NovelToon NovelToon
DI BALIK LAYAR

DI BALIK LAYAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: EmeLBy

Mengisahkan tentang perjuangan hidup seorang gadis bernama Anindyta Kailila .
Dalam menggapai cita-citanya dengan
keadaan hidup yang sederhana.

Bekerja sebagai asisten seorang model papan atas, merupakan batu loncatan baginya untuk mengais rupiah dengan tetap harus pintar membagi waktu mengurus ayahnya yang sakit.

Jangan tanyakan tentang kisah cintanya.
Sebab semenit saja, otak dan hatinya tak pernah kosong, karena perintah dari sang model yang selalu datang bertubi-tubi.


Namun, apalah dayanya jika ternyata kegigihannya bekerja justru mempertemukannya dengan seorang CEO yang ternyata kekasih sang model.
Bahkan perasaan mereka tidak dapat di bendung untuk saling jatuh cinta.

Mungkinkah seorang asisten mendapatkan cinta seorang presdir bahkan kekasih bosnya sendiri...?

Ikuti ceritaku " Di Balik Layar"
Semoga di sukai pembaca.
Salam santun
salam sehat untuk semua
🙏🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 : GERAKAN FELYSIA

"Perbanyaklah melihat hasil perancang dari Luar Negeri, untuk menambah refrensi mu, mungkin bisa menjadi inspirasi dalam menciptakan karya baru mu."

"Baik, terima kasih sarannya Pak Darel." Ujar Anin masih dengan sopan.

Di hati Anin sedikit merasa senang merasa di beri saran oleh pak CEO tampan itu.

"Kamu kenal dengan Darel? Kok kemaren kayak ga kenal waktu ku bilang namanya." Saat mereka sudah sama sama berada dalam mobil menuju apartemen Felysia.

"Memang saat itu belum kenal, dan tadi adalah pertemuan pertamaku dengannya secara langsung."

"Tapi, tadi tampaknya kalian akrab."

"Begini..., aku kan kerja di Butik MJ. Bulan lalu kompetisi mendesain pakaian pantai couple. Dan aku pemenangnya. Darel adalah salah satu jurinya. Aku di nilai lewat CCTV, jadi aku tidak pernah bertemu secara langsung. Yang aku tau namanya pa Emil. Dia adalah adik pemilik butik itu. Hanya itu yang aku tau." Jelas Anin panjang.

"Oh... berarti dia adik pemilik Butik MJ tempat mu bekerja itu. Berarti aku harus mulai pendekatan dengan kakaknya itu ya... baiklah besok aku akan mulai beraksi." Ujar Felysia.

"Anin, besok bisa dengan Felysia ke kantor untuk penandatangan kontrak" Isi chat dari Gerald

"Baik, siap. Tolong kirim alamat ya 🙏" Balas Anin.

Lalu isi chat itu di teruskan Anin untuk Felysia.

"Ok" Jawab Felysia singkat pada chat yang di kirim oleh Anin.

"Artinya besok aku akan bertemu dengan Darel lagi. Baiklah aku akan selalu dan semakin membuat kamu terpesona padaku Darel Emilio Aswindra." Bisik Felysia di dalam hatinya.

Keesokan harinya di kantor Darel.

Tampak Felysia melangkah dengan percaya diri di ikuti Anin di belakangnya. Memasuki gedung kantor megah dan mewah itu. Anin berhenti di meja resepsionis untuk meminta ijin ke ruangan Darel sembari memperlihatkan chat WA dari Gerald, pada pegawai di balik meja itu.

"Silahkan naik ke lantai 7, Pa Gerald sudah menunggu kedatangan anda Nona." Ucap pegawai itu ramah.

Di balas anggukan dan senyum yang tak kalah ramah dari Anin.

Kemudian mereka pun memasuki lift, seperti yang di arahkan oleh pegawai tadi.

Sesampai di sana.

Tenyata hanya ada Gerald. Dan Darel sudah menitipkan semua berkas pada asistennya itu.

Felysia tentu sangat kecewa, karena tidak bisa bertemu langsung dengan Darel. Maka setelah selesai tanda tangan kontrak. Mereka langsung beranjak pulang.

"Anin, kita ke Butik MJ. Perkenalkan aku pada kakaknya Darel." Permintaan sekaligus perintah yang tidak dapat di bantah.

Sesampainya di Butik.

Tentu kedatangan Anin di sambut ramah oleh orang orang yang sudah sangat mengenal Anin dengan baik.

"Wilna... Bu Melisa ada?" tanya Anin ketika sampai di ruangan Wilna.

"Aniiin... apa kabar lama tidak main ke sini"

"Kabarku baik, aku ingin berjumpa dengan ibu Bos."

"Mari masuk," ajak Wilna sambil tersenyum

"Selamat siang bu Melisa, ini ada Anin ingin bertemu."

"Oh.. Anin. Haii apa kabarmu gadis manis" sapa Melisa ramah pada Anin.

"Kabar baik bu. Ini, saya ingin memperkenalkan calon model busana kita. Kami baru saja tanda tangan kontrak di kantor Pak Emil." Terang Anin.

"Woow... cantik sekali. Pantas Emil bilang ga perlu casting. Pilihan Emil oke banget." Puji Melisa pada Felysia yang tentu saja membuat hati Felysia berbunga bunga.

"Perkenalkan aku Felysia. Teman kuliah Darel juga berprofesi sebagai model." Ucap Felysia memperkenalkan diri.

"Oh... Jadi kamu temen kuliahnya. Kemana aja selama ini? Kok baru muncul. Ku kira selama kuliah Emil ga punya teman." Ungkap Melisa

"Iya... memang sudah lama kami lost kontak. Mungkin karena dia melanjutkan studinya ke LN kali yaa. Trus kami baru saja ketemu lagi saat reuni kampus beberapa minggu yang lalu." Jelas Felysia.

"Bagaimana kalau kita makan siang bareng yuuuk di kantin." Ajak Melisa pada mereka.

"Ih... katanya pemilik butik. Kok ngajak makan cuma berani di kantin sih." Gumam Felysia dalam hati.

"Baiklah." Jawab Felysia ramah seolah senang.

Setelah keluar ruangan nampak Melisa pum mengajak Wilna dan Melati ikut makan siang dengan mereka.

Karena mengajak sang model, tentu Melisa memesan ruang VIP di kantin itu.

Dan Felysia nampak terperanggah melihat yang mereka katakan kantin itu, ternyata lebih pantas di katakan restoran.

"Anin, jangan lupa 3 bulan lagi kompetisi Desain pengantin harus sudah di serahkan lho" Ujar Melati mengingatkan.

"Oh iya... kamu ikut kan Anin?" Tambah Melisa.

" Insyaalloh, ikut."

"Tapi kali ini jurinya bukan hanya Kami bertiga, tapi kami juga mengundang juri dari luar setaraf internasional. Kamu tau kah hadiahnya"

"Iya... hadiah itu adalah cita - citaku. Menimba ilmu designer di Paris adalah impianku." Jawab Anin

"Tapi jika kau menang, bagaimana dengan profesi mu sebagai asisten model cantik ini?" tanya Melisa sambil menunjuk ke arah Felysia.

"Oh, kami sudah bersepakat. Untuk mengakhiri kerjasama kami sampai akhir tahun ini." Ujar Felysia ramah bak seorang yang baik hati dan tidak sombong.

"Wah.. persiapan yang matang sekali. Berarti kali ini, Anin benar benar yakin akan memenangkan kompetisi ini lagi." Ujar Melati.

"Tidak begitu, hanya tahun depan mungkin aku ingin lebih fokus pada Butik ini saja. Rasanya seperti bersuami dua saat menjalani kedua pekerjaan ini bersamaan." Jawab Anin sambil tertawa.

Tiba - tiba

"Dareeeell.... coba kamu lihat aku sedang makan siang bareng siapa?" Ucap Felysia yang ternyata melakukan panggilan lewat Video Call dan mengarahkan camera pada mereka yang ada di sana bersamanya.

"Kakak..." Ujar suara Darel dari seberang.

"Iya... kakak sedang makan bersama model cantik pilihanmu. Nunggu kamu yang undang kelamaan Mil. Untung Anin yang perkenalkan kakak sama dia." Jawab Melisa.

"Oh..Di ajak Anin. Ya udah...selamat makan ya kak. Aku lagi dengan Mas Jordan niih." Jawab Darel sambil mengarahkan kamera ke arah suami Melisa.

"Oouh My husband. Selamat bekerja cinta ku." Sapanya mesra melalu ponsel Felysia dan Darel.

Di sambut anggukan dan tautan ibu jari dan telunjuk membentuk lambang cinta dari suaminya.

Terlihat senyum lebar mengembang di wajah Melisa. Nampak sekali keharmonisan rumah tangga Melisa dan suaminya.

"Darel..." Panggil Felysia manja

"Iya... iya... nanti lagi ya. Kami mau meeting." Jawab Darel

"Iya... Bye bye" Ujar Felysia mengakhiri panggilan itu.

"Kayaknya kalian akrab ya..." Ujar Melisa.

"Lumayan siih Kak."

"Sewaktu kuliah Emil punya pacar ga siih Felysia..? Sebab dulu, aku taunya cuma Hana temannya, tapi cuma teman belajarnya. Udah ku crosscek Hana nya. Bener... teman doang."

"Segitunya kak?"

"Iya...soalnya Emil kan kuliahnya di sini ikut aku, tinggal di rumahku, saat kami baru berumah tangga."

Wilna, Melati dan Anin nampak hanya sebagai pendengar yang baik saja sambil menikmati makan siang mereka.

"Kata Hana siih, Emil pernah naksir cewek di kampus. Tapi... ga tau. Apa ga jadi, apa di tolak. Ga jelas juga sih Hana bilangnya ke aku." Cerocos Melisa bersemangat.

"Waah... kalau masalah itu aku ga tau kak." Jawab Felysia berakting. Padahal dialah orang yang sudah di sukai Darel dan di tolaknya.

Bersambung

...Mohon dukungannya 🙏...

...Komen kalian sangat autor harapkan lho...

...Kasih 👍💌✍️🌹...

...seikhlasnya yaa...

...Biar makin semangat...

...Terima kasih...

1
Maryati
nyimak
Andreas Dwi Purwanto
hmmmmmmm
yuiwnye
waaah om pol blm bisa move on
yuiwnye
pak haji ketiduran lupa ngawasin 😎
ولدي انعم
Luar biasa
yuiwnye
naaah masalah B3 nin, hempaskan bisa jd racun 😆😆
yuiwnye
Bimo koq Ndak tanggapi utk kenalin anin ke ortu nya,,,,hmmm mencurigakan 😎🤔
yuiwnye
waaah kacau nih mulih Bimo atau Dar der Ling , nin 🤔😆
yuiwnye
ada yang panas tp bukan kompor 😆😆
🌼EmeLBy🌼
iya salam kemal juga
selamat membaca yaaak
Emi Asmiati
kasian felysia
Emi Asmiati
salam kenal thor...
Eka Burjo
duuuh habis baca Rahmad GiMan senyum senyum, ngakak malah, lalu baca part ini ko gedeg aq🙄
Eka Burjo: siap, mau lanjut lagi baca biar ga pinisirin 😁
total 2 replies
Eka Burjo
Luar biasa
Relka Putriana
Biasa
Erlinda
si darel nya aja yg super goblok dan lemah iman .sebagai seorang CEO dan suami dari ann di seharus nya bersikap tegas atas tindakan si jalang Santy ..tapi seperti yg aq bilang si Daren nya yg lemah iman.begitu melihat gundukan dan paha mulus .
Abdul Wahab Sjahrani
mantul alur ceritax thor
Ni'matul Ulfah
setuju curhat dg Anin. FE bisa mengambil pelajaran dari kehidupan Anin. walau bagaimanapun ortu Anin telah berjasa shg FE ada.
Indah Setyorini
menarik dan selalu bikin pinisirin....
Sovia Eva Yunita
bagus buat pembaca dg pemahaman dan ananat dari disampaikan penulis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!