Aileen Grizelle Azalea atau biasa disapa Aileen ini kabur dari rumahnya karena tak mau dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Saat kabur dari rumah,entah kenapa ia selalu bertemu dengan cowok yang selalu membuat moodnya down.
Hingga pada suatu hari ia tak sengaja bertemu dengan kedua orang tuanya dan orang tua cowok yang akan dijodohkannya dengannya.Dan mereka kaget karena Aileen kabur tapi malah ditemukan berdua dengan cowok yang akan dijodohkannya.
Setelah itu apakah yang akan terjadi?
Yukkk simak ceritanya...
p.s. Jangan terlalu dianggap serius ceritanya. Ini hanya sebuah fiksi. So, enjoy aja! but, cerita ini masih banyak kekurangan. Dan bagi yang gak suka pernikahan dini, gak usah baca daripada baca tapi berkomentar yang gak enak! Okay?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiniAngraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta maaf
Budayakan like & vote sebelum baca...
Happy Reading
.
.
.
"Lutut kamu yang sakit. Bukan tangan kamu. Kamu pikir lutut yang dipake nyuap? Enak-enakan kamu makan disuap Vano sementara suami kamu belum makan sama sekali karena kemanjaan kamu yang tiba-tiba itu!"
Dan jleb... Aileen menelan salivanya kasar. Apa ia sudah keterlaluan? Ia sedari tadi meminta Vano ini itu karena ia kesal. Dan kekesalan itu ia lampiaskan pada Vano dengan mengerjainya. Oh Tuhan... dia sudah berdosa pada suaminya.
"Yaudah iya. Nanti Aileen minta maaf sama Vano. Puas!" Balas Aileen membuat Vina melotot garang ke arah Aileen.
Aileen menghembuskan napasnya kasar. "Sama MAS VANO," tekan Aileen membuat mamanya tersenyum senang.
"Bagus. Kalau gitu Mama turun dulu ya," pamit Vina mengelus lembut pucuk kepala Aileen sebelum keluar.
Aileen menunggu Vano yang tak kunjung masuk di kamar. Ia terus berpikir, "Kira-kira apa yang dikerjakan Vano? Apa dia marah sama gue?"
Selang beberapa saat kemudian, pintu kamar terbuka. Muncullah Vano yang disambut senyum manis oleh Aileen. Sungguh hal itu membuat hati Vano terasa adem.
Aileen memilin selimut yang menutupi kaki hingga pahanya. Vano memicingkan matanya heran lalu segera ke kamar mandi. Hingga Vano kembali Aileen masih seperti itu, memandang Vano disertai senyuman.
Vano yang tadinya merasa adem kini berubah jadi was-was. Tumben sekali istrinya begini. Apakah istrinya baik-baik saja? Apakah istrinya tidak sedang dirasuki?
"Aileen," panggil Vano pelan menaiki ranjang dan duduk di samping Aileen yang kosong.
Aileen mengambil tangan Vano dan menggenggamnya.
"Maafin aku ya?" Ucap Aileen meremas tangan Vano. Ia sampai menggigit bibir bawahnya keras.
Bagaimana jika Vano tidak memaafkannya? Apa uang jajannya akan berhenti? Meskipun ia punya atm, ia tidak akan sembarang menggunakan uang itu. Biarlah jadi tabungan. Baru ia akan ambil jika ada hal penting.
Meminta pada Bonyok? Yang benar aja. Vano akan lebih marah. Cukup tadi pagi saja. Yawlah Aileen. Baru beberapa hari menikah tapi sudah berapa masalah yang ia buat? Rasanya ia tak pernah menyenangkan hati suaminya. Kasian Vano memiliki istri seperti Aileen. Sungguh sial.
"Kamu nggak maafin aku ya:(" Aileen menunduk sedih saat Vano tak kunjung membalas ucapannya.
Vano diam karena tak tau mengapa Aileen tiba-tiba minta maaf. Apa istrinya itu membuat kesalahan yang tidak diketahuinya? Vano menatap Aileen heran.
"Aku emang udah keterlaluan. Ngerjain kamu. Minta ini itu terus sampai kamu sholatnya ngaret karena layanin aku. Kamu gak ada istirahat sama sekali. Padahal sakit aku cuman segini tapi udah ngerepotin kamu banget," ungkap Aileen masih memilin selimut di atas pahanya. Ia tak berani mendongak menatap sang suami.
Vano akhirnya mengerti. Ia tersenyum lalu mengangkat dagu Aileen hingga mau tak mau Aileen mendongak. Aileen masih tak mau menatap Vano. Ia mengalihkan pandangannya meskipun ia mengahadap Vano.
"Hei, tatap aku!" Pinta Vano sambil mengelus lembut bibir bawah Aileen hingga terlepas dari gigitan istrinya itu. Aileen tak sadar tadi setelah berbicara malah kembali menggigit bibirnya.
"Aku sama sekali nggak merasa direpotkan. Kamu istri aku. Aku harusnya bisa menjaga kamu. Karena kelalaian aku jaga kamu, kamu jadi luka begini," balas Vano yang kini menangkup wajah Aileen.
Aileen menggelengkan kepalanya tak setuju atas apa yang diutarakan Vano. "Tapi cuma luka kek begini. Aku yang ceroboh. Dan kekanakan."
"Bagaimanapun kamu. Kamu tetap istri aku. Tanggung jawab aku. Jangan selalu salahkan diri kamu. Aku nggak mau kamu merasa tertekan dan terbebani karena menjadi istri aku."
"Tapi--"
"Sudah. Pembicaraan selesai. Kita tidur. Vano membaringkan Aileen dan menaikkan selimut hingga sebatas dada Aileen. Lalu Vano mengecup kening dan bibir Aileen cukup lama membuat Aileen menutup matanya meresapi kecupan sang suami. Kecupan yang tulus.
"Good night, my wife," ucap Vano setelah melepaskan kecupannya di bibir Aileen. Benar-benar kecupan. Bukan ciuman. Bibir mereka hanya menempel. Tak ada *******-******* seperti sebelumnya.
Sungguh kecupan selamat malam yang indah. Hingga membuat Aileen jatuh terlelap dengan perasaan yang merekah.
xxx---
Sudah beberapa minggu usia pernikahan mereka. Mereka menjalaninya dengan baik. Meskipun selalu ada saja tingkah laku Aileen yang membuat orang lain menggeleng-gelengkan kepalanya. Tapi itu orang lain, tidak dengan Vano. Ia selalu bisa menghadapi istrinya dengan caranya sendiri. Sungguh beruntung Aileen memiliki suami sepertinya.
Aileen juga sesekali berkunjung ke cafe. Meskipun ia sudah berhenti bekerja. Tapi ia tak datang santai-santai saja. Ia membantu teman-temannya bekerja. Tak ada yang mengetahui status pernikahan Vano dan Aileen di cafe itu. Mereka hanya menganggap bahwa Vano dan Aileen berteman. Mereka juga tidak bertanya macam-macam mengapa Aileen berhenti bekerja tapi masih sering ke cafe dan membantu tanpa digaji pun.
Seperti saat ini, Aileen tengah melap meja yang baru saja ditinggalkan pengunjung. Ia tak menyadari Vano yang sudah berdiri di belakangnya. Hingga Aileen selesai dan membalikkan badannya, dahinya langsung terbentur dagu Vano.
Aileen menabok Vano menggunakan kain lap. Ia kesal. Tapi Vano malah menyimpan lap itu lalu menarik tangan Aileen keluar cafe, "Ikut aku."
Aileen pasrah saja. Entah kemana ia akan dibawa. Ia tak merasa khawatir karena suaminya lah yang membawanya. Akhirnya ia memutuskan untuk tidur saja. Ia tak mau cape-cape bertanya dengan jawaban yang sama, "Ntar kamu juga tau."
Basi!!!
-TBC-
Bonus foto Vano & Aileen
di hp dulu x ya... 🤗🤗🤗
padahal disini dy yg paling nyebelin