mantan atau justru malah memilih suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Kalista putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-gara mantan Suami yang gamon

Niella Fadila kini sudah naik ke panggung untuk mengucapkan selamat kepada sepupu nya itu, setelah menyalami Glen gadis itu berbisik di telinga Amara dengan tersenyum menggoda, hal itu membuat fokus Amara teralihkan.

"Pucuk di cinta ulam pun tiba, setelah penantian 10 tahun akhirnya, Crush yang ku cintai diam-diam, menjadi suami ku," bisik nya di telinga Amara membuat wanita itu mengerutkan keningnya heran.

Amara dan Niella tidak lah dekat, gadis itu lebih dekat dengan Amira tentu hal itu membuat nya bingung, terlebih Glen bilang Dia baru kenal dengan Amira selama setahun, ini apa maksudnya 10 tahun.

"Kak Amira kok bengong? malu yah? Tenang Aku akan menjaga rahasia mu?" ucap Niella sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda, Niella memang punya kepribadian humoris seperti Ayahnya Daniel, hal itu membuat Amira akrab dengan sepupunya itu, sedangkan Amara lebih suka ketenangan dan jarang becanda jadi lebih memilih acuh saat Niella berusaha akrab.

"Udah deh, Niella. Jangan menggoda Amira lagi, antrian nya masih panjang nih," ketus Amera membuat gadis itu bersungut-sungut merasa kesal, pada akhir nya Niella turun dengan terpaksa.

Kini Amera sudah menyalami Glen, lalu setelah nya menatap ke arah Amara, wanita itu berusaha untuk terlihat biasa saja, walaupun mata nya tidak bisa bohong kalo Dia masih menyimpan dendam pada sepupu nya itu.

"Amira selamat yah, Aku ikut seneng banget, akhirnya kamu menikah juga, dengan orang yang kamu cintai," ucap nya sambil tersenyum sumringah, hal itu membuat Amara jengah, dia hanya mengangguk saja tanpa sedikitpun berbicara karena merasa malas.

Pandangan Amara kini tertuju pada pria di belakang Amara, pria yang tadi dia perhatikan di pojok ruangan, kini berada di hadapannya, Dia berusaha untuk tenang agar tidak ketahuan, Dia bisa pura-pura di depan semua orang, tapi tidak dengan Pria yang pernah mengisi hati nya, pria yang membuat nya jatuh cinta, sekaligus menghancurkan masa remajanya.

"Ara," kata itu yang keluar dari mulut pria itu, nama itu adalah nama panggilan kesayangan pria itu untuk nya, dulu Dia sangat senang saat pria itu memanggil nya dengan panggilan itu, tapi sekarang panggilan itu seperti membuka luka lama nya.

"Kak Arnav, kamu halusinasi melihat Kak Amara yah? Sampai nganggep Aku ini kak Amara?" ucap Amara berusaha untuk terlihat seperti Amira.

"Matamu gak bisa bohong, cuma Ara yang menatap ku seperti ini," jawab Arnav dengan tatapan intimidasi.

"Ha-ha-ha, pasti kebanyakan pikiran, makanya nganggep Aku ini kak Amara.Glen, mantan Kakak iparku ini aneh banget deh," Amara terkekeh sambil merangkul pinggang Glen, membuat Glen mengerutkan keningnya heran.

"Kak Arnav, berhenti mempermalukan diri sendiri," Amera langsung menarik tangan Arnav turun dari panggung, membuat pria itu langsung menepis nya.

"Jangan sok akrab deh, kita ini cuma teman gak lebih," ketus Arnav berjalan ke arah lain, dia duduk di bangku pojokan untuk menenangkan diri nya.

Sedangkan Amara langsung berusaha berekspresi biasa saja, mata itu terus memperhatikan sosok Arnav, membuat Glen hanya menatap curiga, tapi dia tidak mau bertanya.

Di situ Amera tetep tidak mau menyerah, wanita itu tetep bertekad untuk membuat Arnav menyukai nya, dengan tetep setia duduk di samping pria itu, walaupun Arnav acuh.

Sedangkan di sudut ruangan, Amara melihat kakak nya Darel yang menatap ke arah Amera dan Arnav, dengan tatapan kesal.

"Si bodoh itu, masih saja menjadi pecundang," cibir nya sambil tersenyum mengejek.

Lalu pandangan lain nya tertuju pada sosok Daren, yang tampak bersama seorang wanita cantik,tapi dia justru malah menatap ke arah pasangan yang tampak mesra itu dengan tatapan tidak suka.

"Satu lagi, cinta sepihak, benar-benar, percintaan menghancurkan segalanya," gumamnya sambil menggelengkan kepalanya tidak habis pikir.

"Berhenti memperhatikan urusan orang lain," bisik Glen membuat Amara melirik Glen dengan terkejut, karena wajah Glen sangat begitu dekat.

"Ini semua gara-gara kamu sih, ngundang orang kebanyakan, kan capek daripada membosankan menyalami orang yang gak ada habisnya, mending sambil melihat drama orang lain," balas Amara menatap Glen dengan kesal.

Glen hanya menanggapi dengan tersenyum tipis, pria itu merasa bersalah tapi Dia tidak bisa melakukan apapun selain pasrah.

"Amira keponakan Om, yang cantik nya selangit, Happy wedding, maaf yah Om telat," ucap seseorang yang baru datang langsung memeluk Amara dengan sangat begitu erat, membuat Amara merasa sesak nafas di buat nya.

"Kau mau membuat ku mati yah!" hardik Amara dengan tersengal-sengal karena merasa kehabisan oksigen.

"Amira, kenapa galak banget, Om salah apa pada mu?" tanya Rendy menatap ke arah keponakan nya dengan bingung.

"Kesalahan mu banyak, hingga kesalahan mu, berimbas punya puteri pembuat onar seperti Amera Rishmateho." ketus Amara menatap Rendy dengan tatapan membunuh nya, dia tidak bisa berpura-pura.

"Kau bukan..."

"Yah, sebaiknya kau turun dan tutup mulut, sebelum Aku mengadukan sesuatu pada Tante Amanda," potong Amara membuat Rendy turun dari panggung, karena merasa takut, sejak dulu Dia dan Amara memang seperti musuh karena Amara berada di kubu Ayah nya, sedangkan Amira berada di kubu Bunda nya yang justru lebih akrab dengan pria itu.

'Sebenarnya apa yang terjadi sih? Kenapa justru dia yang menikah dengan Glen, bukan nya seharusnya Amira yah,' batin pria itu menggaruk kepalanya bingung sendiri, Dia memilih untuk turun dari panggung segera daripada terjadi masalah.

"Apa yang suamiku perbuat? Dia tidak aneh-aneh kan?" tanya Amanda menatap ke arah Amara dengan heran karena suaminya langsung terbirit-birit turun.

"Om, cuma bilang kebelet kencing gak tahan, makan nya cepet-cepet turun," jawab Amara berusaha untuk terlihat biasa saja, membuat Amanda mengangguk mengerti.

"Amira, doain Amera yah,semoga cepat sadar dan menikah dengan orang yang tepat, Tante Bener-Bener merasa stres dengan nya, Dia tidak mau menikah dengan pria pilihan Tante, tapi ngejar-ngejar orang yang gak cinta, itu malu-maluin banget," Amanda berceloteh panjang lebar merasa frustasi dengan putri nya itu, karena ngejar-ngejar Arnav yang jelas-jelas pria itu tidak suka.

"Tentu saja Tante," jawab Amara sambil tersenyum tipis.

Setelah nya Amanda turun dari panggung, lalu setelah Amanda beberapa Om dan Tante lainnya juga mengucapkan selamat untuk Amara, membuat Amara merasa lelah harus pura-pura senyum padahal itu bukan karakter dirinya.

Hingga akhirnya ucapan selamat pun selesai, kini MC mengumumkan acara lempar bunga, membuat semua orang heboh terutama para sepupu Amara yang tampak antusias untuk mendapatkan bunga pengantin.

Satu

Dua

Tiga

Setelah menghitung sampai tiga, bunga buket itu jatuh tepat di hadapan Sean pengawal pribadi Amira, pria itu merasa terkejut sendiri karena merasa di tatapan oleh orang-orang sedangkan diri nya sekarang jomblo.

"Bukan Aku, Aku tidak ikutan yah," ucap Sean langsung melempar buket itu ke arah orang-orang, membuat orang-orang itu berebut untuk mendapatkan bunga itu.

Sedangkan Sean langsung bersembunyi karena tidak ingin menjadi ledekan orang-orang.

Setelah acara lempar bunga selesai, kini acara dansa, sebenarnya Amara ingin lari dari acara itu, Dia terlalu lelah tapi apa boleh buat diri nya tidak punya pilihan lain selain pasrah.

Kedua sejoli itu berdansa dengan sangat begitu romantis, sejenak Amara hanyut dalam irama dansa itu Dia menikmati nya.

Hingga akhirnya MC mengumumkan tuker pasangan, membuat Amara tidak menduga harus berdansa dengan Arnav mantan suaminya, sedangkan Glen bersama dengan Amera.

"Ara, kau kah itu?" ujar Arnav menatap Amara dengan lekat.

"Bukan, Aku Amira istri nya Glen, kak Arnav halu yah," jawab Amara berusaha untuk tersenyum seperti Amira.

Namun tiba-tiba lampu menjadi padam, seketika membuat Amara bergetar ketakutan.

"Jangan lakukan itu lagi, Aku mohon, Aku takut," ucap Amara dengan bergetar, keringat dingin sudah membasahi wajah nya.

"Aku di sini, Aku gak akan biarkan kamu takut, Ara." ucap Arnav sambil memeluk Amara dengan sangat begitu erat, menenangkan wanita itu.

"Tapi kamu ninggalin Aku, kamu biarkan Aku mengalami hal buruk itu," jawab Amara tanpa sadar.

"Tapi sekarang Aku di sini, Aku gak akan biarkan kamu mengalami hal buruk lagi," jawab Arnav dengan bersungguh-sungguh.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!