NovelToon NovelToon
SAAT BAHAGIA BERSAMAMU

SAAT BAHAGIA BERSAMAMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kholifah NH2

Marsya Arcelia Dealova, gadis cantik mahasiswi tingkat akhir yang dijodohkan dengan laki-laki pilihan dua keluarga.
Yang mana, calon suaminya itu adalah sahabat dari pacarnya.

Bagaimana Marsya akan menjani pernikahan itu? Mampukah dia berdiri diantara dua laki-laki, suami dan pacarnya?

Selamat datang di cerita ketiga ku, doain ya semoga cerita ini nggak gantung seperti yang udah udah😄
Dukung aku yaa

Selamat membaca~~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah NH2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kyle Tidak Puas

"Om dan Om Hendry masih mencari Marsya bersama polisi"

"Kalau ada titik terang, Om akan langsung kabari kamu dan Kyle"

^^^"Baik Om kalau gitu"^^^

Selesai mengakhiri panggilannya dengan David, Leo kembali menatap Kyle yang sedari tadi hanya termenung memikirkan Marsya. Didalam basecamp, mereka sudah berusaha mencari petunjuk kemana Erik membawa Marsya pergi. Ya, lewat rekaman cctv perumahan, akhirnya mereka tahu kalau Erik lah yang menculik Marsya. Dan setelah itu, keduanya langsung mencari rekaman cctv lainnya yang menunjukkan kapan terakhir kali mobil Erik melintas dijalanan itu. Namun sayang, video yang mereka miliki tidak lengkap, sebab tidak semua jalan memiliki kamera pengawas disetiap sudut, tentu cara ini tidak lah mudah.

Leo menghela nafas panjang, dia mengguncang bahu Kyle, mencoba menyadarkan sahabatnya dari lamunan tiada henti. Keadaan Kyle cukup memprihatinkan, kedua matanya sembab, rambutnya berantakan dan wajahnya pucat. Jelas saja, laki-laki itu tidak mau memakan apapun sejak tadi pagi. Padahal, hampir seharian mencari Marsya tentu sangatlah lelah dan membuatnya lemas, namun Kyle tidak ingin mengisi perutnya meski sedikit, dia menolak mentah-mentah setiap makanan yang Leo berikan.

"Bro...lo harus sabar, gue yakin sebentar lagi Marsya pasti ketemu"

"Marsya pasti pulang ke pelukan lo"

"Marsya" Kyle menunduk, mendengar nama Marsya membuat air matanya mengalir untuk kesekian kalinya.

Kyle sangat merindukan Marsya, dia merindukan senyum dan tawanya, dia rindu saat Marsya bersikap manja padanya, dia rindu saat Marsya tersipu malu karenanya. Kyle ingin memeluk Marsya saat ini juga, menciumnya tanpa henti seperti yang selalu dia lakukan. Keadaan ini membuat Kyle hancur, kehilangan Marsya membuatnya gila. Entah apa yang terjadi kalau istrinya benar-benar tidak kembali, rasanya Kyle tidak akan sanggup melanjutkan hidupnya.

Isak tangis Kyle mulai terdengar, suaranya yang berat dan serak, terdengar sangat lirih dan menyakitkan. Kyle keluarkan semua rasa sesak didadanya, dia tidak bisa menunggu lagi seperti ini. Waktu sudah semakin malam dan dia harus segera menemukan Marsya, dia tidak bisa terus-terusan membiarkan Erik bersamanya.

"Gue harus cari Marsya lagi" Ucap Kyle sambil memakai jaketnya, dia bersiap untuk pergi.

"Lo mau cari kemana, Bro?"

"Keujung dunia pun bakal gue cari" Kyle berlari meninggalkan basecamp setelah menyambar kunci mobilnya, dia abaikan Leo yang menyusul dan memanggilnya.

"Hati-hati Bro, jangan sambil emosi"

Sepeninggal Kyle, Leo menelfon Nathan, dia akan menyusul Kyle bersama laki-laki itu, dia sudah berjanji akan terus mendampingi Kyle sampai menemukan Marsya.

"Sya, lo harus pulang, suami lo udah mirip mayat hidup"

Disisi lain, lagi-lagi Marsya baru sadarkan diri setelah dipaksa menenggak minuman keras cukup banyak. Namun kali ini, dia terbangun dipelukan Erik yang tampak tidur pulas disampingnya. Marsya bangun dari posisinya, memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. Dia berusaha mengingat-ingat kejadian sebelum dia kehilangan kesadaran setelah menyadari dress bagian atasnya robek karena ulah Erik.

Perlahan, Marsya mulai ingat apa yang terjadi. Terlalu banyak minum alkohol membuat tubuhnya lemas tidak berdaya. Erik yang saat itu dipenuhi amarah, memanfaatkan keadaan Marsya untuk memaksakan dirinya, dalam arti, Erik memiliki niat yang semakin jahat, dia ingin meniduri Marsya yang saat itu hampir kehilangan kesadaran.

Tentu Marsya tidak tinggal diam, disisa-sisa ambang kesadaran, Marsya berusaha melawan Erik sekuat tenaga. Dia mendorong, menendang bahkan menggigit tangan Erik yang berusaha melepaskan dressnya secara paksa. Namun perlawanan itu tidak bertahan lama, Erik yang sangat kejam dan licik, mencoba mengalihkan perlawanan Marsya dengan ciumannya yang kasar. Gadis itu dibuat tidak berdaya dan itu menjadi kesempatan Erik untuk merobek dress putih ditubuh Marsya.

Marsya menangis, tubuhnya bergetar ketakutan, dia tutupi dressnya yang robek dari bahu hingga bagian dada, robekan yang cukup besar. Melihat Marsya menangis sebegitunya, membuat Erik mengurung niat jahatnya. Erik tersiksa setiap melihat perempuan tercintanya mengeluarkan air mata, sebab tangisan Marsya adalah kelemahannya sejak dulu. Dan tidak lama setelah itu, Marsya kehilangan kesadaran.

Dipelukannya, Erik berikan kecupan bertubi-tubi dikening Marsya, dia meminta maaf karena membuat Marsya ketakutan dan hampir melakukan sesuatu tidak pantas padanya. Dengan sedikit akal sehat yang dia punya, sanggup membuat Erik sadar bahwa dia tidak boleh menyakiti Marsya terlalu jauh, sebab dia takut Marsya akan membencinya begitu Marsya sadarkan diri nanti.

Marsya menatap Erik yang terlihat cukup pulas, bahkan suara petir dan derasnya hujan diluar sana tidak mampu membangunkan Erik dari tidurnya. Marsya mengambil hoodie milik Erik yang tergeletak dilantai, lalu dia kenakan untuk menutupi dressnya yang robek. Sedetik kemudian, Marsya menyadari sesuatu, ponsel Erik. Ya, ponsel laki-laki itu juga tergeletak disampingnya. Marsya merasa ini kesempatan untuk menghubungi Kyle lewat ponsel Erik.

Marsya gerakkan telapak tangannya dihadapan wajah Erik, memastikan laki-laki itu masih terjaga dalam tidurnya. Tanpa gerakan berlebih, Marsya berusaha mengambil ponsel Erik dengan hati-hati, gerakannya sangat pelan tapi pasti. Sampai ponsel itu berhasil dia dapatkan, Marsya buka kata sandi ponsel itu dengan memasukkan tanggal hari jadinya dengan Erik. Ternyata Erik tidak mengganti kata sandi ponselnya sampai sekarang, tentu hal ini semakin mempermudah Marsya.

Tidak mau menunda lagi, Marsya langsung mengirim pesan singkat pada Kyle, tidak lupa menyematkan lokasi terkini agar suaminya tahu letak posisinya sekarang.

"Kyle nggak online, dia lagi dimana ya"

Marsya mulai cemas, suaminya tidak dalam posisi memegang ponselnya, pesan yang dia kirimkan belum dilihat oleh sang suami. Marsya putuskan untuk melakukan panggilan, satu kali tidak terjawab dan kedua kalinya gagal karena Erik bangun dan memanggilnya. Marsya akhiri panggilan itu dan buru-buru menyembunyikan ponselnya kedalam saku hoodie.

"Sya, aku minta maaf, aku tau aku salah, nggak seharusnya aku ngelakuin itu ke kamu"

Erik menggenggam tangan Marsya, meminta maaf atas tindakannya yang kurang ajar tadi. Marsya tidak peduli dengan ucapan Erik, yang dia takutkan jika Erik menyadari ponselnya ada bersamanya.

"Kamu pasti udah laper kan? Aku coba order makanan ya buat kamu"

"Er-"

"Dimana hp aku?!" Erik berteriak, dia mencari-cari ponselnya disekitarnya tempat tidur itu, dia buat berantakan disetiap sudut.

"Marsya, jangan bilang hp aku ada di kamu? Sini, biar aku lihat!"

Erik mulai menggeledah, dia cek satu persatu saku hoodie yang dipakai Marsya. Saat ponselnya ditemukan, Erik mendorong Marsya sampai tersungkur, dia cekik leher Marsya cukup kuat, "Berani-beraninya kamu ambil hp aku dan kirim chat ke penghianat itu?"

"Lihat! Dia nelfon aku! Dia tau lokasi kita!" Erik tunjukkan pada Marsya bahwa Kyle menelfonnya. Syukur lah, Marsya sedikit lega, setidaknya sang suami sudah mengetahui keberadaannya.

"Enggak, jangan sampai Kyle rebut kamu lagi dari aku. Ayo, ayo kita pergi dari sini!"

Erik menyeret Marsya pergi namun Marsya menahan dirinya sekuat tenaga, "Aku nggak mau, lepasin aku!"

"Jangan bikin aku emosi dan kasar lagi ke kamu! Ayo, ikut aku!"

"Aku nggak mau, Erik!"

Plak, Marsya menampar wajah Erik, sudah cukup untuk semuanya dia tidak mau terus menerus dibawah kekuasaan laki-laki ini.

"Kamu nggak bisa terus-terusan kabur, Rik, kamu harus hadapin Kyle"

"Enggak! Dia nggak akan temuin kita disini! Ayo Marsya! Pergi dari sini sekarang!"

"Ayo! Jangan buang-buang waktu!"

Erik semakin kesal karena Marsya tidak mau mendengarkan ucapannya. Marsya bersikeras bertahan disana dan Erik tidak bisa tinggal diam. Jika Marsya tidak patuh, dia harus menggendong Marsya secara paksa. Dia angkat tubuh Marsya dan membawanya keluar meninggalkan rumah itu, tidak peduli meski Marsya memberontak dengan memukul bahkan mencakar bagian tubuhnya.

"Argh!" Erik menjerit, cakaran Marsya kali ini terasa menyakitkan hingga Marsya terlepas dari dekapannya. Marsya hendak masuk kembali kedalam rumah itu namun Erik berhasil memeluknya. Semakin Marsya memberontak, semakin Erik tidak melepaskannya.

Dibawah guyuran hujan, keduanya saling tarik menarik diri masing-masing, sampai Marsya mulai lelah dan Erik berhasil membawanya kedalam mobil. Namun belum sempat meninggalkan lokasi, terlihat cahaya lampu mobil muncul dihadapan mereka. Erik mengumpat sambil memukul kemudinya, dia sangat tahu pemilik mobil itu.

"Kyle? Kyle!" Senyum Marsya merekah begitu melihat mobil Kyle datang menghadang. Kyle tidak sendiri, Leo dan Nathan terlihat dimobil yang berbeda.

Emosi Kyle tak terbendung lagi, dia hampiri Erik dan menarik rambutnya dengan kasar, dia keluarkan laki-laki itu secara paksa dari dalam mobilnya. Sementara Leo dan Nathan, mereka mengeluarkan Marsya dan menjaganya bersama mereka.

"Kyle..." Marsya bergumam, lagi dan lagi dia menyaksikan Kyle menghabisi Erik untuk kedua kalinya. Kali ini sangat brutal hingga Marsya tidak sanggup menyaksikannya.

"Kyle..."

Bruk, Marsya tumbang kearah Leo. Ya, gadis itu itu tidak sadarkan diri begitu saja, beruntung Leo sigap menangkapnya.

"Bro, Marsya pingsan!" Leo berteriak kepada Kyle, namun Kyle hanya menoleh dan kembali memukuli Erik tanpa ampun. Bukannya tidak peduli, memberi pelajaran pada Erik adalah keinginannya sejak tadi, dia tidak mau melepaskan Erik begitu saja. Toh, dia datang bersama Leo dan Nathan, mereka yang akan mengurus Marsya.

"Lo urus aja si sampah itu, biar kita bawa Marsya kerumah sakit, nanti gue share-lok" Ucap Nathan pada Kyle, dia buka pintu mobilnya dan Leo pun masuk membawa Marsya.

Sepeninggal mereka, Erik tertawa getir dengan mulut berdarah-darah, "Nathan, lama nggak ketemu, ternyata udah damai sama lo? Hahaha"

Bugh!

Kyle berikan lagi pukulannya diwajah Erik, darah segar muncrat dari mulutnya, "Jujur, gue pengen banget lo mati sekarang juga"

"Tapi rasanya sayang, gimana kalau gue turutin permintaan lo waktu itu, Rik?"

"Lo pengen lumpuh kan? Lo pengen cacat?"

"Enggak, jangan, Kyle. Gue nggak mau"

"Kenapa? Bukannya lo rela cacat demi Marsya?"

"Enggak, kalau gue cacat, Marsya nggak akan mau sama gue"

"Wah, Erik, lo udah bertindak sejauh ini dan lo masih berharap Marsya mau sama orang kayak lo?"

"Nih, gue bangunin lo dari mimpi"

Bugh!

Kyle berikan satu lagi pukulannya ditempat yang sama, hingga Erik tersungkur. Darah yang terus keluar dari mulutnya menyatu dengan genangan air hujan tempat Erik tumbang. Namun Kyle masih tidak puas, dia tarik rambut Erik agar laki-laki itu menatap matanya,

"Sakit?"

"Sakit...ampunin gue, Kyle"

"Heh, ini belum apa-apa, gue nggak akan nahan diri lagi, Rik"

"Nggak ada Marsya, jadi gue bebas bikin lo cacat!"

"Jangan, Kyle, maafin gue kali ini aja, gue nggak mau cacat"

"Oh? Harusnya lo mikir gini sebelum bawa istri gue pergi, Rik"

"Okay kalau gitu, gue cuma minta bayaran atas tangan lo yang udah berani nyentuh istri gue, gimana?"

...•••••...

To be continued

holaa holaa gimana bab kali ini guyss

yukk ahhh jgn lupa tinggalkan kecupan ehh tinggalkan jejak kalo suka yaaa...klik love, subscribe biar gak ketinggalan

dukung aku terus biar aku cemangatt updetttt muachhh😘😘

1
rayhan dirgantara
belalai apa tu🫪🫪🫪🫪
rayhan dirgantara
hi nma aku rayhan ak suka crrita kmu ka aku kls 4sd ka
Kholifah NH2: anak kelas 4 sd bacanya komik yang lucu lucu aja ya dek, jangan yang ini nanti dimarahin mama🥰
total 1 replies
rayhan dirgantara
jjur krng pjng,bacany cma semenit torrr pjgngin lg dong smngat y😌
rayhan dirgantara
Kelazzzzzz
Tiaraa Kayla
ini kurang ajar si
Tiaraa Kayla
what😰
Tiaraa Kayla
rahasiain pernikahan tp mereka kiss di parkiran,ada yg liat ga th
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!