NovelToon NovelToon
Darah Pocong Perawan

Darah Pocong Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Hantu / Mata Batin / Iblis
Popularitas:511
Nilai: 5
Nama Author: Celoteh Pena

Yitno... Ya namanya adalah Suyitno, seorang laki-laki berusia 36 tahun yang tak kunjung menikah. Ia adalah pemuda baik, tetapi hidupnya sangat miskin dan serba kekurangan.
Baik itu kekurangan ekonomi, pendidikan, wajah dan masih banyak hal lainnya yang membuatnya merasa sedikit putus asa dan berkecil hati. Ia tinggal bersama ibunya yang seorang janda.
Ia pemuda yang rajin dan tak malu bekerja apapun. Iman dan mentalnya berubah semenjak ia menghitung usianya, dan melihat teman-teman sekampungnya yang semuanya sudah berkeluarga. Ia malu, ia pun ingin menikah tetapi tak ada seorang gadis pun yang mau dengannya.
Semua gadis seperti menghindarinya, entah karena Ia miskin, atau karena ia tak rupawan, atau mungkin karena keduanya. Hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang kakek yang akan merubah hidupnya.
apakah yang akan dilakukannya? ikuti terus kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Celoteh Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Firasat

Selama tiga hari Yitno bekerja sendiri membuat kolam ikan nila dan akhirnya selesai. Besok dia berencana pergi ke penangkaran ikan untuk membeli bibit ikan nila. Hari-harinya berjalan lancar, Yitno sudah jarang mendapat gangguan dari hantu Lastri. Tetapi tanpa sepengetahuannya bahwa perbuatannya membuat kampungnya di teror..

Siang itu Yitno pergi ke warung pecel bude Sri..

"Lontong pecel bude, sama Marimas rasa sirsak, sekalian bayar hutang kemarin itu hehe."

"Iya! hmm..oh iya, udah denger desas-desus belum kamu, Yit?"

"Desas-desus apaan bude? Oh soal duit pak Bejo yang hilang di kampung sebelah itu? Udah denger aku." Jawab Yitno santai

"Bukan..."

"Lah terus...?"

"Ssstt..tau gak!? denger-denger kalau si Lastri...maksudnya ada yang ngeliat arwah si Lastri gentayangan..!!"

"Hah...??? Apa iya bude? Kata siapa?"

"Banyak yang ngeliat.. Anu kuncen itu siapa namanya?"

"Mbah Surip?"

"Iya...dia sering di ganggu arwah si Lastri, Yit."

"Hah...??" Sontak Yitno terkejut, ia terdiam dan menjadi pucat..."Di..di ganggu gimana bude?"

"Ya sering di liatin gitu, katanya arwah si Lastri nangis nangis bilang dingin...dingin...dan Mbah Surip ngeliat arwah Lastri tanpa busana. Bukan cuma Mbah Surip aja yang ngeliat, Iwan temen kamu itu juga pernah ngeliat waktu pulang dari maen gaple di pos ronda, dia papasan sama gadis duduk di tengah jalan gak pake baju, giliran dia perhatiin gak taunya hantunya si Lastri, sampe sekarang iwan gak berani keluar malem, mungkin masih trauma gara-hara ngeliat itu..." Jelas bude Sri, Yitno yang mendengar semua itu hanya bisa terdiam menelan ludah.

"Mamak kamu juga cerita kalau kamu sering ngeliat hantu kan, Yit?"

"I..iya bude..."

"Emang kamu di gangguinnya gimana, Yit?"

"Ya di ketuk-ketuk pintu dapur, suara orang nimba air masih banyak lah.."

"Iiiihhh ngeri amat, amit-amit moga aja gak gangguin aku...mas Tarjo gak tak bolehin ronda, aku takut tidur sendiri."

"Te..terus gimana sama keluarga lek Tarman, bude? Mereka denger isu berita ini?"

"Gak tau juga, gak enaklah orang mau cerita-cerita ..apalagi ini menyangkut anaknya Lastri. Kalau misal tau...mungkin mereka sudah cari orang pinter buat nyari tahu...kenapa bisa jadi kayak gini."

Deg...!!!

Yitno terkejut, semua ulahnya bisa ketahuan jika lek Tarman meminta bantuan dukun.

***

Sementara itu,

Di sebuah rumah yang tampak rapih dan terlihat minimalis. Seorang wanita paruh baya menangis-nangis di pangkuan seorang pria. Wanita itu tak lain adalah ibu dari Lastri, istri Tarman..

"Mas,.aku di mimpiin anak kita udah sering...sama kayak cerita warga. Anak kita nangis-nangis kedinginan mas...ada apa sama jasad anak kita. Pasti ada yang gak beres mas.." ucap istri Tarman sesenggukan

Tarman hanya diam, terus berfikir langkah apa yang harus dia ambil, sebenarnya ia tak mau jika harus membongkar kuburan anaknya, ia tak percaya hal hal seperti itu.

"Kamu yakin dik?, kita harus bedah bumi kuburan anak kita? Alasannya gak relevan gini, apa pak RT serta sesepuh desa setuju hanya karena alasan yang gak rasional kayak gini?"

"Ya ngomong dulu lho mas, siapa tau di izinin sama sesepuh desa."

Sejenak Tarman terdiam, ia meraih secangkir kopi di depannya dan menyeruputnya dengan sorot mata penuh pertimbangan sembari menatap pintu rumah yang terbuka....Samar-samar ia menatap seorang gadis telanjang, baru saja ia tertegun menaruh cangkir kopi di meja ia melihat lagi sudah tidak ada.

"Apa tadi...?" Batin Tarman

Tiba-tiba suara petir yang cukup besar terdengar di sertai angin kencang...

"Tutup pintunya dik, kayaknya mau ujan deres.." ucap Tarman menyuruh istrinya.

Tak lama hujan lebat pun mengguyur desa tersebut..malam itu keadaan kampung itu begitu mencekam, sudah hujan lebat disertai angin di tambah berita teror hantu Lastri yang menyebar ke seluruh desa. Menambah suasana semakin mencekam.

Tarman bergegas ke belakang rumah, ia memeriksa kalau kalau ada jemuran atau apa yang bisa terkena hujan...samar samar ia melihat seorang gadis duduk di pojok rumah tepatnya di teras belakang, gadis itu meringkuk tanpa pakaian, seperti sedang berteduh kedinginan...

Tarman mengamati gadis itu duduk di lantai menekuk kedua lututnya yang ia rangkul dengan kedua lengannya, wajahnya bersimpuh tertunduk di kedua lututnya membuat Tarman tak dapat melihat wajahnya.

Perlahan Tarman mendekatinya...

"Ka..kamu siapa...?" Tanya Tarman

Gadis itu pun perlahan mengangkat wajahnya, dan menoleh ke Tarman, kedua pipinya sudah berlubang dan terlihat belatung berjalan jalan di pipinya,,

"Dingin pak...." Ucapnya

"Ha...hantu.....!!!" Teriak Tarman gemetar hingga terpeleset karena hendak kabur... Tarman segera berlari masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu belakang rumah tersebut...Nafasnya tersengal-sengal...

"Ada apa mas?" Tanya istrinya

"Ng..nggak dik, nggak papa kok..."

Tarman dan istrinya tidur di kamar, tampak Tarman tak bisa tidur. Ia termenung..

"Wajahnya mirip anakku..apakah bener anakku jadi hantu...??" Batin Tarman tak percaya.

Pagi hari..

Terdengar suara ketukan pintu di depan rumah... Tarman sedikit terkejut, dimana yang datang berkunjung pagi itu adalah mbah Surip, kuncen TPU kampung tersebut.

"Mbah Surip? Masuk..masuk.. Mbah....silahkan" Tarman mempersilahkan Mbah Surip duduk di ruang tamu rumahnya.

"Maaf sebelumnya mas Tarman, saya berkunjung pagi pagi gini.." ucap Mbah Surip memulai perbincangan

"Halah gak papa Mbah, 'kan ini hari Minggu, saya libur kerja..."

Tak lama istri Tarman datang dengan segelas teh hangat..

"Teh Mbah, Monggo.."

"Walah repot-repot mbak..."

"Jadi ada keperluan apa Mbah?" Tanya Tarman

"Gimana ya ngomongnya mas, saya gak enak, sebenernya saya udah mau ngomong sejak lama, tapi waktu itu saya ragu..tapi makin kesini kok makin kayak gini. Ehhm...jadi gini mas Tarman juga mbak,, di hari kedua setelah pemakaman putri sampeyan ada hal ganjil yang saya alami..." Ujar mbah Surip

"Hal ganjil? Hal ganjil gimana Mbah?"

"Kuburan almarhumah anak mas Tarman gak ada kembangnya di atas pusaranya dan patoknya pun miring, waktu itu saya mikirnya mungkin kena angin. Tapi sekarang saya percaya itu bukan angin..soalnya sama sekali gak ada kembangnya"

Tarman dan istrinya pun saling tatap dengan raut wajah cemas...

"Jadi maksud Mbah gimana?" Tanya istri Tarman penasaran

"Sepertinya ada yang bongkar makam itu, tepat di malam pertama almarhumah Lastri putri mas Tarman di kuburkan..."

"Apa....???" Teriak istri Tarman sembari menangis sesenggukan hampir pingsan..

"Amit mas, ini baru praduga saya aja, soalnya saya kerap di mimpiin seorang gadis tanpa busana yang duduk kedinginan di pusara itu...saya juga kerap di ganggu..maksudnya di tampakkan makhluk begituan.." tutur Mbah Surip

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!