NovelToon NovelToon
You Are Mine

You Are Mine

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:332.3k
Nilai: 5
Nama Author: violla

Karena alasan cinta, Aisha mengubur cita-citanya dan menikah muda dengan Aarick. Namun sayang, ternyata cinta saja tidak mampu menjaga keutuhan rumah tangganya.

"Di mana dia menyentuhmu! Apa selama ini kau selingkuh di belakangku?" teriakan Aarick menggema di dalam kamar.

"Apa kau akan melepaskan aku jika aku menjawab iya?"

"Aisha!!"

Sejak pertengkaran itu Aarick semakin bersikap dingin, bahkan rasa cemburunya sudah menyakiti Aisha dan janin yang dikandung istrinya.

Bagiamana akhir rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MT2 Bab 21

Sudah satu malam Elang terkurung di ruang pengap seperti gudang. Matanya masih tertutup hingga ia tidak bisa membedakan antara siang dan malam. Tangannya belum bisa bergerak bebas sebab para penjahat itu sudah menjerat tangannya dengan rantai yang kokoh.

Brak!!!

"Siapa di sana? Keluarkan aku, pengecut!" Elang selalu memaki pada siapapun orang yang membuka pintu.

"Tenanglah, kau sudah aman!"

Elang memasang telinga memastikan suara yang seperti tidak asing untuknya. Tetapi, bukan milik para penjahat yang menyekapnya. Bukan juga suara Aarick atau Aditya.

Lalu siapa orang ini? Belum hilang rasa penasarannya tiba-tiba ada yang membuka selembar kain yang menutup matanya.

Berkali-kali ia mengerjapkan mata. Samar-samar ia melihat sepasang kaki jenjang berdiri di depannya. Ia mendongak pelan sampai berhasil mengenali wajah yang sudah lama tidak dilihatnya.

"Kau...?" Rahangnya terasa berat saat mengingat dan mencoba menyebutkan nama orang yang sudah membuka rantai yang menjerat kakinya. "Di mana Aarick si brengs*k itu? Apa Aarick yang menyuruhmu menculikku?" Ingin sekali ia menghajar Aarick.

"Justru aku ke sini untuk membebaskanmu dari Aarick!" Kini ia beralih membuka tangan Elang yang terdiam seperti sedang mencerna ucapannya, hanya bunyi rantai yang sudah berkarat terdengar di ruangan itu. "Simpan pertanyaanmu untuk nanti, karena sekarang kau harus kembali ke rumah untuk menyaksikan pernikahan adikmu!" Ia melemparkan rantai ke sembarang arah.

"Apa maksudmu, Boni!" Elang tidak memerdulikan tangannya yang terasa sakit. Ia menarik kerah baju Boni salah satu temannya ketika SMA. "Adikku belum mau menikah, dia tidak boleh menikah sebelum aku menikah! Aisha tidak boleh menikah dengan Aarick!"

"Aku ke sini untuk membebaskanmu ... apa kau mau membunuhku?" Boni terbatuk-batuk karena Elang hampir mencekik lehernya. Elang terdiam dan menghempaskannya. "Aku sudah melumpuhkan anak buah Aarick, pulanglah ... jangan biarkan Aarick berhasil menjalankan rencananya. Aarick tidak mencintai adikmu, dia cuma mau mengalahkanmu," ucap Boni memprofokasi. Tentu saja dia tahu pertikaian diantara kedua teman lamanya itu.

Deru napas Elang membara penuh amarah. Ia mencoba berdiri tetapi kedua kakinya terasa kaku.

"Biar kuantar pulang," tawar Boni, ia merangkul Elang dan membantunya berdiri.

"Dari mana kau tau kalau Aarick menyekapku di sini?" tanya Elang, matanya memicing melihat wajah Boni yang begitu dekat dengannya.

"Ini bukan waktu yang tepat untuk membahasnya, sebelum anak buah Aarick bangun, kita harus keluar dari tempat ini," jawabnya sambil terus memapah Elang.

"Aku tidak akan pernah melepaskannya," geram Elang ketika sudah berada di luar gedung, ia bersumpah akan memberi pelajaran pada orang-orang yang sudah membuatnya kelaparan dan babak belur seperti ini.

"Sepertinya kau harus mengisi perutmu agar punya tenaga melawan Aarick," ucap Boni setelah menghidupkan mesin mobilnya, bunyi kroncongan perut Elang mengusik pendengarannya.

"Jangan banyak bicara, lajukan mobilmu ke rumahku!" Elang sudah tidak sabar menghajar dan menguliti kebusukan Aarick di depan semua keluarga. Persetan dengan persahabatan keluarga Dirga dan Erlangga yang akan retak, ia tidak perlu lagi menutupi permusuhan antara dirinya dan Aarick.

Tin! Tin! Tin!

Di dalam mobil Elang geram sebab satpam belum juga membuka pagar besi rumahnya. Dari jauh kedua matanya menyoroti beberapa mobil terparkir di halaman rumah yang diyakininya milik para tamu dan yang paling mencolok mobil sport milik Aarick.

"Maaf, tidak terima tamu," ucap satpam di samping pengemudi. Namun sejurus kemudian ia terkejut melihat Elang di dalam mobil.

"Cepat buka!" bentak Elang. Satpam bergegas membukanya. Kemudian Boni kembali lagi melajukan mobilnya. "Aku pasti akan membunuhmu, Aarick!" Rasa sakit di kakinya seakan tidak terasa lagi, ia membanting pintu mobil dan berlari ke rumahnya.

Boni mengulas senyum penuh kepuasan saat melihat Endi pergi membawa dendam dan emosi yang menguasai jiwa rival lamanya itu.

"Teruslah seperti ini," gumamnya sembari mencengkram stir kemudi.

Samar-samar Elang mendengar suara ijab kabul dari dalam rumah. Ini tidak boleh dibiarkan, Aarick tidak akan bisa menikahi Aisha. Elang tidak rela kalau Aarick menjadi adik iparnya.

"SAH!!!"

Bersamaan dengan itu, Elang sudah berdiri di depan pintu, napasnya memburu bercampur marah, emosi dan kecewa pada diri sendiri. Kecewa karena tidak bisa menggagalkan pernikahan ini. Mata Elang kosong ketika melihat punggung sepasang pengantin duduk berdampingan, semua orang memanjatkan doa untuk pasangan yang baru sah itu.

"Aarick!!!" teriak Elang bersamaan dengan Aarick sedang mencium kening adiknya, Aisha Bella.

Semua mata terarah pada Gemilang Dirga. Mereka berdiri dan heran melihat penampilan Elang yang menyedihkan dan acak-acakan.

"Elang?" Alisa menghampiri anaknya. "Kamu dari mana? Ini kenapa memar?" Ia memegang rahang anaknya yang memar.

Elang tetap diam, matanya tertuju pada tangan Aarick yang melingkari pinggang adiknya. Elang tidak menghiraukan mamanya ia justru melangkah maju mendekati Aarick.

Aarick masih berdiri di tempatnya, wajahnya datar dan biasa saja, ia membiarkan wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya berlari dan memeluk kakaknya.

"Kakak," lirih Aisha di dalam pelukan kakaknya. "Siapa yang menyakiti kakak?" Elang tetap diam dan membalas pelukan adiknya yang menangis "Maafkan Aisha karena tidak menunggu kakak," lirih Aisha lagi.

"Ja-jadi ka-kamu sudah menikah?" Elang melepaskan pelukannya, dengan sayang ia meraih bahu adiknya dan menghapus air matanya. "Kalian sudah menikah?" Bola mata sayu Aisha melemaahkannya.

Aisha tersenyum. "Aku sadar kalau ternyata aku sudah sangat mencintainya, maafkan aku karena tidak memilih proyek itu," lirih Aisha.

"Kamu cinta sama dia?" Elang memastikannya lagi, Aisha mengangguk dan kembali memeluknya.

"Aku cinta sama suamiku," jawab Aisha.

Rahang Elang mengeras, matanya memerah, telinganya panas dan tangannya mengepal di balik punggung adiknya yang mungil itu.

Tapi si brengs*k itu tidak mencintaimu. Dia hanya memeralatmu saja. Dia hanya memanfaatkanmu saja, Aisha...."

"Lebih baik kita obati luka di wajah dan tanganmu." Papa Endi tidak sengaja melihat luka lecet di pergelangan tangan Elang. "Siapa yang menyekapmu?" selidiknya.

Aisha sudah melepaskan pelukannya, ia pun terkejut dan menangis. "Jawab, kak! Jadi karena ini kakak nggak bisa pulang?" pekik Aisha.

"Sayang ... kamu harus tenang." Aarick merangkul Aisha. "Beri kakakmu waktu untuk bicara, jangan menangis karena kakakmu nggak mau merusak hari bahagiamu." Aarick melirik Elang. "Bukan begitu, kak? Aku benar kan?"

"Pengecut!"

Cukup sudah! Elang tidak mau berdiam diri lagi, ia sudah bersumpah akan menghajar Aarick. Secepat kilat ia menarik Aarick dan menyudutkannya di dinding. Semua orang terkejut melihat tindakan yang dilakukan Elang.

"Elang!"

"Lepaskan dia!"

"Ada apa ini?"

Elang tidak perduli, telinganya seakan tuli, ia memojokkan Aarick di sudut ruangan.

"Orang seperti apa kau ini? Demi menikahi adikku kau menyekap dan menghajarku," ucap Elang pelan tepat di wajah Aarick.

"Memangnya kau punya bukti apa berani beranggapan seperti itu?" jawab Aarick berusaha tetap tenang.

***

Udah pusing, belum? untuk inpoh cerita ini mengandung teka-teki.:-)

Jangan lupa Like, bunga boleh, promosikan juga boleh, komentarnya juga.

1
Haryani Yuliwulansih
Ditunggu lanjutannya
Haryani Yuliwulansih
Luar biasa
Sulaiman Efendy
KOQ LAGI2 CERITANYA GANTUNG.
Sulaiman Efendy
ELANG YG DIBANGGA2KN TERNYATA TERLIBAT SINDIKAT NARKOBA DI LONDON...
Olly O Krisen
Bono...Boni...🙄
Agustin Ria Astuti
sapose ini mengadu domba? 🤔🤔🤔🤔
Sidieq Kamarga
Ha ha ha kena telak Sisil 🤩😂😂😂
momOf3AdorableKiddos
mana lanjutannya kakakkkkk
Arlisa Wanda
up kak ko udah end d profilx
Arlisa Wanda
up
langitsenja
loh koq udh end pdhl konflik baru dimulai
Ira-Hazirah Sweetz
thor....ini bener" gantung gini kah ending nya ??
Ira-Hazirah Sweetz
next
melanny laukon
koq dh tamat Thor???
Maulidis Atia
cerita airin sama yusri apa judulnya kak?
Fitri Anwar ALfhyank
kok udah end?? tp gantung loh
kayla
iyaeee sudah ngga ada kelanjutannya kha??
Lila Hilalia
kok blm ada lanjutannya
Viio Mom'Yasmine
ini gimna sih nanggung bgt. ngga jelas ya sinopsis sm critanya.
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!