Terancam di D.O membuat Galang harus berhadapan dengan dosen super duper Killer yang malah membuatnya jatuh cinta!
Mampukah Galang menaklukan hati dosen killer pujaan hatinya?!
Jawabannya ada di cerita Novel ini, ikutin terus yah kelanjutan ceritanya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Bisa Menahan
Suara alarm membangunkan Gadis dan Galang bersamaan, sayu - sayu mata mereka terbuka, dan galang tersenyum kepada Gadis
"Selamat pagi" sapa Galang
"Pagi mas,,," jawab Gadis membalas sapaan Galang
Kemudian Galang bangun lalu menekan saklar lampu kamar dan mematikan lampu tidur.
"Semalem hidup jam berapa ya listriknya?" ucap Galang
"Gak tau mas,, kayaknya capek banget sampai gak tau lagi kapan listriknya hidup" ucap Gadis
"Ya udah, mas siap-siap ke masjid dulu ya" ucap Galang yang kemudian beranjak ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, berwudhu dan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, sementara Gadis mengambilkan pakaian untuk Galang dilemarinya. Wajah Gadis langsung memerah saat melihat begitu gagahnya Galang, tercetak jelas otot otot menonjol yang membuat Galang terlihat sangat perkasa. Dengan cepat Gadis memalingkan wajahnya kesamping dan tidak ingin melihatnya lagi. Rasanya gadis sesak nafas tiba-tiba
"Ini pakaian mu mas" ucap Gadis
Galang tersenyum saat melihat rona merah di wajah Gadis.
"Terima kasih" jawab Galang yang kemudian mengambil pakaiannya dari tangan Gadis. Sementara Gadis masih berdiri di hadapan Galang meski tidak menatapnya.
"Mau sampai kapan berdiri disitu? mau lihat mas ganti pakaian??" tanya Galang setengah menggoda Gadis.
"Gadis juga mau mandi kok!" ucap Gadis yang langsung berjalan ke kamar mandi.
"Handuk jangan lupaaaa" ucap Galang, Kemudian Gadis kembali keluar kamar mandi dan mengambil handuknya, Galang terkekeh melihat Gadis yang jadi salah tingkah. Lalu Galang segera memakai pakaiannya dan menuju musholah komplek.
Beberapa saat kemudian,,,,,,,,,
Galang baru saja tiba dirumah, saat masuk ia sudah mencium aroma harum masakan yang begitu menggoda perutnya. Galang berjalan menuju kamar dan mengganti pakaiannya dan berjalan ke dapur, dilihatnya Gadis yang masih berkutat di dapurnya, kemudian Galang mendekati Gadis dan mmengejutkannya
"Masak apa sihhh?" tanya Galang tiba-tiba
"Astagfirullah massss!!!! seneng bangett sih ngagetin?!" ucap Gadis yang sontak mematikan kompornya
"Hhehee pemasaran,, masak apa sampe wanginya kejalan" ucap Galang dengan cengengasan
"Cuma masak Nasi gorengg aja mas,, kan adanya ini" ucap Gadis saat melihat kearah Galang
"Apapun yang kamu masak, mas pasti memakannya" ucap Galang
"Meskipun masak kerikil??" ucap Gadis jenaka
"Yahh itu pun kalau kamu tega" ucap Galang yang kemudian memeluk pinggang Gadis
Gadis pun kaget saat Galang merapatkan tubuh mereka,
"Lepasin masssss" ucap Gadis
"Kalau mas gak mau gimana??"ucap Galang yang malah mengeratkan pelukannya. Kemudian Galang mendudukkan Gadis di meja dan menatapnya lekad. Gadis jadi teringat mimpi semalam bersama Galang
"Kamu kapan sih cintanya sama mas??" tanya Galang dan sontak membuat Gadis kaget dan tersadar
"Usaha mas kurang buat aku jatuh cinta" ucap Gadis dengan santai
"Ohh gitu,,, berarti mas harus extra kerja keras yahh biar kamu jatuh cinta" ucap Galang
"Yahh sepertinya begitu" ucap Gadis santai, Kemudian Galang menarik tengkuk gadis dan mengecupnya. Gadis yang tanpa persiapan pun begitu kaget dan melebarkan matanya. Galang melakukannya dengan sangat lembut dan kelamaan Gadis pun terbuai juga, ia memejamkan matanya dan merasakan begitu hangatnya sentuhan Galang. Kini Galang berpindah menyusuri leher dan kemudian semakin turun kebawah, bahkan Galang sudah membuka satu persatu kancing kemeja Gadis dan semakin membuat Gadis larut kedalam sentuhannya. Begitu terasa getaran alami yang keluar dari diri Gadis karena ini baru pertama kali bagi dirinya.
"Masss cukuppp massss"ucap Gadis yang sudah merasa tidak kuat lagi dengan godaan Galang. Kemudian Galang melepaskan Gadis dan menatapnya penuh Gairah
"Kenapa dis?? katanya usaha mas kurang buat kamu jatuh cinta?" ucap Galang saat menyatukan kening keduanya
"Bukan begitu mas,,, tapi, aku ingin melakukannya saat aku dan kamu benar-benar saling cinta. Bersabarlah" ucap Gadis memohon. Lalu Galang memeluk Gadis dengan begitu erat
"Maafkan aku yang gak bisa menahan hasratku dis" ucap Galang
"Maafkan gadis mas, karena gadis belum bisa memberikannya sekarang. Berikan waktu untukku sebentarrr lagi" ucap gadis mengeratkan pelukannya.
Galang mengecup pucuk kepala Gadis, setelah semuanya mereda, Galang pun melepaskan pelukannya.
"Kita sarapan aja yahh" ucap Gadis
"Iya,, tapi benerin dulu kancing bajumu, kamu gak mau kan kalau kamu jadi saparanku pagi ini!" ucap Galang saat melihat kancing baju Gadis yang terlepas akibat ulahnya. Sementara Gadis yang nampak malu segera mengancingkan kemejanya buru-buru, kemudian ia turun dari meja dan mengambilkan sarapan untuknya dan juga Galang. Meskipun pagi ini mereka tidak melanjutkan kemesraan mereka, namun hati keduanya semakin menghangat. Benih-benih cinta didalam hati pun kian tumbuh. Tinggal menunggu bersemi dan semakin kuat.
Setelah selesai sarapan Galang dan Gadis pun melanjutkan pekerjaan mereka untuk merenovasi teras depan menjadi tempat privat. Beberapa jam kemudian sebuah mobil pick up datang membawa kursi dan juga meja belajar yang sudah di pesan oleh Galang dan Gadis. Mereka pun menyusunnya di depan rumah, tidak banyak hanya ada 4 kursi saja yang mereka pesan menyesuaikan ruangannya juga kecil.
Kemudian Galang dan Gadis melanjutkan untuk mengecat dinding dan setelah itu memasang benner yang sudah di cetaknya di luar pagar rumah mereka, berharap nanti akan ada orang tua yang tau dan memasukkan anak mereka untuk privat disana.
.
.
.
geo apa rio ya kn?
rakah.