NovelToon NovelToon
The Infinite Ascent Of My Attributes

The Infinite Ascent Of My Attributes

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Sci-Fi / Epik Petualangan
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zylan Rahrezi

Tahun 2050, Bencana Besar menyatukan benua dan melahirkan Gelombang Binatang Buas—monster yang memusnahkan dunia lama dalam hitungan bulan. Umat manusia bertahan di balik Kota Basis, benteng raksasa yang menjadi satu-satunya perlindungan dari dunia liar di luar dinding.
Harapan datang dari pulau misterius yang membawa energi kosmik dan seni bela diri, menciptakan para petarung super sebagai tameng terakhir peradaban. Namun ancaman monster purba masih mengintai, menunggu keseimbangan runtuh.
Di Kota Basis 5, Arga hanyalah siswa SMA biasa yang menghadapi ujian hidup-mati masa depan. Tak seorang pun tahu, di dalam dirinya bersemayam sebuah sistem yang perlahan membangkitkan kekuatan terlarang—dan mungkin, nasib baru bagi umat manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zylan Rahrezi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEBUAH SISTEM

Dentingan notifikasi yang terasa familiar bergema di dalam benak Arga, dan tubuhnya langsung membeku.

Gelombang kegembiraan yang tak terlukiskan menerjang dirinya. Matanya membelalak. Jantungnya berdegup kencang seperti genderang perang. Suara itu—bukan sekadar bunyi notifikasi. Itu adalah panggilan takdir.

Sebagai seorang netizen veteran dari Bumi yang telah menghabiskan tak terhitung malam menamatkan web novel, Arga langsung menyadari momen apa ini. Ia telah membacanya ratusan kali—kisah-kisah di mana protagonis biasa dianugerahi sistem misterius, kemampuan curang yang membalikkan hidup mereka sepenuhnya. Inilah awal dari kebesaran.

Dan sekarang, itu terjadi padanya.

Dia memiliki sebuah sistem.

Napasnya tercekat. Dengan mata terpejam, ia mengarahkan perhatiannya ke dalam, persis seperti yang dilakukan para protagonis fiksi itu. Pikirannya menegang penuh antisipasi, mencoba memanggil antarmuka sistem.

Apa ini Sistem Toko? Akselerator Kultivasi? Penyalin Skill?

Lalu, di balik kegelapan kelopak matanya, sebuah panel transparan berkedip dan muncul.

[Tuan: Arga

Fisik: 0.1

Spiritual: 0.1]

Itu saja?

Arga berkedip. Kekecewaan merayap masuk seperti hembusan angin dingin. Tak ada cahaya menyilaukan. Tak ada efek dramatis. Tak ada tab, opsi, atau daftar kekuatan yang megah—hanya dua statistik kecil yang menyedihkan.

Euforia awalnya mulai memudar.

Kemudian, seperti sambaran petir, rasa sakit menusuk kepalanya. Ia meringis, memegangi kepala saat aliran data membanjiri pikirannya.

Sebuah suara dingin dan mekanis bergema di dalam dirinya:

“Sistem aktif. Fungsi Inti: Menggandakan atribut tuan rumah secara otomatis setiap 24 jam.”

Arga membeku.

Pikirannya terhenti.

Menggandakan… setiap 24 jam?

Pupil matanya menyempit.

Ia bukan jenius matematika, tetapi bahkan ia memahami arti pertumbuhan eksponensial. Pada awalnya, perubahan itu akan terasa kecil. Namun seiring waktu—hari, minggu—bola salju akan berubah menjadi longsoran. Semut terlemah pun bisa menjadi naga.

Jari-jarinya bergetar. Ia mengepalkannya erat, bibirnya terbelah dalam keterpanaan.

Ini… ini gila.

Tiba-tiba, panel sederhana itu tak lagi terasa mengecewakan.

Fisik: 0.1.

Spiritual: 0.1.

Data dari sistem menjelaskan: nilai 1.0 pada salah satu atribut setara dengan satu ton kekuatan. Dengan nilai 0.1, Arga saat ini memiliki sekitar 100 kilogram kekuatan fisik dan spiritual. Angka yang rapi dan bulat.

Terlalu rapi.

Kemungkinan besar sistem sengaja mengkalibrasi titik awalnya. Namun Arga tak memikirkannya lebih jauh. Ia membutuhkan jawaban—tentang dunia yang kini ia tinggali.

Dengan menyaring ingatan-ingatan warisan dari tubuh ini, sebuah realitas baru terbentang.

Planet ini bernama Bintang Biru—dunia futuristik mirip Bumi, tempat kekuatan bela diri berkuasa mutlak. Meski teknologi maju memang ada, fondasi sejati masyarakat adalah energi kosmik—dan mereka yang mampu memanfaatkannya melalui kultivasi.

Kekuatan menguasai segalanya.

Tingkatan kultivasi dibagi menjadi lima ranah utama:

Prajurit Bela Diri

Ahli Bela Diri

Grandmaster Bela Diri

Raja Bela Diri

Kaisar Bela Diri

Untuk menapaki jalan ini, seseorang terlebih dahulu harus membangkitkan afinitas elemennya. Sebagian orang memiliki afinitas laten terhadap salah satu dari sembilan elemen: api, air, tanah, logam, angin, cahaya, kegelapan, petir, dan es.

Melalui elemen tersebut, mereka akan memperoleh teknik pernapasan yang sesuai, memungkinkan mereka menyerap energi kosmik dan berevolusi.

Fondasi kultivasi terletak pada pembukaan lima kunci gen, masing-masing terikat pada satu ranah. Setiap kunci gen memiliki sembilan sub-kunci, dan membuka tiap sub-kunci akan meningkatkan kekuatan seorang seniman bela diri secara eksponensial.

Sebelum kunci gen pertama terbuka, kekuatan manusia dibatasi pada 1.000 kg—batas keras dan mutlak bagi semua.

Namun setelah kunci itu terbuka…

Sub-kunci ke-1: 2.000 kg

ke-2: 3.000 kg

ke-3: 4.000 kg

ke-9: 10.000 kg

Saat naik ke ranah Ahli Bela Diri:

Sub-kunci ke-1: 50.000 kg

ke-2: 100.000 kg

… dan seterusnya.

Sebuah sistem eskalasi kekuatan yang mengerikan. Arga tak bisa menahan rasa takjubnya.

Dan aku punya sistem yang menggandakan statistikku… setiap hari.

Hari ini mulai dari 100 kg. Besok 200. Lusa 400. Lalu 800. 1.600—melampaui batas 1.000 kg. Prestasi yang tak pernah dicapai oleh manusia tanpa kebangkitan.

Bisakah aku melanggar hukum itu?

Pikiran itu kembali membuat jantungnya berdegup kencang.

Benaknya melayang ke pelajaran yang ia ingat di kelas. Untuk memenuhi syarat masuk universitas bela diri kelas atas, seorang siswa harus terlebih dahulu menjadi seniman bela diri kuasi.

Kriterianya?

Daya pukul: 500 kg

Kecepatan sprint: 25 meter per detik

Dengan sertifikat itu, seseorang bisa mengikuti tes afinitas elemen. Jika lulus, mereka akan menerima teknik pernapasan dari Aula Aliansi dan mulai berkultivasi.

Jika gagal, mereka akan terkutuk dalam mediokritas. Tak berdaya di dunia di mana kekuatan menentukan segalanya.

Inilah dunia tempatku hidup sekarang.

Masih terhuyung oleh semua pengungkapan itu, Arga bangkit dari ranjang UKS. Di luar, matahari mulai terbenam, mewarnai langit dengan emas lembut.

Ia teringat para siswa yang telah membantunya sebelumnya—Raka dan yang lainnya. Tersenyum, Arga mentraktir mereka makan besar di sebuah restoran terdekat. Setidaknya itu yang bisa ia lakukan.

Malamnya, ia memesan kendaraan untuk pulang.

Mobil ramping yang berdengung halus meluncur di jalanan bercahaya neon. Arga duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela.

Hidup ini… sangat berbeda dari yang dulu.

Di Bumi, ia sendirian. Seorang yatim piatu. Tanpa keluarga. Tanpa mimpi. Hanya jiwa yang mengambang di dunia kelabu yang acuh tak acuh.

Namun di sini… ia memiliki orang tua. Rumah. Masa depan.

Keluarga Hunt termasuk kalangan elite kota. Ayahnya seorang pengusaha sukses. Ibunya sosok lembut yang hanya ia kenal dari ingatan-ingatan terpecah di kepalanya.

Meski begitu, kegelisahan menggerogoti dirinya.

Apakah mereka akan menyadari aku berbeda? Bisakah aku bertingkah seperti Arga yang asli?

Untungnya, Arga di dunia ini bersifat introvert dan pendiam. Menjaga jarak. Meski mencintai orang tuanya, mereka jarang menghabiskan waktu bersama karena jadwal yang sibuk.

Namun mereka sangat peduli padanya.

Pikiran itu menghangatkan hatinya… sekaligus membuat rasa bersalah menusuk.

Mobil berhenti di depan sebuah vila modern di kawasan elit. Arga turun, kegugupan mengencang di tiap langkahnya. Mengikuti peta di ingatannya, ia masuk ke dalam rumah.

Kosong.

Dengan lega, ia melepas sepatu dan menaiki tangga. Setiap ruangan sesuai dengan ingatannya. Setiap foto, setiap detail—nyata.

Di kamar tidurnya, ia berendam air hangat, membiarkan air menghapus ketegangan.

Kemudian, mengenakan pakaian bersih, ia duduk bersila di atas ranjang, menatap langit-langit.

Inilah dia. Hidup baruku telah dimulai.

Emosinya bergejolak—takut, takjub, bersemangat.

Ia tak sekadar bertahan hidup lagi. Ia punya sistem. Sebuah jalan. Kesempatan untuk bangkit.

Yang ia butuhkan hanyalah waktu.

Setiap 24 jam, kekuatanku akan berlipat ganda. Jika aku tetap tenang, bersiap, dan bertindak cerdas…

Ia menatap kedua tangannya. Mengepalkannya.

Api baru menyala di jiwanya.

Besok akan menjadi Hari Kedua.

Dan tak ada lagi yang akan pernah sama.

1
Orimura Ichika
bagus👍
Zycee: Terimakasih 🙏
total 1 replies
bysatrio
perlu dikoreksi lagi, nama tokoh masih sering berubah
Zycee: terimakasih kak sebenarnya saya sering lupa nama karakter sampingan mohon maaf ya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!