NovelToon NovelToon
My Shit Boss

My Shit Boss

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: ikesweetdevil

Menurut Tina, memiliki bos seperti Alfan itu menyebalkan. Sifat dan kepribadiannya yang aneh, sering kali membuat Tina ingin menyerah meski pada akhirnya ia tetap tidak bisa. Banyak hal yang mengharuskannya tetap bertahan, termasuk keinginannya untuk membahagiakan papanya.

Lalu apa jadinya bila Alfan menyuruh Tina untuk datang ke rumahnya di hari pertunangan adiknya, dan dengan entengnya mengatakan bila Tina adalah calon istrinya di depan seluruh undangan dan keluarganya.

Tentu saja, Tina merasa kesal dan marah, ia ingin bosnya menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Namun bosnya itu justru mengajukan perjanjian, menyatukan mereka ke dalam kesepakatan.

Mulai hari itu, mereka semakin dekat, hingga hari itu tiba, di mana Satria datang menghancurkan segalanya. Satria adalah cinta pertama Tina, namun juga luka untuk Alfan yang belum melupakan semuanya.

Ketiganya terjalin di sebuah takdir masa lalu, sanggupkah mereka bertahan dan bahagia atau justru berakhir sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikesweetdevil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

Part 11

Tina tersenyum ke arah lelaki paru baya yang tengah makan di kursi rodanya. Tina tampak bahagia bisa melihat papanya makan dengan lahap, setelah ia memiliki uang untuk membelikan makanan kesukaan papanya.

Seperti pagi biasanya, Tina menyuapi papanya yang menderita sakit lumpuh. Lelaki paru baya itu tampak tak berdaya di kursinya, namun Tina sangat menyayanginya, terlebih lagi saat melihat papanya tersenyum ke arahnya.

Hampir sepuluh tahun lebih, Tina berjuang sendiri, bekerja ke sana ke mari demi bisa mencukupi kehidupannya dengan papanya. Belum lagi obat papanya yang harus Tina tebus setiap bulannya, memberinya beban lebih berat lagi.

Untungnya semua itu terjadi sebelum Tina bekerja di perusahaan Alfan, sekarang Tina merasa hidupnya sedikit lebih baik dengan gaji yang cukup dan bahkan bisa menabung sedikit demi sedikit. Itu lah kenapa Tina berusaha untuk tetap bertahan meski terkadang sikap bosnya itu sangat menyebalkan, namun di dalam hati Tina selalu merasa bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan itu padahal ia hanya tamatan SMA, pendidikan yang paling rendah bila dibandingkan dengan teman-temannya.

"Papa sudah kenyang," ujar pria paru baya itu sembari tersenyum, menghentikan Tina dari aktivitas menyuapinya.

"Ya sudah, kalau begitu sekarang kita ke ruang TV ya." Tina meletakkan piringnya lalu mendorong kursi roda papanya ke ruangan, di mana biasanya papanya menonton TV di sana, setelah itu Tina baru bisa tenang meninggalkan papanya untuk bekerja.

"Papa kamu sudah makan, Na?" Suara wanita terdengar dari arah pintu, seorang wanita bernama Laily, adik dari Papa Tina, bisa dibilang Tantenya Tina.

"Sudah, Tante."

"Ya sudah kalau begitu kamu berangkat kerja ya, biar Papa kamu Tante bawa ke ruang TV."

"Enggak apa-apa, Tante. Biar aku aja yang bawa Papa ke sana. Tante sendiri sudah antar Ela ke sekolah?"

"Ela sudah diantar sama Ayahnya." Laily menyunggingkan senyumnya yang Tina angguki dengan ramah. Selama Tina bekerja, tantenya itu lah yang menjaga papanya dan memenuhi semua kebutuhannya, Tina sangat bersyukur memilikinya. Kebetulan rumah mereka berdampingan, jadi Tina bisa tenang dan tidak terlalu merasa bersalah sudah merepotkan Tantenya.

"Sudah, kamu kerja saja sana, Papa kamu mau Tante bawa ke depan rumah cari udara segar, jangan ke ruang TV dulu." Laily mengambil alih pekerjaan Tina, yang diangguki oleh wanita cantik itu.

"Iya, Tante. Terima kasih." Tina mengambil tasnya, lalu menyalami tangan papanya dan juga tantenya.

"Aku pergi dulu, Pa."

"Biar Tante dan Papa kamu antar kamu sampai depan rumah."

"Iya, Tante." Tina menyunggingkan senyumnya lalu berjalan ke arah pintu rumah, sedangkan di belakangnya papa dan tantenya mengikutinya. Sampai saat mereka berada di depan, mereka dibuat bingung dengan mobil yang terparkir rapi di sana.

"Itu mobil siapa ya, Na? Kok parkir di depan rumah kamu?" Laily bertanya heran, sedangkan Tina justru terdiam dengan mata memicing.

"Mobil ini mirip mobilnya Pak Alfan." Tina bergumam tak yakin, tatapannya terus tertuju ke arah mobil yang cukup familier di matanya. Sampai saat pintu mobil itu terbuka, menampilkan sosok lelaki rupawan yang baru saja keluar dengan gagahnya.

"Pak Alfan?" ujar Tina tak percaya, merasa bingung kenapa bosnya itu bisa ada di depan rumahnya. Sedangkan Tante dan papanya hanya terdiam, menatap bingung dengan laki-laki yang tidak pernah mereka temui sebelumnya.

"Selamat pagi," sapa Alfan sopan.

"Pagi?" jawab Laily yang justru terdengar seperti pertanyaan, merasa tak yakin saja bila lelaki itu sedang menyapa ke arahnya dan juga kakaknya.

"Perkenalkan, nama saya Alfan." Alfan menyalami Laily dan juga papanya Tina, bibirnya bahkan tersenyum ke arah mereka.

"Iya, saya Laily. Dan ini Kakak saya. Kalau boleh saya tahu, Anda siapa ya?"

"Saya bosnya Tina di kantor." Alfan tersenyum ramah, membuat Laily dan juga papanya terkejut mendengarnya.

"Oh bosnya Tina? Maaf, kami tidak mengenali Anda. Saya tantenya Tina dan ini Kakak saya, Papanya Tina. Senang bisa bertemu dengan Anda," sapa Laily sopan, sedangkan Tina masih tak bergeming di tempatnya, merasa syok dengan keberadaan bosnya.

"Iya, tidak apa-apa," jawab Alfan sembari tersenyum ramah, matanya sempat tertuju ke arah kaki papanya Tina yang duduk di kursi roda.

"Bapak kenapa bisa sampai di sini?" tanya Tina lirih, menyadarkan tatapan Alfan dari kaki papanya Tina yang seperti lumpuh oleh suatu penyakit.

"Ya karena saya naik mobil, makanya saya bisa sampai di sini." Alfan menjawab santai, yang tentu saja membuat Tina geram meski berusaha untuk ditahan.

"Bukan begitu maksud saya, Pak. Maksud saya itu kenapa Bapak bisa ada di sini? Di depan rumah saya?" tanya Tina berusaha memperjelas maksudnya.

"Karena saya mau menjemput kamu." Alfan menjawab jujur, membuat Tina keheranan begitupun dengan Tante dan papanya, mereka juga tak kalah herannya, merasa tak mengerti saja kenapa bosnya Tina mau repot-repot menjemput asisten pribadinya.

1
Renjana
aku pun ikut kaget,🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!