Mandala, pemuda tampan berusia 24 tahun dari kampung di seberang kota, bekerja sebagai sopir pribadi di sebuah perumahan elit. Tanpa diketahui siapa pun, pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah melainkan jalan untuk menemukan jati dirinya.
Mandala menyimpan kebencian mendalam pada ayah kandung yang tak pernah ia kenal, pria yang ia yakini telah menghancurkan hidup ibunya hingga mengalami gangguan jiwa. Ketika ia ditugaskan mengantar Keyla, putri cantik seorang konglomerat, Mandala yakin takdir sedang memihak dendamnya. Keyla adalah anak dari pria yang ia sebut Ayah.
Cinta pun ia jadikan senjata. Mandala berniat membalas luka masa lalu dengan membuat Keyla jatuh cinta padanya. Namun seiring waktu, perasaan yang tumbuh tak lagi bisa dikendalikan, dan rencana balas dendam perlahan runtuh.
Saat Mandala hampir menuntut pertanggungjawaban, Kenyataan mengejutkan terungkap.
Bagaimana kebenaran tentang Mandala dan bagaimana kisah cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perdebatan orang tua
Sementara malam di perkampungan seberang kota, Mandala masuk ke perumahan sederhana yang ia singgahi sejak ia bayi. Rumah dimana Heni dan Ringgo sang orang tua angkatnya berada.
Motor metik yang ia gunakan sehari-hari segera ia matikan sesudah ia parkir di teras rumah.
Sebelum ia sempat masuk ke dalam rumah, ia duduk sejenak di bangku teras untuk menenangkan diri.
Pikirannya kacau. Tak ada pekerjaan. Tandanya tak ada pemasukan.
Mengandalkan sang ayah, Mandala tidak biasa' sebab sang ayah bekerja sebagai tukang kebun di sekolah.
Di tengah diamnya, ia tak sengaja mendengar sedikit perdebatan sang mamah dan Ayahnya soal hutang, suara itu terdengar di ruang tengah rumahnya. Tak begitu terdengar jelas dari teras, namun suara barusan membuat Mandala semakin merasa kehilangan arah.
Mandala bersandar di bangku menengadahkan wajahnya. Memejamkan mata sejenak. Namun lagi-lagi...
"mengandalkan anak kita? Ya tidak mungkin! Dia kerja untuk kuliah, lagian ... Mandala, dia sudah cukup susah hidupnya, kita harus sadar. Mandala hanya anak yang di titipkan pada kita."
Suara Ringgo terdengar jelas di telinga Mandala di dalam sana.
Mandala diam, mengangkat wajahnya. terdiam kosong.
"ya tapi, dia kan sudah dari bayi dengan kita, mas. Kita anggap dia sudah jadi anak kita sendiri! Bukan anak pak Bayu Pratama lagi. Apa salahnya kita minta tolong sama dia..." suara Heni begitu menusuk hati, ketika nama ayah Keyla di sebut.
Mandala menatap jauh.
Bayu Pratama.
Ayah Keyla.
Jemari Mandala tiba-tiba mengepal kencang. Mandala berdiri dari duduknya, ia memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.
Ia simpan rapat-rapat kekacauan hatinya yang kini tengah bergelut di dalam sana, ia mencoba tenang meski ia tengah pusing sebab pekerjaannya sebagai montir di bengkel mobil sebagai sampingan sembari ia kuliah, ia pasrah harus pupus sampai sini dan harus mencari pekerjaan baru sebagai sampingan.
Mandala melangkah masuk ke dalam rumah. Pintu kayu tua itu menutup pelan di belakangnya, namun tak cukup pelan untuk meredam percakapan yang sempat terhenti saat kehadirannya disadari.
Heni dan Ringgo sama-sama menoleh.
“Mandala... sudah pulang?” tanya Heni cepat, senyum tipis yang dipaksakan terbit di wajahnya.
“Iya, Mah,” jawab Mandala singkat. Ia meletakkan helm di meja kecil dekat pintu, lalu berdiri canggung di ambang ruang tengah. Tatapannya sempat bertemu Ringgo, lalu segera ia alihkan.
Suasana hening beberapa detik. Terlalu sunyi untuk rumah sekecil itu.
“Kamu sudah makan?” tanya Ringgo akhirnya, suaranya dibuat biasa saja.
“Belum. Nanti aja, yah,” jawab Mandala. Ia ragu sejenak, lalu menambahkan, “Aku capek. Mau ke kamar dulu.”
Heni mengangguk pelan. “Kalau gitu istirahat, Man.”
Mandala melangkah menuju kamarnya, namun langkahnya melambat. Ada dorongan kuat di dadanya campuran lelah, takut, dan perasaan terasing yang sejak tadi menekan.
“Mah… Yah,” panggilnya pelan.
Keduanya menoleh lagi.
“Kalau soal uang…” Mandala menarik napas, memilih kata-kata dengan hati-hati. “aku akan usahakan. Aku bakal cari kerja.”
Heni hendak menyela, namun Ringgo lebih dulu bicara. “Kami nggak bermaksud...”
“Aku tahu, yah,” potong Mandala lembut, namun tegas. “Tapi aku nggak mau jadi beban. Apalagi… nyebut orang luar, yang sudah nggak mengakui aku.”
Nama Bayu Pratama tak ia sebut. Tapi mereka semua tahu.
Ringgo mengangguk perlahan. “Mandala...”
"sudah, yah." Mandala hanya tersenyum kecil... senyum yang tak sampai ke matanya. Ia masuk ke kamar, menutup pintu, lalu bersandar di baliknya. Nafasnya terlepas berat. Untuk pertama kalinya malam itu, rasa kehilangan arah benar-benar menelan dirinya.
Ia melangkahkan duduk di tepi kasur, menatap dinding kosong. Dunia terasa terlalu besar, sementara ia berdiri di titik yang terlalu sempit.
Ponselnya bergetar di saku jaket.
Mandala mengeluarkannya, menatap layar.
Satu notifikasi masuk.
Keyla
“Man… kamu sudah sampai rumah?”
Mandala terdiam beberapa detik. Jarinya melayang di atas layar. Ia teringat wajah Keyla di bawah lampu gerbang ... rapuh, namun berusaha tegar. Ucapan yang keluar dari mulutnya sendiri tanpa rencana.
Kamu nggak sendirian.
Ia menghela napas, lalu membalas.
“Sudah. Kamu gimana?”
Tak lama, balasan masuk.
“Capek. Tapi… makasih ya. Serius.”
Mandala menatap pesan itu lama. Ada rasa hangat kecil yang menyelinap di antara sesaknya dada tak menyelesaikan masalah, tapi cukup membuatnya bertahan satu malam lagi.
Ia membalas singkat.
“Istirahat. Jangan dipikirin sendirian.”
Di kamar luas di rumah Pratama, Keyla membaca pesan itu sambil memeluk bantal. Di kamar sempit di rumah sederhana, Mandala merebahkan tubuhnya, menatap langit-langit.
Dua dunia yang sangat berbeda.
Dua hati yang sama-sama retak. Namun saling menguatkan bukan atas nama Cinta, tapi sekedar teman yang mulai saling menemani.
penasaran... di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
duhh Mandala mau magang di hotel milik Arifal? pst Mandala bisa lbh sukses dari Erga 🐱
duhhh Keyla curhat dg Mandala...
Mandala blm sadar klo dia mencintai Keyla 🐱🐱
duhhh Keyla mau nya Mandala kerja di hotel Arifal 🐱🐱
penasaran lanjut nya
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu🤗🥰💪
duhhh Bayu jadi marah sama Keyla karena Keyla lebih pilih Mandala. tapi bnr kata Keyla bahwa Erga bukan org baik...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuuu🤗🥰💪🐱
lahhh Erga tiba-tiba minta maaf tapi Keyla gk percaya. jgn di percaya si Erga 😡😡😡 Erga sama kyak Alira... 😡😡
ciieee Keyla suruh Bi Minah antar Sop buat Mandala🐱🐱
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🤗🥰 penasaran dg cerita nya🤗🤗
duhhh Keyla blg ke Ayahnya gmn Erga tapi Ayahnya gk percaya🥲🥲
duhh anak pertama Arifal dan Citra hilang di bawa Babysitter 🥲🥲
penasaran dg lanjut nya di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🥰🤗💪
jgn² Erga anaknya Alira, Mandala anaknya Arifal.
greget bacanya Sayyy pengen tak palu 😄😄😄😡😡😡
jd sbnrnya mandala ini ank siapa ya 🤔 kok membagongkan. yg gila itu brrti bkn ibu mandala. asli puyeng
duhh Erga gangguin Keyla dan Mandala mulu dasar stress Erga 😡😡
duhhh jantung nya berdebar² gk tuh yaa kan dan Mandala pun gombal ma Keyla 😁😁
dahhh lah Author nya pun senyum² sambil nulis 😁😁😁
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu🥰💪🐱🤗
kenapa tuhhh Erga paksa Keyla bersama nya dahh mulai stress Erga. jgn² Erga anak si Alira soalnya stress nya sama 😡😡
Duhh Mandala dekati Keyla buat balas dendam, kira² Mandala bakal dgr nasehat Bu Heni yaaa???
tapi apa iya Erga anaknya Arifal dan Citra? terus klo bukan Erga anak siapa??
duhhh Mandala bawa Keyla ke rumah nya... 😔😔
emng stres si Erga, dia yg selingkuh, tapi merasa tersakiti seolah-olah jadi korban.
ciieee Keyla merangkul tangan Mandala, panas tuhh Erga marah² gk jelas padahal dia yg selingkuh😡😡
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu🤗🥰💪🐱
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu🥰🤗💪