mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 2 hari yang selalu berawal buruk
Pukul tujuh pagi,
Pak Wira dan bu Santi juga kedua kakek dan nenek Yari dan satu orang tante Yari telah berada di meja makan ketika Xyra keluar kamar bersama dengan Yari.
Tatapan mata bu Santi menatap tak suka kepada sosok menantunya itu.
Dan memang selalu seperti itu karena memang bu Santylah sosok yang terlihat paling frontal menolak kehadiran Xyra.
Tidak ia pungkiri, Xyra memang cantik...tapi cantik saja tidak cukup memenuhi kriterianya sebagai menantunya.
Bu Santi ingin memiliki sosok menantu yang bisa ia banggakan di hadapan semua orang.
Sosok menantu yang tidak hanya memiliki paras yang cantik tapi juga terpelajar dan berpendidikan tinggi.
Tidak seperti Xyra yang hanya lulusan SMA saja.
Seorang menantu yang berasal dari keluarga terpandang yang jelas asal usulnya dan yang paling penting sosok menantunya itu juga memiliki harta yang sama dengannya.
Dan jelas jika seperti itu...
maka Xyra tidaklah masuk ke dalam kualifikasinya.
Xyra hanya seorang gadis yatim piatu miskin yang asal usulnya saja tidak jelas.
Dan tentu saja...
Xyra juga tak memiliki secuilpun harta yang bisa ia banggakan di hadapan keluarga sang suami terutama ke dua mertuanya.
Seberapa besar pun pengabdiannya kepada keluarga Yari,
Itu tidak akan pernah cukup dan tidak akan pernah terlihat di mata keluarga suaminya itu, khususnya kedua mertuanya apalagi ibu mertuanya.
Sesampainya di meja makan, dan seperti biasa...
Xyra akan berdiri di sisi Yari dan melayani suaminya itu makan.
Ia tidak akan pernah duduk di antara keluarga suaminya itu selama mereka masih makan dan berada di meja makan.
Giliran Xyra sarapan itu nanti, ketika semua orang telah menyelesaikan sarapannya dan pergi beraktifitas.
" sudah sayang...." ucap Yari lembut ketika Xyra mengambilkan ia nasi berikut lauk pauknya.
Mendengar nada bicara lembut sang putra kepada menantu yang tak ia inginkan itu,
Bu Santi berdecak lirih.
" kalau bicara sama istri itu biasa saja Yari....
apalagi istri yang tidak bisa memberi apa apa padamu.
Bahkan anak saja dia tidak bisa memberikannya padamu...." ucap bu Santi pedas menyindir sang menantu.
Yari menghela nafas dan melirik sejenak ke arah sang istri yang wajahnya telah berubah pias.
Xyra terdiam...
Selalu seperti ini,
Paginya selalu di awali dengan kata kata dan perlakuan buruk ibu mertuanya kepadanya.
" bisanya cuma ngangkang doang gak ada hasilnya......
percuma di kasih makan juga...." ucap wanita itu lagi.
Sungguh menyakitkan memang semua kata yang terucap dari mulut seorang bu Santi untuk seorang Xyra.
Hatinya bagai teriris sembilu mendengar semua itu,
apalagi tidak ada satupun yang mau membelanya.
Termasuk dengan suaminya.
Yari hanya bisa diam dan diam.
Padahal ia tahu persis apa alasannya sehingga Xyra tidak kunjung hamil.
Hal seperti ini sudah sering sekali terjadi sejak ia di bawa Yari masuk ke rumah ini.
Dan seperti biasa, Xyra hanya bisa diam sambil menundukkan kepalanya dalam dalam.
Ia tak berani melawan karena ia cukup tahu diri siapa dirinya di rumah ini.
Ia hanya penumpang...
Setidaknya itulah gelar yang di sematkan keluarga sang suami kepadanya.
" aku sudah selesai...
aku pergi dulu..." Farah adik pak Wira tante Yari menyelesaikan sarapannya lebih dulu kemudian ia bergegas pergi meninggalkan meja makan.
Farah memang tak pernah ikut berkata buruk kepada Xyra tapi ia juga tak pernah membela sosok istri keponakannya itu.
Farah juga hampir tidak pernah bertegur sapa apalagi berinteraksi dengan Xyra.
Bagi Farah...
Xyra hanya lalat yang hanya bisa mengganggu dan tak bernilai sama sekali.
Itulah sebabnya ia tak pernah menganggap keberadaan Xyra di sekitarnya.
Saat bertemu tanpa sengaja di luar pun, Farah lebih memilih membuang muka dan tidak mau menyapa Xyra.
" kapan kamu hamil hemmm.....?! kapan keberadaanmu di sini sedikit saja berguna untuk kami... ?!
kami ini sudah tua kamu tahu....kami ingin melihat anak Yari sebelum kami mati " kembali bu Santi mengomel kepada Xyra sambil melotot menatap kepada menantunya itu.
Dan lagi lagi Xyra hanya bisa diam dan menunduk.
" apa kamu ingin melahirkan anak Yari setelah kami mati nanti agar kau bebas memerintah Yari seenak jidatmu dengan alasan kamu baru saja melahirkan ?!
Dasar wanita busuk tidak tahu diri....
Dengar...hal itu tidak akan pernah terjadi, aku tidak akan mati lebih dulu.
Aku tidak akan membiarkan wanita miskin sepertimu itu memperalat anakku " ucap bu Santi.
" bu...sudah...
ini masih pagi, ingat darah tinggi kamu..."
ucap pak Wira mengingatkan sang istri.
Bu Santi menghela nafas,
" aku selalu kehilangan kesabaran setiap kali melihat wanita ini.
Apalagi saat aku ingat kita tak kunjung punya cucu karena dia "
ucap bu Santi sambil meletakkan sendok dan garpunya kemudian bangkit dari duduknya.
" Yari...pikirkan baik baik niatmu untuk terus memperistri wanita ini,
Kamu butuh keturunan yang akan melanjutkan usahamu.
Ibu sarankan sebelum terlambat, kamu ceraikan saja dia dan cari wanita yang lebih pantas untuk kamu nikahi "
ucap bu Santi lagi sebelum akhirnya ia berlalu dari ruangan itu.
Di susul kemudian pak Wira juga pergi dari sana setelah pamit lebih dulu kepada kedua mertuanya.
Tinggalah kedua pasangan kakek dan nenek Yari dan tentunya Yari juga sang istri yang masih setia berdiri di sisinya sambil menundukkan kepala dalam dalam.
Kakek Ismail dan Nenek Gayatri menatap dalam ke arah istri sang cucu yang semakin menunduk dalam.
Ada rasa tak tega melihat kondisi wanita itu, namun mengingat asal usul wanita itu yang tidak jelas...
Nenek Gayatri menghela nafas.
" seharusnya kau tak membawa wanita seperti ini ke dalam rumah kita Yari....
Karena dengan seperti ini kau sudah menyakiti banyak hati.
Khususnya hati kedua orang tuamu terutama ibumu....
tentu juga hati wanita ini karena ia yang tak kunjung bisa meraih hati kami.
Apa kau sadar...?! sejak kehadirannya di rumah ini,
rumah ini berubah seperti neraka.
Tidak ada yang betah berada berlama lama di rumah ini jika tidak terpaksa " ucap nenek Gayatri pelan tapi sangat tajam seperti belati tajam yang sukses menusuk sampai ke ulu hati seorang Xyra.
" saran nenek...sebaiknya segera kau periksakan dia ke dokter kandungan.
Semakin hari...
Usia kalian tidak akan semakin muda tapi semakin tua.
Sebelum terlambat, cari solusinya...ini sudah hampir tahun kedua pernikahan kalian.
Tapi wanita ini tak kunjung hamil juga..." lanjut nenek Gayatri.
Sama seperti bu Santi,
Wanita tua itu bangkit setelah menyelesaikan kata katanya yang sangat menyakitkan hati seorang Xyra.
Dan selanjutnya di ikuti oleh kakek Ismail.
Tinggalah kini Yari dan Xyra di meja makan.
Perlahan Yari menarik tangan Xyra dan mendudukkannya di kursi di sampingnya.
" sarapan ya..." ucap Yari lembut,
Xyra menggeleng pelan.
" tidak mas....aku tidak biasa sarapan sepagi ini " jawab Xyra masih dengan menunduk tak berani menatap wajah sang suami.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.