" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 17
Drrt ,drrt, drrt.
Ponsel saka bergetar, saka pun segera merogoh ponsel di saku jasnya. Nama Dika terlihat jelas pada layar benda pipih tersebut.saka segera menggeser tombol hijau dan panggilan pun terhubung.
"Hallo"..
"Hallo boss"! Sapa asisten Dika saat sudah mendengar suara dari seberang telpon.
"Boss meeting 30 menit lagi"! Kata Asisten Dika dengan nada pani, pasalnya meeting siang ini kedatangan kolega dari China ,yang sudah bekerja sama cukup lama dengan perusahaan Aditama.
"Hemmmm"!! Sahut saka lalu memencet tombol hijau begitu saja dan mengantongi kembali ponselnya pada saku jasnya.
"Oh God, salah apa sebenarnya aku kenapa aku punya boss seperti ."! Gumam asisten Dika sambil menatap layar ponselnya yang sudah mati. Saka menatap Alea sesaat lalu beranjak dari duduknya .
"Jangan lupa minum obat mu,aku ada urusan mendadak"! Kata saka lalu berjalan begitu saja keluar dari rumah tersebut.
"Ok, thanks ya kekasih ku, pura pura"! Teriak Alea .mendengar itu saka hanya menggelengkan kepalanya pelan dengan sudut bibir yang sudah melengkung ke atas.
Setelah kepergian saka tak berselang lama suara teriakan seorang gadis yang tak asing di telinga Alea menggema di halaman rumahnya.
"Aleaaa ,yuhuu"! Teriak sarline sambil berlari menuju pintu rumah Alea yang sudah terbuka lebar.
" CK, Jangan teriak teriak ini komplek bukan hutan"! Seru Alea sambil menatap kearah sarline yang sudah berdiri di ambang pintu dengan senyum yang mengembang sempurna.
"Al, bagaimana kabarmu,kamu sakit apa"! Kata sarline segera masuk dan duduk disamping Alea,sarline menenteng sebuah plastik bag berisi makanan yang dia beli sebelum sampai di rumah Alea . Ayam bakar sambal hijau dia keluarkan dari plastik bag tersebut.
"Wah kamu bawa apaan"! Tanya Alea dengan mata tertuju pada box yang dikeluarkan sarline dari plastik bag yang dibawa nya.
"Makan yang banyak al,biar kamu cepat sembuh," kata sarline namun matanya tertuju pada buah buahan dan roti yang cukup banyak jika dimakan sendiri untuk Alea masih teronggok diatas meja dan beberapa obat diatas meja tersebut.
"Al,dimana Tante, dan ini kamu habis belanja"! Tanya sarline penuh selidik.
Hehee"! Alea nyengir kuda sambil menatap ke arah sarline.
"Itu dari kekasih pura pura ku"!
"Apaa"!! Pekik sarline kaget tidak percaya, pastinya sarline tahu siapa yang dimaksud kekasih pura puranya kalau bukan kakak nya sendiri .
''maksudmu ini semua dari kak saka,jangan bilang kamu dan kak saka "! Tanya sarline dengan mata memicing sempurna.
"CK, jangan mikir macam macam dia cuma tidak mau aku sakit karena tugasku belum selesai,itu saja tidak lebih"! Jelas Alea yang tidak mau baper karena perhatian saka hari ini.
"Tapi,jika beneran kak saka Suka sama kamu juga tidak apa apa Al. Setidaknya aku punya kakak ipar sengkleng seperti mu"!
Bugh'"!!
Mendengar itu Alea langsung saja memukul lengan sarline.
"Aku jadi kakak ipar mu,ogah,, lagian tidak mungkin aku tertarik dengan beruang kutub sepetinya".
"Awas termakan omongan sendiri"! Sahut sarline dengan bibir yang sedikit mencibir.
"Sudah ingat kita masih ingusan masa iya sudah ngomongin nikah nikahan,"seru Alea sambil meraih satu box ayam bakar yang di bawakan sarline barusan.
"Benar juga,lagian kita juga baru naik kelas 12 butuh waktu satu tahun lagi untuk lulus sekolah"! Sahut sarline sambil ikut mengambil box makanan tersebut dan mulai memakan nya.
**
Sore pun tiba setelah di rasa cukup lama berkunjung kerumahnya Alea,sarline pun berpamitan untuk pulang karena jam sudah menunjukan angka 4 sore hari.
"Al, aku pulang dulu ya, salam untuk Tante, Oya mudah mudahan besok kamu sudah bisa sekolah"! Kata sarline sebelum benar benar meninggalkan rumah Alea.
"Thanks ya"!! Sahut Alea sambil melambaikan tanganya ke arah sarline . Setelah mobil tersebut pergi meninggalkan rumah sarline,Alea pun masuk kembali ke dalam rumahnya,rasa pusing yang dirasakan Alea sedikit berkurang setelah meminum obat dari rumah sakit tadi. Baru saja akan menutup pintu rumahnya kembali sebuah mobil berhenti di depan rumahnya kembali, Alea pun menatap mobil tersebut ternyata asisten Dika yang keluar dan mendekat ke arah Alea yang berdiri di ambang pintu.
"Selamat sore nona"!
"Sore om"! Sahut Alea sambil menatap laki laki yang tak kalah dingin dari saka.
"Ini, titipan dari tuan saka, saya permisi"! Sahut asisten Dika menganggukan kepalanya singkat lalu membalikan badanya.
"Oh"!! Sahut Alea yang masih bingung ,. asisten Dika pun berjalan kembali menuju mobil hitam tersebut yang di dalam nya masih ada saka. Alea menatap mobil yang perlahan pergi setelah memberikan sebuah totelbag kepadanya.
"Sebenarnya dia kurir,apa asisten sih"! Gumam Alea sambil mengangkat totelbag ditanganya dan melihat isi nya sambil melangkah masuk setalah menutup pintu rumahnya.
"Enak juga sakit sejak tadi makanan enak terus yang mampir ke rumah, hah,, padahal ini hanya pacar pura pura kan, bagaimana kalau pacar beneran bisa cepat gendut aku "! Gumam Alea senyumnya kini sudah mengembang sempurna di wajah cantiknya.
Alea pun segera membersihkan dirinya biar nampak segar disela sela mandinya Alea menatap tubuh polosnya yang tidak berisi sama sekali .
"Andai aku tidak cantik pastinya saka itu tidak akan mau denganku,lihatlah bahkan dadaku saja seupil ,bokongku pun juga tidak begitu semok,hah,, bagaimana caranya untuk membuat dadaku besar ya,setidaknya satu genggaman orang dewasa begitu"! Gumam Alea sambil meraba dada nya yang hanya sebesar apel lokal itu.
Sore berganti malam, Bu Hanik yang baru saja pulang dari tempat hajatan pun terlihat membawa beberapa makanan yang diberikan pemilik acara tersebut.
"Sayang,ayo makan"! Kata Bu Hanik sambil mengetuk pintu kamar Alea.
Ceklek.
Pintu dibuka oleh Alea, wajahnya pun tidak se pucat tadi pagi saat Bu Hani berangkat membuat kue.
"Al, kamu sudah baikan"! Tanya Bu Hanik sambil menyentuh kening Alea.
"Sudah Bu, tadi sudah minum obat"! Jawab Alea lalu keluar dari kamar bersama sang ibu.
"Ini banyak sekali makanan dari mana,Al"! Tanya Bu Hani sambil melihat ke tas meja makan.
"Oh tadi sarline datang menjengukku sama teman lainya" jawab Alea sedikit berbohong,pasalnya Alea tidak ingin jika ibunya sampai tahu dirinya ada hubungan dengan laki laki dewasa. Bu Hanik mengangguk paham sambi tersenyum senang melihat banyaknya makanan dirumahnya, bisa di pastikan untuk 2 hari tidak perlu masak.
Alea dan Bu Hanik pun segera makan malam saat itu juga,sama halnya dengan keluarga Aditama.
--- " ma,pa apa benar kalian akan ke China"! Tanya sarline disela sela makan malam di ruang makan di mansion milik keluarga Aditama .
"Iya sayang tapi masih Minggu depan setelah kakak mu mengenal kan pacar nya sama mama dan papa"! Jawab mama Zahra.
Saka sontak menatap ke arah mama nya.
"Ma ,apa aku boleh ikut"! Tanya sarline penuh harap.
"Boleh,lagian kita kesana untuk menghadiri pernikahan mikel"sahut tuan bhara menimpali.
" Yuhuuu"!! Seru sarline dengan girangnya ,saka hanya menggeleng kan kepalanya pelan.
Setelah selesai makan saka dan sarline pun kembali masuk kedalam kamar nya,sedangkan mama Zahra dan tuan bhara masih berada diruang tengah untuk mengobrol ringan.
"Permisi tuan ,ada tuan Vano dan nyonya Sinta datang"! Kata pak Herry yang tiba tiba menghampiri tuan dan nyonya nya.
"Mbak Sinta"!! Saru mama Zahra bahagia kedatangan sang kakak berkunjung ke mansion nya . Mbak Sinta dan dokter Vano pun berjalan mendekat ke ruang tamu dimana mama Zahra sudah berdiri dan siap memeluk kakaknya.
"Mbak kenapa tidak dari tadi datangnya,kita kak sekalian bisa makan malam bersama "! Kata mama Zahra sambil memeluk mbak Sinta.
"Kita kebetulan lewat dan mampir ini,tadi juga tidak ada niat kesini sih"! Jelas mbak Sinta sambil terkekeh.
"Bagaimana kabarmu , bhara "! Tanya dokter Vano kepada adik ipar sekaligus sahabatnya.
"Baik seperti yang kau lihat," sahut tuan Bhara .
"Mana anak anak tidak ikut"! Tanya tuan bhara kepada dokter Vano.
"Mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri, apalagi chelsea kini masih sibuk menyusun skripsi,dan deksa sudah sibuk dengan keluarga barunya"! Jelas dokter Vano,terlihat tuan bhara menganggukan kepalanya.
"Oiya dimana saka dan sarline ," kembali mbak Sinta bertanya saat tidak mendapati kedua ponakannya di ruang tengah tersebut .
"Biasah mereka sudah masuk kamar dan sibuk dengan urusan mereka"! Jawab mama Zahra.
"Tadi pagi saka datang kerumah sakit,dengan seorang gadis,apa itu benar kekasihnya"! Tanya dokter Vano yang baru ingat dengan kejadian pagi tadi di ruangannya berkerja.
"Apa ,kekasih"! Pekik mama Zahra dan tuan bhara bersamaan, dokter Vano mengangguk dan terlihat bingung dengan ekspresi kedua pasangan tersebut.
"Kak, apa kamu yakin"! Tanya mama Zahra kepada dokter Vano memastikan.
"Yakin,bahkan saka sendiri yang bilang jika gadis muda itu adalah kekasihnya "! Jelas dokter Vano lagi.
"Gadis muda,memang seperti apa gadisnya"! Tanya tuan bhara angkat bicara sangking penasaran nya.
"Cantik dan masih sangat muda ,mungkin seumuran sarline".
"Apaa"!! Kembali mama Zahra dan tuan bhara di buat syok dengan berita mengejutkan itu.
"Sayang ,jadi saka benar sudah punya pacar,aku jadi tidak sabar ingin bertemu dan melihat gadis seperti apa yang bisa meluluhkan hati anak ku yang sedingin beruang kutub itu"! Kata mama zaka kepada tuan bhara, terlihat tuan bhara pun juga sangat penasaran dengan cerita sahabatnya itu.
"Jangan bilang kalian tidak tahu tentang hal ini"! Mama Zahra dan tuan bhara menggelengkan kepalanya kompak.
"Payah"!! Pekik dokter Vano.
"Sialan"! Sahut tuan bhara tidak mau kalah.
"Bagaimana bisa orang lain malah tahu duluan ,sedangkan aku mama nya tidak tahu jika saka benar benar punya kekasih,tidak bisa di biarkan aku harus cepat cepat meminta saka membawanya ke sini, gemas sekali aku rasanya dengan kelakukan saka"! Gumam mama Zahra dalam hati yang sudah tidak sabar bercampur penasaran yang sudah menggebu.
Waktu semakin malam ,dokter Vano dan mbak Sinta pun akhinya berpamitan pulang, setelah kepergian pasangan suami istri tersebut,mama Zahra dan tuan bhara pun memutuskan naik kelantai atas untuk istirahat.
Lagi lagi di dalam kamar saka senyum senyum sendiri,apalagi saat mengingat ucapan Alea jika dia busa melahirkan bayi bayi lucu.membayangkan nya saja pipi saka sudah memerah seperti kepiting rebus .
"Sialan"!! Lagi lagi saka tidak bisa mengontrol perasaanya ,mungkinkan benih benih cinta mulai tubuh di hati saka, atau es di kutup Utara akan segera meleleh ya sepertinya begitu para pemisa.