NovelToon NovelToon
Dari Musuh Jadi Candu

Dari Musuh Jadi Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Martha ayunda

Clara Adelin, seorang gadis bar bar yang tidak bisa tunduk begitu saja terhadap siapapun kecuali kedua orangtuanya, harus menerima pinangan dari rekan kerja papanya.
Bastian putra Wijaya nama anak dari rekan sang papa, yang tak lain adalah musuh bebuyutannya sewaktu sama sama masih kuliah dulu.
akankah Clara dan Bastian bisa bersatu dalam satu atap? yuk simak alur ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martha ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sang penyelamat.

"tok! tok! Tok!."

Pintu kamar Bima di ketuk dari luar, Bima yang baru saja pulang kerja langsung membuka pintu tersebut, di depan pintu kamarnya berdiri seorang wanita usia lanjut, wajah wanita itu tampak cemas.

"mbok tun, ada apa?." tanya Bima sambil memperhatikan wanita itu.

"den, si mbok mau ngomong penting sama den Bima, apa si mbok boleh masuk ke dalam, den?." tanya mbok tun sambil celingukan takut ada yang melihatnya.

"oh boleh, silahkan mbok."

Bima membuka pintu kamar lebar lebar agar mbok tun leluasa masuk.

"ada apa mbok?." tanya Bima penasaran.

"eh... Ini sangat penting den, tolong den Bima tutup pintunya." pinta mbok tun seraya memandang keluar.

"oh baik." Bima langsung menutup pintu rapat rapat lalu menguncinya dari dalam.

"silahkan duduk mbok, mbok tun kok kelihatan cemas ada apa?." lagi lagi Bima bertanya sambil berjalan menuju sofa panjang di kamarnya.

"begini den, maafkan mbok sebelumnya, bukan maksud si mbok ingin ikut campur urusan keluarga den Bima, tapi ini menyangkut keselamatan Aden." ucap mbok tun sambil menunduk, takut bima tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

"keselamatan saya, mbok? Katakan apa yang mbok tun ketahui, jangan sungkan sungkan, jika itu sangat berguna untuk saya, saya akan sangat berterimakasih sama mbok." ujar Bima dengan nada penasaran.

"kemarin tanpa saya sengaja, saya mendengarkan percakapan antara nyonya Marina dan tuan Sofyan, den.......

Mbok tun pun menceritakan tentang apa yang ia dengar tanpa mengurangi atau melebih lebihkan, wanita yang di percaya untuk melayani Bima itu sangat menjunjung tinggi sebuah kejujuran.

"mbok yakin mama sama laki laki itu berkata seperti itu?." Bima yang tidak menyangka dengan apa yang telah di lakukan oleh mamanya langsung bangkit berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya.

"iya den, makanya dari kemarin saya menunggu den Bima pulang, eh Aden malah nggak pulang semalam."

"mama! Rasanya sulit di percaya mbok!."

Wajah Bima memerah, rahangnya mengeras, matanya tiba tiba terasa panas seketika.

"mbok harap den Bima jangan makan apapun di rumah ini untuk sementara waktu, mbok khawatir dengan keselamatan Aden." ucap mbok tun, wanita tua itu menatap iba ke Bima yang tiba tiba terduduk lemas.

"mbok, apa semasa hidup papa, papa pernah berbuat suatu kesalahan terhadap mama?." bibir Bima bergetar, tanpa terasa airmata pria tampan itu menetes ke pipinya.

"si mbok sudah puluhan tahun mengabdi ke nyonya dan tuan Handoko, tak sekali pun beliau membuat nyonya Marina bersedih atau menitikkan airmata... Sesibuk apapun tuan Handoko akan tetap mengutamakan nyonya Marina dan Aden."

"tuan Handoko itu sosok suami yang sayang keluarga, meskipun sering kali nyonya Marina berbuat salah, beliau selalu memaafkan." imbuh mbok tun menambahkan.

"lalu apa motif mama melakukan hal sekeji itu terhadap papa mbok?!." suara Bima serak.

Setelah sekian tahun kepergian sang papa, baru kali ini dia mendapatkan kenyataan pahit yang sesungguhnya, sosok mama yang ia pikir sangat mencintai papanya, nyatanya Setega itu berbuat kejam.

"kalau menurut sepengetahuan si mbok, semasa tuan Handoko masih hidup, nyonya Marina sering keluar dan beberapa kali si mbok memergoki beliau di jemput oleh tuan Sofyan, den. Mungkin karena mereka merasa tuan Handoko sebagai penghalang hubungan gelap keduanya, jadi nyonya dan tuan Sofyan nekat melakukan hal itu."

"jadi sebelum papa meninggal dunia mereka sudah saling kenal, begitu maksud mbok tun?."

"iya den."

"mama! Aku tidak terima atas perbuatanmu ini! Aku akan membalaskan kematian papa dengan caraku sendiri!."

sorot mata penuh dendam di balik derai air mata itu membuat mbok tun sedikit ngeri.

"ya sudah ya den, si mbok pamit dulu, takut nyonya Marina mencari si mbok, den Bima ingat pesan si mbok ya! jangan pernah menyentuh makanan, apapun itu di rumah ini,. kecuali si mbok yang membawakan langsung untuk den Bima." pesan mbok tun sebelum keluar dari kamar anak majikannya itu.

"iya mbok, terimakasih banyak ya mbok." ucap Bima seraya menyeka air matanya.

mbok tun mengangguk sambil membuka pintu kamar Bima, dirasa aman wanita itu buru buru kembali ke belakang sambil memperhatikan keadaan rumah yang sedang sepi.

"jadi kematian papa bukan murni karena penyakit, mama kenapa begitu tega melakukan hal itu?!." Bima tak habis pikir kenapa mamanya sampai setega itu terhadap orang yang sudah memberikan segalanya.

*****

Malam harinya Bima keluar rumah sebelum makan malam, dia sengaja menghindari waktu makan malam, kini ia mengendarai motor tak tentu arah, ingin rasanya ia berteriak keras untuk meluahkan segala rasa di hatinya.

Pria itu menghentikan motornya di sebuah taman yang tak terlalu ramai pengunjung, dengan wajah lesu ia keluarkan ponsel dari saku jaketnya, Bima mengetik pesan untuk Clara.

"maaf Cla, cuma kamu teman yang bisa ngertiin aku." gumamnya sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi taman.

Tak berselang lama ponsel Bima berdering nyaring di tangannya, bibir pria itu langsung tersenyum melihat siapa yang menelepon.

"malam Cla, maaf aku ganggu waktu kamu ya?." sapa Bima.

(malam juga Bimbim, ada apa kok tumben ingat aku.) sahut Clara dari seberang telepon.

"sebenernya ingat kamu tuh setiap menit setiap detik, tapi aku takut sama status kamu Cla, apalagi kamu udah mau nikah."

(ck!.) decak Clara.

"hehehehe... kamu dimana sekarang, bisa gak nemenin aku cla?."

(emang kamu lagi dimana?.)

"dihatimu sayang." kelakar Bima yang langsung mendapatkan protes dari Clara.

"nggak nggak aku serius, aku lagi di taman pelangi, bisa nggak kamu kesini?." ralat Bima.

(oh disitu ya! Yaudah aku kesana, kebetulan aku juga lagi suntuk di rumah.)

"oke cla, makasih sebelumnya ya, aku tunggu."

Panggilan pun terputus, Bima mengedarkan pandangannya ke sekeliling, tampak beberapa muda mudi sedang berjalan mengelilingi taman, ada pula yang duduk duduk bergerombol namun tidak terlalu ramai seperti biasa.

Selang beberapa waktu terlihat seorang cewek berjalan mendekat, cewek itu memakai celana pendek selutut dan Hoodie warna biru.

"hai." sapanya seraya melepaskan penutup kepalanya.

"cantiknya anak orang!." ucap Bima seraya bangkit berdiri.

"ck! Kumat." cebik Clara sambil duduk di kursi.

Bima yang barusan berdiri, kembali duduk di sebelah Clara.

"jadi ada apa nih, malam malam ngambek disini?." tanya Clara setengah berseloroh.

"kangen kamu." jawab Bima lalu terkekeh kecil.

"nggak lucu Bimbim, aku udah khawatir loh tadi." Clara langsung menoleh lalu menatap Bima yang masih asik terkekeh.

"khawatir? Jadi masih ada orang yang khawatir dengan diriku di dunia ini? Makasih ya Clara sayang." Bima hendak memeluk Clara namun gadis itu segera mengelak.

"plak!."

"aduuh!." pekik Bima menyeringai kesakitan.

1
Nur Halida
cinta pertama yg buat marina merana dan bisa membunuh orang mencintainya.. makan tu cinta pertama😄😄😄
Martha ayunda: cinta yang menyesatkan ya kak 🤭
total 1 replies
Nur Halida
setelah sekian lama baru sadar kau marina..
Martha ayunda
masa harus sama Eria sih kak, bisa bisa perang tiap hari 😄
Nur Halida
buatlah marina sadar thor dan si sofyan dan keluarganya minggat dari kehidupan bima . biar bima bisa bahagia dg eria juga gak apa🤭
Nur Halida
bener eria
Nur Halida
mampus kau marina .. awas aja kamu kalo masih percaya dan belain si sofyan..
Martha ayunda: 😄 kebangetan kan
total 1 replies
Nur Halida
kan bener kan marina gak percaya sama bima... kasian banget bima
Martha ayunda: 🤭 kk paling bisa deh
total 1 replies
Nur Halida
pasti si sfyan bisa ngeles dan marina makin benci bima...
Nur Halida
next thor..
Martha ayunda: siap kk
total 1 replies
Martha ayunda
iyankak iya 😄
Nur Halida
jangan salah ya bas .. bimaku itu ceo tauuuuu mungkin fia lebih kaya dari kamu
Nur Halida
bima emang keren eria... aku fansnya bima 😄
Nur Halida
udah gak apa2 clara sama bastian .. bima sama eria aja yg imut2😄😄
Martha ayunda: kak nur ame siape dong? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
udah ada calon pelakor rupanya. ...
Martha ayunda: apakah benar begitu? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
ehhh siapa nih yg sensi??
Martha ayunda: siapa ya? 🤔🤭
total 1 replies
Nur Halida
yaaaahh akhirnya clara sama bastian juga nikahnya ... semoga bima dapet jodoh yg lebih baik dan lebih s3galanya dari clara ...
Nur Halida
aku selalu mendukungmu bima..😍
Martha ayunda: kirain dukung authornya 😄
total 1 replies
Nur Halida
pokoknya aku tetap dukung bima dan clara ... gak suka banget sama bastian
Martha ayunda: 😭 kak
total 1 replies
Nur Halida
kok bisa sih ada ibu kayak gitu .. jahat banget.. apa di dunia nyata juga ada ya ibu kayak gitu?
Martha ayunda: ada kak di daerah othor, anaknya jadi gila.
total 1 replies
Nur Halida
bagus bima .. kamu harus bertindak tapi maennya yg cantik ntar nenek sihirnya gak percaya sama kamu ... buat mama kamu menyesal bim karena udah nyakitin kamu dari dulu
Martha ayunda: siap kk 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!