menceritakan tentang gadis kaya mencintai bodyguard nya,namun sang bodyguard punya rahasia yang tidak di ketahui keluarga sang gadis,mari sama-sama kita ikuti alur cerita nya sampai ending.
bila ada salah kata dalam penulisan,penyusunan kata,tolong kasih saran ya reader.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cutewizzhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGNES KRITIS
Panji menghentikan mobil nya di depan Agnes,dan membuat Agnes ingin segera melarikan diri,Dengan kondisi yang kacau,dan masih menangis.
Panji keluar dari mobil dan mengejar Agnes,lalu memeluk nya dari belakang,
"Agnes jangan pergi dengan kondisi seperti ini,orang-orang akan beranggapan tidak baik terhadap mu"ucap Panji dengan suara lembut nya.
"Lepasin..."ucap Agnes membrontak.
"Apa peduli anda tentang saya,semua orang juga tau aib saya,saya memang perempuan k*t*r,saya tidak sanggup lagi melewati semua ini." ucap Agnes dengan histerisnya dan Agnes sudah mulai melemah,untung saja Panji memeluk nya,lalu menggendong untuk masuk ke dalam mobil nya.
Melihat Kondisi Agnes yang hancur,membuat Hati Panji sakit,seharus nya dia bahagia bukan,bukan kah ini yang ingin dia lihat,bukan kah harus nya tersenyum,karena melihat Agnes sangat hancur di depan matanya.
Tapi ntah kali ini,hati Panji seakan di remas melihat Kondisi Agnes yang sudah tidak berdaya,dan dalam keputus asaan nya, itu terlihat dari mata Panji yang menatap Agnes dengan senduh.
"Aku ingin M*ti saja" Ucap Agnes dengan kondisi lemahnya
"Aku tidak punya apa-apa lagi yang harus di pertahan kan di dunia ini,Aku bahkan tidak punya saudara," ucap Agnes dengan kodisi kacau nya,lalu berusaha menekuk kaki nya dan meletakkan kepalanya bersandar di atas lutut nya.
Panji kaget mendengar ucapan Agnes,dan manatap Agnes lekat dan terjadi keheningan di dalam mobil itu.
beberapa menit keheningan terjadi dan tangis Agnes pun mulai tak terdengar lagi,Agnes mulai mengangkat kepala nya,dan menoleh ke arah luar jendela.
Dengan Pandangan kosong nya.
Panji dengan tidak sadar menggepalkan tangan nya,karena melihat kondisi Agnes yang hancur.
"Ma'af..!!"Kata itu yang keluar dari mulut Panji tanpa dia sadari,karena ikut sakit melihat kondisi Agnes.
Agnes sama sekali tidak menoleh mendengar ucapan Panji,lalu dia balik bertanya.
"Kenapa anda melakukan ini kepada saya,Apa sebenarnya kesalahan yang telah saya perbuat" ucap Agnes dengan menekan emosi nya.
"Agnes"
""JAWAB PANJI..!!!" ucap Agnes dengan teriakan nya di dalam mobil Panji.
"Apa kau akan puas kalau saya mati,sampai-sampai kamu tidak puas menghancurkan hidup saya!!!!?"
""Ahhhhhkkkk...!!!" Pekik Agnes sambil meninju-ninju dada nya,karena merasa sesak akan rasa sakit yang dia terimah.
Dengan sigap Panji memegang tangan Agnes agar tidak melanjutkan,memukul diri sendiri.
"Lepaskan B*d*h" lawan Agnes dengan sisa tenaganya.
"Bukak pintu nya..!!!,biarkan saya sendiri tuan..tolong jangan ganggu saya lagi,"
Panji menarik tubuh Agnes ke pelukan nya dan berusaha memeluk Agnes.dan mengusap pucuk kepala Agnes lembut.
"Aku antar kamu pulang ya,jangan pulang sendiri" ucap Panji masih memeluk Agnes.
Lalu perlahan melepas kan pelukan nya dan menyentuh muka Agnes lembut.
"Kamu harus mau di antar,aku tidak mau terjadi hal yang tidak di ingin kan." dan Panji menjalan kan mobil nya,dan Agnes kembali dengan keheningan nya,tanpa menjawab apapun.
Sampai nya di rumah,Agnes langsung keluar tanpa menoleh dan berbicara apapun kepada Panji,Panji menatap Lembut agnes,yang mulai memasuki rumah nya.
Panji masih belum beranjak dari depan rumah itu,Panji mengusap kasar muka nya,karena mulai ragu dengan rencana-rencana yang ingin di lakukan nya terhadap Agnes selama ini.
"Ya Tuhan,Apa aku sudah melakukan kesalahan."dan Panji masih merenungi apa yang dia lakukan terhadap Agnes.
Tiba-tiba Panji di kagetkan dengan bunyi Hp nya.
"tringgg...!!!tringggg..!!!,Panji belum mengangkat tlpn itu,karena melihat nomor yang tidak terdaftar nama di kontak nya.
Panji tidak terlalu menghiraukan bunyi telpn nya,dan mulai memutar arah,pulang ke villa nya.
Sampai nya Panji di Villa di langsung duduk di sopa dan membuka Hp nya,karena ada beberapa pesan yang masuk.
"Haii...PANJI ARI LESMANA, Trimakasih sudah membantu ku membalas kan dendam,"
ucap sebuah pesan tersebut
"Panji sedikit kaget akan isi pesan itu,dan dia tidak mengerti apa maksud pesan tersebut.
Lalu Panji menelpon nomor itu,namun tidak Aktif lagi,Panji mencoba bepikir positif,mungkin itu hanya nomor orang asing,yang ingin mengerjainya,walaupun di dalam hati nya tidak terlalu meyakin kan pikiran positif nya itu.
Panji berusaha tidak menghiraukan lagi,dan meletakkan Hp nya dia atas sopa tersebut.lalu menyenderkan punggung kekar nya ke sopa empuk milik nya.
"Agness....!!!!"teriak mantan Art nya yang melihat tangan Agnes yang sudah berlumuran darah di kamar mandi milik Agnes,Art pun berusaha minta tolong,sehinga seisi rumah keluar,mereka semua Panik dan berusaha memanggilkan ambulan di klinik terdekat,karena rumah sakit cukup jauh dari kampung itu.
Saat berada di klinik,suster menyaran kan untuk lebih cepat di bawa ke rumah sakit,karena keadaan Agnes sudah kritis.
Perawat sudah berusaha menahan darah yang terus mengalir dari pergelangan Agnes,dan sukur nya bisa di hentikan.
Tapi karena Agnes sudah cukup banyak mengeluarkan darah sehingga Agnes kritis dan perlu sumbangan darah,agar bisa menyelamat kan nyawa Agnes dan bayi nya.
karena bibik tidak punya cukup biaya untuk membawakan Agnes ke rumah sakit,dia terpaksa meminta tolong kepada Panji.dan menelpon lewat Hp Agnes.
"tringgg..!!! tringgg..!!"Panji yang tadi sedang menyandarpun mengambil Hp nya,dan melihat nama Agnes memangil dan langsung mengangkat nya.
"Hallo..?."
"Panji....ini bibik, tolong Agnes..!!"ucap bibik yang belum selesai berbicara Panji langsung berlari menuju mobil nya,dan belum mematikan telpn itu.
"Apa yang terjadi bik??"Ucap Panji penasaran kan hal yang di sampai kan bibik.
"Non Agnes di klinik, Panji..!!
Non Agnes..."belum sempat bibik menyelesaikan ucapan nya,Panji langsung menuju klinik,yang hanya satu-satu nya di kampung itu,dan mematikan telpon nya.
kini tibalah Panji di klinik itu,dan sudah di tunggu oleh bibik di depan,
"Ayok Panji,non Agnes harus segera di tolong" ucap bibik sambil menangis.
" Panji yang melihat kondisi Agnes sudah kaget dan panik bukan kepalang,dan langsung menyuruh ambulan untuk membawa Agnes segera,dan Panji pun ikut kedalam Ambulan tersebut,bersama bibik.
"Di dalam ambulan ,Panji tak henti-hentinya menggenggam tangan Agnes dan mencium nya,sambil berdoa,sangat terlihat raut wajah takut Panji,akan kondisi Agnes sa'at ini.
"Tuhan..!!! tolong..!!tolong..!!Aku minta tolong sekali,Selamat kan nyawa Agnes dan anak ku,
Aku mohon tuhan,"ucap Panji di sepanjang jalan menuju rumah sakit tersebut.
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
tpi bcanya nyicil ya..
semangat💪💪🤗