NovelToon NovelToon
Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.

Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.

Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga

Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.

Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.

Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.

Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.

Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.

Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan Sistem

Alina menggali tanah lebih dalam, dan setelah beberapa waktu lamanya menggali, ia kembali berhasil menaikkan kotak kayu lainnya.

Begitu di buka, di dalam kotak kayu itu terdapat sebuah kunci, buku catatan, dan album foto yang terbungkus sangat rapi, membuanya aman terlindungi.

“Ada juga surat.”

Secarik kertas yang sebelumnya dikira surat, tapi begitu Alina membuka lipatan kertas itu, barulah terungkap kalau itu bukan surat, melainkan kertas yang bertuliskan sebuah alamat, dan di bawah alamat tertulis informasi Gudang benih alami.

[Ding!]

[Pemilik Sistem telah berhasil menemukan harta warisan berupa gudang benih alami yang keberadaannya sangat rahasia.]

“Jadi, apa gudang ini sekarang adalah milikku?”

[Ding!]

[Benar, gudang dan isinya adalah milik Pemilik Sistem.]

Mendengar itu Alina di satu sisi merasa senang, tapi di sisi lain ia merasa penasaran, penasaran apa saja yang tersimpan di gudang itu.

Setelahnya, perhatian Alina tertuju ke alamat gudang yang tertulis jelas di secarik kertas, dan karena saya, ingatnya yang sangat baik, cukup sekali baca ia langsung mengingat alamat itu, membuatnya bisa menghancurkan secarik kertas itu dengan menyobeknya, lalu membiarkan sobekan kertas hilang tertiup angin pagi yang tiba-tiba berhembus dari arah timur.

Sebenarnya ia bisa saja menyimpan kertas itu di ruang penyimpanan Sistem, tapi ia merasa lebih aman jika kertas itu dihancurkan.

Setelah memastikan kertas hilang terbawa angin dan di dekatnya tidak ada keberadaan orang lain. Alina menyimpan kotak kedua beserta isinya ke dalam ruang Sistem.

Begitu memastikan tidak ada yang tersisa di dalam lubang. Sebelum pergi, Alina menutup lubang, memasukkan dua batu besar sebagai ganti dua kotak kayu yang telah ia ambil.

Memastikan lubang tertutup dengan sempurna, perhatian Alina seketika tertuju pada pohon jambu air yang sedang berbuah lebat, dan sebagian besar telah siap dipetik.

“Sepertinya tempat ini jarang dijamah tangan manusia,” gumamnya, lalu ia mulai memanjat barang jambu yang miring seolah roboh, membuatnya tidak kesulitan memanjat.

[Ding!]

[Mendeteksi Buah Segar Alami Yang Bisa Diperjualbelikan]

[Satu Kilogram Jambu Air Alami Bisa Terjual Seharga 100 Poin Sistem ~ Harga Terendah.]

Sreek!!

Hampir saja Alina jatuh karena terkejut begitu mendengar informasi yang disampaikan Sistem.

“Sistem, bukannya harga itu terlalu tinggi?” tanya Alina.

[Ding!]

[Harga bisa lebih tinggi dari yang telah disebutkan.]

“Kamu benar, ternyata itu harga terendah.”

Alina dibuat geleng-geleng kepala begitu sadar jika harga 100 Poin Sistem yang membuatnya, ternyata itu hanyalah harga terendah, dan bisa saja harganya lebih tinggi dari itu.

“Harga sangat mahal, dan karena ini buah yang jika tiba musimnya tiba akan kembali berbuah, aku bisa bebas mengambil sebanyak-banyaknya!”

Tidak menyia-nyiakan kesempatan besar di depan mata, Alina langsung saja memetik sebanyak-banyaknya jambu air yang sudah siap dipanen, lalu menyimpannya kedalam ruang penyimpanan Sistem.

Ukuran jambu air sangat besar, dan hanya butuh beberapa buah untuk mendapatkan berat 1 Kilogram.

Setelah hampir satu jam memanen Jambu Air yang memang sudah siap dipanen, Alina yakin telah berhasil memetik puluhan Kilogram, dan semuanya tertata rapi di ruang penyimpanan Sistem, kapanpun ingin dijual, buah-buah itu akan tetap dalam kondisi terbaiknya.

“Saatnya pulang!”

Dengan langkah ringan dan senyuman cerah yang menghiasi wajah cantik alami miliknya. Alina cepat saja tiba di rumah yang lampu bagian depan masih menyala, sengaja belum dimatikan supaya orang yang melihat rumah kayunya mengira ia masih tidur.

Sampai di rumah, hal pertama yang dilakukan Alina adalah bersih-bersih, tapi pagi ini dia belum berani mandi karena masih kalah bertarung dengan dinginnya air, dan ia tak begitu suka mandi dengan air hangat.

Hanya sekedar membersihkan tangan, kaki, dan membasuh mukanya. Begitu semua selesai dilakukan, Alina pergi ke warung kelontong di Desa, membeli beberapa kebutuhan pokok seperti telur dan sayuran.

Sayuran yang ditanam di ladangnya masih harus menunggu beberapa minggu lagi untuk bisa dipanen, jadi ia memutuskan membeli sayur untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Saat ini waktu menunjukkan pukul enam pagi, dan di warung kelontong yang buka sejam satu jam lalu, tempat itu lumayan ramai pembeli, dimana Alina menjadi salah satu pembeli di tempat itu.

Hanya membeli apa yang dibutuhkan termasuk beberapa bungkus mi instan yang merupakan makanan favoritnya. Begitu mendapatkan apa yang ingin ia beli, Alina langsung pulang dengan berjalan kaki.

“Di desa ini sudah banyak yang memiliki motor sendiri bahkan mobil. Jadi aku bisa membelinya dan tidak akan membuat orang-orang aneh saat melihat aku membeli kendaraan, terutama saat ini aku sangat membutuhkan motor.”

Di rumah, Alina sama sekali tidak memiliki kendaraan untuk bepergian.

Jika hanya bepergian di dalam Desa, dia bisa berjalan seperti penduduk Desa lainnya.

Tetapi jika itu harus pergi ke Kecamatan atau tempat yang lebih jauh, jelas ia membutuhkan kendaraan, paling tidak ada sepeda, atau jika memang bisa kebeli, ia menginginkan motor, walau itu hanya motor bekas keluaran lama.

[Ding!]

[Sistem membawa kabar baik dari Sistem Induk.]

Mendengar itu, Alina yang masih di jalan, ia mempercepat langkah kakinya supaya segera tiba di rumah.

Dia sangat penasaran kabar baik apa yang ingin disampaikan oleh Sistem, dan begitu tiba di rumah, Sistem langsung menyampaikan banyak informasi.

[Ding!]

[Sebelumnya Sistem masih dalam proses penyesuaian dengan Pemilik yang baru, dan baru-baru ini proses penyesuaian telah selesai.]

[Ding!]

[Merubah Panggilan Dari Pemilik Menjadi Nona.]

[Ding!]

[Penamaan Dunia Pararel tidak lagi menjadi tanggungjawab Sistem. Nona bisa memberi nama sebuah Dunia atau mengganti nama Dunia yang sebelumnya sudah diberi nama oleh Sistem.]

[Ding!]

[Kolom Status baru sedang dalam proses penyesuaian, bisa kembali Nona akses esok hari.]

[Ding!]

[Nona bisa memberi Nama Sistem.]

[Ding!]

[Sistem bisa berwujud Nyata begitu Nona berhasil menaikkan Level Sistem ke Level 5]

-----

“Suaramu berubah menjadi menjadi menggemaskan, dan sekarang apa yang kamu ucapkan menjadi lebih mudah aku mengerti.”

Sebelumnya Alina merasa bahasa Sistem sangat kamu, mirip dengan bahasa yang sering digunakan robot.

Tapi apa yang baru didengarnya, semua terdengar jauh lebih baik, tapi sayangnya ia belum bisa melihat status miliknya, dan harus bersabar sampai esok hari untuk melihatnya.

[Ding!]

[Sekarang Sistem telah sepenuhnya terbangkitkan, dan beberapa penyesuaian telah dilakukan karena sebelumnya Pemilik Sistem adalah seorang pria, sementara Pemilik baru adalah seorang wanita.]

Alina mengangguk mengerti, dan karena belum ada perdagangan yang pagi ini harus ia lakukan, tujuannya sekarang adalah menyiapkan makanan untuk sarapan, dimana pagi ini ia ingin makan sedikit mewah, baru setelahnya ia akan bekerja lebih keras di ladang yang semakin hidup, seperti hidupnya yang terasa semakin berwarna, apalagi setelah warisan keluarga telah berada di tangan yang tepat, yaitu di tangannya.

1
Tatang
keren
Andira Rahmawati
aaahhhh..lanjut thorrr..💪💪💪💪
Lala Kusumah
wow bang Raka mulai posesif ya nih 🤭🤭😂😂
Lala Kusumah
ciut juga tuh nyali pas ketemu Raka ya 😂😂😂🤭🤭
Lala Kusumah
hajar mereka Alina 💪💪💪
Murni Dewita
💪💪💪💪
Lala Kusumah
wow Raka selalu ada buat Alina ya, kereeeeeennn 👍👍👍
SiPemula: harus itu Hahahaha😄
total 1 replies
Rayyanah Rayya
alur x bagus, penulisan x juga bgus, ga bosen baca x
SiPemula: terimakasih! jangan bosan membacanya!
total 1 replies
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut, semangat sehat ya 💪💪😍
SiPemula: siap, lanjut dan terimakasih🙏
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
SiPemula: siap kak...
total 1 replies
Lala Kusumah
wah siapa Raka sebenarnya ya, penasaran 🤔🤔🤔
Lala Kusumah: ish....
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
siapa Raka sebenarnya hingga Hendrawan takut ketika melihatnya,jadi penasaran
SiPemula: nanti akan terungkap semua
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
SiPemula: ok siap.... 👍
total 1 replies
Rizki Rahmawan
selamat sore menjelang malam semua sehat selalu semangat semuanya 😄😄🙏🙏
SiPemula: sehat selalu juga gan.... 👍
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
SiPemula: siap, double mulai hari ini
total 1 replies
Lala Kusumah
wow....
SiPemula: hehehe
total 1 replies
Lala Kusumah
kereeeeeennn Alina 👍👍👍😍😍😍
SiPemula: makasih kak👍
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
SiPemula: siap kak
total 1 replies
Moh Rifti
lanjut 👍👍😍👍👍👍
SiPemula: siap....
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
SiPemula: ok kak...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!