NovelToon NovelToon
Supreme Imortal System

Supreme Imortal System

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Sistem / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Pensiun sebagai pembunuh nomor satu karena penyakit mematikan, Kenzo bereinkarnasi ke dalam novel kultivasi buatannya sendiri. Berbekal 'Sistem Sampah' yang ia modifikasi menjadi senjata maut dan pengetahuan sebagai sang pencipta, Kenzo siap membantai siapa pun yang berani mengusik waktu santainya bersama sang putri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Senjata yang Hancur

​"Jadi begitu, kalau itu maumu, maka matilah!" teriak pemimpin kelompok itu.

​Ratusan kultivator melesat maju bagaikan gelombang pasang. Cahaya dari pedang dan tombak mereka menerangi aula makam yang remang-remang. Kenzo menyipitkan mata, kakinya bergeser sedikit untuk mencari tumpuan.

​"Banyak juga musuhku," gumamnya datar.

​DOOR! DOOR!

​Kenzo melepaskan tembakan beruntun. Namun, para kultivator ini berbeda dengan preman pasar yang ia temui sebelumnya. Dengan putaran pedang yang cepat dan lapisan pelindung Qi yang tebal, mereka berhasil memantulkan peluru energi miliknya.

​Ting! Ting!

​"Mereka bisa menangkisnya? Sepertinya aku akan sedikit kesulitan." batin Kenzo. Ia segera melompat mundur, menghindari tebasan kapak yang membelah lantai tempat ia berdiri sedetik lalu.

​Serangan datang dari segala penjuru—bawah, atas, dan samping. Kenzo menggunakan refleks pembunuh bayarannya untuk meliuk di antara celah senjata. Ia kembali menembak, namun musuh sudah lebih dulu bersiap dengan perisai energi.

​'Seranganku tidak akan berguna jika mereka terus waspada seperti ini,' Kenzo mulai merasakan tekanan. Napasnya sedikit memburu.

​Ia melakukan manuver gila, berlari vertikal di dinding aula, melawan gravitasi dengan sisa tenaga Qi-nya. Saat berada di titik tertinggi, ia memutar tubuhnya di udara dan membidik celah sempit di antara kerumunan.

​DOOR!

​"Kali ini mati kau!"

​Peluru itu menembus tenggorokan seorang kultivator yang sedang lengah. Satu jatuh, tapi masih ada ratusan lainnya yang mendekat. Kenzo mendarat dengan tidak stabil dan menoleh ke arah Ling Yue yang berada di kejauhan bersama Lin-er.

​"Ling Yue! Apa kau membawa pedang hitam itu?!" teriak Kenzo di tengah dentingan senjata.

​"TIDAK! Aku tidak ingin menggunakan pedang memalukan itu lagi, jadi aku membuangnya ke tempat sampah sistem!" balas Ling Yue sambil melindungi Lin-er dari sisa-sisa ledakan.

​Mendengar itu, Kenzo hampir saja tersandung ubin jebakan. "Dasar kau ini... Kalau begini, aku akan benar-benar kesulitan!"

​Tepat saat ia mengumpat, tiga kultivator Ranah Inti Emas meluncurkan serangan gabungan. Sebuah tombak panjang melesat ke arah jantungnya sementara dua pedang besar mengincar leher dan kakinya. Kenzo terpaksa menunduk sangat rendah hingga dadanya menyentuh lantai. Angin dari mata tombak itu terasa sangat dingin di atas kepalanya.

​Kenzo mencoba berdiri dan membidikkan pistolnya lagi untuk serangan balasan. Namun, seorang kultivator yang bergerak sangat cepat muncul dari bayangannya dan melancarkan tendangan melingkar yang telak.

​BRAKK!

​Tendangan itu menghantam tangan kanan Kenzo dengan kekuatan penuh. Pistol Qi kesayangannya terlepas, terpelanting ke pilar batu, dan hancur berkeping-keping menjadi partikel energi.

​"Sial!" Kenzo meringis kesakitan. Tangan kanannya gemetar dengan luka robek yang mengeluarkan darah segar. "Aku kehilangan senjata satu-satunya..."

​Kini, ia berdiri di tengah kepungan dengan tangan kosong, sementara telur Ayam Naga masih terikat di pinggangnya. Para kultivator itu menyeringai, perlahan maju untuk memberikan pukulan terakhir kepada sang 'Kreator' yang sudah tidak bersenjata.

​Keadaan berbalik menjadi sangat genting. Kenzo menatap tangan kanannya yang mati rasa, darah merah segar menetes dari sela-sela jarinya, membasahi lantai ubin makam kuno. Kehancuran pistol Qi-nya bukan sekadar kehilangan senjata, tapi juga kehilangan jangkauan serangannya yang paling efektif.

​Para kultivator di hadapannya tertawa mengejek. "Tanpa mainan kecilmu itu, kau hanyalah sampah Ranah Penguasaan Qi yang menunggu ajal!" teriak sang pemimpin sekte sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.

​Kenzo menarik napas dalam-dalam. Matanya yang malas kini berubah menjadi tajam dan dingin, seperti mata seekor predator yang terpojok. "Tangan kosong pun, aku masih bisa mematahkan leher kalian satu per satu," bisiknya dengan suara yang membuat bulu kuduk berdiri.

​Namun, ia tahu ia butuh bantuan. "Kalau begitu aku terpaksa menggunakan tangan kosong. Hei Kucing, bantu aku!"

​Xiao Mao, sang Harimau Level 2 yang tadinya hanya berjaga di dekat Lin-er, mengeluarkan rauman yang menggetarkan seluruh aula makam.

​ROOOOAAARRRR!

​Tubuh Xiao Mao diselimuti oleh aura listrik kebiruan. Dengan satu lompatan besar, ia melesat melintasi aula, cakarnya yang sebesar piring makan langsung menyambar kerumunan kultivator yang mengepung Kenzo.

​SRAKK! BRAKK!

​Tiga kultivator terpelanting dengan dada robek. Xiao Mao mendarat tepat di depan Kenzo, taringnya memamerkan percikan petir yang liar.

​"Bagus, Xiao Mao. Tahan mereka sebentar!" Kenzo memanfaatkan momentum itu. Meski tangannya terluka, ia menggunakan Langkah Bayangan untuk meluncur di bawah perut Xiao Mao dan muncul di tengah barisan musuh yang panik.

​Kenzo tidak lagi menembak, ia menyerang dengan teknik bela diri murni. Dengan satu gerakan memutar, ia menghantam ulu hati seorang musuh dengan sikut kirinya, lalu menyambar pergelangan tangan musuh lainnya dan memutarnya hingga terdengar bunyi KRAK yang memilukan.

​"Kalian terlalu mengandalkan pedang, sampai lupa cara menggunakan tubuh kalian!" seru Kenzo.

​Namun, jumlah musuh terlalu banyak. Sang pemimpin kelompok, yang berada di Ranah Inti Emas Akhir, melepaskan gelombang Qi berbentuk cakram raksasa.

​"Minggir, Binatang Bodoh!"

​BOOM!

​Xiao Mao terhempas menabrak pilar akibat ledakan Qi tersebut. Kenzo pun ikut terpental, berguling di lantai sebelum akhirnya terhenti tepat di dekat ubin jebakan yang belum aktif.

​"Kenzo!" Ling Yue berteriak panik. Ia melihat suaminya (setidaknya menurut pengakuan Lin-er) bersimbah darah dan dikeroyok massa.

​Di saat terdesak itu, sesuatu yang aneh terjadi. Telur Ayam Naga yang terikat di pinggang Kenzo mulai bergetar hebat. Panas yang menyengat keluar dari cangkang telur tersebut, merambat ke tubuh Kenzo yang sedang terluka.

​[Peringatan: Energi Telur Ayam Naga tidak stabil!]

[Mendeteksi darah dari Kreator sebagai syarat penetasan darurat!]

​Cahaya emas meledak dari pinggang Kenzo, menyilaukan semua orang di aula tersebut. Sebuah suara lengkingan yang tidak biasa—campuran antara suara ayam jantan dan raungan naga—bergema di seluruh makam.

​"Apa lagi sekarang?!" Kenzo menutup matanya yang perih karena cahaya itu.

1
I'm Nao
trauma sudah beliau 😬😬😅😅
I'm Nao
tolong bersabar ini ujian 🤗🤗🤗
I'm Nao
"turut mengheningkan cipta" kata si bodoh 😅😅😅
I'm Nao
hormat komandan!!!! pejuang kita akhirnya dapat ber istirahat dengan tenang 😬😬😬😬
I'm Nao
ekhem ini adalah sesuatu yang berada di luar logika sistem dan kamu masih terlalu kecil nak 😉😉😉
I'm Nao
houuuuu mengerikan 😬😬😬
I'm Nao
......kering pun kering wak 😅😅😅😅
I'm Nao: rillll
total 2 replies
I'm Nao
.....😐😐😐...........Allllamak😮😮😮
I'm Nao
😐😐😮😮😮😮😮😮😮
I'm Nao
anjay mulai berguna......



sebentar😅😅
I'm Nao: wkwkwkwkwkwkw
total 2 replies
I'm Nao
🤣🤣🤣🤣
I'm Nao
🤣🤣🤣
I'm Nao
anjirlah mau di smackdown juga wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Agen One: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
/Skull/
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
ngakak🤣🤣🤣
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
satu kali tembak langsung modaaarr
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
Sistem nya tidak berkutik/CoolGuy/
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
Bagus dan menarik. semangat teruzzzz
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
/Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!