Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal Lagi
Sebelum membaca, Please klik tombol Like Komen dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian❤️ Mohon dengan sangat untuk Like, Vote dan juga Komentarnya 🙏
***
"Ada apa!" Bentak Dave saat melihat wajah Leo yang berada didepan pintu kamar utama
"Eits, santai bro." Ucap Leo dengan wajah tengilnya
"Kau sangat mengganggu ku." Ucap Dave frustasi
"Ada apa denganmu?" Tanya Leo penasaran
Dave menutup pintu kamarnya lalu berjalan menuju ruang kerja yang diikuti Leo dari arah belakang. Dave menghempaskan tubuhnya diatas kursi goyang dengan wajah yang masam dan juga ditekuk, Leo merasa heran dengan tingkah Dave lalu mencoba bertanya.
"Kenapa wajahmu masam sekali?" Tanyanya dengan polos
"Gara-gara kau, aku tidak jadi mencetak Gol ku malam ini."
"Maksud mu?" Leo mengerutkan keningnya
"Gara-gara kau aku, tidak jadi meniduri Raina, dasar sialan kau." Dave melempar bantal sofa kearah muka Leo
"Bwahahahahahaha." Tawa Leo menggema didalam ruangan
"Diam kau, senang sekali kau melihatku menderita." Cibir Dave kesal
"Aku tidak tau jika kau akan melakukannya sekarang, lagi pula kau tadi kan sedang marah kepadanya lantas mengapa kau berubah haluan menjadi ingin membuat baby bersamanya." Terang Leo
"Entahlah aku ingin segera memiliki seutuhnya."
"Sabar bro, tunggu sampai nikah." Leo melempar bantal sofa kearah wajah Dave
"Masalahnya gua ngga tahan kalo deket sama dia."
"Terus dia ngga nolak?"
"Awalnya dia nangis waktu gua bentak karena ulahnya, terus gua ga tega, pas liat bibirnya eeh keterusan dan sebelum gua mau masukin junior gua, gua janji nikahin dia kebetulan juga ayahnya meminta dia segera menikah bukan?"
Leo mengangguk mengerti
"Pinter juga otak Lo." Sahut Leo
"Dan semua gagal gara-gara Lo, sialan." Maki Dave Kesal
Lagi-lagi tawa Leo pecah dan menggema didalam ruangan.
"Untung gua tadi ngga langsung nyelonong masuk." Tawa Leo kembali
Dave memijat keningnya dengan perlahan
"Sorry bro gua gatau sumpah, gua tadi mau ngajak Lo buat segera beresin proyek kita besok pagi."
"Yasudah lah, kita kerjakan sekarang."
"Terus Raina?"
"Biarin aja, palingan dia sekarang udah tidur."
Dave dan Leo mulai kembali fokus dengan pekerjaan yang menantinya, tanpa ada gurauan ataupun ledekan seperti sebelum mereka melanjutkan kembali tugas Kantor yang dibawahnya pulang.
Dave melihat satu-persatu kertas putih yang terdapat beberapa kalimat dan paragraf, membacanya satu-persatu dengan sangat teliti, Dave adalah seorang bos besar yang sangat teliti dengan pekerjaannya dan banyak disegani oleh rekan bisnisnya. Bagi Dave teliti dalam bekerja sekaligus menandatangani kerjasama adalah sangat penting, dia tidak ingin salah mengambil keputusan karena selangkah saja dia tidak teliti dengan baik akan menghancurkan seluruh perusahaan yang dibangun susah payah oleh orangtuanya.
Tidak hanya pada itu saja, setelah ia selesai memeriksa laporan satu-persatu dan dirasa sudah baik dan sesuai prosedur, baru dia akan membubuhkan tanda tangannya dan tak lupa pula ditemani dengan sekretaris kantor plus sekretaris pribadi yang sangat setia dan juga mengabdi kepadanya, tidak hanya sebagai seorang sekretaris biasa namun juga sebagai kakak yang selalu menasehati setiap langkahnya.
***
"Astaga, apa yang aku lakukan dengannya barusan." Raina merutuki dirinya sendiri
"Kenapa gua terlalu terlena dengan buaian nya?"
"Kalo gua hamil gimana, terus dia ga tanggung jawab gimana?" Lirihnya kembali
"Untung saja tadi ada orang yang ketok pintu."
"Tapi, cepat atau lambat hal ini akan terjadi secara dia kayak perangko ke gua lengket banget." Bathinnya
"Udah ah, tidur aja ngantuk banget gua hari ini."
Raina tenggelam dalam pikirannya, merutuki perbuatan yang telah ia lakukan bersama Dave, namun tak bisa dipungkiri bahwa tubuhnya juga menginginkan sesuatu yang lebih, akhirnya Raina memutuskan untuk tidur dengan tubuh polos yang hanya ditutupi dengan selimut ranjang.
***
Dave melirik kearah jarum jam yang menunjukkan pukul 00.32 WIB, matanya sedikit mengantuk namun dia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan ingin kembali kedalam kamar lalu melanjutkan sesuatu yang tertunda.
"Dave, kau sepertinya nampak resah?" Tanya Leo
"Apa pekerjaan kita masih lama?" Tanyanya
"Sedikit lagi, jika kau ingin segera kembali kedalam kamar, kembalilah biar aku yang mengerjakan."
"Kau tidak apa-apa sendirian?" Tanya Dave ragu
"Santai aja, gua tau Lo beberapa hari ini puasa dan Lo ingin sekali dikelonin bukan?" Ledek Leo
"Dasar Lo!" Timpuk Dave dengan bantal
"Gua balik dulu ya." Pamit Leo
"Oke, buat baby yang banyak ya." Teriak Leo yang hanya mendapatkan senyuman dari Dave
Dave berjalan kearah kamar utama, lalu masuk kedalam kamar, setelah membuka kimono nya Dave menghempaskan tubuhnya diatas ranjang dan membuka selimut yang menutupi tubuh Raina.
Setelah melihat wajah Raina yang tidur dengan nyaman seperti bayi yang sangat lucu dan menggemaskan, Dave tidak tega untuk melanjutkan misinya kembali. Perlahan Dave masuk kedalam selimut lalu menyelimuti tubuh mereka dan memeluk tubuh Raina dengan sangat erat. ia ingin menuntaskan hasratnya yang sempat redup, namun apa daya lawannya kini telah tertidur pulas.
Sekilas ide gila terlintas di kepala Dave, dengan cepat Dave mengulum pucuk dada milik Raina lalu menghisap dan meremasnya dengan sangat keras sehingga membuat tubuh Raina bergejolak hebat dengan mata yang tertutup.
Tak hanya berhenti pada area itu saja, Dave mencium seluruh tubuh Raina sehingga meninggal bekas kemerah-merahan disekujur tubuhnya dan Dave menenggelamkan wajahnya pada inti tubuh milik Raina, bermain disana dan membuat Raina melenguh dengan hebat namun dengan mata yang masih tertutup.
Dave mencoba segala cara agar bisa menuntaskan hasratnya dan membuat Raina agar segera bangun dengan perbuatannya, namun Raina tak kunjung membuka matanya sehingga Dave melakukan ide gila lagi yang sangat membuat Raina melenguh hebat diatas ranjang. Dave memegang juniornya sembari menggesekkan dan bermain-main diatas lubang inti milik Raina sehingga membuat Raina mendesah dan melenguh dengan sangat hebat dan sesekali Dave menghisap habis cairan putih yang lolos dari area inti milik Raina, namun tetap saja sang pemilik tubuh enggan untuk membuka matanya.
"Aku ingin segera memasuki mu, namun tidak baik jika kau dalam keadaan tidak sadar begini." Pasrah Dave lalu mengecup kening Raina dengan lembut
Dave kembali membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar, lalu memiringkan tubuhnya dan menarik wajah Raina dalam dekapannya serta memeluk tubuh itu dengan erat, menghujani wajah Raina dengan ciuman yang bertubi-tubi dan tak lupa pula menggesek-gesekkan area tubuh bawahnya agar mendapatkan sedikit kenikmatan.
Tak lama kemudian, akhirnya Dave ikut terlelap tidur dengan tubuh yang sama-sama polos dan memeluk satu sama lain serta memberi kenyamanan.
Bersambung!
Hai, jangan lupa yang untuk selalu mendukung karya kedua Author ini, tanpa kalian Author tidak ada apa-apanya. maka jangan lupa untuk selalu support, Like, Komen dan Vote ya!
Happy Reading.
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa