NovelToon NovelToon
Pura Pura Buta

Pura Pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Poligami / Tamat
Popularitas:33.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafsienaff

Demi membongkar perselingkuhan istrinya Marfel chandra seorang pengusaha kaya raya terpaksa harus bersandiwara dengan pura pura buta.

Namun siapa sangka istrinya Ariana chandra justru mengenalkanya dengan seorang gadis kampung bernama Laura yang harus di nikahi oleh marfel dengan alasan agar bisa merawat marfel dengan baik.

Laura lusiana datang dan dengan kebesaran hatinya mau di nikahkan dengan marfel demi kesembuhan nenek tercintanya tanpa mengharapkan apapun termasuk cinta.

Seiring berjalanya waktu marfelpun berlahan mulai bisa melupakan rasa kecewa juga sakit hatinya pada ariana berkat kehadiran laura di sampingnya. Hingga akhirnya marfel melupakan misi utamanya berpura pura buta dan terus melanjutkanya demi laura. Istri kecilnya.


Musim ke 2
Cinta berhasil membuat Marfel sadar bahwa tidak seharusnya Marfel terus menghindar dari masa lalu. Dan Trio kembarnya adalah jendela untuk Marfel berdamai dengan masa lalu yang sempat membuatnya terluka dan kecewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

“Tuan tentang nyonya ariana dan tuan david..”

Marfel langsung mengangkat tangan kananya memberi isyarat agar joshua berhenti berbicara.

“Untuk saat ini saya tidak mau mendengar apapun tentang mereka.” Kata marfel tegas.

Joshua menganggukan kepalanya mengerti. Joshua tau bagaimana perasaan seorang yang di hianati oleh orang yang sangat di cintai.

“Kamu cari tau saja semuanya jo. Katakan pada saya jika memang ada yang penting.”

“Baik tuan..” Joshua menganggukan kepalanya menurut.

Marfel kemudian menghela napas. Rasa kecewa dan sakit hatinya selalu saja terasa saat melihat wajah ariana. Bahkan saat seorang menyebut nama ariana saja rasa itu begitu sangat terasa.

“Mana yang harus saya tanda tangani?”

Joshua langsung menyodorkan map yang di bawanya pada marfel yang tentu langsung di tanda tangani oleh marfel tanpa lebih dulu membacanya.

“Eemm.. Jo, kalau nanti laura datang kamu kasih tau saya ya. Suruh saja dia langsung kesini.”

“Ya tuan.”

Joshua menerima map yang di sodorkan oleh marfel yang sebelumnya sudah di beri tanda tangan oleh marfel. Setelah itu joshua bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangan marfel.

Marfel menghela napas. Langkah yang di ambilnya dengan berpura pura kehilangan penglihatanya adalah sebuah kesalahan. Namun semua itu terpaksa marfel lakukan meskipun apa yang di lakukanya juga tanpa sadar melukai mamanya sendiri.

“Ariana.. Dimana salahku.. Apa kurangku.. Kenapa kamu melakukan ini padaku..”

Marfel bergumam lirih. Sesak di dadanya mulai terasa. Bagaimanapun juga marfel masih memiliki cinta untuk ariana meskipun itu hanya sedikit. Buktinya hatinya masih sangat sakit jika mengingat kebersamaan ariana dan david malam itu. Yang paling menyakitkan lagi adalah ariana yang terus saja pergi dengan david meski tau mobil yang marfel kendarai menabrak pembatas jalan.

“Apa kamu sudah tidak mencintaiku sedikitpun ariana?”

Marfel menelan ludahnya susah payah. Usaha mendapatkan ariana dulu tidaklah gampang. Marfel bahkan sampai menahan malu saat di marahi oleh orang tua ariana di depan banyak orang. Tapi sekarang ariana menghancurkan semuanya. Ariana menghancurkan hati juga perasaan marfel karna mempunyai hubungan gelap dengan david di belakang marfel.

Ceklek

Pintu ruangan marfel terbuka memunculkan sosok laura yang membawa rantang di tanganya. Seperti biasanya, gadis itu selalu berpenampilan sederhana namun tetap terlihat menawan di mata marfel dan mungkin juga di mata pria lain seperti nana.

Marfel tersenyum diam diam. Pesona laura begitu kuat. Tubuhnya yang ramping dan selalu pantas mengenakan pakaian seperti apapun. Bahkan hanya mengenakan kaos oblong biru di padukan dengan jins hitam saja sudah sangat menawan menurut marfel. Apa lagi melihat wajahnya yang selalu berseri dan begitu manis.

“Tuan saya datang.”

Laura memberitahu kedatanganya pada marfel sambil meletakan serenteng rantang yang di bawanya di atas meja didepan sofa yang ada di seberang meja kerja marfel.

“Ya laura..” Angguk marfel.

Laura menghela napas. Gadis berkuncir tinggi itu kemudian mendudukan dirinya di atas sofa. Laura memejamkan sesaat kedua matanya kemudian membukanya kembali. Nana terus menelponya sedari kemarin. Nana juga terus mengiriminya pesan singkat meminta maaf padanya dan menjelaskan semuanya.

“Apa aku yang terlalu berlebihan?”

Laura tampak memikirkan sikapnya sendiri pada nana. Gadis itu merasa dirinya terlalu berlebihan tapi ucapan nana benar benar sangat tidak laura duga. Nana adalah sosok yang sangat menghargai orang lain. Entah itu orang miskin ataupun kaya bahkan gelandangan sekalipun. Tapi padanya, nana mengatakan hal yang sangat mustahil untuk laura percaya tapi nyatanya memang benar dan laura mendengar sendiri.

Di meja kerjanya marfel mengeryit melihat laura yang melamun. Laura datang dengan senyuman di wajah manisnya namun akhirnya duduk menyendiri dan melamun di sofa.

“Apa ini masih karna si baju kuning itu lagi?” Batin marfel yang enggan menyebut nama nana.

Marfel menghela napas pelan. Pria itu mencoba mencari cara agar bisa mengalihkan perhatian laura. Marfel tidak mau istri kecilnya pusing sendiri karna memikirkan pria yang bukan siapa siapanya.

“Laura..”

Panggilan marfel tidak berhasil membuat laura menoleh. Sepertinya pikiran gadis itu benar benar sedang di kuasai oleh masalahnya.

Marfel berdecak. Marfel sangat tidak suka laura memikirkan pria lain padahal sedang bersamanya.

“Laura.”

Panggilan kedua marfel berhasil menyentakan laura. Gadis itu langsung menoleh dan menatap marfel sebal karna sudah mengagetkanya.

“Apa?!” Sautnya dengan nada kesal.

“Laura kepalaku pusing. Perutku juga sedikit mual. Sepertinya aku masuk angin. Kamu bisa tolong pijitin aku tidak?”

Laura berdecak. Marfel selalu saja mempunyai alasan merepotkanya.

“Saya juga lagi pusing sendiri tuan. Tuan jangan manja deh.”

Kedua mata marfel melebar. Laura mengatainya manja.

“Berani sekali dia mengataiku.” Batin marfel merasa gemas pada laura.

Marfel menarik napas panjang kemudian menghembuskanya pelan.

“Laura kamu..”

“Tuan mau mengadukan saya pada nenek saya? Tuan itu kekanak kanakan banget sih?”

Laura menyela ucapan marfel dan menebak marfel akan mengancam dengan mengadukanya pada neneknya.

Marfel mengepalkan tanganya saking gemasnya pada gadis berkuncir tinggi yang masih tetap duduk anteng di sofa seberangnya itu. Marfel tidak pernah bertemu dengan gadis seberani laura. Ariana saja tidak seberani itu padanya. Ariana tidak pernah menolak keinginanya.

“Kamu berani membantahku laura?” Tanya marfel dengan nada penuh penekanan pada laura.

Laura memutar jengah kedua bola matanya. Mengurus marfel sudah menjadi kewajiban untuknya. Dan semua itu tentu saja karna laura merasa berhutang pada ariana.

“Andai tuhan menjatuhkan uang sekarung dari langit untukku akan aku berikan semuanya pada nyonya ariana. Setelah itu aku akan lari sejauh mungkin dari orang orang menyebalkan ini.” Batin laura mendumel.

Laura bangkit dari duduknya kemudian mendekat pada marfel. Laura langsung memposisikan dirinya di belakang kursi yang di duduki marfel kemudian menyentuh kepala marfel dan memijitnya dengan lembut.

“Dari tadi dong begitu.” Senyum marfel merasa senang mendapat pijitan lembut dari laura di kepalanya.

Sedangkan laura mencoba menahan rasa kesalnya pada marfel yang semakin hari semakin menyebalkan.

“Oya laura.. Nanti setelah makan siang temani aku ke salon yah.. Kan kamu bilang rambut aku udah kepanjangan.. Jadi temani aku potong rambut. Sekalian kamu pilihkan gaya rambut yang bagus untukku ya..”

Mendengar itu laura berlahan tersenyum. Tiba tiba sebuah ide bagus untuk mengerjai marfel melintas di otak pintarnya.

“Oke.. Nggak masalah tuan. Tapi bener yah.. Harus saya yang pilihin gaya rambut buat tuan.”

Marfel mengeryit. Mendadak perasaanya tidak enak. Marfel yakin laura pasti memiliki rencana lain untuknya.

“Eemm.. Nggak deh ra.. Biar aku sama joshua saja nanti. Kamu pulang saja.” Kata marfel berubah pikiran.

“Et.. Nggak bisa tuan. Istri tuan kan saya bukan tuan joshua. Apa yang sudah tuan katakan tidak akan bisa tuan tarik lagi..” Senyum laura merasa puas.

1
223
sukaaa
223
sukaa
evita19
udah baca sejauh ini blm ada tindakan yg pasti dari pura pura buta nya
Retno Palupi
Luar biasa
Retno Palupi
yg cari wanita lain kan kamu sendiri? kenapa jd g rela?
Zur Thoib
ceritanya bagus Thor..... semangat 💪
Zur Thoib
Kecewa
Zur Thoib
Buruk
Rhaniie
Luar biasa
Bang Ken
sangat sangat sangat menyentuh
Rosnaeni Ros
cerita nya bosankn / kurang greget
Rosnaeni Ros
ihh laura ny trllu munafik
Siti Nurlelah
kok aku jadi gereget sendiri sih?
si Ariana itu selingkuh kenapa gak terciduk coba. malah seperti tidak terjadi apa2.
harusnya si Jo itu selidiki setiap ariyana selingkuh dan rekam juga perbuatannya buat bukti.
Abis itu ya gimana kek si Marfel bertindak tegas gitu loh.
ceraikan sekaligus penjarain si David karna nidurin istri org🤦
plis deh Thor yg tegas gitu loh ceritanya jgn di situ2 mulu
Nur Lela
❤️❤️❤️❤️
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lha si david jg go*lok...udh tau noh ariana cinta mati m lakinya...elu cuma dimanfaatin doang...sadarrr
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lah si marvelnya jg gitu..udh ditantang ariana cere gc dikabulin...toh bukti" jg udh kuat...aneh
Hijrah Dwi Rahayu
kembar 3 knp ngk sc ya, resiko banget yak
Mami Ani Aryani
nana koq goblok banget sih..
mosok daffa pria yg hampir sempurna koq bisa bisanya di tolak jd menantu..
trus, yg mo dijodohin sm klara cowok yg sperti apa.
Mami Ani Aryani
😂😂😂😂😂😂😂
Mami Ani Aryani
laura, sosok ibu yg hebat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!