NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:269
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Dokter melakukan penanganan kepada Sari setibanya Aldo dan Sari di rumah sakit. Aldo sedang menunggu di ruang tunggu dengan ekspresi wajah yang sedih, ia menyesali tindakan Sari yang selalu menyalahkan Hana dalam segala hal. 30 menit berlalu, akhirnya dokter yang menangani Sari keluar. Aldo beranjak dari duduknya, ia menghampiri dokter yang berdiri di depan ruang pemeriksaan.

  Aldo: "Bagaimana keadaan istri saya, dokter?" tanyanya dengan cemas.

  Dokter: "Usia kandungan istri anda sudah memasuki 4 bulan." ucapnya dengan wajah tegang.

  Aldo: "Iya, dokter." ucapnya. "Apakah bayi kami selamat?" tanyanya dengan hati yang gelisah. Seketika raut wajah dokter itu tegang, ia menatap wajah Aldo yang mengharapkan jawaban terbaiknya.

  Dokter: "Bayi dan istrimu selamat, tapi ada sesuatu yang terjadi pada bayimu." ucapnya dengan suara berat. Jantung Aldo berdebar kencang, ia tertegun dan menanti jawaban dokter.

   Aldo: "Katakan saja, dokter. Jangan membuatku bertanya-tanya." sahutnya dengan tidak sabar, sambil menatap kedua mata dokter.

  Dokter: "Kecelakaan itu membuat bayimu akan lahir cacat." ucapnya dengan penuh penyesalan. "Perut istrimu sempat terbentur, dan mengakibatkan kandungannya cukup terluka." ucapnya lagi dengan suara yang berat. Dada Aldo sesak saat mendengar pernyataan dokter, apa yang akan dikatakannya pada Sari nanti? Pasti Sari akan tambah histeris dan mengalahkan Hana dan dirinya.

  Aldo: "Cacat di bagian mana, dokter?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Dokter: "Saat di USG kaki bayimu bengkok. Bayimu akan lahir cacat." ucapnya. "Maaf, terpaksa aku harus mengatakan ini." ucapnya lagi dengan penuh penyesalan.

  Aldo: "Apakah istri saya tahu, dokter?" tanyanya dengan rasa penasaran.

  Dokter: "Istri anda belum mengetahuinya, pak." ucapnya.

  Aldo: "Tolong jangan katakan apapun dulu padanya, dokter." pintanya. "Aku tidak mau membuatnya histeris." ucapnya lagi.

  Dokter: "Baiklah, pak. Kami akan merahasiakannya." ucapnya. "Istri anda harus menginap semalam di sini dulu agar tidak terjadi pendarahan." ucapnya lagi. "Saya permisi, ya." ucapnya sambil menatap wajah Aldo yang menunjukkan ekspresi sedih.

  Aldo: "Iya, dokter. Terima kasih." ucapnya. Tubuh Aldo terasa lemas, ia merebahkan tubuhnya di atas bangku rumah sakit itu, kedua matanya mulai berkaca-kaca. Aldo menyadari semua yang terjadi mungkin hukuman Tuhan untuknya dan Sari karena telah melukai hati Hana yang menurutnya adalah istri yang sempurna.

  Aldo: "Sari tidak boleh tahu tentang hal ini sampai bayi itu lahir nanti. Ia akan menyalahkanku atas semua yang terjadi. Menurutnya aku selalu membela Hana." ucapnya lirih. Seorang suster menghampiri Aldo.

  Suster: "Apakah mas suami dari ibu Sari?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Aldo: "Iya, suster." sahutnya dengan suara pelan.

  Suster: "Ibu Sari mencari mas di dalam. Ia ingin bertemu dengan mas." ucapnya.

  Aldo: "Aku akan menemuinya, suster." sahutnya. Aldo beranjak dari duduknya, ia melangkah dengan pelan masuk ke dalam ruangan Sari. Aldo menatap wajah Sari yang pucat dan melangkah menghampiri istrinya dengan wajah lesu.

  Sari: "Ada apa, mas? Mengapa wajahmu seperti itu?" tanyanya sambil menatap wajah suaminya dengan rasa penasaran.

  Aldo: "Aku hanya mengantuk saja, Sari. Sekarang sudah jam 4 subuh." ucapnya dengan berbohong.

  Sari: "Apa kata dokter, mas? Bagaimana dengan bayi kita?" tanyanya dengan rasa penasaran. Aldo menghela nafas berat, ia tersenyum tipis dan berusaha menyembunyikan kesedihannya di hadapan Sari.

  Aldo: "Bayi kita selamat, Sari. Kamu boleh pulang besok." ucapnya. "Kamu harus istirahat sampai besok. Jangan banyak bergerak, agar tidak terjadi pendarahan." ucapnya lagi.

  Sari: "Syukurlah, mas. Aku sempat mencemaskan bayi kita." ucapnya dengan lega. Aldo menatap kedua mata Sari yang berbinar, ia tidak ingin mengatakan apapun lagi tentang keadaan bayinya pada Sari.

  Aldo: "Istirahatlah, Sari. Ingat pesan dokter, ya." ucapnya pelan.

  Sari: "Aku akan tidur, mas. Aku juga mengantuk." ucapnya pelan. Sari memejamkan kedua matanya, Aldo melangkah pelan ke sebuah kursi panjang yang berada di ruangan itu. Aldo merebahkan tubuhnya dan mencoba untuk memejamkan kedua matanya, perkataan dokter itu masih terngiang-ngiang di telinganya. Hingga pukul 6 pagi, Aldo baru bisa tertidur dengan pulas.

Pagi itu Kenzo yang juga berada di rumah sakit yang sama dengan Sari akhirnya diijinkan pulang oleh dokter yang menangani Kenzo. Om Heri, tante Laras sudah berada di ruangan Kenzo tanpa mengetahui jika Aldo dan Sari juga berada di rumah sakit itu. Kenzo sangat senang karena sudah bisa kembali ke rumahnya lagi.

  Hana: "Kita akan kembali ke rumah lagi, sayang. Dokter mengijinkanmu untuk pulang." ucapnya sambil tersenyum bahagia.

  Kenzo: "Aku sangat senang, ma. Aku juga bosan di sini." ucapnya sambil menatap wajah Hana. "Apakah papa juga akan datang, ma?" tanyanya dengan penuh harap. Hana, om Heri dan tante Laras terdiam, mereka tidak ingin membahas tentang Aldo lagi namun Kenzo selalu menanyakan tentang Aldo. "Mengapa mama diam? Apakah papa akan datang ke sini, ma?" Kenzo mengulangi pertanyaannya dengan rasa ingin tahu.

  Hana: "Mama juga tidak tahu, nak. Papa sedang sibuk bekerja." ucapnya dengan hati-hati. Hana tidak ingin mengecewakan putranya, Hana berusaha memberi jawaban yang bisa diterima oleh anak seusia Kenzo.

  Tante Laras: "Kita pulang, ya, nak. Kamu menginap saja di rumah opa dan oma. Liburan kamu masih ada seminggu." ucapnya sambil tersenyum kecil.

  Kenzo: "Aku menginap di rumah opa dan oma." ucapnya dengan riang. Kenzo menoleh pada Hana dan berkata: "Boleh, ya, ma?" tanyanya sambil menatap wajah Hana.

  Hana: "Tentu saja boleh, sayang." ucapnya sambil membelai rambut Kenzo dengan lembut. Hana mulai mengemasi barang-barang Kenzo, om Heri menggendong cucunya dengan penuh kasih sayang. Mereka berjalan pelan keluar dari ruangan itu sambil tersenyum bahagia karena Kenzo yang sudah pulih. Saat itu Aldo sedang berada di apotik rumah sakit untuk mengambil obat. Kenzo yang sedang berada di gendongan om Heri berteriak memanggil Aldo.

  Kenzo: "Papaaa." teriaknya. Aldo menoleh dan melihat putranya dalam gendongan om Heri. Om Heri menghentikan langkahnya, raut wajah om Heri berubah tegang, ia menatap wajah Aldo dengan penuh amarah. Tante Laras memegang tangan om Heri agar tidak bertindak ceroboh di rumah sakit itu.

  Om Heri: "Apa yang dilakukan bajingan itu di sini? Mengapa aku harus melihat wajahnya lagi." umpatnya.

  Tante Laras: "Tenang, mas. Jangan emosi." bujuknya. Aldo melangkah pelan menghampiri putranya.

  Kenzo: "Turunkan aku, opa. Aku ingin menyapa papa." ucapnya dengan pelan. Om Heri terpaksa menurunkan Kenzo dari gendongannya, ia menatap wajah Aldo dengan penuh kekesalan.

  Om Heri: "Aku tunggu saja kalian di mobil. Aku tidak sudi melihat wajah bajingan itu." ucapnya sambil melangkah dengan terburu-buru dengan penuh kekesalan.

***********************************

1
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!