Bagaimana jadinya jika seseorang kembali ke masa lalu..
Michelina seorang istri yang mencintai Kaisar Jasper dengan sejuta warna. Selama di kehidupannya ia tampil glanmour, seakan dirinya akan membuat Kaisar Jasper terpesona. Namun apa yang ia dapatkan hanyalah sebuah penghinaan. Kaisar Jasper tidak pernah menginginkannya atau lebih tepatnya tidak mencintainya.
Suatu hari Kaisar Jasper membawa seorang gadis dari kalangan biasa,menjadikannya istrinya. Kaisar Jasper sangat mencintai gadis itu. Hingga membuatnya buta dalam kecemburuan. Dia pun mencelakai gadis itu, lalu membuat Kaisar Jasper marah dan menjatuhi hukuman mati padanya.
"Ayah, Ibu maafkan aku. Aku yang bodoh mencintainya. Seharusnya aku tidak mencintainya."
ig:@riiez.kha.37
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencoba Menjelaskan
Hai kak, makasih sudah membaca Michelina dan Kaisar Jasper. Maaf ya kak, updatenya jarang. Bukan mau ku yang update jarang kak. Di tambah lagi sibuk ama dapur, pas sibuk lainnya. Maklum kak, emak-emak rempong.
(-_-)
"Kenapa ingin marah?" Tegas Michelina. Zoya berbohong, di matanya sama seperti dulu, mencintai Kaisar Jasper.
"Apa kamu jujur Zoya? tatap mata ku dan bersumpahlah kalau kamu memang tidak mencintainya."
Kaisar Jasper tercengang, baru kali ini ia melihat Michelina sangat marah. Seolah tak ingin di dekati oleh siapa pun. Kaisar Jasper melirik Zoya yang sudah menangis sesegukan. Sebenarnya ia merasa kasihan pada Zoya.
"Permaisuri,"
"Ingin membelanya," Michelina tertawa miring. "Kasihan atau mencintainya," Michelina memalingkan wajahnya. Hatinya menangis, namun air matanya ia tahan.
"Aku memberikan gelar pada Zoya. Setelah ini jangan mengganggu ku. Anggap saja aku tidak pernah ada di antara kalian."
Sama seperti sebelumnya sambung Michelina di dalam hatinya.
"Permaisuri," teriak Kaisar Jasper. Apa wanita di depannya tidak bisa membedakan mana salah paham dan mana yang tidak. "Apa Permaisuri tidak bisa melihat, kami sudah menjelaskannya. Mungkin di mata Permaisuri, penjelasan kami hanya di anggap angin lalu." Kaisar Jasper melirik Zoya. "Zoya pergilah, aku yang akan menjelaskannya sendiri."
"Tapi, Baginda." Zoya melirik ke arah Michelina yang memalingkan wajahnya.
"Pergilah, kami akan menyelesaikannya."
Zoya menunduk hormat, ia merasa bersalah pada Michelina. Ia tak bisa bersumpah, hatinya memang menginginkan Kaisar Jasper. Apa memang dirinya tidak pantas bersanding dengannya?
"Jelas kamu tidak akan memperdulikannya, aku salah. Seharusnya aku tidak menjelaskannya."
Michelina masih bungkam, tidak ada kata yang keluar dari mulutnya. Putaran masa lalu kembali terngiang di otaknya. Dulu, Kaisar Jasper tak melihat keberadaanya. Bahkan dengan sengajanya ia memamerkan bentuk kasih sayangnya pada Zoya.
"Kamu hanya ingin takhta ku, kan. Maka aku akan memberikannya." Ujar Kaisar Jasper berlalu pergi. Benar, Michelina hanya menginginkan takhta bukan cinta darinya. Maka dia akan berusaha dan berjuang, memberikan kemewahan itu pada Michelina. Ia yakin di hati Michelina pasti ada rasa cinta walaupun sedikit di hatinya.
Selepas kepergian Kaisar Jasper, Michelina berusaha bangkit dari tempat duduknya. Ia berjalan berusaha menahan sakit di kakinya. Ia membuka pintu kediamannya dan melihat punggung Kaisar Jasper yang sudah menjauh.
Biarkan kamu menganggap ku seperti itu Baginda batin Michelina.
"Permaisuri," Lucilla membawa kursi roda agar memudahkan Permaisurinya berjalan.
"Terima kasih, Lucilla." Ujar Michelina langsung duduk di kursi dorong itu.
"Aku ingin keluar," Lucilla mendorong kursi itu. Lalu membahas hal sepele di masa kecilnya Michelina.
Sementara di sisi lain.
Kaisar Jasper menemui Zoya, ia ingin mengatakan jika ia tak menaruh apa pun pada Zoya dan jangan berharap lebih. Lagi pula, perasannya sekarang tertuju pada sosok perempuan yang selalu mengusiknya dan membuatnya jengkel.
"Zoya,"
"Saya Baginda." Zoya menghampiri Kaisar Jasper.
Kebetulan Zoya masih ada di sekitar kediaman Permaisuri Michelina. Jadi ia tak perlu repot-repot menyuruh pelayan dan menunggunya.
"Zoya, sebelumnya aku minta maaf perlakuan Permaisuri. Tapi jujur, aku tidak ingin kamu berharap lebih pada ku. Aku memperlakukan mu dengan baik. Karena aku kasihan pada mu. Dan setidaknya, untuk sementara waktu. Kita harus menjaga jarak. Aku tidak ingin kesalahpahaman ini berlarut-larut dan merugikan kita sendiri." Jelas Kaisar Jasper dengan santai.
Namun tidak dengan Zoya, hatinya nyilu dan tancapan panah itu terasa menusuk-nusuk beberapa kali.
Merugikan, apa aku memang tidak pantas..
"Tenang saja Baginda, saya tidak akan menaruh cinta. Lagi pula, apa hak saya mencintai Baginda? saya sadar diri Baginda." Ujar Zoya dengan hati kesal. Ia memberikan hormat dan meninggalkan Kaisar Jasper.
Maaf Zoya, semoga kamu mengerti batin Kaisar Jasper.
Ditempat lain.
Kepanikan mulai terjadi di kediaman Duke Ronaf. Duchess Mia tak berhenti-hentinya menangis. Hatinya sangat sakit mendengarkan rumor itu. Ketakutan melanda di hatinya, jika semuanya benar terjadi. Bagaimana dengan putrinya?
"Yang Mulia, tolong bantu Chelin keluar dari istana." Mohon Duchess Mia.
Duke Ronaf memijat keningnya, ia pusing memikirkan masalah ini. Ia bingung, harus dengan cara apa mengeluarkan Michelina dengan hormat. Tidak mungkin ia melakukan cara kotor yang bisa menjatuhkan harga diri putrinya. Rasanya sangat sulit.
"Sayang, aku mohon tenanglah. Aku masih memikirkannya." Ujar Duke Ronaf menghela nafas panjang. Besok ia harus menemui Michelina dan membahasnya.