Follow IG @rr_maesa
Dilamar pria tampan super tajir, dengan rumah mewah dan perhiasan satu koper, mau? Mau dong! Tapi bagaimana kalau prianya ternyata memiliki gangguan kejiwaan? Masih mau?
Jack Delmar adalah pria tampan kaya raya keturunan bangsawan Perancis, yang mengalami hal buruk di masa kecil yang membuatnya depresi dan terpaksa dirawat di RSJ.
Arasi Mayang, seorang gadis yang menerima lamarannya Jack karena dikejar target menikah tanpa tahu kalau Jack dalam masa pengobatan. Apa yang terjadi ketika Ara baru mengetahui kondisi Jack setelah menikah?
Yuk ikutin kisah cintanya Jack dan Ara!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH-21 Pemegang kuasa kekayaan Jack
Dokter Mia menatap Ara.
“Kau bisa membawa Jack ke tempat kejadian itu tapi tidak sekarang, karena Jack sedang sangat emosional sekarang,” kata Dokter Mia.
“Jadi kapan aku bisa membawa Jack ke tempat itu?” tanya Ara.
“Menunggu Jack lebih tenang. Ada ruang kosong dalam jiwanya. Selain karena merasa bersalah terhadap orang yang sangat disayanginya, yaitu ayahnya, Jack sangat dekat dengan ayahnya juga Arum, dia teman kecilnya Jack. Dia merasa kesepian, dia butuh seseoang yang selalu menemaninya dan membuatnya bahagia,” ucap Dokter Mia.
“Aku harus membuat Jack merasa senang setiap waktu,” ucap Ara, sambil menatap Dokter Mia. Menghela nafas sebentar lalu kembali menatap Dokter Mia.
“Aku ingin Jack sembuh Dokter, selain aku merasa kasihan pada Jack, aku juga tidak mau selamanya menjadi istri seorang pria yang depresi. Aku ingin pernikahanku berjalan normal seperti pasangan yang lainnya,” kata Ara, kini dari sudut matanya menetes butiran airmata.
Dokter Mia menyentuh tangan Ara mencoba menguatkannya.
“Aku tahu kau bisa membantu Jack untuk sembuh,” ucap Dokter Mia, tersenyum memberi semangat.
Ara melihat kearah pintu yang terbuka, ternyata sekarang Jack dan Pak Beni sedang bicara dengan Dokter diluar, entah apa yang mereka bicarakan mungkin tentang kondisinya.
Setelah bicara banyak dengan Dokter Mia, Dokter Jack itu memeriksa Jack juga bicara dengan Pak Beni, lalu Dokter Mia pulang. Pak Benipun langsung menghampiri Ara.
“Kata Dokter, kalau Nyonya merasa lebih baik, kita bisa pulang,” kata Pak Beni.
“Luka dikepalanya tidak terlalu parah, sudah diberikan beberapa jahitan, tapi kalau ada yang dirasa sakit lebih baik Nyonya dirawat di rumah sakit ini berapa hari,” lanjut Pak Beni.
Ara menggelengkan kepalanya.
“Aku ingin dirawat dirumah saja, tinggal disini malah membuatku merasa semakin sakit,” jawab Ara.
“Baiklah kalau Nyonya merasa demikian, saya akan bicara dengan Dokter,” kata Pak Beni.
Ara pun mengangguk.
Setelah diperiksa ulang kesehatannya Ara, dan dengan berbagai persyaratan lainnya akhirnya Ara diperbolehkan pulang.
Disepanjang jalan Jack memegang tangannya terus, Ara hanya sesekali melihat pada pria itu dan tersenyum. Hatinya merasa sedih setiap melihat Jack. Entah kapan pria itu akan benar-benar sembuh. Semoga dia sabar melewati hari-hari sulitnya bersama Jack.
Dirumah Jack, diruang tamu, Ny.Inez sedang bicara dengan Bastian.
“Kau baru membeli mobil itu dua bulan yang lalu, masa kau mau beli mobil lagi?” keluh Ny.Inez.
“Ini mobil keluaran baru, lebih keren, Bu!” kata Bastian.
“Tapi harga mobilnya itu sampai Milyaran, tabungan ibu bisa habis kalau terus terusan dibelikan mobilmu,” ucap Ny.Inez.
“Ibu kan bisa pakai uang kakak. Mintalah pada Kakak,” kata Bastian.
“Apa kakakmu mau membelikannya?” gumam Ny.Inez.
“Harus mau! Dia punya uang banyak-banyak buat apa kalau tidak dipakai,” kata Bastian bersikeras.
Obrolan mereka terhenti saat mendengar langkah kaki masuk kedalam ruangan itu.
Ny.Inez langsung menoleh kearah suara, dilihatnya Jack masuk dengan Ara yng dibalut perban kepalanya, juga Pak Beni.
“Jack, kau pulang?” tanya Ny.Inez sambil menghampiri dan menatap Ara.
“Kau kenapa?” tanya Ny.Inez.
“Ada sedikit kecelakann, tadi,” jawab Ara.
Ny.Inez menoleh lagi pada Jack, lalu menarik tangannya Jack menjauh dari Ara dan Pak Beni. Ara menoleh pada Bastian yang menatapnya lalu memalingkan muka.
“Jack, Bastian ingin membeli mobil baru, karena harganya mencapai 1M, jadi Ibu perlu persetujuanmu,” kata Ny.Inez.
“Mobil?” tanya Jack.
“Iya Kak, aku sudah bosan dengan mobilku,” jawab Bastian.
Ny.Inez mengangguk.
“Baiklah,” kata Jack, mengangguk.
Ara terkejut mendengarnya, Jack dengan mudahnya menyetujui permintaan membeli mobil mewah itu, padahal menurutnya mobil yang dipakai Bastian itu sudah sangat mewah dan terlihat masih baru.
“Terimakasih, sayang,” ucap Ny.Inez, tersenyum senang, begitu juga Bastian.
Tapi tiba-tiba Pak Beni menyela.
“Maaf Nyonya, ada yang harus saya sampaikan,” kata Pak Beni.
“Apa?” tanya Ny.inez, menoleh pada Pak Beni.
“Saya ingin memberitahukan kalau mulai sekarang untuk pengeluaran keuangan rumah tangga harus seijin Nyonya Delmar,” kata Pak Beni, membuat Ny.Inez terkejut.
“Maksudmu apa?” tanya Ny. Inez menatap tajam Pak Beni juga Bastian.
“Karena Tuan Delmar sudah menikah, otomatis yang mengatur keuangan rumahtangga Tuan Delmar adalah istrinya. Jadi Ny. Delmar juga memegang kuasa kekayaannya Tn.Delmar. Untuk membeli mobil, Nyonya bisa minta pada Nyonya Delmar,” kata Pak Beni, membuat Ny. Inez dan Bastian terkejut juga Ara.
“Apa? Apa yang kau bicarakan?” bentak Ny.Inez menatap Pak Beni dengan tajam.
“Seperti yang Nyonya ketahui kalau semua asset, perusahan, rumah dan lain-lain itu milik Tuan Delmar, jadi untuk pengeluaran yang menggunakan kekayaannya Tuan Delmar, Nyonya harus meminta persetujuannya Nyonya atau Tuan Delmar,” kata Pak Beni.
Penjelasan Pak Beni, benar-benar membuat Ny.Inez marah.
“Apa maksudmu? Kau mau mengatakan sekarang yang memegang kendali keuangan adalah wanita itu?” bentak Nyonya Inez menunjuk pada Ara.
“Benar Nyonya! Pengacara sedang mengurus surat pencabutan hak kuasa Nyonya atas kekayaannya Tuan Delmar,” jawab Pak Beni.
Ny.Inez menatap Pak Beni dengan marah.
“Kau, kau keterlaluan! Wanita itu baru sehari menjadi istrinya Jack! Masa dia yang mendapat hak kuasa atas kekayaannya Jack? Aku ini ibunya!” teriak Ny.Inez.
“Maaf Nyonya, tapi Nyonya sudah bukan Nyonya Delmar lagi. Bahkan keluarga Nyonya sebenarnya tidak punya hak tinggal disini,” kata Pak Beni.
“Aku tidak terima ini!” teriak Ny.Inez.
Bastian yang mendengar perkataan Pak Beni langsung mendekati ibunya dan juga menatap Pak Beni dengan tajam.
“Sepertinya ada yang mengada-ada dengan semua ini! Aku malah curiga jangan-jangan kau sekongkol dengan wanita itu untuk mengambil kekayaannya kakak!” tuduh Bastian, lalu menatap pada Ara.
Ara yang mendengar percakapan itu langsung pucat saja. Dia tidak tahu menahu soal ini, dia juga sangat terkejut dengan dia yang mempunyai hak memegang harta kekayaannya Jack.
“Pak Beni, aku tidak bisa menerima ini,” kata Ara.
Pak Beni menatap Ara.
“Hukumnya seperti itu Nyonya. Sekarang Nyonya istrinya Tuan Delmar, jadi Nyonya yang memegang kuasa pengeluaran biaya rumah tangganya keluarga Tuan Delmar,” ujar Pak Beni.
Arapun diam, dia menoleh pada Jack yang tampak diam mendengarkan, dia tampak bingung dengan pembicaraan ini.
“Pak Beni, Nyonya,” ucap Ara menatap dua orang itu bergantian.
“Sekarang Jack sedang terguncang, dia sedang tidak stabil. Tadi Jack bertemu dengan Ny,Imeda ibunya Arum, dia mengamuk, bisakah kita tunda dulu pembicaraan ini? Menunggu Jack lebih baik baru kita bicara,” kata Ara, sambil mendekati Jack dan memegang tangannya.
“Tidak bisa, ini harus diclearkan sekarang juga!” ujar Ny.Inez lau menatap Jack.
“Jack, lihat ibu!” kata Ny.Inez, Jack menoleh pada ibunya.
“Kau tidak akan memberikan kuasa pengurusan keuanganmu pada istrimu kan? Wanita ini baru kau kenal beberapa hari, kau tidak benar-benar mengenalnya, bisa saja dia itu wanita jahat yang akan mengambil uangmu lalu meninggalkanmu! Kau harus menolaknya jika pengacara datang!” kata Ny. Inez.
Mendengar perkataan Ny.Inez membuat Ara terkejut.
“Nyonya, aku bukan wanita seperti itu! Meskipun aku baru mengenal Jack, aku tidak bermaksud jahat padanya!” ujar Ara.
“Alah, jangn sok polos! Siapa wanita yang mau menikahi pria depresi seperti Jack kalau bukan kerena uang?” maki Ny. Inez menatap Ara dengan tajam.
“Tapi Nyonya, aku memang tidak seperti itu!” kata Ara, dengan hati yang terasa sakit.
Ny.Inez berjalan mendekati Ara.
“Sekarang aku tahu ternyata aku harus berhati-hati padamu, ternyata kau wanita licik, wanita serakah. Apa tidak cukup apa yang Jack berikan kemarin? Rumah mewah harga bermilyar-milyar, perhiasan yang tidak terhitung harganya! Dasar kau ular,” maki Ny.Inez.
Ara merasa shock mendapat cacian itu, hatinya begitu sakit dituduh seperti itu.
“Kau sengaja kan mau menikahi Jack karena hartanya? Ngaku saja! Jangan sok belaga polos!” maki Ny.Inez lagi.
Ara sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya dituduh seperti itu. Dia benar-benar tidak tahu kalau Jack Depresi. Dia sama sekali tidak berniat jahat pada Jack. Dia menerima lamaran Jack karena usianya sudah waktunya untuk menikah, tidak ada yang lain.
Aimata mulai menetes dipipinya Ara. Jack terkejut melihatnya, dia langsung memeluk Ara.
“Ibu jangan menyakiti Ara, aku akan membelikan mobil itu tapi jangan menyakiti Ara,” kata Jack.
Ara terus saja menangis, dia tidak menyangka semua akan serumit ini.
“Ibu bukan cuma mau mobil, Jack! Ibu tidak setuju kalau pengeluaran uangmu dipegang wanita ini!” teriak Ny.Inez.
“Jangan menangis, jangan menangis!” ucap Jack pada Ara dan menghapus airmatanya, dia tidak peduli apapun yang dikatakan ibunya, dia hanya tidak mau melihat Ara menangis.
“Nyonya, Tuan Delmar sedang tidak sehat sekarang, tolong jangan menekannya!” kata Pak Beni.
“Diam kau!” bentak Ny. Inez, sambil menoleh pada Pak Beni.
“Kau pasti sekongkol dengan wanita ini kan?” tuduh Ny.Inez.
“Saya tidak berani Nyonya, sebentar lagi pengacara akan datang kemari untuk menjelaskan” kata Pak Beni.
Jack memeluk Ara tanpa bicara apa-apa lagi, dia membawa istrinya pergi dari ruangan itu.
“Saya permisi Nyonya,” kata Pak Beni, lalu diapun pergi.
Ny. Inez sangat kesal dan marah. Bastian langsung menghampiri ibunya.
“Bagaimana ini Bu? Masa sekarang wanita itu yang memegang kekuasaan kekayaannya kakak? Jadi kita kalau butuh apa-apa harus pakai uang sendiri atau minta pada dia kalau mau pakai uang kakak? Aku tidak terima ini! Uang ayah dan Ibu tidak sebanyak yang kakak punya,” keluh Bastian.
“Ibu juga tidak menyangka wanita itu sumber malapetaka pada keluarga kita! Kalau tahu begini, Ibu tidak akan mengijinkan Jack menikah seumur hidupnya!” kata Ny.Inez dengan kesal.
************
mana ada cowo gila romantis.. ada d tempat yang sama, sempet sempetnya kirim bunga
ibarat kalau pilih kiri (dikejar pria beristri)
pilih kanan dikejar pria autis (gangguan jiwa)
tp setidaknya jack itu ganteng, kaya raa.. pilih dia aja.. minus ny cuma atu, dia gila raa.. gapapa lah.. ketutup ama ketajiran ny.. anak semata golek kolongmerat..
dr pada pilih laki beristri..
mending setia.. bisa bisa nambah pasukan.. belum lagi anaknya banyak.. di unyeng2 istri tua.. haih...ibarat udah jatoh nyusruk ke selokan comberan itu mah.. dibahagiain kaga.. sengsara udah pasti
seneng bgt 🥰