NovelToon NovelToon
Cerai Boleh! Harta Harus!

Cerai Boleh! Harta Harus!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Lansia / Pelakor jahat / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"A...aku hanya ingin kamu bahagia, menikahlah dengannya. Aku bersedia berpisah..."

Tatapan suaminya yang pada awalnya penuh amarah menjadi penuh rasa iba."Aku rasa tunjangan perlu di revisi."

"Dia muda dan cantik, kamu berhak mendapatkan yang lebih baik. Hanya saja foto pernikahan boleh untukku? Aku hanya ingin mengenang saat kita susah dan senang bersama-sama."

Sang suami kembali tertegun, menelan ludahnya."Aku akan menambahkan satu villa lagi dalam pembagian harta nanti."

Sementara putranya, berbisik kepada ibunya."Bagus ibu, manipulasi rasa bersalah Ayah. Agar kita mendapatkan lebih banyak hartanya lagi."

***
Ayu Ningsih merupakan istri sekaligus ibu rumah tangga yang baik. Memiliki seorang putra yang begitu cerdas.

Suaminya datang, mengatakan bahwa selingkuhannya hamil dan ingin menceraikan istrinya.

Ayu Ningsih, pada awalnya marah, tapi putranya memberikan gagasan yang lebih bagus."Cerai Boleh! Harta Harus!"

Ibu dan anak yang ingin memiskinkan pasangan selingkuh itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacar Untuk...

“Panti jompo?” Dani menatap ke arah Siska penuh rasa kesal. Walaupun pria ini brengsek, tapi pria ini begitu berbakti kepada ibunya. 

“Kenapa kamu bilang soal panti jompo?” Tanya Dian hanya mendengar samar. 

Dani melotot ke arah Siska, seolah-olah tidak membiarkan wanita itu mengucapkan gagasannya. 

Pria yang melangkah mendekati ranjang ibunya, menggenggam jemari tangannya yang keriput, kemudian berucap.”Tidak apa-apa, hanya saja Siska mengusulkan untuk menjaga nama baik perusahaan, lebih baik mengadakan acara amal di panti jompo.”

“Oh…Ibu kira apa. Ibu salah paham rupanya…calon menantu Ibu memang benar-benar cerdas dan baik. Berbeda dengan Ayu yang kolot, bahkan memasak daging pun terkadang alot. Kamu ini pintar cantik dan berpendidikan. Hanya kamu yang pantas untuk menemani Dani.” Dian menghela nafas, wajahnya tersenyum. 

Wanita tua yang tidak menyadari badai yang akan menerpa hidupnya. Memiliki menantu wanita karir, tentu saja berbeda dengan memiliki menantu wanita rumahan. 

Tidak akan ada yang telaten mengurusnya. Tidak akan ada yang mengatur pantangannya lagi. 

Sedangkan Siska mengepalkan tangannya. Tidak apa-apa, setelah menikah dengan Dani nanti dirinya tinggal membujuk suaminya untuk mengirim wanita tua ini ke panti jompo. 

Benar-benar tidak apa-apa…

“Ibu, Aku sebenarnya tidak apa-apa kalau Dani memperhatikan anaknya. Maksudku, Bagaimana bisa memberikan uang rp250 juta untuk kompensasi perceraian.” Siska menghela nafas kasar. 

“Kamu berikan uang sebanyak itu padanya!? Dia itu sudah numpang hidup di keluarga kita selama puluhan tahun. Berapa uang yang sudah kamu keluarkan untuk Istri dan anakmu!? Seharusnya mereka pergi tanpa apapun. Kamu ini benar-benar bodoh!” Wanita tua yang menatap kesal ke arah putranya. 

Sedangkan Dani menghela nafas kasar. Siska malah bercerita seperti ini, sekarang bagaimana caranya untuk menjelaskan pada ibunya? Dirinya mulai memutar otak. 

“Ibu…total jumlah kekayaanku mencapai 25 triliun. Aku hanya ingin mencapai jalan damai dengan memberinya beberapa ratus juta. Ibu bayangkan saja kalau dia menyewa pengacara, kemudian keputusan hakim mengetuk palu dengan kekayaan dibagi dua. Apa Ibu rela membagi kerja kerasku? Lagi pula Ayu itu bodoh…mendapatkan uang ratusan juta saja, dia merasa sudah terlalu banyak.” Dani menghela nafas, walau bagaimanapun dirinya harus memberikan uang kompensasi. 

Apalagi melihat raut wajah Ayu hari ini. Dan perlakuan Siska kepada Ayu memang sudah keterlaluan. 

“Ya sudah, tapi Siska mulai sekarang kamu yang merawat ibu ya? Setiap sore kamu harus datang menjenguk ibu. Ibu juga ingin memamerkan menantu ibu yang cantik dan baik.” Ucap Dian penuh senyuman. 

Ingin rasanya Siska mengumpat Mak Lampir pada wanita ini. Tapi semua harus ditahan olehnya, dirinya harus selalu tersenyum dan berkata.”Baik ibu…” sebelum berhasil menikah dengan Dani.

***

Mereka tidak menyadari satu hal, seseorang berdiri di dekat pintu. Mendengarkan semua percakapan mereka, wajahnya tersenyum. 

“Sudah tua…masih saja sama ketika saat muda. Selalu sok menjadi pahlawan bagi wanita lemah.” Ayu mulai tertawa kecil ketika melangkah sepanjang lorong. 

Ada banyak hal yang menghantui pikirannya. Bagaimana suaminya bertindak, begitulah dirinya juga akan bertindak. 

Jemari tangannya mulai meraih handphonenya, dirinya menghubungi seseorang. “Halo…Virgo, ini Ibu…mungkin malam ini ibu tidak akan pulang.”

“Tidak akan pulang? Ibu mau ke mana?” Tanya seseorang di seberang sana. 

“Klub malam…mencari gigolo…” Sebuah Jawaban penuh tawa dari sang ibu. 

“Terserah Ibu saja…jam berapa Aku harus jemput. Satu lagi, kalau aku harus memiliki Ayah baru Aku tidak ingin yang seusia atau lebih muda dariku.” Kalimat putranya terdengar menahan rasa jijik. 

“Kamu tenang saja…tunggu kabar dari Ibu.” Wanita yang tetap menggunakan pakaian wanita terhormat. Senyumannya begitu menawan, mulai berjalan keluar menuju tempat parkir rumah sakit.

***

Sebuah mobil yang tidak begitu mahal, berhenti di depan area klub malam. Wanita tua itu turun dari mobilnya, ingat! Usianya sudah 50 tahun, tapi bodinya masih bagus, wajahnya bagaikan usia 30-an. 

Bagaimanapun wanita ini selalu merawat diri. Melangkah memasuki area klub malam, dentuman suara musik yang begitu kencang terdengar. 

Dirinya mulai mendekati meja bartender. “Mau pesan apa?” Tanya sang bartender. 

“Aku ingin menyewa pria…Aku ingin menyeleksi yang terbaik dari yang terbaik.” Wanita itu mengedipkan sebelah matanya. 

“Kalau begitu Biar rekan saya antar ke ruangan VVIP.” Sang bartender tersenyum, bisnis prostitusi merupakan salah satu bisnis ilegal di tempat ini. 

Aroma alkohol yang menyengat, seorang pelayan membimbingnya menuju ruangan lain. Sepanjang lorong banyak orang-orang mabuk. Bahkan ada yang muntah di lorong, Ada pula yang berciuman sembarangan. Jujur saja, dirinya benar-benar tidak nyaman dengan suasana seperti ini. 

Tapi semuanya harus ditahan olehnya, hanya untuk menemukan…gigolo…

Pada akhirnya pintu ruangan itu terbuka. Ayu menghela nafas berkali-kali, menatap ke arah pintu masuk. Di hadapannya sudah terhidang 1 botol bir, dan satu gelas yang dipenuhi es. 

Pintu itu pada akhirnya terbuka, ketika dirinya mencoba rileks berada di sofa. 

Seorang mucikari, mengeluarkan deretan 5 pria tampan. Dua orang diantaranya bahkan terlihat keturunan warga negara asing. 

Otot-otot Mereka terlihat, mengingat pakaian seksi ala pria yang digunakan oleh mereka. Ada yang menggunakan setelan kemeja, tapi dengan bagian kancing yang dibuka. Ada pula yang dengan sengaja dari awal bertelanjang dada. 

Sungguh pemandangan yang hampir membuat Ayu mimisan. Dirinya harus sadar, benar-benar harus sadar ketika memilih. 

“Hai jeng…sepertinya tumben ke tempat ini. Katanya mau sewa satu pria, ini adalah koleksi-koleksi terbaik saya.” Seorang wanita gemuk dengan dandanan menor keluar. 

“Aku ingin bertanya satu hal, mereka ini khusus bekerja satu malam atau boleh dipekerjakan pribadi?” Tanyanya menantang. 

“Di tempat ini khusus dipekerjakan satu malam. Tapi kalau ingin dibawa pulang, tergantung perjanjianmu dengan cowok-cowok harimau ini.” Sang mucikari mengedipkan sebelah matanya. 

“Tante cantik…sebagian besar dari kami itu mahasiswa, dan orang yang ingin memiliki kekasih kaya kesepian. Jadi kami dari awal tidak terlalu terikat dengan mami (mucikari)” jawaban dari salah seorang pria, melangkah mendekati Ayu. 

Sedangkan Ayu menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. Ini sangat menyenangkan dan menebarkan, ketika membayangkan duit yang akan didapatkan olehnya. 

Matanya mengamati beberapa orang ini, benar-benar jeli ketika melihat, dan membayangkan tekstur yang mungkin akan disukai. 

Perlahan Ayu melangkah dan berjalan, para pria ini bertingkah menggoda. 

Itu karena mereka bukan hanya menginginkan uang, tapi ditambah dengan kepuasan nafsu. Jarang-jarang ada tante-tante segar seperti ini. 

Hingga langkah Ayu terhenti.”Namamu siapa?” Tanyanya.

“Jansen…” ucap seorang pria muda. 

“Aku akan membayar pada mucikari untuk malam ini. Aku ingin menyewamu…” Ayu tersenyum menyeringai. 

Sedangkan pria muda itu menelan ludahnya. Pria muda yang mungkin seumuran dengan putranya. 

“Aku senang tante memilihku…” ucapnya penuh harap. 

Sedangkan Ayu tersenyum, selingkuhan suaminya pasti akan menyukai tipikal pria seperti ini. Otot-ototnya bagus, wajahnya juga bagus. Benar-benar ikan gabus.

1
yesi yuniar
akhirnya... selesai sudah hubungan ayu dan dani
yesi yuniar
semangat ayu... ayo segera dilajut hubungannya dgn arkan
Nur Halida
iri..???/Tongue/
Fa'iqoh Siti Elok
iya aku udah punya si botak
Fa'iqoh Siti Elok
ditunggu aja ini mah
Fa'iqoh Siti Elok
dor
Fa'iqoh Siti Elok
mulai goyah
Fa'iqoh Siti Elok
di hotel
Fa'iqoh Siti Elok
Siska lagi asik goyang dumang
nur
akhirnya cerai juga
Nurminah
pelakor kan cuman modal ngangkang emang bisa yg lain
nur
jansen mah aslinya ogah jg itu
nur
syukurin km dan
nur
pusing2 dah dani
Nur Wahyuni
Siska membuka kedoknya sendiri di hadapan dani.. mesti abis ini dani tanya2 sama siska😄
Nur Wahyuni
naahhh apa kabar dani klo tau Siska punya banyak pacar😄😄
Nur Wahyuni
mesti Siska datang krn dani bawa tas baru buat dia 😄😄😄
Nur Wahyuni
jangan mau yu klo disuruh jaga mak Lampir lagi.. siapa dia..
Nur Halida
good👍👍👍
Nur Wahyuni
sukurin sukurin.. makan tu calon menantu pinter, s1, cantik... makan tu semua😄.... nanti nambah 1 penyakit lagi ibunya si dani, darah tinggi sama jantung😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!