Wasiat dari sang Ayah membuat Jia harus menikah dengan Pria Tua pemilik grup perusahaan Mi. Jia yang masih berusia 23 Tahun terpaksa menikahi Pria yang usianya sudah 46 Tahun.
Mencintai Pria yang memiliki masa lalu buruk terhadap wanita bukanlah hal yang mudah. Bahkan, hati Japhar sendiri tak bisa menerima cinta dan kasih sayang dari siapapun.
.
Cobaan Di dalam rumah tangga selalu tak bisa ia hindari. Bahkan cibiran-cibiran dari temannya pun selalu ia terima, Mampukah pernikahan ini bertahan?
Penasaran? Lanjut Baca Dong! Ikuti Kisah Perjuangan Cinta Jia Li!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AppleTwisT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 - Teman Lama
Matahari sudah tinggi, Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 Jia masih bersiap untuk pergi ke pesta pernikahan temannya itu.
''Jia! Sudah selesai belum?'' Teriak Japhar yang sedari tadi menunggu dibawah. Hampir 3 jam dia menunggu.
Tak lama kemudian, Jia keluar mengenakan gaun yang di persiapkan kemarin. Dia terlihat sangat cocok menggunakan nya. Lalu dia menuruni anak tangga bak seorang putri. Bi Lyna dan Japhar dibuatnya menganga. Tapi... Japhar terkejut akan make up nya yang menurutnya norak. Pikir Jia dia pasti akan kelihatan lebih cantik jika sedikit menebalkan make up nya itu. Lantas Japhar menepuk jidat.
''Yakin, pake make up setebal itu? Kelihatan menor malah.'' Ejek Japhar sambil tertawa kekeh.
Jia terlihat sebal, dan menjawab dengan cepat. ''Kemarin, katanya aku kelihatan kuno. Heuh.'' Jia mendengus
''Ternyata dia masih mengingat perkataan ku yang kemarin, padahal cuma bercanda.'' Batin Japhar.
Jia kelihatan merengut dan hanya berdiri di depan Japhar.
''Hapus saja make up mu, Jangan setebal itu. kau tetap kelihatan cantik walau tidak berdandan. Dan uraikan saja rambut panjangmu.'' Ucap Japhar tersipu. Memang, saat itu Jia lebih memilih menggulung rambutnya agar kelihatan lebih simpel. namun berbeda pendapat dengan Japhar.
''Lagian, aku tidak ingin kalau istriku menjadi sorotan para lelaki di acara itu.''
Wajah Jia langsung merona bagaikan tomat, Ia langsung berlari menapaki anak tangga. Dan mengerlipkan matanya ke arah Japhar. Ia mengerti maksud perkataan Japhar itu.
''Baiklah! Ucap Jia dengan semangat.
Sepersekian detik dia kembali, Dia sudah menghapus semua make up diwajahnya. Hanya lipstik tipis di bibirnya yang tersisa. walaupun begitu wajahnya tetap merona.
''Ayo pergi, Tuan putriku...'' Ajak Japhar sambil mengulurkan tangannya. Dan menggandeng tangan Jia.
Lalu mereka masuk ke dalam mobil yang telah disiapkan.
''Siapa dia?'' Tanya Jia begitu melihat seorang lelaki yang sudah duduk di kursi supir.
''Perkenalkan, Dia adalah sekretaris ku. Namanya Tian Au.''
Lelaki yang di ketahui bernama Tian itu tersenyum manis saat melihat Jia. Dan menyapanya. ''Selamat Pagi Nyonya Jia.''
Dia pun melajukan mobilnya. Selama perjalanan ketiganya membatu. Sesekali Tian mencuri-curi pandang ke arah belakang, Ia terpesona akan kecantikan Jia.
''Wanita ini, cantik sekali. Padahal sama sekali tidak mengenakan make up. Mengapa dia mau dijodohkan oleh Pria Tua ini!'' Gerutu Tian dalam hati.
.
.
.
.
.
Setibanya di Acara, Tepat di sebuah gedung pernikahan. Japhar sedikit ragu, namun Jia sudah menggandeng nya erat. Mereka pun melangkah masuk ke gedung itu. Baru saja melangkahkan kaki, tampaknya mereka sudah menjadi sorotan. Tapi Jia sama sekali tak peduli.
''Kau yakin?'' Tanya Japhar gugup.
''Yakin dong!'' Jawab Jia dengan tenang.
-
''Lihat tuh, Presider Jia gandeng siapa tuh?''
''Ayahnya?''
''Bukan, Itu kan CEO Grup Mi. Siapa sih yang ga kenal?''
''Eh, Jangan-jangan itu ayah angkat Presider Jia.''
Semua ucapan-ucapan itu terdengar jelas ditelinga keduanya. Namun lagi-lagi Jia sama sekali tak memperdulikan ocehan tamu undangan yang hadir.
Jia hanya memperhatikan para tamu undangan yang sibuk dan sesekali meneguk anggur merah yang tadi dia ambil.
''Jangan banyak-banyak minum itu, Ada alkoholnya.'' Kata Japhar pelan
''Ga apa-apa udah biasa, Segini doang ko.''
Sampai seorang mempelai wanita datang menghampiri, yang tak lain adalah teman lamanya, Alisa.
Alisa adalah teman Jia semasa SMA. Walaupun dulu Alisa sangat membenci Jia, Bahkan sering menyiksa Jia. Tapi, dia adalah satu-satunya teman yang dimiliki Jia sesama SMA karna dulu tak ada yang ingin berteman dengannya. Dengan alasan Jia berbeda dengan anak remaja biasanya, semenjak kematian ayahnya.
''Jia?'' Tanya Alisa kebingungan. Dia tercengang melihat perubahan Jia yang sekarang bahkan hampir tak dia kenali.
''Iya...''
Keduanya berpelukan sebagai tanda pertamanan yang telah lama berpisah. Tampak keharuan pada teman lama itu.
''Siapa dia?'' Tanya Alisa yang tak sengaja melihat keberadaan Japhar disampingnya. seraya melepaskan pelukannya karna dirasa cukup.
Japhar menarik tangan Jia mundur, dan berbisik ke telinga Jia. ''Bilang saja, aku Ayah angkat mu.''
Jia menepis tangan Japhar, lalu kembali ke hadapan Alisa.
''Kalian bisik-bisik apa sih?'' Tanya Alisa kembali sambil tertawa kecil.
''Oh, jangan-jangan dia Ayah angkat mu ya?''
''Sembarangan, Dia suamiku.'' Jawab Jia cepat.
.
.
.
.
.
Bersumbang Bersambung
masa GK bisa nyelidiki apa yg terjd pada jia
revisi mulu
jangan" mereka bukan sodara kandung..
haduh jiwa ghibah ku berteriak Thor