NovelToon NovelToon
Omku Suamiku , 3

Omku Suamiku , 3

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Anak Kembar / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: riena

Musim ke tiga sequel dari
Omku Suamiku season 1 dan 2

Disarankan membaca
Omku Suamiku season 1 revisi
Omku Suamiku season 2

Julie, terjebak dalam perjanjian dengan tiga orang pemuda Bara, Neo dan Alan karena iklan tipu tipu.

Jadi pembatu ketiganya karena kontrak yang sudah terlanjur disetujui tanpa melihat isi kontrak kerja yang sudah ditandatangani.

Bagaimana Julie menjalani hari hari menghadapi Bara yang dingin dan jutek, Neo yang gak jelas kadang baik kadang lebih jutek dari kembarannya dan Alan yang hobi ngegombal.
Khas playboy cap badak bercula ?

Dan Alana, adik perempuan Alan yang baru berusia enam belas tahun, akan menikahi gurunya sendiri karena rasa dan permintaan sang Opa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Ajakan bersaing

" Kau suka dengan Julie ? "

Reino sudah duduk di kursi yang ada di kamar Alan.

Alan cuma diam sembari bermain ponsel, dia harus menjawab apa ?

" Kalau kau suka padanya, katakan atau ajak dia untuk bertemu dengan kedua orang tuanya, minta dia dengan cara seperti yang diinginkan oleh orang tuanya, kalau tidak...."

Reino menatap serius pada wajah Alan yang sedikit ditekuk.

" Kalau tidak...."

Alan mendongakkan wajahnya, menatap Reino yang menampilkan wajah menggodanya.

" Papa Adam sudah menyuruh aku untuk segera menikah, apa kau tahu jika Bara sudah memiliki kekasih dan Neo sudah akan bertunangan ? "

" Cepat sekali berita itu menyebar ya ? "

Senyum mulai terbit di wajah Alan yang sejak dari meja makan tadi sudah menghilang.

Mengingat kedua Om kecilnya sudah memiliki pasangan ada kesenangan tersendiri di sudut hatinya.

" Tentu saja, apa pun yang terjadi pada salah satu anggota keluarga kita, yang lain akan tahu semua, kalau kau tidak menyukai dirinya, aku akan...."

" Jangan Om, aku yakin Om sudah memiliki kekasih, aku menyukai dirinya, jadi, kumohon jangan mengganggunya "

Wajah Alan sedikit memerah, Reino terkekeh.

" Aku baru putus dari pacarku, kalau kau belum bergerak, aku akan melamarnya, apalagi orang tuanya tidak membolehkan dia pacaran, dia cantik, pinter masak, kelihatannya dia perempuan yang baik bukan, mau mencari yang seperti apa lagi ? "

Alan hanya diam.

" Aku numpang tidur di sini seperti biasa "

Tanpa menunggu persetujuan dari Alan, Reino naik ke atas ranjang, memeluk bantal guling, ekor matanya masih melirik Alan yang terlihat berpikir dengan ponsel yang tetap berada dalam genggaman tangannya.

" Bagaimana kalau kita bersaing, siapa yang lebih dulu berani meminta Julie pada orang tuanya "

Alan menjatuhkan ponselnya, untung terjatuh diatas ranjang, kalau tidak ponselnya pasti pecah.

" Serius ? "

" Iya, karena bagiku, pacaran tidak lagi berguna, cuma buat capek hati dan pikiran, aku setuju dengan prinsip bapaknya Julie, menikah tanpa pacaran, lalu bahagia "

Alan kembali diam lagi.

" Kita bersaing tanpa sepengetahuan Julie, bagaimana ? Kulihat dia juga biasa saja dengan dirimu, kau saja yang menyukai dirinya sendirian "

Alan dan Reino saling berpandangan dalam diam.

" Om kan bisa mencari yang lain, jangan Juliette "

" Tapi aku menginginkan dirinya, ayolah Lan ! Kita bersaing secara sehat sesama laki laki "

" Om tidak sedang menguji aku ? "

" Tidak, jika dia bersedia aku ajak pulang, aku akan melamarnya, tapi jika tidak, aku akan mundur, gantian kau yang berjuang "

Alan mendesah, dia masih belum yakin karena dia belum menyelesaikan kuliahnya, tetapi dia tidak mungkin menolak tantangan dari Reino.

" Berikan waktu aku duluan yang berjuang "

Reino terkekeh.

" Oke, aku akan memberikan waktu untuk yang lebih muda dahulu "

Setelah mengucapkan kesediaannya memberikan waktu duluan pada Alan, Reino membalikkan badannya menghadap ke dinding sembari memeluk bantal guling.

...******...

Neo sudah menunggu di ruang tamu rumah Om Ali, rumah yang pernah di tempatnya dahulu beberapa bulan ketika masih bayi, tapi pasti dia sama sekali tidak akan mungkin bisa mengingatnya.

Seperti pesan Papa Elang dua hari yang lalu, dia harus membawa Alika untuk memesan cincin pertunangan.

Alika yang melangkah pelan menuruni anak tangga menatap ke arah ruang tamu, terlihat Neo yang sedang berbicara dengan Mamanya - Riella.

" Ika sudah selesai Neo, berangkatlah ! "

Tante Riella berdiri dari duduknya.

Neo hanya menatap sekilas pada Alika yang sama sekali tidak tersenyum.

" Hemm, apakah kamu setuju dengan perjodohan ini ? "

Alika menatap Neo yang hanya diam dari sejak meninggalkan rumah kediaman Om Ali, dia hanya fokus dengan kemudinya.

" Kenapa ? Kamu ingin menolaknya ? Lakukanlah ! "

Jawab Neo acuh.

" Apakah kamu tidak memiliki kekasih yang untuk dipertahankan ? "

Alika bertanya pelan.

" Kau memiliki kekasih ? Kenapa tidak kau pertahankan ? Kau menyuruh aku yang menolak perjodohan ini ? Oh, maaf, aku tidak terlalu pemurah hati untuk menanggung semua alasan buat menolak keinginan orang tua kita "

Alika menghembuskan napasnya kuat.

" Jangan katakan kalau kamu tidak memiliki kekasih ? "

Alika nyengir, ia merasa tidak enak hati memvonis jika Neo masih jomblo, kaya'nya tidak mungkin.

Neo terlalu menarik jika tidak ada yang menyukai dirinya.

" Apakah aneh jika aku mengatakan belum pernah punya pacar ? Untuk apa ? Berpacaran bagiku sangat tidak bermanfaat, semakin sedikit orang yang tidak pernah mengenal kita secara dekat, bukankah semakin baik ?

Ibarat sebuah barang, semakin sedikit orang yang mampu membelinya, semakin tinggi nilai jualnya.

Aku hanya menuruti apa yang orangtuaku amanah-kan jika kita harus memesan cincin pertunangan, kalau kau tidak menyetujuinya, kau bisa mengatakan kepada orang tuamu, toh kita berdua belum mengenal lebih dekat, tidak akan ada yang terluka "

Alika menelan salivanya, ia tidak menyangka jika pria yang dua hari lalu diperkenalkan padanya tidak mengucapkan apa apa, sekarang bisa panjang lebar menyindir dirinya.

Sampai di toko perhiasan, Alika tidak lagi bertanya hal hal yang bersifat pribadi selain memilih cincin yang menurutnya bagus, dia tidak berani memilih sembarangan karena kuatir akan mendapatkan kata kata sindiran lagi dari Neo.

Sepanjang bersama Neo di Mal tempat mereka memesan perhiasan, ponsel dalam slim bag mungilnya terus bergetar, tetapi Alika tidak berani untuk menjawabnya, jangankan menjawabnya, hanya sekedar melihatnya saja untuk mengetahui siapa yang menghubungi, Alika terlalu sungkan.

" Kalau kau keberatan dengan perjodohan ini, beritahukan pada kedua orang tuamu, berusahalah untuk mempertahankan sesuatu yang kau yakini yang akan menjadi pilihan hatimu.

Aku tidak bisa singgah, sampaikan salam ku buat ibumu "

Pesan Neo ketika tangan Alika hendak meraih handle pintu.

Alika hanya mengangguk pelan, dia terus berdiri di depan pagar rumah, manatap bayangan mobil yang membawa Neo meninggalkan pekarangan depan rumah Om Ali.

...******...

...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

1
Magda Nuraini Nursyirwan
cie cie Bara,gak bisa omong lagi,disebelah bapak mertua,Fatimeh senyum2 😎🥰
Magda Nuraini Nursyirwan
inget opa Tyo,sedih banget
Magda Nuraini Nursyirwan
gak di buat2 sesuai nalar dan logic,mengesankan critanya,ceritanya bagus,per bab perbab bikin nagih pengen tau banget,lika liku nenek kamek saudara anak dan keturunannya,akrab,dengan guyonan konyol sampai menahan rindu,penasaran dan jangan sampai ketinggalan membaca cerita indah ini,ber sambung2 garis keturunannya 💖💖💖💖💖💖💖
Magda Nuraini Nursyirwan
suka banget ceritanya Riena 👌🌺😍🥰
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
the best pokonya, baca di ulang ulang nga pernah bosan💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
❤💛💜🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💜💛❤
Rabiatul Wulan
lagi kangen 🤗sama semua tulisanmu thor😁jdi rencananya mau baca ulang satu-satu 🤭😍😍
Rafli Satria
Luar biasa
Safitri Agus
udah tamat aja, rasanya ga bosan baca berulang kali OKSK,, terlalu berkesan dihati,🥰🥰🥰💞💞💞
Safitri Agus
😍😍😍
Safitri Agus
hamil berjamaah, keluarga mereka ini ada momen apa saja maunya selalu bareng ngikutin pendahulunya😂😂😂
Safitri Agus
kenny mupeng 😁,lucu sayang disini cuma figuran ga tahu jodohnya siapa 🤭
Safitri Agus
ga ada drama nangisnya,Alana benar² sudah siap,🤭
Safitri Agus
penguntit amatiran 😁😁😁
Safitri Agus
akhirnya uneg² Gio selesai endingnya diperaduan berayun-ayun 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!