NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Wanita menyebalkan

Anjani tersenyum tipis. Menatap punggung Keandra yang membelakanginya. Hatinya menghangat. Berharap Keandra benar-benar perlahan menerimanya.

"Terima kasih Keandra." ucap Anjani dalam hati.

...----------------...

Keesokan harinya

Sesuai perintah Keandra. Anjani hari ini bersiap untuk pergi ke perusahaan Keandra. Senyuman nampak dari bibirnya. Tidak sabar untuk bekerja.

Anjani pergi menggunakan taksi. Menolak supir pribadi keluar Keandra. Sebab dirinya ingin mandiri. Sadar jika dirinya, hanya menantu di keluarga itu.

Tidak lama kemudian, taksi yang di tumpangi Anjani sudah sampai di depan perusahaan Keandra. Anjani turun. Hatinya benar-benar tidak menyangka, jika suaminya mempunyai perusahaan sebesar itu.

Pikirannya pun teringat, pada saat di mana Keandra masih kuliah dan bekerja paruh waktu. Anjani tahu betul, jika Keandra orangnya pekerja keras. Bahkan dulu, Anjani juga bekerja sebagai pelayan toko bunga. Menyambung hidup, di saat masa sulit menghampirinya.

Keandra memang anak dari orang berada. Tapi ia memilih jalannya sendiri, untuk menggapai mimpinya menjadi seorang CEO. Sampai akhirnya seperti saat ini. Keandra menjadi pengusaha muda yang sukses.

Anjani tersenyum. Mengingat semua kenangan dirinya bersama Keandra dulu. Dan hari ini, ia ingin membuktikan bahwa dirinya bisa melakukan hal seperti dulu lagi.

Anjani berjalan menghampiri perusahaan Keandra. Masuk ke dalam, menghampiri resepsionis.

"Selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu." ucap resepsionis, ramah. Bernama Shella. Tersenyum. Melihat penampilan Anjani, dari atas sampai bawah.

Anjani mengangguk sopan. "Selamat pagi." Balasnya tidak kalah ramah. "Maaf. Saya ingin bertemu dengan pak Keandra."

Shella mengernyitkan dahi. Sekali lagi, melihat penampilan Anjani dari atas sampai bawah. "Apa anda sudah membuat janji?" tanyanya ketus. Terlihat tidak suka, ketika mendengar maksud kedatangan Anjani ke sana.

Anjani terdiam. Menyadari jika Keandra semalam menyuruhnya datang ke sana. Dan tidak tahu menahu, tentang janji yang harus di buat terlebih dahulu. "Aku belum buat janji. Tapi...."

"Kalau tidak ada janji. Sebaiknya sekarang kamu pulang saja. Percuma datang. Sebab saa ini, pemimpin perusahaan ini sedang sibuk." sela Shella sinis.

Anjani menatap Shella yang terlihat tidak menyukainya. Jika dirinya harus pergi, maka kesempatannya untuk bekerja akan hilang.

"Aku datang ke sini untuk melamar kerja. Apa bisa, aku bertemu dengan pak Keandra?" ucap Anjani. Mencoba berusaha. Berharap dirinya di perbolehkan bertemu dengan Keandra.

Shella mengernyitkan dahi. Kekesalan terlihat pada raut wajahnya. Tak banyak bicara. Langsung menghubungi petugas keamanan, untuk menyeret Anjani keluar dari kantor Keandra.

"Pak, bawa perempuan ini keluar. Dia sudah membuat kegaduhan di sini." ucap Shella, saat petugas keamanan masuk ke dalam ruangan.

Anjani membulatkan mata. Terkejut mendengar ucapan Shella. Sebab ia tidak merasa sedang membuat kegaduhan.

"Tidak pak. Saya datang ke sini, karena di suruh pak Keandra." ucap Anjani membela diri. "Saya datang ke sini untuk melamar pekerjaan."

Petugas keamanan menatap Shella. Menunggu perintah selanjutnya.

"Alah, jangan dengarkan ucapannya. Cepat bawa perempuan ini keluar dari sini!" ucap Shella meninggikan suaranya. "Perempuan seperti mu banyak aku temui. Kamu ingin mendekati pak Keandra, dengan wajah sok polos mu itu! Harus kamu tahu, kalau pak Keandra itu sudah punya kekasih! Jadi buang jauh-jauh mimpi mu untuk mendekati pak Keandra!"

Anjani diam mematung. Mencerna ucapan Shella ,yang menyinggung tentang Keandra. Kekasih. Siapa yang di maksud oleh Shella sebagai kekasih Keandra?

Setelah mendengarkan ucapan Shella. Petugas keamanan pun menarik paksa Anjani keluar dari sana. Mencengkram tangannya kasar. Sampai Anjani meringis kesakitan.

"Lepaskan tangan saya. Sakit." ucap Anjani. Mencoba melepaskan tangannya, dari cengkraman petugas keamanan.

"Seret dia keluar! Jangan biarkan dia masuk lagi ke sini!" titah Shella, marah.

Sikap Shella saat ini, terlihat seakan dirinya adalah orang penting di kantor itu. Padahal jelas-jelas dalam peraturan di sebutkan, jika semua karyawan harus bersikap sopan dan juga santun. Namun apa kenyataannya. Sikap mereka justru berbanding terbalik dengan peraturan yang di terapkan.

Anjani menggeleng pelan. Tidak ingin dirinya keluar dari sana, sebelum bertemu dengan Keandra.

"Apa kalian selalu, memperlakukan orang yang ingin bertemu dengan pak Keandra seperti ini?" tanya Anjani, menatap Shella dan petugas keamanan.

Shella tersenyum sinis. "Kenapa? Orang tidak tahu malu seperti kamu, memang harus di perlakukan seperti ini. Aku jamin pak Keandra tidak sudi, mempunyai pekerja rendahan seperti mu. Awalnya ingin melamar kerja. Padahal niat mu, ingin menggoda pak Keandra, kan."

Anjani mengernyitkan dahi. Tidak menyangka pada Shella, yang akan berbicara seperti itu. Dirinya benar-benar terkejut, atas perlakukan karyawan suaminya sendiri. Yang dengan entengnya, merendahkan harga diri seseorang.

"Atas apa kamu berbicara seperti itu. Apa jangan-jangan, diri mu sendiri yang mempunyai niatan seperti itu. Ingin mengambil perhatian atasan mu sendiri. Dengan mencari perhatian. Dan berharap atasan mu terpikat oleh, mu. Rendahan sekali." balas Anjani, terdengar mengejek.

"PLAAAAK!"

Shella yang tersinggung, reflek menampar wajah Anjani. Nafasnya naik turun. Menandakan jika saat ini dirinya sedang marah.

"Jaga ucapan mu! Tahu apa kamu tentang ku!" seru Shella marah. Menatap tajam Anjani, mengusap pipinya yang terasa panas akibat tamparannya. "Cepat, bawa dia keluar dari sini!" titahnya, pada petugas keamanan tidak ingin di bantah.

Petugas keamanan mengangguk cepat. Menyeret Anjani kembali.

Anjani mencoba berontak. Namun tenaganya tidak seberapa, di banding petugas keamanan yang tenaganya sangat besar.

"Ayo keluar! Kamu sudah membuat kekacauan di sini!" ucap petugas, dingin. Penuh ketegasan.

Anjani terpaksa mengikuti langkah lebar petugas keamanan itu. Berharap, Keandra segera muncul dan menjelaskan semuanya pada mereka.

"Ada apa ini?"

Anjani menghentikan langkahnya, saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Betapa bahagianya Anjani, saat melihat sosok yang ia harapkan datang tepat waktu.

"Keandra. Akhirnya kamu muncul juga." seru Anjani dalam hati. Senyuman merekah saat melihat keberadaan Keandra di sana.

Shella dan petugas, keamanan langsung memberikan hormat pada Keandra. Sedikit ketar-ketir, karena melihat raut wajah Keandra terlihat marah saat ini.

"Pak maaf. Ini bukan apa-apa. Hanya saja, perempuan ini memaksa ingin bertemu dengan anda." Shella menghampiri Keandra. Menceritakan semuanya, versi dirinya sendiri. "Tapi bapak tenang saja. Karena saya, sudah memberikan pelajaran pada perempuan ini."

Keandra tidak memperdulikan ucapan Shella. Justru ia malah memperhatikan Anjani, dengan keadaan yang sedikit kacau. Keandra mendekati Anjani. Menggenggam tangannya. Membawanya pergi dari sana.

Shella membulatkan mata. Melihat Keandra, malah membawa Anjani masuk ke dalam kantor. Terkejut akan sikap atasannya, yang tiba-tiba menggenggam tangan Anjani.

"Apa aku tidak salah lihat?" tanya Shella dalam hati. "

Di rasa tugasnya selesai. Penjaga keamanan memilih pergi dari sana. Meninggalkan Shella yang tinggal sendiri. Masih terdiam, dengan pikiran yang masih di hantui rasa penasaran. "Aku harus mencari tahu tentang perempuan itu." gumamnya. Kemudian kembali ke tempatnya lagi.

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!