" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 18
Pagi pun tiba.
Pagi itu nampak nya sedikit mendung , langit pun masih terlihat kelabu meskipun jam sudah menunjukan angka 6.30. saka yang sudah siap dengan setelan kerjanya pun saat ini sedang duduk di sofa kamarnya , dengan mata menatap benda pipih di tangannya yang masih mati tersebut. Perasaannya gundah melihat cuaca yang tidak bersahabat pagi ini.
"Kirim pesan tidak ya, nanti dia ke pede an aku kirim pesan duluan ,kalau tidak nanti jika dia kehujanan bagaimana"! Gumam saka dengan dahi yang sudah mengetuk ngetuk layar ponselnya.
Saka menyalakan ponselnya dan mencari nama Alea di dalamnya. Tanpa sadar laki laki tersebut malah memencet tombol panggil tatapanya masih bingung namun sambungan telpon tersebut terlihat berdering.
**
Disisih lain Alea yang sedang menikmati sarapannya pun menatap benda pipih di atas meja yang menyala, gadis itu sudah siap dengan seragam putih abu abunya, kesehatan Alea sudah membaik dan dia memutuskan untuk pergi sekolah hari ini.
"Al, kenapa tidak diangkat siapa tahu penting"! Kata hu Hanik yang saat ini sedang sibuk membuat adonan kue. Alea tidak menjawab lalu meraih ponsel tersebut dan menggeser tombol hijau meskipun tidak tahu siapa yang menghubungi nya karena memang Alea belum menyimpan nomor ponsel saka.
"Hallo"!! Kata Alea, Sambungan telpon tersebut terlihat sudah terhubung namun tidak ada jawaban apapun dari seberang sana.
"Hallo, ini siapa"! Tanya Alea sekali lagi .
"Saka yang sedang melamun pun terlonjak kaget dan baru menyadari jika benda pipih ditanganya dengan menelpon,dan mama Alea terlihat jelas disana.
"Alea"!! Sahut saka dengan mata membulat sempurna ,
Deg"!!
Samar samar Alea mendengar ucapan di seberang telpon,suara yang tidak asing, suara yang bisa menghasilkan ya uang jajan ternyata.
"Hallo, ada orang di seberang saja"! Tanya Alea sekali lagi,tidak ingin menyebut nama saka ,karena ada sang ibu yang juga sedang memperhatikannya .
"Hemmm"!! Sahut saka.
"Tunggu aku ,aku akan mengantarkan mu sekolah"! Sambung saka lalu mematikan panggilan telpon begitu saja.
Alea bingung dan menatap layar ponselnya saat panggilan tersebut sudah terputus sepihak.
"Dasar aneh"! Geruntuh Alea sambil kembali meletakan benda pipih tersebut di atas meja.
"Siapa ,Al"! Tanya Bu Hanik penasaran.
"Salah sambung"! Sahut Alea berbohong,lalu kembali melanjutkan sarapan nya.
--- didalam kamar saka sudah memegangi dadanya yang berdebar debar, lalu beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar.
"Pagi ma"! Sapa saka saat melihat sang mama menuruni anak tangga sendirian.
"Pagi sayang"! Sahut mama Zahra.
"Saka berangkat sekarang ma, buru buru"! Kata saka sambil meraih tangan mama Zahra dan mencium nya singkat.
"tapi saka tidak sarapan dulu"! Teriak mama Zahra yang melihat saka sedikit berlari menuruni anak tangga.
"Nanti di kantor"! Seru saka sambil terus melanjutkan langkahnya.
"Ada apa ma"! Tanya sarline yang tiba tiba muncul dari belakang mama Zahra.
"Itu kakak mu tumben terburu buru sekali"!
"Jadi kak saka sudah berangkat". Tanya sarline memastikan .mama Zahra mengangguk pelan.
"CK , kalau tidak ada mau nya saja aku di tinggalkan"! Geruntuh Alea kesal dengan kelakuan kakaknya itu.
"Sudah nanti diantar mama dan papa , sekalian mama dan papa mau kerumah Oma lagi pagi ini"! Jelas mama Zahra ,mata Alea sontak berbinar .
"Baiklah, ayo kita sarapan kalau begitu'! Lanjut Alea sambil menggandeng lengan sang mama dengan manjanya .
"Selamat pagi boss"!! Sapa asisten Dika sedikit terburu buru keluar dari mobil karena tidak bisanya saka keluar mansion dan menunggunya sebelum dirinya datang, tapi ini.
"Cepat ,keburu hujan"! Sahut saka lalu masuk begitu saja kedalam mobil tanpa menunggu sang asisten membukakan pintu untuknya.
"Ba-baik boss"! Jawa asisten Dika yang sedikit bingung dengan tingkah bisa nya pagi ini,padahal matahari sudah mulai tersenyum walaupun masih samar.
"Kerumah Alea" kata saka dari belakang kursi kemudi.
"Ru-rumah Alea, dimana itu, boss"!? Asisten Dika yang memang belum tahu dimana rumah gadis tersebut.
"Payah"! Pekik saka dari belakang kursi kemudi.
"Jalan saja nanti aku kasih arahan" kata saka lagi, asisten Dika pun mengangguk lalu segera melajukan mobilnya keluar dari mansion.
15 menit berlalu sampailah mobil hitam tersebut di depan perumahan sederhana ,di pinggir jalan sudah ada Alea yang menunggunya sesuai isi pesan yang dikirim kan saka 10 menit yang lalu.
Saka membuka pintu mobil dari dalam dan Alea pun segera masuk, di satu sisih Alea takut ketahuan ibu nya kalau dia di jemput mobil mewah.
Keheningan pun terjadi selam perjalanan menuju sekolahan elit di kota tersebut,sesekali asisten dika melirik dua patung yang ada di kursi belakang.hingga 10 menit berlalu mobil pun telah berhenti tepat di depan sekolahan dimana Alea bersekolah.
"Terimakasih ya atas tumpangannya"! Kata Alea sambil tersenyum manis ke arah saka.
Deg..
Lagi lagi dada nya bergetar saat melihat senyum manis Alea .
"Tunggu"!! Kata saka memberanikan diri mengeluarkan suara merdunya.alea yang sudah akan menarik handel pintu pun spontan berhenti dan menatap ke arah saka.dua manik mata tersebut pun bertemu untuk beberapa detik.
"Hemmm"!! Sahut asisten Dika dari kursi kemudi membuyarkan lamunan keduanya yang saling bertatapan. Keduanya pun reflek mengedip kan matanya secara kompak.
Saka merogoh saku Jas nya ,mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan dan memberikanya kepada Alea.
"Makan yang banyak jangan sampai kau sakit lagi,tugasmu belum selesai"! Kata saka tanpa berani menatap ke arah Alea , mata Alea pun berbinar melihat uang merah di hadapannya .
"Thanks ya"!!
Cup"!! Sangking bahagianya Alea mengecup singkat pipi saka , saka yang mendapat serangan dadakan pun mendelik seketika begitupun dengan asisten Dika yang tak sengaja melirik dari kaca spion.
Saat sadar apa yang telah dia lakukan Alea segera menutup mulutnya dan keluar dari mobil lari terbirit-birit seperti di kejar maling.
**
"Itu kan mobil Kak saka"! Kata sarline dalam mobil yang di supiri tuan bhara dan didalamnya juga ada mama Zahra. Kedua orang tuan tersebut pun segera menatap ke depan dan melihat seorang gadis cantik keluar dari mobil anaknya dan lari terbirit birit sambil menutup wajahnya dengan telapak tanganya.
Mata mama Zahra dan tuan bhara masih terpaku menatap gadis cantik itu hingga menghilang di balik gerbang sekolahan, begitupun dengan sarline.
"Apa yang sudah kak saka lakukan pada Alea,hingga dia lari terbirit-birit seperti habis melihat hantu saja,jangan jangan kak saka sudah macam macam kepadanya"! Geruntuh sarline dan itu bisa di dengar jelas oleh mama Zahra dan tuan bhara.
"Apa maksud mu, sarline"! tanya mama Zahra sambil menoleh ke arah belakang begitupun dengan tuan bhara.