Kehilangan suami dan anaknya dalam sebuah kecelakaan membuatnya sangat terpukul, sehingga berniat pergi dari kotanya & memutuskan memulai kehidupan baru seorang diri, belajar bela diri untuk menjaga diri, belajar musik piano dan melukis hanya untuk perubahan dalam dirinya. Kenangan suami dan anaknya tetap membuatnya menjadi seorang diri selama bertahun tahun di kota orang. Akankah dia mampu jatuh cinta lagi selama bertahun tahun meninggalkan kotanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nila Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Bu Manda datang ke Rumah sakit X, Ia berpapasan dengan Darvin dan saling bertatapan. Tapi langkah Bu Manda menuju kamar Pak Arka, ingin menemui Naomi.
Melihat Naomi tertidur sangat pulas, Bu Manda membelai rambut Naomi dengan tatapan sedih, Ia sedih karena mengetahui kabar buruk dari Putranya soal Pak Arka. Tanpa sadar air mata Bu Manda jatuh dari pelupuk matanya dan membasahi rambut Naomi, merasakan ada yang jatuh ke arah rambutnya Naomi terbangun. Bu Manda cepat-cepat menghapus air matanya, Naomi senang melihat Bu Manda tiba-tiba ada di depannya.
"Mama". Peluk Naomi erat.
" Kamu belum makan yah kata Raka".
"Gak Nafsu, Mah". Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Kita makan sama-sama yuk". Ajak Bu Manda.
"Omi gak nafsu mah". Rengek Naomi.
" Kalau kamu tidak makan, bagaimana caramu menjaga Ayahmu?"
Sejenak Naomi memikirkan kata-kata Bu Manda, Ia pun akhirnya luluh.
"Baiklah, Mah".
Keluar dari kamar Pak Arka, Naomi terkejut melihat Darvin yang tidur dikursi menyandarkan kepalanya ditembok. Ia pikir, Darvin telah pulang ke kota B atau nginap dihotel.
" Tunggu sebentar, Mah". Langkahnya terhenti mengikuti Bu Manda, Ia pun menuju kearah Darvin, membangunkan Darvin untuk mengajaknya makan".
"Tuan Darvin, bangun". Menggoyangkan tubuh Darvin, ia pun terbangun.
" Ya, ada apa?"
"Tuan Darvin sudah makan?"
Darvin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanda belum makan.
"Ayo makan bersama kami". Ajak Naomi.
Darvin melirik kearah Bu Manda. Menanti persetujuannya. Naomi yang paham akan hal itu berbicara ke Bu Manda.
" Bolehkan Mah, Omi ajak guru Omi". Pinta Naomi manja. Di depan Bu Manda, Naomi memang sangat manja, entah karena Ia merindukan sosok seorang Ibu.
"Boleh dong sayang. Ayo kita pergi". Ajak Bu Manda senyum getir.
Tiba di restoran favorit Bu Manda, mereka memesan. Sambil menunggu, Bu Manda memulai pembicaraan.
" Jadi, selama di kota B anda adalah guru Omi?" Tanya Bu Manda tegas.
"Ya". Jawab Darvin singkat.
" Ada angin apa anda ke kota S?"
"Sekedar perjalanan bisnis".
" Tuan Darvin tidak ada maksud lain?"
"Maksud Nyonya?"
"Lupakan saja". Mengabaikan pertanyaannya.
"Tuan Darvin, ini Bu Manda. Ibu dari Mas Rayyan dan Mas Raka".
" Yah sudah tahu". ucapnya singkat.
"Darimana Tuan Darvin tahu?"
"Kelihatan jelas caranya memanjakanmu". Ucap Darvin sambil senyum terpaksa.
" Terima kasih Tuan Darvin sudah mau mengajari Omi bela diri".
"Sudah kewajibanku menjadi gurunya untuk membuatnya pandai menjaga diri di kota orang".
" Tuan Darvin jika biaya Naomi masih kurang, hubungi saya". Ucap Bu Manda sembari menyodorkan kartu namanya. Sejenak Darvin merasa terhina, tapi Ia berpikir mengambil kartu nama Bu Manda, agar Ia bisa meminta Naomi baik-baik.
"Baiklah Nyonya". Senyum getir.
" Mah sudah cukup semua yang Mama berikan ke Omi".
"Tidak sayang, ini belum cukup. Mama akan memberikan semua yang terbaik untuk anak perempuan Mama satu-satunya". Membelai kepala Naomi dengan lembut.
Melihat tingkah manja Naomi, Darvin tidak menyangka sosok wanita yang dicintainya bukanlah orang yang tegar saat di kota B. Darvin makin mencintai Naomi, Ia berpikir Ibunya juga akan mencintai Naomi seperti cara Bu Manda. Tidak heran pasutri Bu Lia dan Pak Dika amat mencintai Naomi, mungkin saja saat berada diantara mereka Naomi juga manja seperti ini.
Darvin tidak pernah melihat kemanjaan Naomi saat bersamanya, yang ada selalu cuek, tegas, marah-marah dan dingin. Sejenak adanya Bu Manda rasa kekhawatirannya terhadap Pak Arka mulai sedikit terobati.
" Tuan Darvin". Panggil Naomi membuyarkan lamunannya. Darvin tersadar.
"Kemana Nyonya Manda?"
"Mama Manda lagi menerima telpon".
" Hmmm".
"Kapan Tuan Darvin kembali ke Kota B?"
"Kenapa? Kamu mau cepat-cepat aku kembali agar bisa berduaan dengan adik iparmu". Ucapnya ketus.
" Tuan Darvin, jangan ajak aku berdebat".
"Maafkan aku". Tersadar dengan ucapannya yang tidak tepat. " Aku akan ikut pulang bersamamu". Lanjutnya.
"Butuh waktu yang lama aku kembali, aku ingin memastikan betul-betul kondisi ayahku, lalu kembali ke kota B".
" Akan ku tunggu".
"Pekerjaanmu bagaimana?"
"Ada Ram yang akan mengurusnya".
" Kasihan Ram punya Bos kayak kamu". Ejek Naomi.
"Bahagia dong dia jadi karyawan ku".
" Tuan Darvin ini". Mengehela nafas panjang. Tiba-tiba datang Bu Manda.
"Omi sayang, Mama ada urusan mendadak, Mama tinggalkan kamu tidak apa-apakan? "
"Gak apa-apa mah, pergi saja".
" Kamu janji yah harus makan yang banyak".
"Iya Mah".
" Tuan Darvin saya tinggalkan anda bersama putri saya, tolong jaga dia baik-baik, pastikan makannya banyak". Ucap Bu Manda lalu pergi meninggalkan mereka, Darvin hanya senyum getir dengan pesan Bu Manda.
Beberapa saat kemudian pesanan mereka datang. Darvin mengantar Naomi kembali kerumah sakit X dan Ia pergi mencari hotel yang tidak jauh dari rumah sakit.
"Nanti malam kita makan bareng yah, jangan ingkar kamu".
" Iya". Ucap Naomi sambil melambaikan tangan. Setelah mobil Darvin tidak terlihat lagi, Naomi kembali ke kamar Ayahnya.
Masih dalam keadaan yang sama tidak ada perubahan dengan kondisi Pak Arka, setiap malam Naomi menangis. Ia begitu takut jika harus ketiga kalinya kehilangan laki-laki yang dicintainya.
"Ayah, Naomi sudah kembali. Ayah kenapa tidak bilang kalau Ayah sakit". Ucapnya berurai air mata, menggenggam erat tangan Pak Arka sambil sesekali mencium tangannya. " Ayah, maafkan Omi yang jadi anak durhaka, tidak pernah pulang saat Ayah sakit, Omi benar-benar egois memikirkan perasaan Omi sendiri tanpa pikir Ayah". Lanjutnya. "Ayah, sadarlah. Berikan Omi kesempatan merawat Ayah, disamping Ayah, meluk Ayah dan bicara banyak sama Ayah". Air matanya makin deras.
**************************
Dihotel..
Darvin menghubungi Nyonya Manda.
" Halo". Dibalik telpon suara Bu Manda. "Siapa ini? "
"Saya Darvin, Nyonya".
" Yah, ada apa Tuan Darvin menghubungi saya? "
"Saya ingin bertemu anda besok, ada yang ingin saya sampaikan kepada Anda".
"Baiklah, besok sore jam 4. Nanti aku akan kirim lokasinya kepadamu".
" Saya menunggu". Ucapnya sembari menutup telpon.
Aku harus segera melamar Naomi, jika tidak pesaingku tidak akan tinggal diam. Aku sudah 3 tahun bersamanya, aku yakin Omi pasti punya rasa yang sama denganku. Batin Darvin sembari berdiri menatap langit dari balik kamar hotelnya.
maaf telat
Semangat up terus😘
Jangan lupa feedback ya🤗
Semangat up terus😘
Jangan lupa feedback ya🤗
Semangat up terus😘
Jangan lupa feedback ya🤗
Semangat up terus😘
Jangan lupa feedback ya🤗
Semangat up terus😘
Jangan lupa feedback ya🤗
kiranya berkenan membaca novel kami :
- TERIMA KASIH CINTA SEJATI
- MENANTI CINTA UNTUKKU
- ALANARA
semoga bisa menghibur kakak2 semua. terima kasih..🙏🙏
Salam "Cinta Pertama"😁👍