NovelToon NovelToon
Pacar Adopsi

Pacar Adopsi

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

BELUM MELEWATI PROSES RE-WRITE🙏

KARYA OTAK ENCER MIMIN, WANTED!!! NO JIPLAK JIPLAK ATAU TIRU..INSPIRASI BOLEH BUT NO COPAS !!! Bagaimana jadinya jika seekor singa jatuh cinta pada domba buruannya ,gadis dengan sejuta pesona kecantikan paras dan hati namun dibungkus dengan penampilan cupu dialah Caramel yang harus jatuh ke dalam dunia seorang pemuda bernama Milo ,

" karena gue baik, mulai saat ini status loe jadi pacar angkat gue, alias gue adopsi lo jadi pacar gue..."

" what ?? gue ga minat makasih !!!"

Milo sudah jatuh sejatuh jatuhnya ke dalam pesona Caramel , hatinya untuk pertama kalinya bertekuk lutut pada seorang gadis yang sering ia bully. Siapkan diri untuk menyelami asam manisnya dunia Milo dan Caramel,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertengkaran di perpustakaan

"Ahh, engga apa apa !" jawabnya mengelak.

"Ga apa apa gimana??! itu lebam, udah dikompres belum? udah diobatin? jangan dibiarin !!" tanya Kara cerewet. Gadis jutek ternyata jika khawatir melebihi emak emak.

"Ga apa apa by, ini bukan hal besar. Bukan laki laki namanya kalo selalu mulus," jawabnya tidak sesuai yang Kara inginkan.

"Abis ngapain sih?" tanya Kara. Tapi Milo malah tersenyum seperti orang gilaa.

"Kantin??" baliknya bertanya. Kara menggeleng, ia mengambil bekal dari dalam tasnya.

Milo beranjak dan menarik tangan Kara, " ikut aku kalo gitu !" ajaknya. Kara tertarik dan mengikutinya.

Milo mengajak Kara duduk di taman belakang sekolah dekat perpustakaan, yang terbilang jarang di datangi selain siswa siswi yang suka membaca.

Kara celingukan, " mau ngapain disini?" tanya nya membeo.

"Mojok, sambil berbuat mesum !! makan lah !" jawab Milo terkekeh melihat ekspresi Kara yang mengernyit, ia membersihkan bangku besi untuk duduk keduanya.

Kara duduk di samping Milo, ia membuka kotak makan.

"Nih !" ia menyodorkan kotak makan itu, namun Milo menggeleng, "aku maunya disuapin !" jawab Milo.

Kara mengernyit, manjanya melebihi bocil,

"Mas punya tangan kan, gunanya tangan apa?" tanya Kara.

"Buat meluk kamu !!" jawab Milo terkekeh, senang betul ia menggoda gadis satu ini.

"Terus kamu mau ngapain?" tanya Milo.

"Ya mau diem lah !" jawab Kara.

"Nah kan, daripada tangannya nganggur, mening dipake yang lebih berfaedah. Bukannya pahala bantuin orang lagi sakit?" tanya Milo berkilah langaung meringis ringis tak jelas.

Kara menatap dari ujung rambut sampai ujung kaki, hanya lebam saja di sudut bibir, tangannya baik baik saja, orang sakit tapi bisa narik narik orang dan nyolot. Amazing!!

"Hilih, lebam di sudut bibir doang, kan yang sakit bukan tangan kan??" sewot Kara.

Tanpa menunggu Kara selesai bicara tangan Milo meraih tangan Kara dan mengarahkannya untuk menyendok nasi lalu melahapkannya ke dalam mulut Milo.

"Hemm enak !!" ucap Milo, Kara memutar bola mata jengah.

"Kata orang makan dari tangan orang yang kita sayang itu lebih enak rasanya !" ucap Milo.

"Terus sekarang, apa rasanya?" tanya Kara, tak ayal menyendok kembali nasi dan menyodorkannya di depan mulut Milo.

"Happp !! enak !!!" seperti ikan yang sedang melahap empan, Milo begitu lahap menyantap bekal yang dibawakan Kara dengan disuapi Kara.

"Lapar pak?" tanya Kara terkekeh.

"Banget !!" jawabnya ikut terkekeh. Melihat tawa Kara, membuat Milo senang. Hal receh begini saja bisa membuat senyum itu hadir.

Mata Kara menyipit melihat leher Milo kini menggantung kalung berbandul huruf C.

"Baby, nanti hari minggu pagi, ku jemput ya !" tangan Milo terulur merapikan rambut Kara.

"Oke," Kara mengangguk.

"Trus itu bibir kenapa?" tanya Kara.

"Abis berantem sama Lex Luthor !!" jawab Milo asal, dipikir dia Superman.

"Cihhh !!! orang nanya serius juga !" jawab Kara kesal.

"Mau serius, ayo deh kapan ke KUA??" tanya Milo lagi, kalau sudah begini sampai Fir'aun kembali hidup pun tak akan pernah tuntas.

"Serah deh !!" jawab Kara.

"Cie marah nih !!! makasih udah perhatian, tapi aku ga apa apa by, cuma semalem salah paham aja !" jawab Milo. Kara mengangguk saja, percuma dia pun tak akan tau dan mengerti.

"Udah diobatin?" tanya Kara.

"Udah, sama anak anak semalem," jawab Milo.

"Oh !" Kara berohria.

"Tapi kayanya sakitnya masih kerasa deh, soalnya belum diobatin sama dokter khusus !" lirih Milo, Kara menautkan alisnya.

"Iya lah kalo emang diperluin ke dokter aja !" jawab Kara.

"Tapi dokternya ga ada di RS," jawab Milo.

"Terus dimana? di mantri??" kekeh Kara.

"Di depanku !" jawab Milo,

"Aku maksudnya ?" tanya Kara celingukan tak ada siapapun selain dirinya, Milo mengangguk.

"Aku bukan dokter, mas !" jawab gadis itu.

"Coba usapin lukanya !" pinta Milo mengarahkan tangan Kara pada sudut bibir Milo yang berwarna pink segar.

"Trus bilang !" pinta Milo.

"Bilang apa ?" tanya Kara dengan polosnya.

"Cepet sembuh ya mas sayang, love you !!" cicit Milo. Mata Kara menyipit mencium bau bau rayuan dan gombalan.

"Dihh itu mah pengennya !!" sewot Kara, hendak menarik tangannya, namun Milo masih menahannya di pipi Milo.

"Ayo dong by," rengeknya. Kara menghela nafas.

"Iya iya, cepet sembuh ya mas sayang, love you !!" mimik wajah Kara yang dibuat semenggemaskan mungkin. Milo terkekeh, "love you too, baby !"

"Cie elahhhh !!! disini ternyata !!" pekik Arial. ketiganya mencari cari Milo, bagai ayam mencari induknya. Milo dan Kara menoleh.

"Udah main suap suapan aja si mas baby nih !!" goda Erwan.

"Berisik loe pada, mau ngapain kesini?" tanya Milo.

"Gue kira loe ilang ditelan air kubangan Mil," jawab Arial.

Dari arah perpustakaan sepasang mata mengilat melihat mereka, ia meremas buku yang dipegangnya, "ini semua gara gara loe cupu !!" sarkasnya.

.

.

Mata Kara berbinar, ia sudah tak sabar ingin segera memberitahukan pada kedua orangtuanya, jika tadi setelah jam masuk, wakil kepala sekolah memberitahukannya bahwa ia salah satu penerima beasiswa.

"Senengnya yang dapet beasiswa, selamat ya Ra!!" seru Ayu seraya memeluk Kara.

"Makasih, yu !!" jawab Kara.

"Bukkk !!!"

Jihad, si ketkel menjatuhkan buku buku yang baru saja kelas ini gunakan, ia sedikit keteteran membawanya kembali ke perpustakaan.

Kara langsung membantunya, "Ji, sini gue bantuin !" ucap Kara memungut beberapa buku paket.

"Thanks Ra,"

Jihad dan Kara berjalan menuju perpustakaan sambil mengobrol dan bercanda. Mereka sampai di perpus, Nina yang memang sedang menjalani masa hukumannya ada disitu, ia menyusun dan merapikan buku buku pada tempatnya, mendengar suara tawa yang ia kenal membuatnya menoleh, matanya mengilat tajam seperti elang menemukan buruannya.

Tangannya sudah gatal, tak di duga ia meraih dan menarik rambut Kara.

"Aww !!!" pekik Kara.

"Heh ! cewe cupu gara gara loe gue harus dihukum, dan loe juga udah berani beraninya rebut Milo dari gue !!" sarkasnya. Jihad mencoba membantu Kara, namun cengkraman tangan Nina begitu kuat.

"Oyy ka Nina, lepasin Kara !! loe apaan sih ka !" Jihad mencoba melepaskan tangan Nina.

"Diem loe ga usah ikut campur !!" sarkasnya.

Tak tinggal diam, Kara bukanlah gadis lemah seperti upik abu, tangannya menjambak balik rambut Nina, keduanya malah saling menjambak.

"Loe pikir gue takut sama loe, jangan mentang mentang loe senior, trus seenaknya bertindak kasar dan bully gue !!" Nina memekik karena cengkaraman Kara lebih kuat.

Suasana perpustakaan yang seharusnya senyap dan tenang mendadak ribut, para siswa yang ada disekitarnya menjadikan moment ini jadi tontonan seru, sampai sampai beberapanya memvideokan.

"Sakit be*go !!! dasar cewek cupu kurang aj@r !!!" pekik Nina.

"Dasar senior ga punya akhlak !!! cewek gagal move on !!" balas Kara. Bukannya jadi penengah Jihad malah ikut kena jambak dan sikutan oleh keduanya.

"Njirrr !! cewek kalo berantem lebih ngeri lah, sakit njirr !!" omel Jihad.

"Raa, udah Ra !!" ucap Jihad.

"Bukan gue yang mulai, Ji..nih nene lampir !!" sarkas Kara.

Milo dan keempat temannya masih beres beres di kelas, Arial bahkan sudah menyelempangkan tasnya.

"Mil, cewek loe sama Nina lagi ribut di perpus !!" pekik teman sekelasnya yanh sudah dukuan keluat kelas.

"Kara !!" Milo segera berlari diekori yang lain.

"Mil,, tunggu !!" pekik Erwan.

"Astaga Kara !!" Milo membelah para siswa yang sedang mengelilingi pertengkaran Kara dan Nina.

"Cukup !!! Nina lepasin Kara !!" Nina tercekat dengan adanya Milo sepaket dengan tatapan tajamnya.

"Baby, cukup !! lepasin tangan kamu !!"

Nina melepaskan tangannya di rambut Kara yang sudah acak acakan, lalu dengan air mata buaya nya ia menangis seolah olah ialah yang didzolimi.

"Kara yang mulai, Mil...dia jambak gue, maki gue gara gara kesalahan gue tempo hari, padahal gue minta maaf dengan tulus."

Kara mengernyit, pintar betul perempuan ular ini bermain sandiwara, layak diberi piala citra tapi sayang Kara eneg melihatnya.

"Ga bakat akting loe !! lain kali kalo mau boong jangan ada saksi biar puas ! bilang juga kalo gue mau bunuh loe sekalian !!" sarkas Kara, ia membersihkan jemarinya yang terdapat beberapa helai rambut Nina.

Kara ditahan Milo, saking kesalnya Kara maju lagi dan hendak meraih Nina.

"Sini loe, kalo mau sparring bareng gue ayo !! jangan disini, di ring tinju sekalian. Loe jadi cewek ga guna. Rendahan cara loe buat jatohin orang !!!" sarkas Kara masih dendam. Milo mendekap Kara yang masih emosi.

"Stop !!!" lerai Raka.

"Dua duanya ikut gue ke ruang OSIS, sebelum kalian berurusan dengan pak Dahlan guru BP !!" tambahnya.

"Ka Raka, gue ga salah !!" Kara tak terima.

"Baby, udah ikut aja dulu !" ucap Milo merapikan rambut Kara. Namun, Kara menepisnya. Semua ini tak akan terjadi jika bukan karena Milo.

Nina tersenyum jahat, setidaknya ia tidak akan menerima hukuman sendiri sekarang. Kara menghela nafasnya lelah, setidaknya ini akan berpengaruh pada status beasiswanya nanti. Ia membuka kacamata bulatnya.

.

.

.

1
Anonymous
👍👍👍👍💪
Anonymous
Sukaaa banget sama critanya nano"
paket komplit plit plit
Makasih ya kak udah nemani hari"ku👍
Anonymous
sekali " gak papalah kara biar bisa merasakan asiknya jadi anak yang sedikit badung 😄
Anonymous
Milo.......apa nggak mbakar sungai tuuh 🤭🤭🤭
Anonymous
Cintaku di putih abu"Mi-Ka
Anonymous
Nonton film horor bilangnya:"Nanti kalau hantunya udah pergi kasih tau aku ya".
Laaah lalu apa yg ditonton jika gk ada hantunya
ada"aja Si Ica 🤣🤣🤣
Anonymous: ngakak sampai nangis kak
total 1 replies
Anonymous
Heboh 👍
Anonymous
Ya Tuhan
ngakak sampek nangis
Ya ampuuun 🤣🤣🤣🤣🤣
Anonymous
ngakak thor
pocongnya ketakutsn ikut lari 🤣🤣🤣
Mao mao
pada saraavvv /Facepalm/
Mao mao
astaga othoorrr /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Anonymous
Masa putih abu" sing ada lawan 👍
Anonymous
tenggelamkan saja gladis
Anonymous
bagaimana rasanya digigit harimau pas mau tumbuh gigi 🤣🤣🤣
ada"saja perumpamaan bang jihad
Anonymous
Kara bilsng :"musal aku selingkuh ?"
Milo jawab :"ingakan aku untuk menembak kepala lelaki itu ".
ngakak aku 🤣🤣🤣🤣
Anonymous
mesranya manis milo - kara
Anonymous
👍 TOP untuk visualnya kak
Anonymous
Dua "nya kecegur atau memang sengaja siihh
Phie Phien
🤣
Anonymous
Hm ada yang salah duga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!