NovelToon NovelToon
Nona Muda Jatuh Miskin

Nona Muda Jatuh Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:484
Nilai: 5
Nama Author: BUNGA LYONA

Valeska Aurelia punya tiga prinsip hidup: habiskan uang, tabrak aturan, dan jangan pernah dengarkan orang lain.

Sebagai putri tunggal konglomerat ternama, Valeska terbiasa hidup bak ratu yang tak tersentuh hukum. Pesta malam, mobil sport, dan deretan kartu kredit tanpa limit adalah makanan sehari-harinya.

Sampai dalam semalam, sebuah skandal besar menghancurkan bisnis keluarganya. Ayahnya dipenjara, aset disita, dan semua kartu kreditnya diblokir. Valeska yang kemarin dipuja-puja kini terdepak dari istananya dan terpaksa angkat kaki hanya dengan membawa satu koper berisi barang-barang tak berguna.

Dari kamar seluas lapangan basket ke kontrakan sempit yang airnya sering mati, Valeska dipaksa menghadapi kenyataan pahit: dia tidak tahu cara menyapu, kaget melihat harga mi instan, dan harus mencari uang sendiri.

Mampukah si Nona Muda yang ugal-ugalan ini bertahan hidup tanpa uang sepeser pun, atau gengsi setinggi langitnya justru bikin hidupnya makin berantakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUNGA LYONA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. "Anak Koruptor"

Valeska berjalan keluar dari area sekolah seperti mayat hidup. Langkah kakinya gontai, matanya sembap, dan kepalanya terasa sangat berat. Dia bahkan tidak memedulikan tatapan heran, berbisik-bisik, dan tatapan kasihan dari murid-murid yang melihatnya berjalan tanpa arah menuju gerbang.

Tanpa menunggu jemputan supir yang biasanya setia menanti, Valeska langsung menyetop taksi di pinggir jalan utama dan menyuruhnya meluncur cepat ke rumah mewahnya.

Sepanjang perjalanan, jemari Valeska yang gemetaran terus mencoba menghubungi nomor Papanya dan Mamanya, tapi tidak ada satu pun yang diangkat. Pikiran Valeska benar-benar kacau.

Begitu mobil taksi berbelok masuk ke dalam kompleks perumahan elitenya, pemandangan menyakitkan langsung menyambut mata Valeska di depan gerbang rumah.

Beberapa koper besar bertumpuk di atas aspal jalanan. Dus-dus karton berisi pakaian mahal, tas desainer, hingga aksesorisnya berserakan di halaman luar. Dua orang pria berjas rapi tampak memasang stiker penyegelan kuning-hitam di pintu gerbang utama rumah mewahnya.

Di samping tumpukan koper itu, berdiri seorang wanita paruh baya dengan kacamata hitam besar dan pakaian bermerek yang kini berantakan. Mamanya.

"Mama...!" jerit Valeska langsung melompat keluar dari taksi tanpa memedulikan kembalian uangnya.

Valeska berlari menghampiri Mamanya, matanya membelalak menatap tumpukan barang-barangnya yang dicampakkan begitu saja di luar rumah.

"Ma! Ini kenapa barang-barang kita ada di luar semua?!" histeris Valeska sambil menarik lengan Mamanya. "Rumah kita kenapa distiker gitu?! Bi Sumi mana, Ma?!"

Mamanya menurunkan kacamata hitamnya, memperlihatkan mata yang sudah sangat sembap dan memerah karena terus menangis sejak pagi. Tangan Mamanya yang biasa dipasangi perhiasan mahal kini terasa begitu dingin dan gemetar saat memegang bahu Valeska.

"Rumah ini disita negara, Val..." bisik Mamanya dengan suara parau dan patah-patah. "Semua rekening Papa dan Mama udah diblokir... Kita udah enggak punya apa-apa lagi..."

"Nggak mungkin, Ma! Nggak mungkin!" pangkas Valeska melambaikan tangannya panik, air matanya menetes lagi tanpa bisa ditahan. "Terus kita tidur di mana, Ma?! Barang-barang aku—"

"Cepat bantu Mama rapihin barang-barang kamu yang bisa dibawa, Valeska!" potong Mamanya dengan nada panik dan terdesak, menyodorkan sebuah koper kosong ke tangan Valeska. "Pihak kejaksaan cuma ngasih waktu sebentar buat kita bawa pakaian pribadi! Cepat kemasin barang-barang kamu sekarang sebelum semuanya diangkut!"

Valeska mematung, menatap koper kosong di tangannya. Dunia yang selama ini memanjakannya dengan segala kemewahan, kekuasaan, dan keangkuhan... runtuh total hanya dalam hitungan jam.

Dengan tangan gemetaran, Valeska berlutut di atas aspal jalanan, memunguti pakaian-pakaian mahalnya yang berserakan. Air matanya menetes, membasahi kain gaun desainer yang kini ternoda debu jalanan. Setiap helai pakaian yang dia masukkan ke dalam koper terasa begitu berat, seolah mengingatkannya pada betapa cepatnya kehidupan mewahnya lenyap.

"Cepat, Val... Taksi yang Mama pesan sebentar lagi sampai," gumam Mamanya parau, mengusap air matanya sendiri sambil menutup koper besar milik beliau.

"Kita mau tinggal di mana, Ma?" tanya Valeska dengan suara serak, hampir tenggelam di antara isak tangisnya. "Apartemen kita yang di pusat kota gimana? Mobil-mobil di garasi?"

Mamanya menggeleng pelan dengan raut wajah putus asa. "Semuanya disita, Valeska. Rumah, apartemen, mobil... bahkan semua kartu kredit Mama sudah diblokir. Kita... kita harus kontrakan rumah kecil di pinggiran kota untuk sementara."

Kata kontrakan rumah kecil menusuk dada Valeska bagaikan belati. Seorang Valeska Aurelia—putri tunggal pengusaha properti kaya raya, cewek paling berpengaruh di SMA Nusantara—kini tidak punya tempat tinggal, tidak punya uang, dan tidak punya apa-apa lagi.

Sebuah taksi klise warna biru berhenti di depan tumpukan barang mereka. Supir taksi membantu memasukkan koper-koper ke dalam bagasi dengan tatapan prihatin. Valeska menatap rumah mewahnya untuk terakhir kali. Garis polisi kuning dan stiker penyegelan dari kejaksaan terpasang menutupi gerbang megah yang dulu selalu menjadi simbol kebanggaannya.

Saat masuk ke dalam taksi, Valeska memeluk lututnya di kursi belakang, menyandarkan kepalanya ke jendela kaca yang dingin.

***

Keesokan harinya, berita tentang penangkapan orang tua Valeska sudah menjadi topik nomor satu di seluruh media massa dan akun gosip sekolah. Di koridor SMA Nusantara, suasana riuh rendah oleh bisik-bisik murid.

"Gila, lo udah dengar berita belum? Papanya Valeska ditangkap korupsi!"

"Pantesan kemarin ada polisi di ruang Kepala Sekolah! Rumahnya aja langsung disita!"

"Buset, berarti sekarang dia bangkrut total dong? Kasihan sih, tapi kelakuannya selama ini kan jahat banget."

Di tengah koridor yang penuh dengan bisik-bisik mengejek itu, Valeska melangkah masuk. Tidak ada lagi mobil Porsche merah yang mengantarnya. Dia turun dari angkutan umum di depan gerbang sekolah dengan seragam yang tidak selicin biasanya. Tidak ada lagi kacamata hitam desainer atau perhiasan mahal yang melekat di tubuhnya.

Langkahnya terasa begitu asing. Pandangan murid-murid yang dulu menatapnya dengan rasa takut dan hormat, kini berganti menjadi tatapan sinis, mengejek, dan penuh rasa kasihan yang merendahkan.

Saat tiba di depan kelas XI-1, Giselle berdiri di dekat pintu. Valeska menatap sahabatnya itu, berharap ada satu orang yang menyambutnya dan memberikan sedikit kehangatan di tengah kehancurannya.

"Selle..." panggil Valeska pelan, melangkah mendekat.

Namun, bukannya mendekat, Giselle justru mundur dua langkah. Raut wajah Giselle sangat dingin dan menjauh, persis seperti raut wajah Valeska saat membuang Clarissa dua hari yang lalu.

"Val, sorry ya," kata Giselle datar, memutar bola matanya malas. "Gue rasa... mulai sekarang lo enggak usah duduk sama gue lagi. Orang tua gue udah wanti-wanti biar gue enggak dekat-dekat sama anak koruptor."

Valeska membeku. Kata anak koruptor yang keluar dari mulut Giselle rasanya bagaikan tamparan keras yang meretakkan harga dirinya.

"Selle... lo ngomong apa sih?" bisik Valeska, suaranya bergetar menahan malu yang membakar seluruh tubuhnya. "Gue ini sahabat lo! Gue yang selalu bayarin lo makan, gue yang sering beliin lo barang-barang mahal!"

Giselle terkekeh sinis, menyilangkan tangan di dada persis seperti yang biasa Valeska lakukan. "Sahabat? Val, lo lupa ya? Hari Selasa kemarin lo sendiri yang bilang ke Clarissa... kalau peraturan geng kita itu enggak terima orang miskin. Lo bilang takut ketularan sial, kan?"

Giselle memajukan wajahnya sedikit, menatap Valeska dengan senyum penuh keangkuhan. "Sekarang lo yang bangkrut, Val. Rumah lo disita, Papa lo ditangkap. Jadi sorry banget, sesuai kata-kata lo sendiri... mending lo jauh-jauh dari gue."

Giselle langsung berbalik, berjalan masuk ke kelas dan sengaja menyenggol bahu Valeska sampai Valeska mundur satu langkah.

Seisi kelas yang menyaksikan kejadian itu langsung berbisik-bisik dan tertawa puas.

"Karma emang dibayar kontan!"

"Dulu ngebuang Clarissa, sekarang dia yang dibuang Giselle!"

"Rasain tuh! Makanya jangan sok berkuasa kalau cuma numpang harta orang tua!"

Valeska mengepalkan tangannya kuat-kuat, matanya memerah menahan tangis. Dia menoleh ke sudut belakang kelas, berharap menemukan satu orang yang mungkin masih mau menatapnya tanpa rasa benci.

Di sana, Clarissa sedang duduk sendirian. Tapi begitu mata mereka beradu, Clarissa langsung memalingkan wajahnya ke luar jendela—enggak mau berurusan lagi dengan Valeska.

Valeska berjalan dengan kepala menunduk dalam-dalam menuju satu-satunya meja kosong di pojok paling belakang dekat tempat sampah. Dia duduk di sana, menyembunyikan wajahnya di balik lipatan tangan di atas meja kayu yang berdebu.

Saat bel istirahat berbunyi, Valeska tetap tidak bergeming dari duduknya. Dia tidak punya uang jajan, tidak punya teman, dan tidak punya keberanian untuk keluar kelas.

Brak.

Sebuah kotak makan plastik transparan berisi dua potong roti dan satu kotak susu rasa cokelat mendadak diletakkan di sudut mejanya.

Valeska mendongak kaget. Di samping mejanya, Elang berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada. Wajah cowok itu tetap datar dan tenang seperti biasa, tanpa ada raut ejekan atau rasa kasihan yang berlebihan.

"Makan," ujar Elang singkat. "Nanti lo pingsan lagi di lapangan, bikin repot orang se-sekolah."

1
Paw_chan🐾
bagus seru ceritanya
BUNGA LYONA: makasihh😍
total 1 replies
Fadillah Ahmad
Covernya Bagus... 👍 Cuma yaaa itu, sinopsisnya 'Belum bisa' menggetarkan hatiku 🙏🙏🙏 tidak ada adegan menegangkan, atau situasi menegangkan yang bisa menjadi Pertimbanganku. 🙏🙏🙏 Novel ini, masuk Berandaku soalnya... 😁😁😁🙏 'Mungkin' Lain kali aku akan mampir 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad: Baik Kak 🙏🙏🙏😁 Dari Segi Pemilihan Cover yang aku suka dari Novel ini... 🙏🙏🙏 Cuma, Unruk Sinopsia Kurang Kak 🙏🙏🙏 Kalau, judul sudah bagus 👍 Hanya di Sinopsis saja yang kena... 🙏🙏🙏😁
total 2 replies
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
wkwkwk 🤣🫵
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
He no no ya, gaboleh gitu
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
Ko lucu kalo di bayangin 🙈 jadi kaya rival gitu. moga akur nanti
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
Hedehhh Valeska Valeska🙂‍↔️🙂‍↔️/Facepalm/
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
Hai kaka, aku barusan baca deskripsi nya, dan itu menarik perhatian ku, semoga seru ceritanya. Semangat ya🥰💪
BUNGA LYONA: wahh makasih yaa😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!