ini adalah kelanjutan cerita dari Dinda dan sistem,,dimana ini tentang kehidupan akhir bahagia wanita yang bernama Dinda Kirana,,setelah banyak rintangan dalam hidupnya,, akhirnya dia menemukan cinta yang benar-benar dia harapkan.
jangan lupa mampir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan Kimberly
Sekar mengangguk dan tersenyum lembut,dia mengusap kepala putri tirinya dengan penuh kasih sayang.
" apa yang dikatakan ayah mu benar nak,dan kamu bebas memiliki apa yang dimiliki adikmu, dan kamu kimberly ? karna kamu sudah menentang ibunda mu ! aku akan menghukum mu selama 5 bulan ini, kamu harus memasak dan membersihkan rumah ini tanpa bantuan siapapun ! " ucapnya dengan mutlak dan melihat putri kandungnya dengan garang.
Cika dan Sutan tersenyum menyeringai mendengar ucapan sekar, mereka merasa bahagia karna sekar memperlakukan anak kandung nya seperti itu.
kimberly ? dia hanya menatap mereka dengan datar, kemudian melihat ibunya dengan tersenyum remeh.
" apa hak mu mengaturku ? kamu mengatakan aku akan menjadi pelayan dirumah ku sendiri ? hey wanita tua apakah kamu lupa jika rumah yang sekarang kamu tempati ini adalah rumah ayah kandungku ? apakah kamu lupa jika rumah ini sudah diwariskan untukku ? jangan bertindak keterlaluan disini ! aku lah pemilik rumah ini dan kalian hanya menumpang disini ! seharusnya kalian merasa beruntung karna aku masih membiarkan kalian hidup dengan tenang dirumah ku sendiri ! " ucapnya dengan dingin.
deg
mulut mereka mengaga lebar mendengar ucapan kimberly, sedangkan sekar mematung mendengar ucapan putrinya dia melupakan semua itu,, dan dia merasa tidak percaya dengan ucapan putrinya.
kimberly yang biasa pendiam sekarang menjadi lebih tegas dan berani ? dan dia juga merasa terkejut kimberly mengetahui semua itu, padahal dia sudah merahasiakan semua itu dari siapapun.
" kamu...kamu...dari mana kamu tau ? dan kamu berani mengatai ku wanita tua ? apakah kamu ingin menjadi anak durhaka kimberly? apa kamu ingin melawan ibumu sendiri ! " Ucapnya dengan berteriak marah.
Cika menatap ayahnya dengan terdiam. mereka merasa terkejut saat tau jika rumah mewah ini ternyata milik kimberly..
" sialan kenapa aku baru mengetahui semua ini ? aku tidak boleh diam saja aku harus mengambil ahli rumah ini karna aku yang lebih cocok memiliki rumah ini dibandingkan kimberly wanita sialan itu " gumamnya dalam hati menatap kimberly dengan kebencian.
" kenapa sekar tidak memberitahu ku jika rumah ini sudah atas nama putrinya ? apakah sekar sengaja menyembunyikan semua ini ? aku tidak boleh diam saja ! aku harus melakukan sesuatu sebelum semuanya terlambat ! " gumamnya dalam hati.
kimberly terkekeh mendengar ucapan ibunya dia menatap ibunya dengan remeh.
" ibu ? apakah kamu pantas disebut sebagai seorang ibu ? tidak ! kamu tidak pantas sama sekali!! durhaka ? hahahaha ya ampun sudah tua sekarang jadi pikun ya,,kamu bilang aku durhaka kan ? bukankah kamu yang durhaka pada putrimu sendiri ? sudahlah aku merasa buang-buang waktu jika terus berdebat dengan wanita tua seperti mu,,, dan aku ingatkan pada kalian bertiga,,jika kalian masih ingin tinggal didalam rumah ku ? maka kalian harus menghormati pemilik rumah ! dan kamu Cika si anak pungut,, tidak usah mengembalikan baju yang sudah kamu pakai ambil lah baju-baju itu aku sudah merasa bosan dengan semua barang-barang ku,lebih baik aku menyumbangkan barang bekas ku pada seseorang yang lebih membutuhkan " ucap kimberly dengan santai dan dia berjalan meninggalkan mereka tapi.
prangggggggggg
kimberly sengaja menyenggol vas bunga kesayangan ibunya,dia pura-pura terkejut dengan menutup mulut dan menatap ibunya dengan wajah bersalah.
" maaf aku sepertinya terlalu bersemangat,,tapi ya sudahlah ini kan rumah ku,,jadi suka-suka ku memecahkan vas mana pun,,dan kalian tidak punya hak melarang ku " ucapnya dengan menyeringai. kemudian berjalan meninggalkan mereka tanpa memperdulikan teriakan ibunya.
" kimberly ! anak kurang ajar ! beraninya kamu menghancurkan vas bunga kesayangan ku ! " teriaknya dengan keras,dia berjalan dan melihat vas bunganya yang sudah hancur berkeping-keping.
sedangkan Cika tidak perduli dengan vas bunga ibu tirinya,dia menatap kepergian kimberly dengan marah apalagi mendengar kata-kata menyakitkan yang membuat nya tidak memiliki harga diri.
" kimberly kamu berani mempermalukan ku dihadapan banyak orang ? lihat saja aku akan membalas mu nanti " gumamnya dengan tangan mengepal kuat. kemudian meninggalkan ibu dan ayahnya disana.
dia merasa malu dengan ucapan kimberly apalagi banyak pelayan yang mendengar ucapan kimberly, Sutan ? nafasnya memburu mendengar penghinaan untuk putri tirinya.
" sepertinya aku harus turun tangan ! dan lihat saja aku akan melenyapkan anak sialan itu " gumamnya dengan tangan bergetar, kemudian dia melihat sekar yang sedang menangisi vas bunganya.
tanpa memperdulikan nya dia juga pergi meninggalkan wanita yang sedang terisak sendiri disana.
*********
Dimalam harinya terlihat Sekar, Cika dan suaminya baru saja duduk diruang makan,mereka melihat makanan yang ada diatas meja dengan mengerhit heran.
" ibunda kenapa makanannya terlihat berbeda dari biasanya ? dan aku tidak suka semua makanan ini, lalu dimana makanan kesukaan ku kenapa tidak ada sama sekali ? " tanya cika dengan kesal.
sekar juga merasa bingung melihat makanan berat yang ada diatas meja,jika dimalam hari mereka tidak suka makan yang berlemak tinggi ,karna mereka selama ini menjaga berat badan mereka sebagai seorang wanita.
" kenapa semua makanan berbeda dari biasanya ? kan aku sudah bilang jangan sajikan makanan yang berlemak jika dimalam hari ! apakah kalian melupakan ucapanku ? " tanyanya pada pelayan yang sedang menunduk.
pelayan itu merasa takut,dia melirik pelayan lain mencoba meminta bantuan,tapi mereka hanya membuang muka.
" nyonya semua makanan yang disajikan malam ini adalah makanan kesukaan nona kimberly,dia meminta kami memasak makan malam sesuai dengan keinginan nya " ucap pelayan itu dengan jujur.
brakkkkkkkkkk
sutan menggebrak meja dengan keras .dia menatap semua pelayan yang sedang ketakutan lalu menatap istrinya dengan tajam.
" sekar ! aku merasa putrimu sudah sangat keterlaluan ! apakah kamu tidak bisa mengajari nya menjadi wanita yang baik seperti putriku ? kenapa kamu malah diam saja dan tidak menghajar putrimu ? atau aku saja yang menghajar anak itu ? " ucap Sutan dengan marah.
Sekar terkejut mendengar bentakan suaminya,tapi mendengar ucapan suaminya membuatnya hanya mengangguk setuju.
" maafkan aku suamiku ,,dan aku juga tidak merasa keberatan jika kamu ingin menghukumnya " ucap.sekar tanpa ragu.
Cika dan Sutan saling melirik kemudian tersenyum licik tanpa sepengetahuan Sekar, sultan yang ingin berbicara mendengar suara kimberly yang baru saja turun dari atas.
" wahh... wahhh... sepertinya lagi ada drama disini, apakah aku ketinggalan berita ? dan kenapa kalian malah menatap ku seperti itu apa aku berbuat salah ? " tanya kimberly dengan santai.
sekar langsung berdiri dan berjalan menghampiri putrinya yang di ikuti cika berdiri dihadapan kimberly.
" kamu anak sialan kenapa kamu selalu membuat masalah haaaaa ? apakah kamu merasa tidak puas setelah memecahkan vas bunga kesayangan ku ! " ucapnya dengan dingin.
kimberly hanya terkekeh dan melirik sinis kearah cika,yang dilirik meradang dia menunjuk wajah kimberly dengan marah.
" kamu memang selalu saja membuat ibu marah, kamu seharusnya jadi seorang putri itu menuruti ucapan ibu nya sendiri ? dan kenapa kamu tersenyum ? apakah kamu meremehkan ku haaaa ? " teriak cika sembari menggertakkan giginya.
plakkkkkkkk