NovelToon NovelToon
REUNI INDAHNYA MENDUA

REUNI INDAHNYA MENDUA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ina As

Kalian tahu Reuni itu apa?

Kalian tentu sudah tahu.

Pertemuan kembali setelah berpisah cukup lama.

REUNI betul-betul mengubah hidupku.

Aku bertemu dengan jodohku saat REUNI.
REUNI mempertemukanku kembali, dengan siswa terpintar saat SMA dulu. Sampai benih-benih cinta tumbuh diantara kami. Dan kami pun sepakat mengikat janji suci dalam pernikahan.

Namun siapa sangka?
REUNI yang telah mempertemukan aku dengan jodoh.
Namun REUNI pula membuat rumah tanggaku nyaris berantakan.

Ketika seorang pria yang tidak pernah diperhitungkan di masa lalu. Tiba-tiba hadir dengan segudang pesonanya.

Rumah tanggaku pun dipertaruhkan.

****************

Author : INA AS

Facebook : INA AS

Instagram: INA AS

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Sang Penggoda

Nadia menyesali, mengapa ia harus memilih menu kepiting. Sekarang seekor kepiting berukuran besar berwarna merah telah tersaji di depannya.

Masalahnya adalah tidak mudah membuka cangkang keras hewan yang sudah matang itu. Kepiting itu memelototinya, seolah hendak berperang dengannya.

Seandainya ia berada di rumah, tentu saja tidak masalah. Ia bisa mengetoknya dengan palu. Tetapi sekarang ia sedang duduk di depan Bimasena. Tentu tidak elegan bila harus bertempur dengan kepiting di bawah tatapan Bimasena.

Oh Tuhan.

Mengapa ia tidak memakan steak saja seperti pesanan Bimasena?

"Aku bukakan ya?" ucap Bimasena. Bantuan yang tidak ia sangka. Membuat wajahnya berbinar.

Bimasena menarik piring berisi kepiting.

Mata Nadia mengamati bagaimana dengan mudah Bimasena menaklukan kepiting itu.

Bimasena menarik kaki dan capit kepiting dengan gerakan memutar. Kemudian ia masukan pisau yang tumpul ke bagian sendi-sendi kepiting, lalu ia tarik sampai terlepas. Keluarlah daging kepiting.

Dengan menggunakan garpu, Bimasena memindahkan daging kepiting itu ke piring nasi Nadia.

"Lincah banget Bim," puji Nadia.

Bimasena hanya tertawa. Ia melanjutkan aksinya membuka cangkang kepiting.

Dengan menggunakan tangan, Bimasena memisahkan bagian atas dengan bagian bawah kepiting. Ia kemudian mencabut dan membuang cangkang kepiting bagian atas secara perlahan-lahan.

Bimasena lalu menarik daging kepiting dengan menggunakan pisau yang tumpul, lalu diletakkan pada piring nasi Nadia.

"Maaf ngerepotin kamu Bim," ucap Nadia.

Bimasena kembali tersenyum.

"Membuka cangkang kepiting bukanlah hal yang merepotkan Nadia. Sambil makan aja, nanti kamu lapar." Bimasena mulai menggunakan cracker sebagai alat bantu untuk membuka cangkang kepiting.

"Aku tunggu kamu." Sungguh tidak sopan bila ia harus makan mendahului Bimasena.

Setelah mengeluarkan semua daging kepiting dan meletakkannya di piring Nadia, Bimasena mengajak Nadia yang terpaku untuk makan bersama.

Bagaimana ia tidak terpaku. Ia sangat terpukau. Terpukau melihat aksi Bimasena membuka cangkang kepiting dan mengeluarkan isinya sedikit demi sedikit. Terpukau oleh sosok itu.

Yang istimewa karena Bimasena melakukan untuknya sehingga ia tidak perlu bertempur dengan kepiting. Dan ia pun bisa makan malam dengan gaya yang elegan dibalik gugupnya.

Bimasena, kau membuat bungaku mekar di lembah.

Sambil menyuapi mulutnya, sekali-kali Nadia mencuri pandang ke arah Bimasena. Mengagumi keindahan makhluk Tuhan di depannya. Sangat menawan.

Bagaimana pria itu memotong steak dan memasukkan ke mulutnya.

Bimasena bila sedang makan nampaknya tidak banyak bicara.

Namun wajahnya mendadak merona karena ia tertangkap mata oleh Bimasena, saat sedang mencuri pandang. Seperti maling kesiangan. Ia pun dan Bimasena saling melempar senyum saat mata mereka beradu.

"Dagingnya enak, empuk. Coba deh Nadia."

Bimasena menyodorkan potongan kecil daging pada garpu, tepat di depan mulut Nadia.

Oh Tuhan, ia menyuapiku?

Nadia pun membuka mulutnya dan menyambut daging yang disodorkan Bimasena dengan hati berdebar. Ia tersipu dan menatap ke bawah pada nasi di piringnya setelah mendapat perlakuan itu dari Bimasena.

Apa Bimasena menyuapi semua wanita yang dikenalnya atau hanya orang tertentu saja?

"Gimana rasanya?" tanya Bimasena.

Rasanya disuapi atau rasa dagingnya? Kalau rasanya disuapi aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.

"Enak," jawab Nadia. Padahal lidahnya sekarang tidak bisa menikmati rasa lagi. Ia sudah tidak bisa membedakan rasa pahit, manis, asam, pedas dan manis hanya karena duduk di depan Bimasena.

"Menyenangkan, bisa makan malam denganmu. Nggak nyangka ternyata bisa juga ada waktu untuk berdua dalam suasana seperti ini," tutur Bimasena sembari menyodorkan kembali potongan daging ke depan mulut Nadia.

"Apa aku akan memakan semua daging steak-mu?" tanya Nadia begitu menggigit kembali daging yang disodorkan Bimasena.

Bimasena tertawa. "Kalau kamu suka, kamu boleh makan semua dagingku. Toh hatiku juga kamu sudah makan semua," seloroh Bimasena.

Namun selorohon Bimasena tidak urung membuat Nadia terbatuk. Dengan spontan Bimasena mengangsurkan air putih untuknya sembari menatapnya dengan penuh perhatian.

Hatinya sudah aku makan semua? Apa kalimat itu tidak terlalu berlebihan?

"Maaf Nadia, tapi soal hati itu serius loh."

Nadia kembali terbatuk.

"Apa seperti itu reaksimu bila aku menyebut soal hati?" tanya Bimasena sambil tersenyum.

Nadia hanya tersenyum kikuk dan menunduk cepat. Berpura-pura sibuk dengan nasi dan kepitingnya.

Belum juga hilang rasa kikuknya, seorang lelaki paru baya mendekati mereka.

"Pak Bimasena apa kabar?" sapa lelaki itu dengan hangat sembari mengulurkan tangan untuk menjabat Bimasena.

"Eh Pak Atmojo, baik Pak. Rupanya ada Pak Atmojo di sini ya? Dengan siapa?"

"Dengan keluarga." Lelaki yang bernama Pak Atmojo menunjuk ke sebuah meja, dimana terdapat beberapa orang yang sedang bercanda riang. Lalu pria itu melihat ke arah Nadia dan berkata kepada Bimasena, "Calonnya Pak Bima ya?"

Membuat wajah Nadia kembali merona dan tersenyum kikuk. Ia merasa wajahnya memanas. Bagaimana tidak, ia dikira calon Bimasena, sementara ia berstatus sebagai istri orang. Bagaimana bila ketahuan? Orang akan menuduh mereka berselingkuh.

Tunggu dulu, apakah yang ia lakukan dengan Bimasena sekarang namanya selingkuh? tiba-tiba ia bergidik.

Berbeda dengan Bimasena yang hanya tertawa dengan santai, tetapi tidak juga mengklarifikasi kenyataan yang sesungguhnya.

"Nadia, kenalin, ini Pak Atmojo, orangnya Pertamina. SVP CCIR. Sebentar lagi menjadi Direktur Utama di Pertamina," ujar Bimasena.

"Amin, Amin," jawab pria itu sembari mengulurkan tangannya untuk menjabat Nadia. Nadia pun menyambut dengan tangannya. Meskipun ia tidak tahu SVP CCIR itu apa. (Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations)

"Nadia."

"Atmojo. Wah calon Pak Bimasena cantik sekali. Kapan diresmikan? Buruan, nggak baik terlalu lama membujang," seru Pria yang rambutnya botak di depan itu.

"Saya sih siap setiap saat, tinggal menunggu keputusan Nadia saja Pak," balas Bimasena, tersenyum sambil melirik nakal ke arahnya.

Mungkin wajahnya sudah terbakar. Karena ia merasa sangat panas. Mungkin juga wajahnya sudah merah darah. Ia yakin.

Ia tidak tahu harus menjawab apa. Begitu nakalnya Bimasena memojokkannya.

"Wah Mbak Nadia jangan lama-lama ambil keputusannya. Pak Bimasena ini fansnya ada di mana-mana loh. Di Pertamina saja sering menjadi perbincangan kaum hawa," ujar Pak Atmojo tergelak. Bimasena juga ikut tergelak sambil memandang ke arahnya.

Nadia hanya bisa menelan saliva dan berpura-pura ikut tertawa untuk hal yang tidak lucu itu.

Fans Bimasena ada di mana-mana? Mengapa ia sekarang merasa terancam. Tidak aman. Apa artinya itu?.

"Permisi, saya ke toilet dulu." Memilih kabur dari dua orang itu mungkin cara terbaik untuk menghindari situasi yang memojokkan.

Dan sekarang ia sedikit bisa bernafas lega saat mereka dalam perjalanan pulang. Ia ingin segera sampai ke rumah untuk merilekskan tubuhnya yang tegang sepanjang acara makan malam bersama Bimasena.

Mengapa ia belum juga bisa santai bila bersama Bimasena? Seperti saat ini, duduk di samping Bimasena di dalam mobil. Tangannya masih gemetar dan tubuhnya menggigil.

"Nadia, aku sudah berusaha untuk menghindari dan menjauhimu. Namun ternyata langkah ini terus mendekat." Bimasena menghembuskan nafas panjang.

"Mudah-mudahan kamu mengerti. Ada sesuatu yang membuat aku tidak bisa menjauhimu. Maaf, karena ini akan mengganggu kenyamanan kamu."

Ini pertanyaan atau pernyataan? Aku harus menjawab apa?

"Aku tidak tahu harus bilang apa Bim."

"Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa Nadia. Dan tidak selayaknya aku menuntut rasa yang sama. Aku sangat mengerti keresahanmu."

Apa Bimasena bisa membaca pikiran dan perasaanku?

Saat mereka tiba di depan rumah Nadia, pria itu kembali bergegas turun dan membukakan pintu mobil untuknya.

Sebelum Nadia masuk ke dalam rumah, Nadia mengembalikan jas Bimasena yang masih bertengger di bahunya.

"Terimakasih Bim. Hati-hati pulangnya ya!" ucap Nadia.

Bimasena mengangguk. "Terima kasih untuk malam ini Nadia."

Bimasena menunggunya masuk ke dalam rumah, mengunci pintu, barulah ia meninggalkan rumah Nadia.

Perhatian yang melenakan. Teramat memanjakan jiwa.

Begitu tiba di dalam kamar, bukannya membuka pakaian dan bersih-bersih. Nadia malah membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Mengingat kembali kebersamaanya tadi dengan Bimasena.

Saat Bimasena memasang jam tangan pada tangannya.

Saat duduk di samping Bimasena di dalam mobil.

Saat berdampingan berjalan masuk ke hotel.

Saat di lift.

Saat di rooftop.

Saat Bimasena membuka cangkang kepiting untuknya.

Saat seorang pria datang menyapa mereka berdua dan mengira mereka pasangan.

Saat di mobil pulang ke rumah.

Tidak ada yang bisa ia lupakan. Terekam dengan sangat jelas di otaknya. Salah satu waktu teristimewa dalam hidupnya. Menjadi kenangan manis yang pernah ada.

Aroma tubuh Bimasena yang mulai akrab.

Tatapan mata cokelat nan tegas.

Bahu bidang dan kokoh itu.

Ah, pesonamu Bimasena ... membuatku jatuh semakin dalam. Aku khawatir tidak mampu naik ke permukaan lagi.

Sedang asyik ia melamunkan Bimasena, notifikasi dari sebuah aplikasi pesan berbunyi di ponselnya.

Ia pun meraih ponselnya, melihat nama pengirim dan kembali tertawa namun berdebar. Bimasena.

Bimasena:

Sudah tidur Nadia?

Nadia:

Belum

Bimasena:

Kenapa?

Nadia:

Belum ngantuk.

Bimasena:

Terima kasih ya sudah menemani aku dinner.

Bimasena:

How pretty you are (Betapa cantiknya kamu).

I can't take my eyes off of you (Aku tidak bisa mengalihkan pandangan dari kamu).

Bimasena:

Malam ini sangat berarti buatku. Thank you. Have a good rest Nadia.

Nadia berada di rumah, tapi rasanya ia sedang melayang-layang menari bersama bintang. Menyanyikan lagu kasmaran.

Jiwanya berkelana bebas, ke tempat angannya terbang. Ke seorang yang tidak perlu disebutkan namanya. Yang membuatnya memendam hasrat.

Malam ini terasa hangat, membelai mesra jiwa yang selalu sepi, menumbuhkan rasa. Dengan caranya, Bimasena membuatnya menjadi wanita yang istimewa.

Bimasena, sang penggoda.

*******

Readersku tersayang,

Terima kasih buat kalian yang selalu menunggu updatenya novel ini. Mohon maaf, untuk novel ini author belum mengeluarkan jadwal. Karena fokus menyelesaikan Novel (Tak Bisa) Ke Lain Hati. Yang tersisa beberapa episide lagi.

Terimakasih atas segala dukungannya.

Salam sayang dari Author.

😘😘😘

1
Mrs.Kristinasena
sosok Nadya..itu jarang sekali .Kebanyakan skrg itu Cantik, cerdas.
Mrs.Kristinasena
ooo mayy gaatttt....Seandainya Bimasena didepanku..modelnya badung seperti ini...??
Mrs.Kristinasena
Aku iri pada Nadia.yg ga cerdas, ternyata jadi kelebihan dimata Bimasena.Aku jadi bangga jadi org bodoh..wkk sayang direalita ga ada Bimasena
Mrs.Kristinasena
yg Nadia pake CD polkadot kayaknya di kosan ini.Apa bab ini direvisi ya kak? kok ga ada adegan iya iya nya..😄😄
Mrs.Kristinasena
yg Nadia pake CD polkadot kayaknya di kosan ini.Apa bab ini direvisi ya kak? kok ga ada adegan iya iya nya..😄😄
Mrs.Kristinasena
bab berikutnya..aku ga berani baca..masa masa sport jantung..dan seterusnya..ga tega liat Nadia hancur..aq blom sekuat itu..kak..Ga berani lanjut aku...berat sekali...
Mrs.Kristinasena
Bima: Setelah kamu denganku, apakah masih melayani Tristan?
Nadia: Apakah kamu sering tidur dg banyak wanita sblm denganku, Bim.karena sbg seorang jejaka kamu sangat pro dlm sex?
itu diotakku, ternyata beda yg diotak kak Ina..🤣🤣
Mrs.Kristinasena
kalo Adinda, Adit adalah suami yg baik.mereka saling mencintai.cinta pertama pula.Adit dan Tristan kaya putih dan hitam
tentulah kalo jadi iatri Tristan, akan pilih selingkuh dg Bima.Kalau istri Adit akan pilih setia,krn suami sdh baik, sayang, kaya lagi..hehe
Mrs.Kristinasena
kalau penggodanya spek dewa seperti Bimasena, semua wanita yg punya suami setiapun bakal rela tergoda dan menyerahkan diri dg ikhlas😍😍
Mrs.Kristinasena
sesempurna dirimu, Bim.Bisa mendapatkan gadis yg model apapun.Tapi pesona Nadya, cinta monyetmu dulu dan skrg istri sahabatmu ternyata lebih menantang.😄
Mrs.Kristinasena
type suami seperti Tristan yg pelit, perhitungan bertebaran dimana mana.yg model Bimasena, aahhh hanya disini aku menemukannya
Mrs.Kristinasena
Aku tahu Nadya dan Bima salah.Tapi semua ada sebab akibat.Jadi biarkan takdir Tuhan bekerja..
Mrs.Kristinasena
Adegan ciuman di belakang pintu, kirain bab ini..ternyata belum yaaa..astaga ternyata aq lebih murahan dr Nadia🤣🤣🤣
Mrs.Kristinasena
hmmm...ga cuma kamu, Nad ..aku pun masih terbayang bayanv dg abang Bimasena..ga mgk terlupa gimana ugal ugalannya dia mengejarmu..Beruntung kamu.,Nad dicintai abang Bima..Pliisss aku baperrr bgt...
Mrs.Kristinasena
jadi seorang penulis itu ternyata harus cerdas yaa..pintar, wawasan luas.Ini karya org dg kriteria diatas..berkali kali baca, berkali kali pula tulis komentar
.hehehe
Mrs.Kristinasena
16 Desember 2025 aku kembali kesini, krn jenuh dg bacaan yg lain.Akhirnya Bima Nadia membawaku kembali.Aku rindu kisah Bimasena Nadia..keromantisannya dan sensasi deg deg an nya..aaahh🤭🤭🤣🤣
JUw!T@ H∆t!
di bln november 2025...q baca kembali karya kakak....dah g keitung bacanya...bolak balik baca untuk kesekian kalinya tanpa pernah bosen...tetep berkarya kak..karyamu terbaik...sehat selalu☺️
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Teh yan"
bimmmm aku fans mu...apakabar sekarang kalian .. glor gelardor bimasena ...Nadia kamu istri yang beruntung..di perjuangankan ..di ratukan ..bikin mhitalia iri tingkat dewa .. Peyuk " jauh buat keluarga bima sena
Siti Nina
Gimana gak meleleh tuh si Nadia sama si Bima orang romantis nya ga ketulungan kita aja yg baca senyum" sendiri 😄
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profilku ya. trmksh🙏
total 1 replies
Teh yan"
di dunia nyata perempuan cantik kebanyakan morot laki kaya raya ..lah ini di kasih kemewahan malah gak mau ..Nadia kamu emang perempuan teraneh..dan bikin bima bertekuk lutut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!