NovelToon NovelToon
Aku Menikah Muda, Suami Ku Di Rebut Janda Kaya Rumah Sebelah

Aku Menikah Muda, Suami Ku Di Rebut Janda Kaya Rumah Sebelah

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Duda / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Una Lam

Namaku sari, umur 19 tahun menikah dengan suami yang aku cintai. tapi baru 6 bulan menikah , tetangga janda kaya sebelah rumah terus menggoda suamiku dengan uang. apakah rumah tanggaku akan hancur? Kisah nyata dari mamuju yang bikin menangis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una Lam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Epilog 1 penyesalan Yang terlambat

Setahun telah berlalu sejak hari perceraian itu. Setahun yang penuh dengan air mata, perjuangan, dan akhirnya kebahagiaan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Aku kini hidup bahagia bersama anakku, Alif, di rumah kecil kami di pinggir kota Makassar. Rumahnya tidak mewah, cat dindingnya pun sudah mulai pudar dimakan hujan, atapnya kadang bocor jika hujan deras. Tapi di dalamnya penuh dengan ketenangan, penuh dengan tawa, dan penuh dengan doa yang dulu tidak pernah aku dapatkan saat masih bersama dia. Setiap sudut rumah ini adalah saksi bagaimana aku bangkit dari keterpurukan.

Pagi-pagiku kini kuisi dengan berjualan kue online. Awalnya hanya iseng, aku belajar dari Youtube cara membuat brownies dan bolu pisang. Aku pinjam uang dari ibuku lima ratus ribu untuk modal awal. Alhamdulillah, pesanan semakin ramai dari hari ke hari. Para tetangga, teman-teman sekolah Alif, bahkan sampai pesanan dari luar kota lewat aplikasi. Alhamdulillah cukup untuk membiayai sekolah Alif, untuk kontrakan, dan sedikit demi sedikit aku bisa menabung untuk masa depan kami. Aku sudah tidak lagi menjadi wanita cengeng yang menangis setiap malam memikirkan suami yang merebut kebahagiaanku.

Kabar tentangnya sesekali terdengar dari tetangga dan teman lamaku di grup arisan. Janda kaya raya yang dulu dengan angkuh merebut suamiku, yang dulu datang dengan mobil mewah dan tas bermerek, yang dengan sombongnya bilang aku tidak pantas untuk suamiku itu, ternyata meninggalkannya juga. Katanya, ketika bisnis suamiku bangkrut karena gaya hidup mewah si janda itu yang suka belanja dan foya-foya di mall, si janda langsung pergi begitu saja mencari laki-laki lain yang lebih kaya dan lebih muda. Karma itu nyata.

Laki-laki yang dulu kupuja dan kubela mati-matian, yang dulu aku anggap sebagai pahlawanku, kini hidup terlunta-lunta. Menanggung hutang dimana-mana, kurus, tidak terurus, dan bekerja serabutan menjadi tukang ojek pangkalan. Sangat jauh berbeda dengan penampilannya dulu yang selalu rapi dan wangi.

Kemarin sore, dia datang ke depan rumahku. Aku sedang menyiram bunga di halaman ketika melihat sosok yang sangat familiar berdiri di depan pagar bambu kami. Memakai baju kusam yang sudah luntur, membawa tas plastik hitam berisi beberapa helai baju. Wajahnya tirus dan penuh penyesalan. Dia menangis tersedu-sedu di depan pagarku, suaranya bergetar, meminta maaf atas semua luka, semua air mata, dan semua pengkhianatan yang dia berikan padaku dan anakku Alif. Dia memohon dan meminta kesempatan kedua untuk kembali menjadi keluarga.

Alif memeluk kakiku dengan erat, ketakutan.

Aku memandanginya lama. Dadaku sesak. Dulu, mungkin hatiku akan hancur, akan luluh, dan akan langsung memaafkannya dan memeluknya. Tapi kini tidak lagi. Hatiku sudah terbuat dari baja yang ditempa oleh rasa sakit.

Aku hanya tersenyum dengan tenang, mengelus kepala Alif.

"Terima kasih banyak sudah mengajarkan aku arti sabar, arti bangkit, dan arti mencintai diri sendiri," kataku padanya dengan suara pelan tapi sangat tegas dan jelas. "Tapi pintu untukmu di rumah ini dan di hati kami sudah tertutup selamanya. Aku dan Alif sudah sangat bahagia tanpa kamu. Silahkan pergi dan perbaiki hidupmu sendiri. Jangan pernah datang lagi."

Dia tertunduk, menangis semakin keras seperti anak kecil, lalu pergi dengan langkah gontai meninggalkan halaman rumahku.

Tidak ada lagi rasa sakit di hatiku saat melihat punggungnya yang menjauh. Yang ada hanya rasa syukur yang begitu besar kepada Allah SWT yang telah menyelamatkan aku dan anakku dari laki-laki yang salah.

Karena dari luka yang paling dalam dan pengkhianatan yang paling menyakitkan, aku justru menemukan kekuatan untuk menjadi wanita yang lebih mandiri, lebih kuat, lebih berharga, dan lebih bahagia.

Ini bukan akhir yang menyedihkan. Ini adalah awal baru yang indah untukku dan Alif.

Terima kasih banyak untuk semua pembaca setia NovelToon yang sudah menemani kisahku dari Bab 1 sampai Epilog ini. Dari lubuk hati yang paling dalam, aku ucapkan terima kasih. Semoga kisahku bisa menjadi pelajaran untuk kita semua para wanita di luar sana agar tidak pernah merendahkan diri sendiri demi seorang laki-laki yang tidak menghargai kita.

Kalian semua wanita hebat!

Sampai jumpa di kisah selanjutnya!

With Love,

Author Una Lam

1
Moon Rabbit
mampus lahhh kalian wkwk
Una Lam: mampuskaann! 🤣mampus emng mantan! mkasih udah setia baca kak , jngan lupa like biar mantan ny makin menyesal!!
total 1 replies
Moon Rabbit
kebetulan Una sangat kebetulan sekali
Una Lam: aaa makasih bnyak kak moon rabbit 😭❤ jadi makin semngat nulis nya denger ini! mksih udah setia baca karya aku ya kak , sehat-sehat terus! Bab 7 lagi aku siapin, Doain una Ama arya Happy ending ya! 🙏🏼
total 3 replies
Moon Rabbit
tiba-tiba banget jatuh cinta 😭
Una Lam: nah kan! arya Emang ngak bisa bohong kalau udah tatapan ny gtu 😭 makasih udah baper bareng una ya kak! jngan lupa like ny ya! biar una ama arya makin lengket!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!