Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.
Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.
Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alam Pagoda Serpihan Surga
Boqin Changing perlahan bangkit dari tempatnya bersila. Ia menepuk-nepuk jubahnya untuk membersihkan debu yang menempel, kemudian berjalan santai menuju ruangan yang tidak jauh dari tempatnya berlatih. Ia baru saja melakukan pelatihan tertutup di rumah yang bahkan ia buat sebelumnya sendiri.
Dibandingkan dengan fenomena alam yang baru saja terjadi, gerak-geriknya terlihat begitu biasa. Tidak ada kegembiraan berlebihan di wajahnya, apalagi sikap seolah-olah ia baru saja mencapai sesuatu yang luar biasa.
Boqin Changing langsung menuju dapur. Ia mengambil teko, memasukkan beberapa lembar daun teh ke dalamnya, lalu menuangkan air. Setelah menyalakan tungku, ia menunggu hingga air di dalam teko memanas.
Bagi orang lain, pemandangan seperti ini mungkin terasa aneh. Seorang pendekar yang baru saja mengalami terobosan besar justru sibuk membuat teh seolah-olah tidak ada sesuatu yang istimewa telah terjadi.
Namun, bagi Boqin Changing, hal itu bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Ia sudah terbiasa menghadapi berbagai peristiwa besar dalam hidupnya. Terlebih lagi, kenaikan kekuatan kali ini bukanlah sesuatu yang benar-benar asing baginya.
Rumah kayu yang ditempatinya juga bukanlah rumah biasa. Bangunan sederhana itu berdiri di sebuah alam lain yang berbeda dari alam tempat Boqin Changing dilahirkan dan dibesarkan. Tempat ini bukan bagian dari wilayah Kekaisaran Qin, bukan pula sebuah tempat terpencil yang bisa ditemukan dengan melakukan perjalanan jauh. Ia bisa datang ke alam ini berkat sebuah pusaka luar biasa yang dimilikinya, Pagoda Serpihan Surga!
Pusaka tersebut memiliki kemampuan untuk menghubungkan Boqin Changing dengan sebuah alam tersendiri. Di tempat inilah ia dapat melakukan pelatihan tertutup tanpa perlu mengkhawatirkan gangguan dari dunia luar.
Lebih penting lagi, alam ini memiliki keistimewaan yang membuatnya sangat berharga. Satu tahun yang dihabiskan di dalamnya hanya setara dengan satu hari di alam asalnya. Dengan kata lain, seseorang bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk berkultivasi di tempat ini, sementara dunia luar hanya mengalami perubahan waktu selama beberapa hari.
Selain perbedaan waktu yang luar biasa tersebut, tubuh seseorang juga tidak akan mengalami penuaan selama berada di dalam alam ini. Andaikan banyak orang yang tahu ia mempunyai pusaka dengan manfaat seperti itu, bisa jadi membuat banyak pendekar rela mempertaruhkan nyawa demi mendapatkannya.
Sayangnya, Pagoda Serpihan Surga bukanlah pusaka yang bisa dimiliki sembarang orang. Bahkan, jika seseorang mengetahui keberadaannya, belum tentu ia memiliki kemampuan untuk menggunakannya.
Boqin Changing sendiri mengetahui kegunaan pusaka tersebut melalui perjalanan panjang dalam kehidupan pertamanya. Kini, setelah kembali ke masa lalu, ia dapat memanfaatkan pengetahuan dan berbagai sumber daya yang dimilikinya untuk mengembangkan kekuatan dengan jauh lebih cepat.
Boqin Changing bukan manusia biasa. Ia adalah seseorang yang kembali ke masa lalunya.
Adapun sumber daya yang baru saja ia serap selama pelatihan tertutup berasal dari tempat harta karun yang sebelumnya ia kunjungi di alam asalnya. Benda-benda berharga yang berhasil diperolehnya telah ia bawa masuk ke Pagoda Serpihan Surga. Sebagian besar merupakan sumber daya yang sangat membantu proses kultivasinya, sehingga ia memutuskan untuk menghabiskan waktu di tempat ini demi menyerap manfaatnya secara maksimal.
Setelah menunggu beberapa saat, air di dalam teko akhirnya mendidih. Boqin Changing mematikan tungku, lalu menuangkan teh ke dalam sebuah cangkir. Aroma teh yang lembut segera menyebar ke seluruh dapur. Ia mengangkat cangkir tersebut dan membawanya menuju teras rumah.
Di teras itu terdapat sebuah meja kayu sederhana dengan dua buah kursi. Boqin Changing duduk di salah satunya, kemudian meletakkan cangkir tehnya di atas meja.
Ia menghirup aroma teh sebelum menyesapnya perlahan.
"Hmm... lumayan."
Boqin Changing mengangguk kecil, lalu menyandarkan punggungnya pada kursi.
Pemandangan di hadapannya terbentang luas. Pegunungan menjulang di kejauhan, pepohonan tumbuh lebat di sepanjang lereng, sementara aliran sungai jernih terlihat berkelok di antara bebatuan.
Sekilas, tempat ini tampak seperti surga bagi para pendekar yang ingin mengasingkan diri dan berkultivasi. Namun, ada satu masalah yang membuat Boqin Changing mulai merasa bosan. Selama lima tahun terakhir, ia hampir tidak melakukan apa pun selain berlatih dan menyerap sumber daya.
Bagi seorang pendekar yang mengejar kekuatan, waktu selama itu mungkin tidak terlalu lama. Bahkan, banyak orang rela menghabiskan puluhan tahun hanya untuk menembus satu tingkatan kultivasi. Namun, terus-menerus berada di tempat yang sama tanpa memiliki seseorang untuk diajak berbicara tentu bukanlah pengalaman yang menyenangkan.
Terlebih lagi, di alam ini tidak ada manusia lain. Makhluk yang menghuni wilayah tersebut hanyalah siluman dan binatang suci. Sebagian di antaranya memiliki kekuatan yang cukup mengerikan, bahkan ada yang mampu menguasai wilayah pegunungan yang luas.
Sayangnya, tidak satu pun dari mereka berani mendekati tempat tinggal Boqin Changing. Aura yang terpancar dari tubuhnya sudah cukup untuk membuat sebagian besar makhluk itu menjauh. Bahkan, beberapa binatang suci yang memiliki kecerdasan tinggi akan segera melarikan diri begitu merasakan keberadaannya.
Boqin Changing sendiri tidak pernah berniat mengganggu mereka selama mereka tidak mencari masalah. Meski demikian, ia tetap memasang sebuah formasi pelindung di sekitar rumahnya sebagai langkah berjaga-jaga. Bagaimanapun, ia tidak ingin ketenangannya terganggu oleh mereka yang tiba-tiba datang menyerang.
Setelah menyesap tehnya sekali lagi, Boqin Changing mengangkat tangan kanannya dan memandang telapak tangannya sendiri. Kekuatan yang mengalir di dalam tubuhnya kini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Ia telah berhasil menembus ranah Pendekar Langit tahap Menengah, setelah sebelumnya berada di tahap Awal. Bagi pendekar biasa, peningkatan seperti itu merupakan pencapaian yang luar biasa. Bahkan, sebagian besar mungkin tidak akan mampu mencapai ranah Pendekar Langit sepanjang hidup mereka.
Namun, Boqin Changing hanya memandang tangannya dengan tenang.
"Pendekar Langit tahap menengah..."
Ia bergumam pelan, kemudian menggelengkan kepala.
"Masih jauh."
"Padahal banyak sekali sumber daya yang kuserap dalam pelatihan tertutup ini..."
Memang, kenaikan satu tahap tersebut terlihat sederhana jika dibandingkan dengan berbagai pencapaian yang pernah diraihnya. Namun, Boqin Changing memahami betul bahwa menerobos setiap tingkatan ranah bukanlah perkara mudah.
Ia telah menghabiskan waktu lima tahun di alam ini untuk menyerap sumber daya yang diperolehnya. Selama itu pula, ia terus mengedarkan qi, memperkuat meridian, dan memadatkan energi di dalam tubuhnya hingga akhirnya berhasil melewati penghalang menuju tahap menengah.
Jika bukan karena fondasi kultivasinya yang kokoh serta pengetahuan dari kehidupan pertamanya, proses tersebut mungkin akan memakan waktu lebih lama.
Boqin Changing kembali menyesap teh. Alasan ia tidak meluapkan kegembiraan setelah berhasil melakukan terobosan sebenarnya cukup sederhana. Ia pernah mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi daripada ini.
Dalam kehidupan pertamanya, ia telah berdiri di puncak dunia persilatan dan mencapai ranah Pendekar Dewa. Ia pernah merasakan kekuatan yang membuat banyak pendekar hanya mampu memandangnya dari kejauhan.
Ia juga pernah menyaksikan berbagai pertarungan besar, menghadapi musuh-musuh yang mengerikan, serta melewati banyak rintangan sebelum akhirnya mencapai puncak tersebut.
Sayangnya, kekuatan besar itu tidak mampu menghapus seluruh penyesalan dalam hidupnya. Ada orang-orang yang gagal ia lindungi. Ada pula keputusan yang baru ia sadari sebagai kesalahan setelah semuanya terlambat.
Pada akhirnya, Boqin Changing memilih kembali ke masa lalu. Ia tidak melakukan semua itu demi mengejar kekuasaan semata. Ia ingin menebus kegagalannya, mengubah nasib orang-orang yang dicintainya, dan melindungi mereka agar tidak mengalami akhir yang sama seperti dalam kehidupan pertamanya.
Berbekal ingatan, pengalaman, serta pengetahuan yang telah ia kumpulkan selama bertahun-tahun, ia mampu menempuh jalan kultivasi dengan jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Ia mengetahui banyak peluang yang belum ditemukan orang lain. Ia juga memahami berbagai rahasia kultivasi yang belum diketahui oleh kebanyakan pendekar pada zamannya.
Namun, semua itu tidak berarti perjalanan kali ini akan selalu mudah. Masa ini telah berubah sejak ia mengambil keputusan untuk kembali. Tidak semua peristiwa akan berjalan persis seperti yang ia ingat. Itulah sebabnya Boqin Changing tidak berani meremehkan setiap langkah yang diambilnya.
Ia meletakkan cangkir teh di atas meja, kemudian kembali memandang langit. Lima tahun di alam ini memang memberinya peningkatan kekuatan yang besar. Namun, jika terus tinggal di sini, ia khawatir dirinya akan semakin malas menghadapi kehidupan di dunia luar.
Bagaimanapun, ia bukanlah seseorang yang ingin menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk berkultivasi. Masih ada banyak hal yang ingin ia lakukan.
Boqin Changing mengusap dagunya, lalu menghela napas panjang.
"Sepertinya sudah waktunya mengakhiri pelatihan tertutup ini."
Ia mengambil cangkirnya dan menghabiskan sisa teh di dalamnya.
"Tempat ini memang bagus untuk berkultivasi, tetapi terlalu membosankan jika terus berada di sini."
Setelah meletakkan cangkir kosong di atas meja, Boqin Changing berdiri dari kursinya. Ia akan beristirahat sejenak sebelum akhirnya kembali ke dunia asalnya.
...******...
Tingkatan Ranah Kultivasi Pendekar yang diketahui oleh Boqin Changing. Dari yang paling lemah ke yang paling kuat:
- Pendekar Dasar
Pendekar Dasar adalah seseorang telah menguasai jurus dasar beladiri. Mereka mengandalkan kekuatan fisik, namun belum mampu menggunakan tenaga dalam.
- Pendekar Pertama
Pendekar Pertama adalah pendekar dasar yang telah membuka dantiannya. Mereka sudah mampu menggunakan tenaga dalam dalam pertarungan.
- Pendekar Menengah
Pendekar Menengah adalah pendekar pertama yang telah membentuk setidaknya enam puluh lingkaran tenaga dalam.
- Pendekar Ahli
Pendekar Ahli adalah pendekar yang telah memperkuat dirinya hingga batas ototnya telah mencapai tingkatan kawat, dan tulang tingkatan baja. Pendekar ahli memiliki minimal seratus dua puluh lingkaran tenaga dalam.
- Pendekar Raja
Pendekar Raja adalah pendekar ahli yang telah memperkuat dirinya. Kekuatannya setidaknya menyamai sepuluh pendekar ahli.
- Pendekar Suci
Pendekar Suci adalah pendekar raja yang berhasil membuka gerbang pertamanya. Butuh sumber daya yang cukup besar untuk mencapai ranah kultivasi ini.
- Pendekar Bumi
Pendekar Bumi adalah pendekar suci yang telah membuka sepuluh titik gerbang miliknya. Saat berada di ranah ini, seseorang dapat mengolah tenaga dalam jenis lain bernama qi.
- Pendekar Langit
Pendekar Langit adalah pendekar bumi yang telah mengumpulkan minimal sepuluh ribu lingkaran qi. Kehadirannya dianggap mampu menggetarkan langit.
- Pendekar Alam
Pendekar Alam adalah tingkatan di atas pendekar langit dengan kemampuan mengguncang dunia. Pada saat seseorang menembus ranah kultivasi ini, bumi akan bergetar hebat dan terjadi gempa dimana-mana. Seakan-akan sedang menyambut kelahiran pendekar alam.
- Pendekar Dewa
Pendekar Dewa adalah tingkatan pendekar di atas semua makhluk hidup. Hanya dengan tatapan mereka, makhluk hidup tunduk. Alam pun akan menghamba dan awan-awan seakan menutupi pendekar ini dari matahari agar sang dewa tak terusik dan marah.
Setiap tingkatan akan dibagi menjadi awal, menengah, dan puncak. Beberapa ranah seperti pendekar bumi dan langit, mempunyai tingkatan tambahan pendekar puncak setengah langkah menuju pendekar di atasnya.
Khusus pendekar suci tahap awal, menengah, dan puncak dapat dibagi menjadi sembilan gerbang yang harus dibuka.