NovelToon NovelToon
Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Romantis
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: viole

Nama Cahaya Mirwa Pelangi, biasa dipanggil Pelangi usia 20 tahun, seorang gadis yang bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja, hidupnya nampak aneh karena dihadapkan oleh tuan muda yang kaya raya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viole, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

" lo bisa ikut gue? " tanya Zarow to the poin.

Tak ingin menjadi bahan perhatian di dalam kantor Satpol saat ini Zarow akhirnya mengajak Pelangi untuk kearah mobilnya. Rencananya sore ini selain untuk mengembalikan hp milik Pelangi ia juga sekaligus akan mengantar Pelangi untuk pulang ke rumahnya.

Ia masih terus melihat kearah Pelangi yang saat ini sudah melihat kearahnya, saat turun dari mobilnya ia lupa mengenakan maskernya sehingga siapapun akan dengan mudah mengenali dirinya.

" oh iya boleh pak " jawab Pelangi sambil mengangguk.

" apa?, pak? " ulang Zarow

Zarow mengulang perkataan Pelangi yang memanggilnya dengan panggilan pak padahal kemarin saat berada di rumah panggilannya sudah berubah menjadi mas meskipun baginya panggilan tersebut terdengar lucu & tak cocok untuknya tetapi setidaknya lebih baik dari pada di panggil pak pikirnya.

" astagfirullah, anu iya mas " jawab Pelangi lagi sambil tersenyum yang membuat matanya agak menyipit tak terlihat senyumnya karena tertutup masker.

Zarow lalu agak minggir untuk memberikan jalan Pelangi yang masih berdiri di antara meja & bangku kerjanya, setelah Pelangi berada disebelahnya mereka berdua lalu berjalan bersama ke arah luar.

Zarow menggelengkan kepalanya tak mengerti mengapa ia melakukan hal seperti ini dengan Pelangi, ia melakukan hal-hal yang tak biasa ia lakukan dengan wanita lain, seperti perhatian kecil yang ia lakukan saat ini untuk memberikan jalan kepada Pelangi & menunggunya untuk berjalan beriringan.

Doni yang berada di meja kerjanya hanya bisa terbengong-bengong sambil menganga membuka mulutnya terkejut melihat tuan muda Zarow datang menemui Pelangi & mengajaknya untuk pergi kearah luar. Ia sampai berdiri menengok memperhatikan kepergian teman baiknya.

" gak salah liat kan itu tadi gue, pak Zarow atau siapa ya, tapi kalo gue perhatiin emang pak zarow, gak mungkin lah mata gue salah liat, mau ngapain dia sama Pelangi? " kata Doni yang saat ini sudah berdiri & berbicara sendiri.

Pelangi masih terus berjalan kearah luar beriringan bersama dengan tuan muda Zarow, sekilas ia menoleh kearah belakang melihat kearah temannya yang saat ini telah berdiri melihat kepergiannya. Pelangi menggelengkan kepalanya melihat Doni yang seolah kepo dengan kepergiannya.

Setelah berada di dekat mobil miliknya Zarow mulai membukakan pintu mobil untuk Pelangi agar Pelangi masuk kedalam mobil miliknya, Pelangi masih diam melihat kearahnya & tak kunjung masuk kedalam mobil.

" silahkan " kata Zarow mempersilahkan Pelangi untuk masuk kedalam mobil miliknya.

" emang kita mau kemana mas? " tanya Pelangi.

Pelangi masih diam di tempatnya menunggu jawaban dari Zarow yang tak kunjung menjawab pertanyaannya, pria kaya tersebut masih tetap berdiri di dekat pintu mobil miliknya masih setia menunggu dirinya untuk masuk kedalam mobilnya.

" masuk aja dulu " jawab Zarow singkat.

Setelah mendengar jawaban dari Zarow tanpa pikir panjang ia kemudian masuk kedalam mobil tersebut, ia melihat Zarow yang nampak sedang berbicara dengan sopirnya yang bernama pak Handoko entah apa yang mereka bicarakan karena Pelangi tak bisa mendengarnya & tak ingin berusaha mendengar pembicaraan mereka berdua.

Tak mau kepo dengan urusan orang ia menatap kearah lain sambil melihat jam ditangannya, sebentar lagi waktunya ia untuk pulang bekerja, di benarkannya jilbab yang ia kenakan yang agak berantakan karena tertiup angin sambil melihat kearah kaca spion mobil.

Zarow membuka pintu mobil & duduk di kursi kemudi tepat di sebelah Pelangi, ia mulai membenarkan duduknya & menutup pintu tersebut kembali, ia menatap kearah depan sambil menyenderkan duduknya di kursi kemudinya.

Melihat Zarow masuk ke dalam mobil & duduk di kursi kemudinya, Pelangi nampak kebingungan karena bukan pak Handoko yang duduk di sana, justru saat ini pak Handoko masih tetap berada di luar cukup jauh dari mobil milik tuan muda Zarow.

Mobil masih tetap diam di tempat & tak sedikitpun bergerak, ia memperhatikan tuan muda Zarow yang seolah mengambil sesuatu dari saku jasnya.

" nih " Zarow menyodorkan ponsel milik Pelangi sambil melihat kearahnya.

Setelah ponsel tersebut telah berpindah tangan darinya ke tangan Pelangi ia lalu menatap kearah depan dengan tenang tanpa takut jika Pelangi menanyakan sesuatu yang mencurigakan tentang ponselnya.

" makasih ya mas udah mau jauh-jauh anter hp gue, jadi gak enak nih, padahal tadi gue ke kantor mau ngambil sendiri loh mas, cuman lupa kalo mas Zarow kan orang penting, jadi gak gampang buat ditemuin sembarangan " kata Pelangi panjang lebar.

Ia lalu meletakan ponsel miliknya kedalam saku bajunya tanpa memeriksa ponselnya terlebih dahulu, mengingat kejadian kemaren saat Zarow mengambil ponselnya saat ia sibuk sendiri dengan ponselnya rasanya memang dirinya lah yang tak sopan kemaren pikirnya.

" lo tadi ke kantor gue?, kenapa gak langsung naik? " tanya Zarow melihat kearah Pelangi.

" ih main naik aja, gue mah tau diri mas & gue juga gak bisa nyalahin prosedur kantor lo lah mas, kesannya gak tau aturan banget gue, emang gue siapa? " jawab Pelangi panjang lebar sambil menggelengkan kepalanya & tersenyum.

" lo calon gue, lo lupa kalo beberapa hari yang lalu orang tua gue udah dateng ngelamar lo "

Sontak Pelangi terkejut menoleh kearah Zarow mendengar kata-kata Zarow, ia bahkan belum memberikan jawaban untuk lamaran tersebut, Pelangi lalu melihat kearah lain.

" lo kapan kasih jawaban lamaran itu? " tanya Zarow.

Pelangi memejamkan sekejap matanya sambil menggigit bibirnya sendiri karena mendengar kata-kata Zarow yang akhirnya menanyakan perihal lamaran darinya, sebenarnya memang sudah waktunya ia memberikan jawaban apalagi mengingat saat ini ayahnya sudah pulang.

" insyallah besok malam ya mas " jawabnya singkat sambil melihat kearah Zarow.

" oke " kata Zarow singkat sambil menghembuskan nafas kasarnya, " ya udah kita pulang sekarang biar gue anter lo " kata Zarow lagi.

Zarow tau jika saat ini sudah waktunya Pelangi untuk pulang karena sudah banyak teman-teman kerjanya keluar dari kantor Satpol dengan menggendong tas mereka masing-masing.

" eh gak usah repot-repot mas gue balik sendiri aja, soalnya gue bawa motor kok " tolak Pelangi dengan halus.

Seperti biasa ia memang selalu berangkat bekerja & pulang bekerja dengan mengendarai kendaraan beroda duanya begitu pun hari ini.

" tar motor lo biar di bawa sama pak Handoko " kata Zarow lagi sambil menyalakan mobilnya.

" eh mas tapi tas gue masih di dalam " kata Pelangi mencegah Zarow.

Zarow mulai mengendarai mobilnya tanpa mengindahkan kata-kata Pelangi, mobil terus berjalan menjauh dari gedung kantor Satpol, ia tak perduli meskipun Pelangi tak ingin pulang dengannya kesempatan bagi Zarow karena Pelangi sudah duduk manis di dalam mobil sehingga mau tak mau saat mobil berjalan wanita tersebut hanya pasrah.

Pelangi celingukan melihat kearah belakang lalu melihat Zarow & kembali duduk tenang di tempatnya kembali, ia hanya mampu menggelengkan kepalanya sambil beristighfar dalam hatinya & mengelus dadadnya.

" mas bisa gak sih jangan seenaknya sendiri, itu kan barang-barang gue masih di kantor mas " kata Pelangi sambil melihat kearah Zarow.

Zarow melihat kearah Pelangi yang baru saja mengatakan sesuatu padanya sekilas, pandangannya ia buang kearah jendela pintu mobilnya, di ambilnya ponselnya untuk menghubungi pak Handoko.

📞tut....tut......

" hallo pak, tolong bapak sekalian ambil barang-barang Pelangi ya " perintah Zarow pada pak Handoko, ia lalu menoleh kearah Pelangi, " kunci motor lo dimana? " tanya Zarow pada Pelangi.

" di kantong tas gue sebelah kanan "jawab Pelangi cepat.

" di kantong sebelah kanan pak, pak jangan sampe ada satu pun barang Pelangi yang ketinggalan " Zarow memperingatkan pak Handoko.

Ia lalu mematikan panggilan telpon pada pak handoko & meletakan ponselnya kembali, wajahnya masih terlihat tenang terus fokus di kemudinya sambil melihat kearah depan.

" udahkan?, lo gak usah khawatir gue jamin barang lo gak bakal ada yang ketinggalan, kalo ada yang ketinggalan tinggal suruh pak handoko balik ke kantor lo lagi " kata Zarow tanpa melihat kearah Pelangi.

Pelangi tak mengerti dengan jalan pikiran pria kaya yang saat ini telah duduk di sebelahnya di bangku kemudinya, ia hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya keheranan.

Ia berpikir jika sikap otoriter Zarow terlalu mendarah daging hingga semau-maunya sendiri dengan kekuasaannya, ia terus mengucapkan istighfar didalam hatinya agar tak emosinya tak terpancing.

Melihat sikap Zarow saat ini ia jadi semakin bimbang untuk memberikan jawaban apa besok malam, sedangkan tadi Pelangi terlanjur berjanji kepada Zarow akan memberikan jawaban dari pinangan Zarow besok malam.

Jujur saja Pelangi sebenarnya sangat mengidam-idamkan calon suami yang bisa ia ajak untuk menyempurnakan imannya kepada allah, jika melihat Zarow seperti ini Pelangi jadi berpikir jika Zarow tak akan bisa menjadi imam seperti yang ia harapkan.

Pelangi menggeleng-gelengkan kepalanya sambil beristighfar kembali dalam hatinya lalu membuang jauh-jauh pikiran buruknya kepada Zarow tak ingin berpikiran suudzon kepada Zarow karena setiap manusia pasti bisa berubah apalagi ia tak begitu mengenal baik tentang Zarow.

" mas gue boleh nanya gak? " tanya Pelangi akhirnya membuka suara.

Zarow menoleh kearah Pelangi mendengar Pelangi akhirnya bersuara setelah ia pikir gadis yang duduk di sebelahnya sedang kesal dengannya & tak akan berbicara padanya.

Ia tak bisa melihat ekspresi wajah Pelangi saat ini karena ia masih terus mengenakan maskernya padahal sedari tadi Zarow tak mengenakan maskernya.

" sebelum lo tanya, bisa gak kalo lo lepas masker lo dulu? " jujur Zarow yang ingin melihat wajah Pelangi saat ini.

Ia sontak melihat kearah Zarow yang menginginkannya untuk melepaskan maskernya padahal mereka berdua masih berada di jalan & belum sampai di rumahnya.

" tapi kita masih di jalan lo mas, itu namanya gak mem "

" gak mematuhi protokol kesehatan kan?, tapi ini kita berdua aja loh di mobil, jarak kita juga jauh, apa yang lo khawatirin " kata Zarow memotong kata-kata Pelangi.

Lagi-lagi ia hanya mampu menggelengkan kepalanya karena belum sempat ia melanjutkan kata-katanya malah sudah dipotong oleh Zarow, padahal jelas-jelas tuan mida Zarow sudah tau dengan peraturan protokol kesehatan tetapi saat ini ia masih melanggarnya dengan tak mengenakan masker saat berada di luar rumah.

Tak ingin berdebat Pelangi hanya diam saja, ia berpikir pria di sebelahnya tersebut bukan lah tipe orang yang gampang mengalah, Zarow adalah tipe-tipe pria yang sangat suka mendebatkan sesuatu meskipun itu hal sepele.

Apalagi mengingat sikap otoriternya, ia yakin pria di sebelahnya tersebut hanya bisa memikirkan pendapatnya sendiri tanpa bisa memikirkan pendapat orang lain, padahal sebenarnya peraturan ya tetap peraturan & harusnya tak boleh dilanggar pikirnya.

" astghfirullah sabar-sabar " batin Pelangi.

" mau tanya apa? " tanya Zarow lagi.

Zarow mulai bertanya pada Pelangi karena tak kunjung melepaskan maskernya juga seperti permintaannya, Pelangi memang tak seperti wanita-wanita yang pernah dekat dengannya yang sangat penurut dengan apapun perkataannya.

" nanti aja lah mas, soalnya gue gak bisa buka masker gue kalo masih di jalan kaya gini, masa sih gue ikut ngerajia orang yang gak pake masker tapi gue sendirinya juga gak patuh gak pake masker, kan harusnya gue kasih contoh yang baik mas " terang Pelangi panjang lebar.

Sebagai aparat yang ikut terjun langsung dalam pemberlakuan PSBB bersekala dilingkungan sekitar dirinya juga harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat.

" mas Zarow juga kan harusnya terus pake maskernya, itu kuman sama virus gak bisa diliat pake mata telanjang, kalo tertular yang rugi kan mas juga " jelas Pelangi lagi.

Seolah menurut Zarow lalu mengambil sebuah masker dari laci mobilnya yang sangat rapi, diambilnya sebuah masker kesehatan yang berada disebuah kotak.

Karena melihat Zarow seperti kesulitan mengambil maskernya yang masih di dalam kotaknya, Pelangi membantu Zarow untuk mengambilkan satu masker untuknya, ia lalu menyodorkan masker tersebut kepada Zarow.

" nih " singkat Pelangi yang menyodorkan masker yang ia ambil dari kotak yang di ambil Zarow.

Zarow sekilas melihat Pelangi yang membantunya mengambilkan masker kesehatan untuknya lalu kembali lagi fokus melihat ke depan.

" bisa gak lo pakein gue sekalian? " tanya Zarow

Ia pikir tak akan mudah tuan muda Zarow untuk mengenakan masker tersebut sendiri apalagi mengingat tuan muda Zarow yang masih sibuk dengan kemudinya.

" iya, permisi ya mas " kata Pelangi yang mulai memakaikan masker kepada Zarow.

Ia telah mengenakan masker saat ini, maskernya baru saja di pasangkan oleh Pelangi, ia tersenyum kecil saat ini merasa ada sedikit rasa senang dihatinya, entah mengapa pikirnya ia bisa senang.

" jadi tadi mau nanya apa? " tanya Zarow mengingatkan Pelangi tentang pertanyaannya.

Lagi-lagi Pelangi menoleh kearah Zarow yang barusan bertanya kepadanya, kemudian ia melihat ke sisi kirinya melihat kearah luar mencoba meyakinkan apakah pertanyaannya nantinya tak akan menyinggung Zarow.

" apa? " sekali lagi Zarow bertanya.

" eh iya mas, tapi mas Zarow jangan tersinggung ya sama pertanyaan gue " jawab Pelangi.

" ok " kata Zarow singkat.

Pelangi membuang nafas kasarnya merasa yakin akan menanyakan perihal ini kepada Zarow karena telah mendapatkan persetujuan.

" mas Zarow sholat gak? " tanya Pelangi.

" enggak, kenapa emang? " tanya Zarow balik kepada Pelangi.

Zarow heran mengapa gadis di sebelahnya tersebut menanyakan perihal sholat bahkan ia pun tak terlalu ingat kapan ia terakhir melaksanakan sholat karena setelah lulus SD ia & kedua orangtuanya tinggal di luar negri & kedua orangtuanya tak pernah mengajarinya tentang apa itu sholat.

1
Jumadin Adin
ku pikir sdh end krn lama pake banget
Wahyu Dili P. Purniyawati
Luar biasa
Miranda Diponegoro
tolong lanjut donl
Miranda Diponegoro
lanjut
Nuranie Bageur
lankiut
Nuranie Bageur
lanjuut
Nuranie Bageur
menarik bagusss lanjuuuut upnya yng banyak
Nuranie Bageur
lanjuut
Yaris
ya Allah akhirnya ada lanjutanya kirai dah nggak lanjut
othor boleh nanya gak sihh... othor orang kalimantan ya?
maaf ya thor bukan nya sok sok an gitu.. tapi lebih baik kalau nya yg muda itu gak usah pake bahasa elu gue ke yang lebih tua.. ya gak nape² juga sih ya pake elu gue.. tapi rasa gimana gitu ya.. maaf ya thorrrr maafffff🙏🙏
langsung ke inget si rumana ehhhh.. kalo gitu visual zarow nya bang roby aja dehh (tukang bubur naik haji) 😅
Irni Yusnita
bagus 👍
Syahrizal Bento
m
Hartini Bayu Pratama
lanjut thor
Hartini Bayu Pratama
Luar biasa
✨Nak Rank Malayu✨
tetap semangat kak,d tunggu kelanjutannya💪🏻💪🏻
Adriana Gitsa
tetap semangat nulis ya Thor 💪🤗
Dwi Purwati
lanjut kak....
Asyatun 1
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!