NovelToon NovelToon
Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Dokter
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Siapa sangka, Sindi Permata gadis cantik anak miliarder yang penampilannya selalu anggun dan kelihatan lemah lembut ternyata punya sisi gelap yang bikin bulu kuduk merinding. Sindi adalah Ratu Mafia yang memimpin dunia hitam dengan tangan besi. Nggak ada yang berani macam-macam sama dia.
​Tapi, sehebat-hebatnya Sindi menaklukan dunia luar, dia akhirnya takluk juga pasrah waktu disuruh nikah paksa sama papanya.
​Suaminya adalah Mike Sanjaya, dokter muda jenius yang terkenal dingin, kaku, dan judesnya minta ampun. Masalahnya bukan cuma sifat Mike yang kayak es batu, tapi cowok itu udah punya pacar kesayangan: Putri Adisti, seorang perawat manis yang selama ini jadi ratu di hati Mike, begitu resmi jadi suami-istri, Mike langsung pasang tembok tinggi. Dia terang-terangan nunjukkin kalau pernikahan mereka cuma formalitas dan nggak ada tempat buat Sindi di hatinya. Mike bahkan masih sering nemenin dan merhatiin Putri adisti.
akankah pernikahan mereka bertahan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7 Ratu mafia istri dokter dingin

​Tanpa mengucap sepatah kata pun, Mike menerobos keluar dari kamar utama. Bahunya sempat menabrak lengan Sindi cukup keras, namun pria itu sama sekali tidak peduli.

Matanya memerah panik, napasnya memburu, dan fokusnya hanya satu: menyelamatkan Putri. Ia berlari kencang menuruni anak tangga, menyambar kunci mobil di meja ruang tamu, lalu keluar menembus kegelapan malam.

​Di ambang pintu kamar, Sindi berdiri dengan posisi tubuh tetap tenang. Ia mengusap pelan lengannya yang baru saja ditabrak Mike. Bukan rasa sakit atau amarah yang terlihat di wajah cantiknya, melainkan sebuah senyuman tipis yang sangat mengerikan.

​"Khawatir setengah mati, ya?" bisik Sindi pelan pada ruangan yang hening.

​Ia menyandarkan tubuhnya di bingkai pintu, menyilangkan kedua tangan di dada. Anak buah mafianya memang bekerja sangat rapi dan tepat waktu.

Skenario gertakan kecil untuk menguji seberapa bucin seorang Dokter Mike ternyata berjalan luar biasa mulus. Sindi tertawa kecil, suara tawanya mengalun rendah dan penuh rasa puas.

​Sementara itu, di jalanan kota yang sepi, mobil sports milik Mike melaju gila-gilaan. Pria itu menginjak pedal gas dalam-dalam, menerobos beberapa lampu merah tanpa peduli bahaya. Pikirannya kacau membayangkan hal buruk terjadi pada kekasihnya.

​Dalam kurun waktu kurang dari lima belas menit, mobil Mike mencicit keras saat direm mendadak di sebuah gang sempit, tak jauh dari halte bus sepi dekat area kos Putri.

​"Putri!" berteriak Mike seraya melompat keluar dari mobil.

​Di dekat tiang listrik yang remang-remang, tampak Putri terduduk lemas di atas aspal. Rambutnya berantakan, lututnya memar, dan sudut bibirnya sedikit berdarah.

Dua atau tiga pria berjaket kulit hitam yang tadinya mengerumuni Putri langsung melarikan diri begitu melihat kilauan lampu mobil Mike yang terang benderang.

​"Mike...!" tangis Putri pecah begitu melihat sosok Mike berlari mendekat.

​Mike langsung berlutut, merengkuh tubuh gemetar Putri ke dalam pelukannya. "Kamu enggak apa-apa, Sayang? Maafin aku... maafin aku terlambat datang!"

​"Aku takut banget, Mike... Mereka tadi mau ambil tas aku, terus dorong aku..." aduh Putri terisak-isak di dada Mike, jemarinya mencengkeram erat kemeja suaminya.

​"Udah, udah, kamu aman sekarang. Aku ada di sini," bisik Mike menenangkan, mengelus rambut Putri yang kusut dengan tangan yang masih gemetaran.

​Mike membopong tubuh lemas Putri, memasukkannya ke dalam mobil, lalu melaju cepat menuju area kos-kosan Putri.

Di sepanjang perjalanan, Mike terus menggenggam sebelah tangan Putri, memastikan wanita itu merasa aman.

​Sesampainya di kamar kos Putri yang sederhana, Mike dengan telaten mengobati luka memar di lutut dan sudut bibir Putri. Ia mengambilkan air minum hangat dan menunggu hingga napas Putri kembali stabil.

​"Kamu jangan tidur sendirian malam ini ya, biar aku temani di sini," ucap Mike lembut sambil mengusap pipi Putri.

​Putri menggeleng pelan, meski matanya masih sembab. "Enggak usah, Mike... Ini kan malam pertama kamu. Kalau kamu enggak pulang, nanti Sindi atau keluarga kamu bisa makin benci sama aku."

​Mendengar nama Sindi, raut wajah Mike mendadak berubah dingin dan penuh amarah. "Jangan sebut nama dia. Dia enggak ada artinya buat aku. Kamu yang paling penting sekarang."

​Namun Putri tetap memaksa agar Mike pulang saat hari menjelang subuh. Ia tidak ingin posisi Mike di mata keluarganya makin sulit. Dengan berat hati, Mike akhirnya menuruti kemauan Putri setelah memastikan kunci pintu kos tertutup rapat.

​Pukul tujuh pagi, matahari mulai memancarkan sinar hangatnya menembus jendela kaca mansion baru keluarga Sanjaya.

​Di dapur bersih bernuansa putih yang mewah, Sindi sudah berdiri rapi. Ia mengenakan gaun santai rumahan berwarna krem dengan apron tipis terikat di pinggangnya.

Rambut indahnya dikuncir kuda sederhana. Di atas meja makan yang luas, sudah tersaji berbagai hidangan sarapan yang menggugah selera: nasi goreng seafood hangat, telur gulung, roti panggang, serta dua cangkir kopi hitam yang aromanya menyeruak ke seluruh ruangan.

​Sindi baru saja meletakkan sendok di piring ketika mendengar suara pintu depan dibuka dengan kasar, disusul langkah kaki tergesa-gesa dari ruang tamu.

​Mike masuk ke dalam rumah dengan penampilan yang cukup acak-acakan. Kemeja mewahnya kusut, dasinya sudah lepas, dan wajahnya tampak sangat lelah dengan lingkaran hitam di bawah mata.

​Langkah Mike terhenti sejenak di dekat area meja makan ketika mencium bau masakan dan melihat Sindi berdiri di sana.

Untuk sekejap, Mike terpana melihat keanggunan Sindi yang tampak sangat pas memerankan sosok istri sempurna di pagi hari.

​Namun, rasa gengsi dan prasangka buruk langsung menguasai pikiran Mike kembali.

​"Selamat pagi, Mas Mike," sapa Sindi dengan suara yang luar biasa halus dan ramah, seolah-olah tidak terjadi apapun semalam.

"Sindi udah siapin sarapan buat kamu. Makan dulu yuk sebelum berangkat kerja, kopi hitamnya masih hangat."

​Sindi melangkah mendekat sambil memamerkan senyum manis tanpa dosa.

​Mike menatap meja makan penuh hidangan itu, lalu beralih menatap Sindi dengan pandangan sangat dingin dan ketus.

​"Enggak perlu sok perhatian," potong Mike kasar tanpa menyentuh satu pun makanan di meja.

"Saya enggak butuh masakan kamu, dan saya enggak ada waktu buat makan."

​Sindi menghentikan langkahnya, raut wajahnya dibuat agak kecewa dan polos.

"Tapi Mas kan belum makan dari semalam? Nanti maag kamu kumat di rumah sakit..."

​"Urus saja diri kamu sendiri!" bentak Mike dengan nada menekan.

"Saya mau mandi, ganti baju, terus langsung ke rumah sakit. Putri lagi sakit dan syok gara-gara kejadian semalam, jadi saya harus dampingi dia di rumah sakit pagi ini!"

​Sindi menatap Mike dengan mata berbinar polos, berpura-pura terkejut.

"Astaga... Mbak Putri sakit? Kenapa bisa gitu, Mas? Apa perlu Sindi ikut ke rumah sakit buat jenguk dan bawain sup hangat?"

​Mendengar tawa manis dan tawaran dari Sindi, rahang Mike makin mengeras. Pria itu melangkah mendekati Sindi hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa sentimeter. Mike menunduk, menatap tajam ke dalam iris mata Sindi.

​"Jangan pernah berani menginjakkan kaki kamu di rumah sakit atau mendekati Putri!" ancam Mike dengan suara rendah yang penuh penekanan.

"Ingat aturan nomor dua yang saya kasih tahu semalam: jangan pernah ikut campur urusan pribadi saya! Simpan semua akting istri baik-baik kamu ini, karena bagi saya, kamu cuma membawa sial!"

​Setelah melontarkan kalimat pedas itu, Mike berbalik dan berlari cepat menuju lantai atas untuk berganti pakaian. Hanya butuh waktu sepuluh menit sampai pria itu kembali turun dengan pakaian serba rapi, menyambar kunci mobilnya, dan keluar membanting pintu rumah dengan sangat keras.

​Brak!

​Suara dentuman pintu bergaung di mansion yang luas itu.

​Sindi berdiri sendirian di dekat meja makan. Ia menatap cangkir kopi hangat milik Mike yang sama sekali tidak tersentuh.

​Satu detik... dua detik...

​Senyum manis dan polos di wajah Sindi perlahan meluntur. Wajah cantiknya berubah menjadi luar biasa dingin, kaku, dan penuh aura intimidasi. Tatapan matanya yang tadi lembut kini berkilat berbahaya.

​Sindi melangkah perlahan menuju meja makan, mengambil cangkir kopi hangat itu, lalu menyesapnya sedikit dengan sangat anggun.

​"Membawa sial, ya?" bisik Sindi pelan, mengulang kata-kata Mike tadi.

​Ia meletakkan kembali cangkir kopi itu ke piring tatakannya, lalu merogoh ponsel pintarnya dari saku apron. Jemari lentiknya menekan satu tombol panggilan cepat.

​Hanya dalam hitungan detik, panggilan itu terhubung.

​"Nona Sindi," suara berat dan hormat dari tangan kanannya langsung terdengar di ujung telepon.

​Sindi menyenderkan tubuhnya di tepi meja makan, menatap lurus ke arah pintu depan yang baru saja dibanting Mike.

​"Budi," ucap Sindi dengan suara dingin yang sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya.

"Kirim tim terbaik kita ke Rumah Sakit Sanjaya Utama sekarang. Mulai hari ini, awasi setiap gerak-gerik Dokter Mike dan perawat kesayangannya itu."

​"Baik, Nona. Apakah ada perintah khusus untuk perawat bernama Putri Adisti?" tanya Budi dari seberang telepon.

​Sindi tersenyum tipis, sebuah senyuman kejam yang menyembunyikan rencana besar di balik wajah cantiknya.

​"Buat sedikit kekacauan kecil di shift kerjanya hari ini," perintah Sindi datar.

"Aku ingin tahu... seberapa kuat Dokter Mike pasang badan melindungi pacarnya saat reputasi rumah sakit keluarganya sendiri mulai terancam."

​Bersambung.....

1
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,,
Muft Smoker
uluuuluuu ,, kalo liat kalian begini kn damai rasa ny ,, awas aj kalo ulet bulu nyusul ke situ ,, 😒😒😒

hmmm ad kemungkinan klo putri anggota klan red dragon gx sih ,, yg nyamar buat deketin mike🤔🤔🤔🤭🤭🤭😁😁
Naelong: 😄😄 nantikan ceritanya ya kak🤭
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
makin seruu cerita ny ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,,
total 2 replies
Muft Smoker
kalo begini trus cepat atau lambat Mike bakal tau siapa sindii sbnernya ,,
Muft Smoker
wah siapa nih yg cium sindii ,,
bibir ny minta di kepang dua ,, 😒😒😒
Muft Smoker: oooaalaaaa salah sangka saya🤭🤭🤭🤭🤭🫣🫣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
aduuuuh ini ulet bulu. ad dmn2 yx ,,
Muft Smoker
eeeh Dy lupa diri kayaknya ,, tu Mike yg nempel kayak bekantan siapa Mike ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
hati2 km putri mungkin saat ini km msh bisa lolos ,, tp nnti gx tau deh ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
nah looo🤭🤭🤭
Naelong: makasi kak sudah mau baca ceritaku😍🙏🙏, sehat sehat slalu
total 1 replies
Naelong
makasi kaka, sudah mampir.🙏
Muft Smoker
ad yg main2 ma sindii ,,
gx Mike gx musuh ny ,, ad aj yg cari gara2 ,,
duuuh sindii ,, segera berantas semua musuh mu ,,
yumi chan: pusing aku thor ..kpn mike sdr karna di bdhi..dn kpn sindi pergi mninglkn mike agr dia sdr..
total 3 replies
YuWie
malah bingung sendiri sama strategi sindi yg katanya mafia..nyingkirin kroco puyri dan ngasih pelajaran mike aja..jalannya muter2 gak jelas.
niaww: mampir cerita aku kak🥰🙏
total 1 replies
Muft Smoker
situ main2 trus ma Sindi sih mike ,, bela trus wanita mu tu ,, kalo udh tau kebenaran ny ,, jgn menyesal km ,,
Muft Smoker
si putrii dg gx tau maluu ny ,, dtg k tempat tinggal mike dn sindii ,, berasa Kya Dy yg jd nyonya ,, pas ke pergok sang nyonya asli ,, lngsung ciut nyali ny🤭🤭🤭😏😏😏
Muft Smoker
wah teka teki ap lgi ini ,,
Muft Smoker
sypa lgii ni ,, ap suruhan si putri tidur lgi????
Muft Smoker: ok kak ,, makin penasaran tiap bab ny kak
total 2 replies
Muft Smoker
km berharap Sindi bakal ke distrak liat km pulang ,, boleh aj berharap tp dlm mimpi aj yx mike ,, kalo di dunia nyata mh jgn deeh ,, tkut nanti makin maluu Krn gx dapet respon ap2 dr Sindi ,, 😏😏😏🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
anda terus2an mencari masalah mike ,, nanti kalo udh kena batu ny ,, baru tau rasa km ,, greget banget ma mike ,,
Muft Smoker
mulai cari perhatian niih tanpa anda sadari mike ,, /Shy//Shy//Shy//Shy/
Muft Smoker
lanjuuut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!