Alvonso adalah seorang Mafia dan juga CEO terkenal dingin dan kejam. Sangat tampan digilai banyak wanita tapi Alvonso tidak pernah tertarik terhadap wanita manapun.
Laras seorang mahasiswi tingkat akhir, cerdas, cantik dan baik hati.
Laras bersama teman - temannya mengadakan acara perpisahan di hotel di kota Surabaya. Akibat ulah teman kampusnya Laras bertemu dengan Alvonso dan kehilangan apa yang dijaganya selama ini
Suatu ketika mereka dipertemukan kembali tapi berdua tidak mengenalnya sampai pada suatu saat 3 anak kembarnya di culik terbukalah rahasia yang disimpan Laras selama ini
Apakah Alvonso dan Laras bisa bersatu atau masing - masing sudah menikah dengan pasangannya.
Simak novel ke 2 saya. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyerangan
Clarisa menunggu dengan sabar karena tempat penjual balon dekat dengan sekolahan jadi banyak yang membeli sambil bermain hand phone tanpa memperhatikan 3 ponakan yang dalam kondisi bahaya setelah sekian lama menunggu akhirnya Clarisa gilirannya membeli 3 balon dan menyebrang jalan.
Sampai di depan mobil Clarisa hendak membuka pintu mobil tapi ke 3 ponakannya sudah tidak ada.
Clarisa kaget dan melihat sekeling jalan tidak ada satupun melihat ke 3 ponakannya. Clarisa turun bertanya ke sana kemari siapa tahu mereka melihat ke 3 ponakannya karena lelah tidak beremu akhirnya Clarisa menelephone Laras kalau anaknya hilang kemungkinan anaknya di culik ole penculik anak. Selesai menelephone Clarisa mencari ke tiga ponakan sambil berputar putar.
*******
Akhirnya jalanan sudah mulai lancar mobilpun melaju ke bandara. Tidak ada pembicaraan mereka. Mereka sibuk dengan handphone masing - masing.
Laras sedang mencari lagu kesukaannya, ketika hendak ingin mendengarkan lagu kesukaannya tiba - tiba hpnya berdering.
Hallo Cla?
Gawat La, 3 anakmu hilang
Apa????
Alvonso dan Ronald yang lagi sibuk membuka hp terkejut mendengar teriakan Laras dan mereka hanya mendengarkan Laras telephone
Iya La, tadi 3 anakmu minta balon aku turun dan menyebrang pas aku kembali anakmu sudah hilang. Ini aku lagi mutar - mutar mencari mereka. Maaf ya La?
Sudahlah, aku cari dulu kebetulan aku pasang gps di jam tangan anak - anak, mobilmu berhenti dulu nanti aku kabarin
Ok
tut tut tut
Telephonepun terputus. Laras mengambil laptop untuk melacak ke tiga anaknya
Ada apa La? tanya Alvonso
Maaf pak saya tidak jadi ikut ke Jakarta
Lho kenapa? ini sudah sampai di bandara tanya Alvonso lagi
Maaf Pak anak - anak saya diculik dan anak - anak saya lebih penting dari pekerjaan
Apa?
Benar pak ini saya lagi melacaknya
Alvonso melihat tiga titik gps yang sedang berjalan.
Ronald putar balik kita menuju ke daerah xxxx
Baik tuan
Mobil itupun memutar balik mengikuti titik gps hingga titik gps berhenti.
Ronald telp anggota untuk datang ke daerah xxxx
Baik tuan
Laras juga menghubungi lewat wa ke Clarisa dengan memberikan alamat tempat 3 anaknya yang di culik. Clarisa langsung pergi ke tempat tujuan.
xxxxxx
Sampai tempat tujuan mereka berempat turun dari mobil Alvonso, Laras, Ronald dan bodyguardnya Alvonso mereka bertemu dengan Clarisa. Alvonso dan Ronald terkejut melihat Clarisa tapi berusaha menahan diri untuk bertanya karena memikirkan 3 anak kembar tersebut.
Alvonso juga tidak tahu dari tadi perjalanan hatinya sudah tidak tenang mungkin karena ikatan batin anaknya yang di culiknya.
Mereka berjalan dengan mengendap - ngendap dan melihat ke dalam.
Di dalam yang mirip gudang banyak anak yang dikurung dan diikat. Mereka terkejut melihat diantara mereka ada 3 anak kembar yang ikut di sekap dengan kondisi diikat dan ditutup mulutnya.
Mereka dijaga oleh 10 penjaga dan satunya lagi sedang duduk kemungkinan bosnya memperhatikan anak - anak yang sudah diculik total ada 11 orang penculik.
brak
Pintu di dobrak paksa dan pintupun terbuka dan terjadilah perkelahian di antara mereka. Laras mendekati 3 anaknya melepaskan ikatan mulut, tangan dan kakinya sedangkan Clarisa bersama anggota mafia ikut membantu melepaskan ikatannya dan menyuruh anak - anak itu untuk keluar dari gudang itu.
Alvonso, Ronald dan anak - anak buah mafia memukul dan menangkap para penjahat tersebut.
Tanpa disadari oleh mereka seseorang datang dan masuk ke dalam dan ingin menembak Alvonso besar.
Alvonso kecil melihat pria tersebut ingin menembak paman Alvonso diapun berlari
Paman awas?
dor
Akhhh
dah banyak yg cerita seperti ini tpi Lum ada yg menjelaskannya
bahkan bukanya lewat darah bisa lebih cepat dripada rambut