NovelToon NovelToon
DIA DARI MASA LALUKU

DIA DARI MASA LALUKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Selingkuh / Obsesi
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: yavarnie

Sana hanya ingin menjadi istri yang baik bagi suaminya sekaligus ibu yang baik baik anak tirinya.

Namun, ia tidak pernah menyangka bahwa pernikahan itu akan mempertemukannya kembali dengan seseorang dari masa lalunya.

Seseorang yang ternyata belum benar-benar melupakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yavarnie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sengaja?

...•••...

Tatapan Jay terpaku pada sosok perempuan yang tengah sibuk menata beberapa piring di atas meja makan.

Dress putih bermotif bunga-bunga kecil yang dikenakannya menjuntai hingga betis, dengan tali tipis di kedua bahu dan renda halus yang menghiasi bagian bawahnya. Rambut panjangnya tergerai bebas, bergerak lembut setiap kali perempuan itu menggerakkan tubuhnya.

“Jayden!”

Suara menggelegar dari belakang sontak membuat tubuh Jay sedikit tersentak, sebelum akhirnya ia menoleh ke belakang.

Tatapannya tertuju pada ayahnya yang berjalan menghampirinya dengan langkah lebar. Pria itu tampil rapi dalam balutan setelan jas hitam, dengan kemeja dan dasi senada yang semakin menegaskan kesan tegas dan berwibawa pada dirinya.

“Sarapannya sudah siap. Ayo kita makan,” ujar perempuan yang berdiri di belakang keduanya. Suaranya yang lembut seakan meredakan ketegangan antara ayah dan anak itu.

Bari mengangguk sembari tersenyum ke arah istrinya, sebelum kembali menatap putranya. “Panggil temanmu. Kita sarapan bersama,” katanya seraya menepuk pundak Jay sekilas, lalu beranjak menghampiri istrinya.

Sebenarnya, interaksi Jay dan ayahnya tidaklah sekaku ini. Hubungan mereka tidak pernah sekaku hubungan orang tua dan anak pada umumnya.

Ya, itu dulu. Dulu. Sebelum pria itu menikahi seseorang dari masa lalu Jay.

Kini Jay harus membiasakan diri dengan cara bicara ayahnya yang terasa lebih formal, seolah-olah ada jarak diantara mereka yang sebelumnya tidak pernah ada.

Jay tetap berdiam diri di ambang ruang makan. Menatap interaksi sepasang suami istri baru itu yang tampak begitu romantis.

Sang ayah mengelus pinggang perempuan itu. Perlahan, tangannya naik ke punggung, merambat hingga mengusap bahu telanjangnya, lalu bergerak naik mengelus leher hingga akhirnya menangkup wajah perempuan itu dengan kedua telapak tangannya.

Perlahan, wajah ayahnya mendekat. Ia menciumi seluruh wajah perempuan itu sebelum akhirnya meraup bibirnya.

Sial. Apakah ayahnya sengaja melakukan semua itu di hadapan dirinya? Seolah ingin menunjukkan bahwa perempuan itu kini sudah menjadi miliknya?

Jay mendengus, lalu memalingkan wajahnya sampai pandangannya menangkap sosok sahabatnya yang sedang berjalan menghampirinya.

“Ngapa sih, kayaknya demen banget dah berdiri di tengah jalan gitu?” celetuk Sian begitu sudah tiba di hadapannya.

Jay tak merespons, memilih untuk berjalan mendekati meja makan, yang beruntungnya tindakan asusila itu sudah selesai.

Seperti biasa, sang ayah duduk di kursi tengah, sementara Jay duduk di sebelah kanannya. Kini, kursi di sebelah kiri yang biasanya kosong telah ditempati oleh perempuan itu.

“Selamat pagi, Om, Tante,” sapa Sian ramah di hadapan orang tua sahabatnya, diikuti senyuman manis yang menampakkan lesung di pipinya.

“Pagi, Sian,” sahut Bari dengan ramah. “Ayo, duduk. Kita sarapan bersama.”

Sian menarik kursi di sebelah Jay sedikit kebelakang, lalu mendudukkan dirinya di sana.

Begitu pandangannya jatuh pada hidangan yang tersaji di atas meja, matanya seketika berbinar. Menurutnya, hidangan semewah ini sungguh berlebihan untuk sekadar disebut sarapan.

“Inget! Jangan kalap! Jangan malu-maluin diri sendiri!” Peringatnya dalam hati, berusaha meneguhkan tekad.

Bukan karena norak atau kampungan, tetapi begitulah Sian setiap kali berhadapan dengan makanan. Meski, kalau dipikir-pikir, bukankah siapa pun bisa kehilangan kendali jika dihadapkan pada hidangan seminggurkan ini? Apalagi ketika aromanya saja sudah cukup untuk menggugah selera, belum lagi tampilannya yang begitu memanjakan mata.

Sarapan pagi di meja makan itu berlangsung begitu hening, meskipun kini status ayahnya telah berubah menjadi seorang suami.

Ayahnya memang seperti itu. Punya aturan yang begitu jelas dan tak boleh di bantah. Pria itu memang selalu menerapkan prinsip jika sedang makan tak boleh ada yang berbicara, apalagi sambil bermain ponsel. Katanya, nikmati hidangan yang sedang kita makan, rasakan setiap makanan yang masuk kedalam mulut. Kunyahlah secara perlahan, maka rasa makanan itu benar-benar terasa dan ternikmati.

Jay tampak sibuk dengan sarapannya. Namun, di balik tatapannya yang seolah terpusat pada hidangan di hadapannya, matanya justru diam-diam tertuju pada perempuan yang duduk di seberang meja. Penampilannya benar-benar menyita perhatian Jay.

“Kalau sedang makan itu jangan melamun!” tegur ayahnya dengan suara tegas.

Jay langsung menoleh ke arah sang ayah yang kini sedang menatapnya dengan tatapan tajam.

“Apa yang kau lamunkan? Sampai cara makanmu seperti hewan.”

Jay kembali mengalihkan pandangan ke piringnya. Benar saja, nasi dan lauk-pauknya sudah berhamburan keluar dari piring hingga mengotori meja makan.

“Maaf,” ucap Jay akhirnya sembari meraih tisu untuk membersihkannya.

“Biar aku saja yang membersihkan.”

Mendengar itu, Jay sontak menatap perempuan di hadapannya yang sudah bangkit dari kursinya.

“Kamu makan aja, sayang,” ujar ayahnya menghentikan pergerakan perempuan itu.

“Bi!” panggilnya kepada salah satu pekerja rumah.

“Aku bisa sendiri,” tolak Jay cepat.

Jay segera membersihkan nasi dan lauk-pauk yang berhamburan ke mana-mana mana dengan tisu.

“Aku udah selesai,” ujarnya begitu selesai membersihkan kekacauan di depannya.

“Heh! Gue belum selesai!” protes Sian ketika Jay tiba-tiba menarik kerah belakang bajunya hingga ia terpaksa bangkit dari kursi.

“Buru! Katanya lo mau jogging?” Jay melotot ke arahnya, memberi isyarat agar Sian mengiyakan saja.

“Ya udah Om, Tante. Aku sama Jay pamit dulu mau jogging,” kata Sian dengan senyum terpaksa.

...[...]...

#•• masa lalu

••• masa sekarang

1
tak tahu
jadi laki emang harus gentle
tak tahu
baju hitam gak buat cuma berduka aja kali🙄
Yavarnie: nahh bener tuh
total 1 replies
tak tahu
keren2 kak
Yavarnie: makasih banyakkk
total 1 replies
Yavarnie
INI ADA YANG BACA NGGAK SIH?
SAY HI, DONGGG
Yavarnie: huhu thank you udah bacaa
total 2 replies
senjani jingga
semangat thor!, kalau berkenan mampir juga ya di novel baruku😁
senjani jingga: terimakasihhh❤️❤️
total 2 replies
Yavarnie
aneh, ya, datang ke gereja bukannya ibadah, malah buat nemuin seseorang wkwk
tak tahu: si jay emang aneh2 ja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!