NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Wush wush.

Angin malam berhembus sangat kencang membawa awan mendung yang menutupi cahaya rembulan di atas Kota Awan Merah.

Suasana kota yang biasanya damai kini terasa sangat mencekam dan dipenuhi oleh aura kematian.

Di pelataran Istana Penguasa Kota, ratusan penjaga Asosiasi Alkemis berdiri berbaris dengan pedang terhunus.

Mereka mengenakan zirah besi ringan dan memancarkan tekanan fisik tingkat monster akibat efek pil penguat tulang.

Wang Hao dan Mulan berdiri tegak di depan barisan tersebut layaknya dua jenderal muda yang bersiap memimpin pembantaian.

Tap tap tap.

Langkah kaki Yang Zhen bergema perlahan menuruni tangga pualam aula utama.

Su Lin berjalan anggun di sebelahnya, memancarkan kabut es tipis yang membuat udara malam terasa semakin membekukan tulang.

"Malam ini, kita tidak akan bertarung melawan monster atau pun sekte musuh di perbatasan," buka Yang Zhen dengan suara yang mengintimidasi.

"Kita akan membasmi hama yang hidup dan makan di dalam rumah kita sendiri."

Mulan melangkah maju satu langkah dan memberikan hormat dengan pedang kayunya.

"Berdasarkan laporan intelijen pasar gelap kita, ada satu keluarga bangsawan yang baru saja menerima kiriman emas dari ibu kota," lapor Mulan dengan tegas.

Gadis tomboi itu menatap gurunya dengan pandangan tajam yang siap membunuh.

"Keluarga Shen, salah satu klan pedagang tertua di kota ini, adalah tersangka utamanya."

Yang Zhen menganggukkan kepalanya pelan, matanya memancarkan kilatan pembunuh yang sangat pekat.

"Keluarga Shen rupanya bosan hidup bergelimang harta dan ingin mencoba sensasi dipenggal di tengah malam," komentar Yang Zhen dengan senyum iblis.

Pemuda itu memutar tubuhnya menghadap seluruh pasukan yang telah berbaris rapi.

"Hao, Mulan, pimpin pasukan ini ke kediaman Keluarga Shen sekarang juga," perintah Yang Zhen dengan otoritas mutlak.

"Jangan biarkan satu pun lalat lolos dari rumah itu hidup-hidup malam ini."

Wang Hao langsung menyeringai lebar hingga memperlihatkan deretan giginya.

"Siap laksanakan, Bos! Aku akan menyeret Patriark Shen dari kasurnya dengan tanganku sendiri," sahut pemuda botak itu bersemangat.

Pasukan besar itu pun bergerak meninggalkan istana dengan barisan yang sangat rapi dan senyap.

Klotak klotak.

Suara derap langkah sepatu bot besi bergema membelah jalanan Kota Awan Merah yang sepi.

Penduduk kota yang mendengar suara langkah kaki itu hanya bisa menutup rapat pintu dan jendela mereka dengan ketakutan.

Setengah jam kemudian, pasukan Asosiasi Alkemis tiba di depan gerbang raksasa kediaman Keluarga Shen.

Gerbang kayu jati tebal itu tertutup rapat dan dijaga oleh belasan pengawal bayaran.

"Siapa kalian?! Ini adalah kediaman pribadi Keluarga Shen!" teriak salah satu pengawal dari atas tembok.

"Pergi dari sini atau kami akan memanah kalian semua!"

Wang Hao tidak membuang waktu untuk berdebat dengan pengawal rendahan.

Pemuda itu melompat tinggi ke udara dan memusatkan energi ke kaki kanannya.

Brak.

Tendangan berlapis Baja Hitam itu menghancurkan gerbang kayu jati raksasa tersebut menjadi serpihan kayu yang berhamburan.

Wang Hao mendarat di pelataran Keluarga Shen dengan suara dentuman yang sangat keras.

Bum.

"Asosiasi Alkemis datang untuk menagih hutang nyawa!" teriak Wang Hao dengan suara yang menggelegar ke seluruh penjuru rumah besar tersebut.

"Semua yang memegang senjata akan dibunuh di tempat!"

Belasan pengawal bayaran itu langsung menjatuhkan tombak dan pedang mereka ke tanah dengan tangan gemetar.

Klang klang.

Mereka tahu persis monster macam apa yang memimpin Asosiasi Alkemis saat ini.

Mulan melambaikan tangannya, memberi isyarat kepada ratusan pasukan di belakangnya untuk merangsek masuk.

"Geledah setiap kamar dan seret semua anggota keluarga utama ke pelataran ini," instruksi Mulan dengan nada dingin.

Pasukan penjaga itu langsung menyebar layaknya kawanan serigala buas yang memasuki kandang domba.

Suara jeritan panik dan tangisan wanita mulai terdengar dari dalam bangunan megah tersebut.

Tidak sampai sepuluh menit, puluhan anggota Keluarga Shen diseret keluar menuju pelataran tengah dalam keadaan hanya mengenakan pakaian tidur.

Patriark Shen, seorang pria paruh baya bertubuh tambun, dilemparkan ke tanah tepat di depan kaki Wang Hao.

Bruk.

"A-apa-apaan ini?! Kenapa kalian menyerang rumahku di tengah malam?!" protes Patriark Shen dengan wajah memucat.

"Keluarga Shen selalu membayar pajak kepada Asosiasi Alkemis tepat waktu!"

Tap tap tap.

Kerumunan pasukan tiba-tiba terbelah, memberikan jalan bagi Yang Zhen dan Su Lin yang baru saja tiba dengan berjalan santai.

Yang Zhen menatap pria tambun yang sedang berlutut itu dengan pandangan merendahkan.

"Kau memang membayar pajak dengan tepat waktu, Patriark Shen," ucap Yang Zhen berhenti di depan pria itu.

"Tapi kau menggunakan uang dari ibu kota untuk membayar pajak itu, bukan?"

Mendengar tuduhan akurat tersebut, keringat dingin langsung membasahi sekujur tubuh Patriark Shen.

"I-ibu kota? Aku tidak mengerti apa maksudmu, Tuan Yang Zhen," sangkal pria itu dengan suara bergetar dan terbata-bata.

"Keluarga kami murni berdagang kain sutra dan rempah-rempah dengan kota tetangga."

Su Lin mendengus pelan dan menyilangkan tangannya di depan dada.

"Pembohong yang bodoh. Kau bahkan tidak berani menatap mata suamiku saat bicara," ejek gadis berambut biru itu.

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!