NovelToon NovelToon
Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Iblis
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: edwin setiawan

Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bos Kecil Klan Kedai Teh & Semua Tetua Jadi Pengasuh Bayi

---

Jam 9 malam. Kota Batu Hitam sudah sepi, semua warga sudah tidur karena besok harus bangun jam 6 pagi untuk lomba sapu bersih lagi.

Kedai Teh masih menyala. Bukan karena masih jualan, tapi karena 4 murid anehnya tidak mau tidur sebelum Bos Teh pulang.

Ling'er duduk di meja kasir, mahkota uapnya sudah redup karena ngantuk, tapi matanya masih melotot menatap pintu.

Su Qing'er duduk di sebelahnya, sendok kayu di tangan, latihan mengaduk air di ember sampai airnya keruh, tapi dia tetap latihan.

Si Kecil Hitam, iblis tikus, duduk di atas ember, membersihkan kuku dengan sapu lidi, sesekali mengintip ke luar selokan.

Mo Sha belum pulang, jadi kursi satpam di depan pintu kosong, dijaga oleh Xiao Tianlong yang menjadi satpam magang malam, dengan sapu di tangan satu-satunya.

Saat itulah, dari kegelapan jalan, terdengar suara langkah pelan, tapi kali ini langkahnya tidak berat, langkahnya hati-hati, seperti orang menggendong sesuatu yang takut jatuh.

Pintu kedai terbuka setengah.

Xiao Chen masuk, jubah hitamnya lebih kotor dari biasanya, penuh debu jurang. Di pipinya ada cap tangan hitam keemasan yang belum dia hapus. Di pinggangnya, pedang kayu pengaduk teh tidak ada lagi.

Di gendongannya, dengan kain compang-camping yang dia sobek dari jubahnya sendiri sebagai selendang gendongan, ada... bayi.

Bayi perempuan, tidur pulas, rambut hitam keemasan, di mulutnya ada sendok kayu kecil yang diisap seperti dot, tangan kecilnya memeluk leher Xiao Chen.

Kedai yang tadinya sunyi karena ngantuk, langsung... hening total. Hening yang berbeda. Hening karena kaget.

Ling'er yang pertama bereaksi. Mahkota uap di atas kepalanya langsung menyala terang lagi, bukan karena energi Yin, tapi karena naluri keibuan yang tiba-tiba muncul padahal dia baru umur 12 tahun.

"Bos Teh... itu... bayi?" bisiknya pelan, takut membangunkan.

Su Qing'er yang juga kaget, langsung meletakkan embernya dengan sangat pelan, sesuai peraturan jangan berisik, dan berjinjit mendekat.

"Bayi dari mana, Bos Teh?"

Xiao Chen masuk, duduk di kursi bambunya, masih menggendong bayi itu dengan canggung, seperti orang yang pertama kali menggendong bom.

"Dari telur," jawabnya singkat.

Ling'er dan Su Qing'er saling pandang. Telur? Telur apa yang menetas jadi bayi?

Si Kecil Hitam yang dari atas ember mengintip, mencium bau bayi itu dari jauh, langsung jatuh dari ember karena lemas.

"Bau... bau Putri... bau Raja... lebih tinggi dari Raja Mo Sha..." bisiknya dengan ketakutan dan kagum.

Saat itu, Mo Sha masuk dari belakang Xiao Chen, tubuh 3 meternya mencoba masuk pintu yang kecil, jadi dia harus merunduk.

Mo Sha langsung berlutut di dalam kedai, membuat lantai bergetar pelan.

"Bos Kecil sudah sampai, lapor! Bos Teh, dalam perjalanan pulang, Bos Kecil kentut 2 kali, tidak menangis sama sekali, sangat kuat!"

Kata "kentut" dari Raja Iblis 5000 tahun membuat suasana kaget yang tegang, pecah menjadi... ingin tertawa tapi takut berisik.

Xiao Chen menatap bayi di gendongannya yang masih tidur, mengisap sendok teh kayu.

"Namanya belum ada. Di dalam jurang, dia dipanggil kunci. Tapi aku tidak mau panggil dia kunci, nanti dikira kunci pintu."

Ling'er yang sudah tidak tahan gemasnya, mengangkat tangan pelan. "Bos Teh, bolehkah aku... gendong?"

Xiao Chen menatap Ling'er, menatap mahkota uapnya. "Boleh. Tapi pelan. Dia baru lahir 2 jam lalu."

Ling'er mencuci tangannya dulu di ember - kebiasaan baru sejak jadi asisten kasir - lalu dengan sangat hati-hati mengambil bayi itu dari gendongan Xiao Chen.

Saat bayi itu pindah ke tangan Ling'er, keajaiban kecil terjadi. Mahkota uap di atas kepala Ling'er yang tadinya hanya uap putih, berubah sedikit keemasan hitam di ujungnya, dan bayi itu yang tadinya tidur, membuka mata besar keemasan hitamnya, menatap Ling'er, lalu tersenyum dan... memanggil.

"Ka... kak..."

Ling'er yang baru umur 12 tahun, dipanggil kakak oleh bayi Putri Iblis 5000 tahun, langsung meleleh. Air matanya jatuh tanpa suara.

"Bos Teh! Dia panggil aku kakak!"

Su Qing'er yang di sebelahnya tidak mau kalah, juga mencuci tangan dan ikut menggendong dari sisi lain, jadi bayi itu digendong berdua seperti piala.

Bayi itu menatap Su Qing'er juga, lalu memanggil lagi dengan suara cadel, "Ka... kak..."

Su Qing'er langsung menangis juga, tapi dengan senyum.

Malam itu, Kedai Teh yang seharusnya tutup jam 7, buka sampai jam 11 malam, tapi bukan untuk jualan teh, tapi untuk rapat darurat Klan Kedai Teh.

Anggota rapat: Bos Teh Xiao Chen, Kepala Kebersihan Mo Sha, Asisten 1 Ling'er, Asisten 2 Su Qing'er, Tukang Selokan Si Kecil Hitam, dan Satpam Magang Xiao Tianlong yang dipanggil masuk.

Topik rapat: Siapa yang akan jadi pengasuh Bos Kecil?

Ling'er: "Aku! Aku yang paling lama jadi murid! Aku bisa kasih Teh Darah Yin kalau dia lapar!"

Su Qing'er: "Aku juga bisa! Aku Putri Klan Su, aku pernah mengasuh adik sepupu! Aku bisa ajari dia hitung kembalian!"

Si Kecil Hitam mengangkat tangan dari atas ember: "Saya juga mau! Saya bisa bersihkan popoknya di selokan, selokan saya sekarang bersih!"

Mo Sha: "Mo Sha akan jadi pengawal pribadi Bos Kecil! Mo Sha akan gendong Bos Kecil kemana-mana, tidak akan ada iblis berani dekat!"

Xiao Tianlong yang satpam magang, berbisik pelan: "Saya... saya bisa jadi kakek angkat... saya punya pengalaman mengasuh Xiao Feng dulu... walaupun gagal..."

Semua berdebat dengan berbisik, sesuai peraturan jangan berisik, jadi rapatnya seperti rapat bisik-bisik, sangat lucu.

Xiao Chen yang duduk di kursi bambu, memegang sendok teh kayu yang tadi diisap bayi itu - sendok yang ternyata adalah pedang kayu pengaduk tehnya yang mengecil - menatap mereka semua berdebat.

"Berisik," katanya lagi.

Semua langsung diam.

Xiao Chen menatap bayi yang kini sudah tidur lagi di gendongan Ling'er dan Su Qing'er, dengan dot sendok teh kayu di mulut.

"Dia bukan iblis, bukan manusia. Dia setengah-setengah. Pendiri Klan Xiao 5000 tahun lalu, Xiao Potian, adalah kakek buyutnya. Jadi secara silsilah, dia masih keluarga Klan Xiao. Tapi dia lahir di jurang, jadi dia juga keluarga jurang."

Dia menatap semua muridnya.

"Mulai besok, dia jadi Bos Kecil Klan Kedai Teh. Tugasnya: tidur, minum susu teh, dan jangan menangis keras-keras, nanti pelanggan kaget. Semua murid, gantian jaga. Ling'er jaga pagi, Qing'er jaga siang, Mo Sha jaga malam, Si Kecil Hitam jaga selokan biar tidak ada tikus lain yang ganggu Bos Kecil. Xiao Tianlong... kau jadi kakek yang bikin mainan kayu untuk Bos Kecil, karena kau satu-satunya yang bisa bikin mainan dari kayu segel."

Semua mengangguk dengan semangat, seperti mendapat tugas suci.

Bayi Bos Kecil yang tidur itu, seolah mengerti, dalam tidurnya mengangkat tangan kecilnya, dan dari tangannya keluar gelembung kecil warna hitam keemasan, yang terbang ke atas dan pecah menjadi... daun teh kecil yang jatuh ke dalam teko.

Daun teh baru. Daun teh yang belum pernah ada di dunia. Daun teh hitam keemasan.

Ling'er yang melihat daun teh itu jatuh ke teko, langsung mengambilnya dan mencium.

"Bos Teh! Daun teh ini wangi! Wanginya seperti... seperti teh Bos Teh dan seperti susu bayi campur!"

Xiao Chen mengambil daun teh hitam keemasan itu, menyeduhnya dengan air 80 derajat.

Teh itu mengepul, bukan uap putih, tapi uap hitam keemasan yang membentuk gambar kecil: gambar bayi sedang tidur.

Xiao Chen menyeruputnya.

Pahit, manis, hangat, dan... sedikit rasa susu.

"Teh baru," kata Xiao Chen. "Namanya... Teh Bos Kecil."

Malam itu, setelah rapat, Kedai Teh akhirnya tutup jam 11.30 malam, paling malam dalam sejarah.

Ling'er dan Su Qing'er tidur di loteng atas kedai, dengan Bos Kecil di tengah mereka, dijaga mahkota uap dan selimut goni.

Mo Sha tidur di depan pintu loteng, dengan tubuh 2 meter melintang, jadi tidak ada yang bisa naik tanpa menginjaknya.

Si Kecil Hitam tidur di selokan bawah loteng, dengan telinga tikusnya tegak, mendengarkan tangisan Bos Kecil.

Xiao Chen tidur di kursi bambunya di bawah, dengan cap tangan hitam keemasan di pipi yang masih belum dia hapus, dan sendok teh kayu yang sudah kembali menjadi dot di tangan Bos Kecil di atas.

Di luar, Kota Batu Hitam yang terbersih tertidur pulas, tidak tahu bahwa kota mereka baru saja kedatangan Bos Kecil yang jika dia menangis keras, semua segel di benua akan bergetar.

Tapi malam ini, Bos Kecil tidak menangis. Dia mimpi indah, mimpi tentang teh susu.

1
Abil Amar
alur ceritanya kmn ko g jlas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!