Seorang wanita cantik memiliki jabatan CEO di Perusahaan Berlian milik Papahnya. Rania Queenzhi yang ceria memiliki ketertarikan dengan asisten juga merangkap sekaligus sekretarisnya, seorang pria tampan.
Boris William, Sekretaris sekaligus Asisten yang mengabdi di Perusahaan, karena membalas budi akan hidupnya. Diam-diam juga memiliki ketertarikan dengan Atasannya di Perusahaan. Tapi, dirinya masih mempertimbangkan segala hal yang membuatnya tidak percaya diri.
"Aku menjodohkan putriku denganmu, Boris. Tapi, aku tidak memaksa dan membuatmu terburu-buru. Santai dan belajarlah semua hal mengenai Perusahaan. Cari tahu sedikit demi sedikit dari Rania. Dia tahu sepenuhnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anjarthvk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 : Jajan di Korea Selatan
...Selamat membaca semuanya......
...--------...
...--------...
Rania dan Boris sudah berada di dalam pesawat first class, duduk yang berseberangan memudahkan Boris bisa terus memantau Rania dari pandangannya.
"Ris, aku tidak bisa tidur." Rania dengan suara lirihnya berusaha memanggil Boris yang memejamkan matanya. Karena belum sepenuhnya tidur, Boris membuka mata dan mencondongkan tubuhnya.
"Kenapa Nona?"
"Aku tidak bisa tidur," Boris terdiam sebentar dan berusaha mencari cara untuk membantu Rania agar mudah tidur.
Dia mengambil pemutar musik dan dia berikan ke Rania, "Nona bisa dengarkan lagu yang biasa saya putar. Bisa membantu Nona agar terasa lebih rileks."
Rania menerima pemutar musik tersebut, dan menganggukkan kepala. Dia pasang ke telinganya dan mulai mendengar musik yang sudah terputar.
🎧 Kiss me one..
And kiss me twice,
Then kiss me once again..
It's been a long, long time..🎧
Penggalan lirik yang terputar membuat Rania terkejut dan langsung menoleh ke arah Boris yang memejamkan mata sambil sedikit menyunggingkan senyuman. Entah perasaan Rania saja, rasanya pria itu seperti sedang memberikan sedikit tanda bahwa dia juga menyukainya.
Akhirnya mereka merasakan angin dari Negara Ginseng, dan Rania sebenarnya tidak yakin akan betah tinggal di sana. Tapi, karena dia ditemani Boris dan beberapa karyawan dari Perusahaan membuat dia tidak akan takut lagi merasa bosan atau kesusahan.
Mobil taksi berhenti di depan mereka, Boris menyuruh karyawan lain untuk langsung menuju ke hotel yang sudah dipesan olehnya. Sedangkan dia berencana mengajak Rania ke sebuah restoran lebih dulu. Dia membukakan pintu mobil untuk Rania.
"Mari masuk Nona."
Rania masuk dan duduk dengan nyaman. Boris memasukkan lebih dulu barang-barang mereka ke dalam bagasi belakang mobil. Setelahnya ikut duduk di samping Rania, sampai dia merasakan lengan tangannya dipeluk erat oleh Rania dan kepala wanita itu bersandar pada bahunya. Terkejut sudah pasti, tapi Boris hanya diam sambil tersenyum tipis.
"Itaewon."
Taksi pun berjalan menuju ke daerah Itaewon. Rania tidak memejamkan matanya, hanya memandang jalanan ke depan. Boris dari tadi merasa sangat gugup dengan posisi tersebut.
"Nona bisa tidur dulu, jika sudah sampai nanti saya bangunkan."
Rania mengeratkan pelukannya pada lengan Boris, gelengan kecil terasa, "laper.." Boris tersenyum tipis mendengar rengekan kecil itu.
"Untuk itu saya mengajak Nona ke daerah Itaewon, Nona bisa membeli kuliner di sana."
Rania merenggangkan pelukannya, menatap Boris antusias. Wajah mereka sangat dekat, tatapan Boris kesekian kali terpana dengan kecantikan Rania.
Cup.. Bibir itu membasahi rahang tegas Boris, pertama kali dan membuat jantung Boris semakin berantakan. Matanya membulat sempurna serta berkedip beberapa kali melihat Rania. Wajahnya memerah gugup.
Boris tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia karena kejadian tadi. Rania menyandarkan kembali kepalanya pada bahu Boris.
"Jangan melirik wanita-wanita Korea ya, Ris. Aku mencari di Internet wanita di sini cantik-cantik. Awas saja kamu terpana dengan kecantikan mereka," ancam Rania yang terdengar menggemaskan, tapi justru membuat Boris menyunggingkan senyuman.
Dalam hati Boris menjawab, 'ngapain aku harus melihat kecantikan wanita di Negara ini? Kecantikan Rania Queenzhi bagiku yang paling sempurna.' Dia ikut menyandarkan atau menempelkan kepalanya pada kepala Rania.
Hingga sampailah mereka di Itaewon, dan sopir taksi tadi menunggu mereka di tempat lain. Mata Rania seperti berubah menjadi membulat besar.
"Mau jajan.. Ris. Ayo jajan!" Rania menarik lengan tangan Boris dan mendekati kedai penjual Tteokbokki , dan Boris hanya mengikutinya.
Satu porsi tteokbokki siap dimakan, Rania mencicipi makanan tersebut. Beberapa kunyahan mampu menciptakan reaksi yang berlebihan, Rania menyuapkan satu potong ke dalam mulut Boris dan mau tidak mau pria itu menerima suapannya.
"Enak kan?" Boris tersenyum dan mengangguk, lalu menatap Rania yang sangat terlihat bahagia. Rania yang fokus pada sekitarnya, sedangkan Boris selalu terpaku pada keindahan bidadari di dekatnya saat ini.
...Bersambung......
Terima kasih semua yang sudah mampir, maaf ya kalau membosankan dan kalimatnya berantakan..
Tunggu jajanan kecil di warung aku selanjutnya 🤗🤭😚